NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Jadi Putri Terbuang, Sistem Es Dewa Milikku..

Reinkarnasi Jadi Putri Terbuang, Sistem Es Dewa Milikku..

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Fantasi / Tamat
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: S RIANA

Kehidupanku berakhir saat ditikam tunangan dan adik tiriku sendiri.

Tapi saat aku membuka mata, aku ber Reinkarnasi menjadi Ratu es putri yang dibuang keluarga kerajaan karena "tidak punya kekuatan".

Apes? Enggak. Karena aku membawa [Sistem Es Dewa].

Misi: Selamat, Balas Dendam, dan Jadi Ratu!

Keluarga yang mengusirku? Tunggu saat aku membekukan kerajaan kalian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S RIANA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ISTANA ES DI UJUNG AIR MATA

Darah biru keperakan dari Frost Wolf yang tewas perlahan menguap menjadi partikel cahaya yang diserap oleh telapak tanganku. Rasa hangat yang menjalar dari "Fisik Es Dewa" kini menetap di dalam radianku, berputar seperti galaksi kecil yang haus akan energi.

Dinginnya badai Frozen Abyss yang tadinya terasa seperti pisau yang menguliti daging, kini berubah menjadi seperti belaian sutra yang hangat.

Aku melangkah melewati bangkai monster yang telah membeku menjadi kristal. Setiap kali kakiku yang telanjang menyentuh permukaan salju, sebuah riak lingkaran es kecil berpendar di bawah tumitku, mencegah tubuhku tenggelam ke dalam timbunan salju yang tebal.

[Pemberitahuan Sistem: Tuan Rumah telah berhasil berasimilasi dengan Fisik Es Dewa (Tingkat Rendah). Kekuatan sihir Anda saat ini setara dengan Penyihir Lingkaran 2. Poin Sistem saat ini: 100 Poin.]

"Hanya Lingkaran 2?" gumamku sambil menyibak rambut perak baruku yang berkilau tertiup angin badai. Di Kerajaan Silversnow, ayahku Sang Raja adalah seorang penyihir es Lingkaran 6.

Sementara adik tiri jalangku, Alicia, dipuji sebagai si genius abad ini karena berhasil mencapai Lingkaran 3 di usianya yang baru enam belas tahun.

Aku mengepalkan tangan kuat-kuat. Mengingat nama Alicia dan mantan tunanganku, pangeran mahkota pengkhianat itu, membuat dadaku kembali berdenyut perih.

Rasa sakit dari tikaman pisau di kehidupan pertamaku bercampur dengan rasa sesak dari ingatan Elena asli yang dibuang seperti barang rosokan.

"Baru Lingkaran 2 saja aku sudah bisa membunuh Frost Wolf tanpa mantra," bisikku pada diri sendiri, seulas senyum dingin terukir di bibirku. "Sistem, apa yang bisa kubeli dengan 100 poin ini? Aku tidak bisa terus berjalan dengan gaun robek di tengah badai seperti ini."

DING!

Sebuah layar virtual semi-transparan berwarna biru muda melayang di depanku, menampilkan daftar barang yang bisa ditukarkan.

[Toko Sistem - Kategori: Pakaian & Pertahanan]

Jubah Salju Sutra (Eksklusif): Menahan segala jenis serangan fisik tingkat rendah, mengatur suhu tubuh secara absolut, dan menyamarkan aura. Harga: 80 Poin.

Sepatu Bot Kristal Frost: Meningkatkan kecepatan bergerak di atas salju sebesar 50%. Harga: 50 Poin.

Rambut Palsu Penyamaran: Mengubah warna rambut perak menjadi hitam biasa. Harga: 30 Poin.

Tanpa ragu, aku menekan opsi pertama. "Beli Jubah Salju Sutra."

[Pembelian Berhasil. Mengurangi 80 Poin. Sisa Poin: 20.]

Detik berikutnya, seberkas cahaya putih turun dari langit-langit badai, menyelimuti tubuhku. Gaun tipis yang robek-robek seketika digantikan oleh sebuah jubah putih panjang yang terbuat dari rajutan benang sutra magis yang sangat halus. Jubah itu dilengkapi dengan tudung besar yang bisa menutupi seluruh wajahku.

Saat aku memakainya, rasa nyaman yang luar biasa langsung menyelimuti kulitku, dan embusan angin badai tidak lagi mampu mengusik sehelai rambutku.

"Bagus. Sekarang, tujuan pertama adalah mencari tempat berlindung yang aman. Aku butuh memulihkan stamina tubuh ini," ujarku sambil menatap sejauh mata memandang. Hutan Frozen Abyss dipenuhi oleh pohon-pohon purba berdaun es yang menjulang tinggi, menciptakan labirin putih yang mematikan.

Aku berjalan menembus badai selama hampir satu jam, mengandalkan insting baruku yang bisa merasakan aliran mana es paling pekat. Sistem terus memantau sekitar, memberikan peringatan jika ada pergerakan monster dalam radius lima puluh meter. Di tempat terkutuk ini, lemah berarti mati. Dan aku menolak untuk mati untuk kedua kalinya.

[Peringatan! Terdeteksi fluktuasi mana yang tidak stabil di depan. Jarak 30 meter. Terdapat tanda-tanda kehidupan monster tingkat menengah: Frost-Bite Spider.]

Aku menghentikan langkahku. aku melihat di depan sana ada sebuah tebing batu hitam yang tertutup es vertikal berdiri kokoh. Di dasar tebing itu terdapat sebuah mulut gua yang cukup besar untuk dijadikan tempat berlindung. Namun, di depan mulut gua tersebut, seekor laba-laba raksasa setinggi dua meter dengan delapan kaki berbentuk sabit es sedang menggerogoti bangkai seekor rusa kutub.

KREEEEEK!

Laba-laba itu mendongak, mata-mata hitam kecilnya yang berkerumun langsung mengunci posisiku. Ia merasakan kehadiranku meskipun aku sudah memakai jubah penyamaran aura. Air liur asamnya yang berwarna hijau pekat menetes ke salju, mendesis dan melelehkan es di sekitarnya.

"Hewan menjijikkan," desisku. Rasa jijik dan amarah menyatu. Aku tidak akan membiarkan seekor serangga menghalangi jalanku menuju tahta.

[Misi Darurat Diaktifkan: Rebut Gua Pertapaan!]

[Target: Bunuh Frost-Bite Spider.]

[Hadiah: 300 Poin Sistem & Pembukaan Keterampilan Baru: 'Ice Spike Rain'.]

"Tiga ratus poin? Lumayan," ujarku. Aku merentangkan kedua tanganku ke samping. Aliran mana di dalam tubuhku bergejolak hebat, merespons kehendakku. "Sistem, bantu aku mengoptimalkan kendali mana."

[Mengaktifkan Mode Bantuan Tempur. Sinkronisasi Mana: 100%.]

SHHHH!

Laba-laba raksasa itu bergerak dengan kecepatan luar biasa, kaki-kaki sabitnya menancap di salju dengan bunyi berderit yang mengerikan. Ia melompat ke arahku sambil menyemburkan jaring es yang sangat tebal dari mulutnya. Jaring itu bisa membekukan dan melumpuhkan mangsanya dalam hitungan detik.

"Terlalu lambat," bisikku.

Aku menghentakkan kaki kananku ke tanah. BOOM! Sebuah pilar es raksasa melesat diagonal dari bawah salju, menumbuk jaring es tersebut hingga hancur berkeping-keping, sekaligus menghantam dada laba-laba itu hingga ia terlentang di atas tanah.

KREEEEEEK! Monster itu menjerit kesakitan. Salah satu kaki sabitnya patah. Tapi ia belum mati. Dengan kemarahan yang meluap, ia memutar tubuhnya dan mencoba menebas leherku dengan kaki sabit nya yang tersisa.

Aku tidak mundur selangkah pun. aku menggunakan Fisik Es Dewa, aku bisa merasakan bahwa es di sekitar tempat ini tunduk padaku. Aku mengangkat tangan kananku, memutar jemariku di udara seperti seorang dirigen orkestra.

"Membeku dan hancurlah," perintahku dengan nada sedingin es.

CRACK! CRACK! CRACK!

Darah monster yang menetes ke salju tiba-tiba berbalik arah, membeku menjadi duri-duri es tajam yang menusuk tubuh laba-laba itu dari dalam sampai ke luar. Es murni merambat dengan cepat dari kakinya, menjalar ke seluruh tubuh raksasanya, mengubah monster mengerikan itu menjadi sebuah patung es yang indah nan tragis dalam hitungan tiga detik.

Aku berjalan mendekati patung tersebut, lalu menyentuhnya dengan ujung jari telunjukku.

PRANG!

Patung laba-laba itu hancur berkeping-keping menjadi butiran debu kristal yang berkilauan di udara.

[Misi Darurat Selesai! Anda mendapatkan 300 Poin Sistem.]

[Selamat! Anda telah mempelajari Keterampilan Aktif: 'Ice Spike Rain' (Tingkat 1).]

[Selamat! Tingkat Kultivasi Anda meningkat menjadi Penyihir Kesatria Es Lingkaran 3!]

Sebuah gelombang energi yang jauh lebih besar dari sebelumnya mengalir ke dalam tubuhku. Otot-otot tubuh Elena yang tadinya lemah kini terasa kencang dan dipenuhi vitalitas. Kulitku menjadi sehalus porselen, dan aku bisa merasakan setiap molekul air di udara yang siap berubah menjadi senjata mematikan kapan pun kuinginkan.

"Lingkaran 3... Alicia, tunggu aku. Jarak kita sekarang sudah sama," seringai kejam muncul di wajahku. Di kehidupan ini, aku tidak akan menjadi putri lemah yang bisa ditindas. Aku akan menjadi badai yang menghancurkan mereka.

Aku membalikkan tubuh dan melangkah masuk ke dalam gua yang baru saja kurebut. Bagian dalam gua itu ternyata sangat luas, terlindung dari angin badai yang mengamuk di luar. Dinding-dinding gua dilapisi oleh kristal es alami yang memancarkan cahaya biru redup yang menenangkan.

Setelah berjalan beberapa meter ke dalam, aku menemukan sebuah ceruk yang bersih. Aku duduk bersandar di dinding batu yang dingin, menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan pikiranku yang lelah setelah melewati dua kali pertempuran hidup dan mati.

[Poin Sistem Anda saat ini: 320 Poin. Disarankan untuk meningkatkan area pertahanan atau membeli persediaan makanan.]

"Sistem, simpan dulu poinnya. Aku ingin memeriksa statusku secara keseluruhan," perintahku.

DING!

[Status Karakter]

*Nama: Elena von Silversnow

* Gelar: Calon Ratu Es Dewa

* Tingkat Kekuatan: Penyihir Lingkaran 3 (Tahap Awal)

* Fisik: Fisik Es Dewa (Tingkat Rendah - Persentase Kebangkitan: 15%)

* Keterampilan: Dinding Absolut (Pertahanan), Ice Spike Rain (Serangan Area)

* Poin Sistem: 320

Melihat persentase kebangkitan fisikku yang baru 15%, aku menyadari bahwa kekuatan yang kupunya sekarang barulah puncak dari gunung es yang sebenarnya. Jika 15% saja sudah bisa menyamai penyihir genius kerajaan, bagaimana jika mencapai 100%? Aku bahkan mungkin bisa membekukan seluruh benua ini dengan lambaian tangan.

Namun, saat aku hendak memejamkan mata untuk bermeditasi, sebuah getaran aneh terasa dari bagian gua yang lebih dalam. Itu bukan getaran gempa bumi. Itu adalah getaran mana yang sangat murni, disusul oleh suara detak jantung yang berat dan bergema.

DUM... DUM... DUM...

Suara itu terdengar seolah-olah ada sesuatu yang sangat besar dan kuno sedang tertidur di kedalaman gua ini, dan kehadiranku yang melepaskan Fisik Es Dewa barusan telah mulai mengusik tidurnya.

Aku berdiri kembali, jubah putihku berkibar. Alih-alih merasa takut, mataku justru berkilat penuh rasa ingin tahu dan antisipasi. Di dunia ini, bahaya besar selalu berdampingan dengan peluang yang besar.

"Sistem, deteksi sumber getaran itu," perintahku sambil mempererat genggaman tanganku, siap memanggil sihir es kapan saja.

[Peringatan! Terdeteksi entitas kuno di kedalaman 100 meter di bawah gua. Tingkat bahaya: Tidak Terukur. Mengaktifkan misi investigasi...]

Aku tersenyum tipis, menatap kegelapan gua yang pekat. "Sempurna. Mari kita lihat apa yang disembunyikan oleh neraka beku ini dariku."

1
Sunflower_6520
Suka nih sama yang balas dendam begini...
SRIANA: terima kasih udah singgah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!