NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Jenius Di Rahim Ibu Angkat

Reinkarnasi Jenius Di Rahim Ibu Angkat

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Anak Genius
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rina ylna

**Alya** adalah gadis yatim piatu yang bekerja keras demi bertahan hidup. Namun, sebuah kesalahan fatal di satu malam—akibat salah memasuki kamar hotel—mengubah takdirnya. Ia terbangun di samping **Devan Dirgantara**, CEO dingin nan kejam dari Dirgantara Group yang sangat membenci skandal.

Alya memilih melarikan diri dan merahasiakan malam itu. Namun takdir berkata lain, beberapa minggu kemudian ia dinyatakan hamil. Di sinilah keajaiban dimulai. Janin di dalam kandungan Alya ternyata bukanlah janin biasa. Sejak usia beberapa minggu, janin tersebut bisa berkomunikasi secara telepatis hanya dengan Alya!

Si "janin ajaib" ini memiliki kecerdasan luar biasa, indra keenam, dan bahkan bisa mendeteksi niat buruk orang-orang di sekitar ibunya.

Saat ibu tiri Alya mencoba meracuninya, si janin memberi peringatan. Saat Devan akhirnya mengetahui kehamilan Alya dan berniat merebut bayinya dengan kontrak dingin, si janin justru mendiktekan syarat-syarat kontrak tandingan yang membuat sang CEO jeni

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina ylna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 2 suara hati bayi

*Tin! Tiiiiin!*

Suara klakson mobil mewah yang nyaring tiba-tiba memecah keheningan gang sempit di luar kos-kosan Alya. Tidak tanggung-tanggung, deru mesin mobil-mobil bertenaga besar itu terdengar sangat berwibawa, membuat jendela kaca kos Alya yang sudah longgar bergetar pelan.

Alya langsung berlari ke arah jendela, menyingkap sedikit gorden abu-abu yang sudah agak berdebu. Matanya membelalak seketika.

Tiga buah mobil Rolls-Royce Phantom hitam mengilat terparkir berjejer di depan gang, menutup jalan hingga membuat beberapa pengendara motor terpaksa berhenti dan melongo. Dari mobil baris kedua, seorang pria jangkung dengan setelan jas hitam *custom-made* yang sangat rapi melangkah keluar.

Postur tubuhnya tegap, bahunya lebar, dan rahangnya yang tegas tampak mengeras di bawah sinar matahari sore. Kacamata hitam bertengger di hidung mancungnya, menyembunyikan sepasang mata elang yang sangat ditakuti di dunia bisnis.

Dia adalah Devan Dirgantara.

"Dia... dia benar-benar datang!" bisik Alya panik, tenggorokannya mendadak kering kerontang. "El, bagaimana ini? Perutku mendadak mulas! Apa kita pura-pura mati saja?"

> *[Ibu, tolong jaga martabat kita. Pura-pura mati adalah strategi paling konyol yang pernah kudengar sepanjang dua kehidupan ini. Tenang saja. Ayah dinginmu itu datang ke sini bukan untuk membunuhmu, melainkan karena rasa penasarannya yang tinggi.]*

"Rasa penasaran? Penasaran apa?!"

> *[Satu bulan lalu, setelah malam itu, Ibu melarikan diri bagaikan pencuri profesional tanpa meninggalkan jejak tunggal. Bagi seorang Devan Dirgantara yang terbiasa mengendalikan segala hal, fakta bahwa dia tidak bisa menemukan seorang gadis biasa selama sebulan adalah pukulan telak bagi harga dirinya yang setinggi langit.]*

Alya menelan ludah. Ia mengingat kembali bagaimana ia merangkak keluar dari ranjang hotel mewah itu dengan tubuh pegal-pegal, mengumpulkan pakaiannya yang berserakan, lalu kabur lewat pintu darurat demi menghindari kamera pengawas. Saat itu, ia hanya berpikir untuk menyelamatkan diri dari amarah pria asing tersebut.

*TOK! TOK! TOK!*

Ketukan di pintu kosnya terdengar lambat, namun memiliki ketukan yang begitu kuat dan ritmis, memancarkan aura dominasi yang luar biasa.

"Alya Putri?" sebuah suara berat, bariton, dan berwibawa terdengar dari balik pintu kayu tipis itu. Hanya dengan mendengar suaranya saja, bulu kuduk Alya kembali meremang.

> *[Ibu, buka pintunya sekarang. Tegakkan bahumu, busungkan dadamu yang rata itu sedikit—ah, maaf, maksudku tunjukkan rasa percaya dirimu. Jangan biarkan dia menindasmu dengan auranya yang sok keren itu.]*

"El! Jaga bicaramu, dia ayahmu!" bisik Alya kesal, meskipun dalam hati ia membenarkan ejekan bayinya.

Dengan tangan gemetar, Alya membuka kunci pintu dan menariknya perlahan.

Sosok tinggi Devan langsung mendominasi pemandangan. Pria itu melepas kacamata hitamnya, memperlihatkan sepasang mata abu-abu gelap yang tajam, menatap lurus ke arah Alya. Di belakang Devan, berdiri asisten pribadinya, Yudha, yang memegang sebuah tablet digital dengan wajah formal tanpa ekspresi.

Aroma parfum maskulin yang mahal—perpaduan antara kayu cendana dan *black musk*—seketika merangsek masuk, memenuhi kamar kos Alya yang biasanya berbau pewangi pakaian murah.

"Jadi, di sini kamu bersembunyi selama ini, Tikus Kecil?" desis Devan dingin, matanya menyapu seisi kamar kos Alya yang sempit dengan tatapan jijik yang tidak ditutup-tutupi.

Alya menggigit bibir bagian dalamnya, mencoba menahan diri agar tidak menciut. "T-Tuan Devan... ada perlu apa Anda datang ke tempat kumuh seperti ini?"

Devan mendengus sinis. Ia melangkah masuk tanpa diundang, membuat Alya terpaksa mundur beberapa langkah. Yudha tetap berdiri di luar pintu, menjaga privasi bosnya.

"Satu bulan lalu, kamu menyelinap ke kamarku, merusak malamku, lalu kabur begitu saja setelah mencuri selimut hotelku," ucap Devan dingin, menatap Alya dengan pandangan mengintimidasi. "Apa kamu pikir Dirgantara Group tidak bisa melacakmu?"

"S-selimut itu terbawa karena aku panik! Dan lagipula, aku tidak mencuri apa-apa lagi!" bela Alya dengan suara yang agak mencicit.

Tiba-tiba, suara Baby El kembali bergema di kepala Alya, memberikan analisis yang sangat tajam.

> *[Wah, wah. Lihat pria ini. Mulutnya berkata kasar, tapi detak jantungnya meningkat sepuluh persen saat menatap Ibu. Dia juga diam-diam melirik ke arah bibir Ibu sebanyak dua kali. Cih, munafik. Dia jelas-jelas tertarik pada Ibu tapi gengsinya terlalu tinggi.]*

Alya hampir saja terbahak mendengar komentar julid dari dalam perutnya. Untungnya, ia berhasil menahan ekspresi wajahnya agar tetap terlihat cemas dan lugu.

"Langsung saja ke intinya, Alya Putri," Devan melipat tangannya di dada, menambah kesan berkuasa. "Aku ke sini bukan untuk meminta ganti rugi selimut murahan itu. Aku datang karena hari ini, sistem keamananku mendeteksi adanya draf kontrak kerja sama palsu atas namaku yang beredar di wilayah ini dengan tanda tangan yang... sangat mirip dengan tanda tangan asliku."

Devan melangkah selangkah lebih dekat, membuat napas Alya tercekat. "Siapa yang mengajarimu memalsukan tanda tanganku? Dan apa tujuanmu?"

Alya mendadak panik. Ia lupa bahwa sistem informasi dan hukum di sekitar keluarga Dirgantara sangatlah ketat. Kontrak palsu yang ia tunjukkan pada ibu tirinya tadi rupanya langsung terendus oleh jaringan intelijen sang CEO!

> *[Tenang, Ibu. Ini saatnya meluncurkan bom utama kita. Katakan padanya: 'Aku memalsukan tanda tangan itu karena aku sedang mengandung anakmu, dan aku butuh perlindungan dari keluarga tiriku yang kejam.']*

"A-apa?! Kamu gila, El? Kalau dia menyuruhku menggugurkannya bagaimana?!" tanya Alya panik dalam batinnya.

> *[Percayalah padaku, Ibu. Karakter Devan Dirgantara sangat menjunjung tinggi garis keturunan. Terlebih lagi, dia adalah anak tunggal yang ditekan oleh kakeknya untuk segera memiliki pewaris. Kabar kehamilan ini adalah kartu as kita. Katakan sekarang!]*

Alya memejamkan matanya erat-erat. Ia mengepalkan kedua tangannya, lalu mendongak menatap lurus ke dalam manik mata abu-abu Devan yang dingin.

"Aku memalsukan kontrak itu... karena aku terpaksa!" ujar Alya setengah berteriak.

Devan menaikkan satu alisnya. "Terpaksa? Alasan klasik."

"Aku hamil!"

Kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulut Alya, menggema di dalam ruangan sempit itu.

Keheningan seketika mencekik ruangan. Bahkan Yudha yang berada di luar pintu tampak sedikit menolehkan kepalanya karena terkejut.

Wajah Devan yang tadinya tenang dan meremehkan, mendadak membeku. Matanya melebar sesaat sebelum kembali menyipit tajam, memancarkan aura berbahaya yang membuat suhu ruangan terasa turun beberapa derajat.

"Apa kamu bilang?" suara Devan kini terdengar sangat rendah, hampir seperti bisikan iblis. "Hamil? Kamu mencoba menjebakku dengan trik murahan seperti ini?"

Devan melangkah maju dengan cepat, mencengkeram dagu Alya dengan lembut namun tegas, memaksanya untuk terus menatapnya. "Alya, jangan bermain api denganku. Banyak wanita yang mencoba menggunakan rahim mereka untuk naik kelas sosial, dan semua berakhir mengenaskan di tanganku."

Rasa dingin dari jemari Devan membuat Alya gemetar. Namun, di tengah ketakutan itu, sebuah kehangatan aneh tiba-tiba mengalir dari perutnya menuju ke dadanya, memberikan rasa berani yang luar biasa.

Dan kemudian, suara Baby El terdengar, namun kali ini ada yang berbeda. Suara itu tidak hanya terdengar di kepala Alya, melainkan memancar sebagai gelombang energi tak kasatmata yang langsung menghantam kesadaran Devan.

*BZZZZT!*

Devan tiba-tiba tersentak. Ia melepaskan cengkeramannya pada dagu Alya dan melangkah mundur satu langkah. Kepalanya mendadak berdengung, dan sebuah suara anak kecil yang sangat jernih namun penuh wibawa bergaung di dalam kepalanya sendiri!

> *[Hei, pria sombong berkacamata hitam. Jauhkan tangan kasarmu dari ibuku!]*

Devan memegangi pelipisnya, matanya membelalak tidak percaya. Ia melihat ke sekeliling ruangan dengan panik. "Siapa... siapa yang bicara?!"

Alya tertegun melihat reaksi Devan. "T-Tuan Devan? Ada apa?"

> *[Jangan cari ke mana-mana, Ayah Bodoh. Aku di dalam sini, di dalam perut wanita yang sedang kau intimidasi ini. Aku adalah anakmu. Dan jika kau berani bersikap kasar lagi pada Ibuku, aku bersumpah akan merusak portofolio saham Dirgantara Group lewat jalur spiritual!]*

Devan menatap Alya dengan pandangan horor yang belum pernah ia tunjukkan seumur hidupnya. Pria yang terkenal rasional, berpendidikan tinggi, dan tidak percaya takhayul ini, baru saja mendengar suara asing di dalam kepalanya yang menyebut dirinya sendiri sebagai... janin di dalam rahim Alya.

"Kamu..." Devan menunjuk Alya dengan jari yang sedikit bergetar. "Trik apa yang sedang kamu mainkan? Alat perekam apa yang kamu pasang di ruangan ini?!"

Alya yang menyadari apa yang terjadi langsung tersenyum tipis. Ternyata Baby El bisa mengirimkan "suara hatinya" langsung ke otak Devan!

"Aku tidak memasang alat apa pun, Tuan Devan," ucap Alya dengan tenang, kini merasa di atas angin berkat perlindungan bayinya. "Anak di dalam kandunganku ini... dia memang agak istimewa. Dia bisa bicara langsung denganmu jika dia mau."

Devan menggelengkan kepalanya keras-keras, mencoba mengusir suara itu. Namun, suara Baby El kembali terdengar, kali ini dengan nada yang lebih santai namun menuntut.

> *[Ayah, mari kita buat kesepakatan bisnis yang saling menguntungkan. Ibu butuh perlindungan dari rentenir dan keluarga tirinya, sedangkan kau butuh pewaris sah untuk membungkam mulut kakekmu yang cerewet di mansion utama itu, bukan?]*

> *[Nikahi Ibuku secara kontrak selama satu tahun. Setelah aku lahir, kau akan mendapatkan pewaris paling jenius di muka bumi ini, dan Ibuku akan mendapatkan kompensasi yang layak. Bagaimana? Kesepakatan yang sangat adil untuk seorang CEO dingin sepertimu, kan?]*

Devan terdiam seribu bahasa. Ia menatap perut Alya yang masih rata dengan tatapan campur aduk antara tidak percaya, ngeri, namun diam-diam... ada rasa bangga aneh yang menggelitik hatinya.

*Anakku... belum lahir saja sudah tahu tentang masalah kakekku dan bisa menawarkan kontrak bisnis?* batin Devan tak percaya.

"Ini... tidak masuk akal," bisik Devan, meskipun otaknya yang jenius mulai menghitung keuntungan dari kesepakatan gila ini.

1
beybi T.Halim
keren ceritanya,gak menye menya,gas poll👍
Ariany Sudjana
haha dasar pelacur murahan kamu itu Mita, suami yang kamu banggakan, ternyata kalah jauh dibanding Devan Dirgantara 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
bagus Devan, orang sombong dari masa lalu Alya, memang harus dibungkam
Miu Miu 🍄🐰
seru ceritanya 😍
Ariany Sudjana
hahaha bangkrut keluarga Alexander, kalian salah cari lawan 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
harusnya dua tikus itu dibunuh saja
Ariany Sudjana
Alya gitu lho 😂😂
Ariany Sudjana
hahaha mampus kamu Tiffany 🤣🤣😂😂
Rina ylna
buat kalian yang emang bener² suka sama ceritanya, pliss kasih like, vote dan komen lanjut Thor biar aku makin semangat nulisnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!