NovelToon NovelToon
Malam Pertama Dengan CEO

Malam Pertama Dengan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikah Kontrak
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: santi damayanti

Kayla hancur saat tunangannya, Damar, ketahuan selingkuh dan menghina dirinya sebagai wanita “mandul”. Dikhianati keluarga sendiri, ia kabur dalam keadaan terluka hingga tanpa sadar menghabiskan malam dengan seorang pria asing di hotel. Tanpa ia ketahui, pria itu adalah Adrian, CEO dingin dan berkuasa yang kemudian menjadi atasan barunya di hotel

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi damayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2 MABUK

Perasaan Kayla benar-benar kacau. Dadanya sesak seperti ditindih batu besar. Hatinya remuk oleh pengkhianatan yang datang dari orang yang paling dia percaya. Selama perjalanan di dalam mobil, dia hanya mampu menggigit bibir, menahan tangis yang berkali-kali hampir pecah. Air mata itu seperti memaksa keluar, tetapi dia terus menahannya sampai mobil berhenti di depan hotel tempatnya bekerja.

Kayla adalah seorang karyawan hotel yang tinggal di asrama karyawan. Sejak dulu dia memang memilih tinggal di sana daripada pulang ke rumah setiap hari. Bukan karena tidak sayang pada keluarganya, melainkan karena dia lelah. Sepulang bekerja, tubuhnya sudah terkuras. Jika masih harus mengerjakan semua pekerjaan rumah sendirian, tenaganya benar-benar habis tanpa sisa.

Malam itu langkahnya justru mengarah ke sebuah bar yang berada di lantai bawah hotel. Tempat itu sebenarnya jarang sekali dia datangi. Bahkan bisa dihitung dengan jari berapa kali dia pernah duduk di sana. Namun malam ini berbeda. Dia tidak ingin memikirkan apa pun. Dia hanya ingin melarikan diri dari rasa sakit yang terus menggerogoti dadanya.

Segelas wine datang di hadapannya. Kayla mengangkat gelas itu, lalu meneguknya perlahan. Setelah satu gelas habis, dia kembali memesan gelas berikutnya. Seteguk demi seteguk cairan merah itu mengalir ke tenggorokannya. Entah kenapa dia berharap rasa pahit alkohol bisa menghapus luka yang jauh lebih pahit di dalam hatinya.

"Hanya karena aku mandul... kamu memilih selingkuh, Damar?" gumamnya lirih. Suaranya hampir tenggelam oleh dentuman musik yang memenuhi ruangan. Setelah itu dia kembali mengangkat gelas, menghabiskan isinya tanpa ragu sedikit pun.

"Sejak kapan harga diri seorang wanita cuma diukur dari fungsi reproduksinya?" ucapnya dengan suara mulai tidak jelas. Kepalanya sudah terasa ringan. Dia bahkan tertawa pelan sebelum tiba-tiba bernyanyi sembarangan. "Sejak dulu kala... wanita dijajah kaum... priiiaaa...."

Bartender yang sejak tadi memperhatikan tingkah Kayla hanya menggeleng pelan. Dia sudah sering melihat orang mabuk karena patah hati, tetapi perempuan yang duduk sendirian di depannya malam itu terlihat benar-benar kehilangan arah.

"Kau kenapa senyum-senyum begitu, ha?" tanya Kayla sambil menunjuk bartender itu. Matanya yang mulai sembab menatap lelaki tersebut dengan pandangan sayu. Namun sang bartender memilih diam. Dia kembali melayani pelanggan lain, membiarkan Kayla meluapkan emosinya sendiri.

Lampu remang-remang memenuhi ruangan. Aroma parfum para pengunjung bercampur dengan bau alkohol yang menguar di udara. Musik terus mengalun pelan, sementara Kayla masih menenggak minuman demi minuman. Padahal dia tahu, ketahanan tubuhnya terhadap alkohol sangat buruk. Beberapa gelas saja sudah cukup membuat pikirannya melayang.

"Ting...."

Suara notifikasi dari ponselnya memecah lamunannya. Hari itu gajinya sebagai karyawan hotel baru saja masuk, tepat delapan juta rupiah. Biasanya tanpa berpikir panjang dia akan mengirim tujuh juta kepada Saraswati. Sisanya hanya dia sisakan untuk kebutuhan pribadinya. Sementara dua kakak laki-lakinya yang menganggur tetap hidup dari uang judi dan terus bergantung pada hasil kerja kerasnya.

"Kalian juga tidak pernah membelaku dari pria brengsek itu," racau Kayla dengan suara bergetar. Dia menatap layar ponselnya beberapa saat sebelum tertawa hambar. "Malam ini... aku akan menghabiskan semua uangku. Aku mau minum sampai lupa semuanya."

Kayla tertawa pelan. Beberapa detik kemudian tawanya berubah menjadi tangis. Setelah menangis, dia kembali tertawa lagi seperti orang yang kehilangan kewarasan. Dikhianati oleh calon suami sudah cukup menghancurkan hatinya. Yang lebih menyakitkan lagi, keluarganya sama sekali tidak berdiri di sisinya. Malam itu dia bahkan memesan sebotol minuman mahal yang harganya hampir menghabiskan setengah dari gajinya.

"Si Damar bisa selingkuh, bisa main perempuan sesuka hati. Kenapa aku tidak bisa?" bisiknya pelan. Kepalanya semakin berat. Logikanya mulai kabur diterpa alkohol. "Malam ini... aku juga mau tahu bagaimana rasanya bersama laki-laki...."

"Nona, kami akan segera tutup."

Suara kasir membuyarkan lamunannya. Kayla mengangkat kepala dengan susah payah. Pandangannya sudah berkunang-kunang, bahkan wajah orang di depannya tampak berbayang menjadi dua.

"Sudah jam berapa memang?" tanyanya dengan lidah yang mulai kelu. "Perasaan... ini masih jam delapan pagi. Kenapa sudah tutup?"

Kasir hanya menghela napas sambil menggeleng pelan. Perempuan itu masuk ke bar sekitar pukul sepuluh malam. Sekarang waktu sudah jauh melewati tengah malam. Jelas bukan pagi seperti yang dibayangkan Kayla.

"Sudah hampir jam satu malam, Nona," jawab kasir lembut sambil menyerahkan tagihan pembayaran.

"Tulis saja jumlahnya... nanti tempelkan jariku ke ponsel," ucap Kayla sembari menyodorkan ponselnya. Suaranya semakin pelan, sementara matanya sudah sulit fokus melihat angka-angka di layar.

Setelah pembayaran selesai, Kayla bangkit perlahan dari kursinya. Baru satu langkah, tubuhnya langsung limbung. Dunia di sekelilingnya seolah berputar tanpa ampun. Kasir bersama seorang petugas kebersihan buru-buru menghampiri, khawatir wanita itu akan jatuh sebelum sempat mencapai pintu keluar.

Namun Kayla hanya mengangkat satu tangan pelan, memberi isyarat agar mereka tidak mendekat. Senyum tipis dipaksakan menghiasi bibirnya, meski pandangannya mulai kabur. Dengan kepala yang terasa semakin berat dan langkah yang tak lagi seimbang, dia tetap memaksa berjalan seorang diri.

Lorong hotel tampak lengang. Cahaya lampu yang temaram membuat langkah Kayla semakin tidak menentu. Hingga akhirnya...

Bruk!

Tubuhnya menabrak seseorang.

Seorang lelaki bertubuh tegap dengan potongan rambut cepak berdiri tepat di depannya. Aroma parfum mahal yang maskulin langsung memenuhi indra penciuman Kayla. Lelaki itu mengenakan kemeja putih. Dua kancing bagian atas sengaja dibiarkan terbuka, memperlihatkan sedikit dadanya yang bidang.

Kayla mengangkat wajah perlahan. Tatapannya berhenti cukup lama pada lelaki asing itu.

"Tampan juga..." gumamnya dalam hati, nyaris tanpa suara.

Bukannya menjauh, Kayla justru melangkah semakin dekat. Lelaki itu refleks mundur setengah langkah, menjaga jarak. Namun Kayla terus menghampiri dengan senyum tipis yang sulit ditebak artinya.

Tangannya merogoh tas kecil yang masih menggantung di bahunya. Sesaat kemudian, dia mengeluarkan selembar uang seratus ribu.

Pluk!

Uang itu ditempelkannya tepat di dada lelaki tersebut.

"Hai, tampan... ikut aku," ucap Kayla dengan suara pelan yang terdengar sedikit cadel akibat pengaruh alkohol.

Alis lelaki itu terangkat. Tatapannya tetap tenang, seolah sedang mencoba memahami situasi di hadapannya.

"Kamu mau bawa aku ke mana?" tanyanya santai.

Kayla tersenyum samar. Tanpa ragu, kedua tangannya melingkar pelan di leher lelaki itu. Tubuhnya nyaris kehilangan keseimbangan hingga tanpa sadar bersandar pada dada bidang pria tersebut.

"Bawa aku..." bisiknya lirih. "Ke tempat yang menarik... lalu lakukan sesuatu menyenangkan untukku”

Lelaki itu terdiam. Tatapannya berubah dalam. Dari jarak sedekat itu, dia bisa melihat jelas mata Kayla yang merah, napasnya yang berbau alkohol, dan kesedihan yang berusaha disembunyikan di balik senyum rapuh wanita itu.

1
Ariany Sudjana
Linda juga sama, apa ga ada niat untuk mencari kebenaran dulu? malah mau saja percaya dengan omongan pelacur murahan
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Lina, dan mau saja dibodohi sama perempuan sampah seperti Rina... katanya orang kaya, tapi bodohnya kebangetan
Ariany Sudjana
berarti Kayla anak kandungnya Linda yang hilang itu ya? semoga Adrian bisa menemukan siapa orang tua kandungnya Kayla, dan membungkam mulut si pelacur murahan Rina, juga Lina itu
Ariany Sudjana
kenapa bab 28 dan 29 isinya sama?
Adi Sudiro
wanita 2 menjijik kan apak mereka anak kandung..?
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan yang ga tahu diri kalian itu, Rina, Mila, sama saja, sama-sama pelacur dan kalian harusnya dibunuh saja, karena sudah mengusir istri bos. mampus kalian🤣🤣😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!