NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Kaisar Wang Hao

Reinkarnasi Kaisar Wang Hao

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Misteri / Action
Popularitas:26.7k
Nilai: 5
Nama Author: Zerro One

Wang Hao, Kaisar Tertinggi Dunia Dou Li, mati secara misterius di puncak kejayaannya. Murid muridnya bersumpah mencari pelaku. Namun jiwa Wang Hao justru bangkit di tubuh pemuda lemah bernama Chen Nan di tempat lain. Kematiannya sendiri adalah misteri terbesar. Siapa yang mampu membunuh sosong sepertinya? Atau ada rahasia lebih kelam di balik kematiannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zerro One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2. Kebangkitan Dalam Kubur

Sementara itu...

Jauh dari Dunia Dou Li.

Di Dunia Cangyuan yang luas dan dipenuhi aliran energi spiritual, terdapat sebuah kota kecil bernama Kota Mutou di pinggiran bagian tenggara Benua Dongxu. Kota itu tidak besar, hanya dipenuhi jalan batu sederhana, rumah kayu tua, serta para kultivator fana yang berjuang demi beberapa keping koin emas dan batu roh tingkat rendah. Di tempat seperti itu, seorang kultivator Pendirian Fondasi sudah dianggap sebagai tokoh besar yang mampu mengguncang seluruh kota.

Di bagian utara Kota Mutou berdiri sebuah klan cabang kecil bernama Klan Chen. Klan itu telah melemah selama puluhan tahun, hanya mampu bertahan dengan menjual ramuan roh dan berburu binatang iblis di pegunungan sekitar. Di dalam klan itulah tinggal seorang pemuda bernama Chen Nan.

Chen Nan kehilangan ayah dan ibunya sejak kecil akibat penyakit aneh yang tidak mampu disembuhkan tabib mana pun di kota tersebut. Sejak saat itu dirinya diasuh oleh paman dan bibinya yang hidup sederhana. Meski kehidupan mereka sulit, pasangan itu memperlakukan Chen Nan seperti anak kandung sendiri dan membesarkannya tanpa keluhan sedikit pun.

Bakat Chen Nan sebenarnya tidak buruk. Sejak muda dirinya dikenal tekun dan memiliki pemahaman yang baik terhadap energi spiritual. Pada usia enam belas tahun, namanya mulai dikenal di Kota Mutou, bahkan keluarga Nalan yang cukup terpandang bersedia menjodohkan putri mereka dengannya.

Nama gadis itu adalah Nalan Yehuan.

Parasnya cantik dan lembut, sementara sifatnya tenang seperti aliran sungai musim semi. Selama bertahun tahun, hubungan mereka membuat banyak orang iri. Ketika pertunangan diumumkan di usia delapan belas tahun, hampir seluruh Kota Mutou percaya bahwa keduanya akan menjadi pasangan kultivator yang disegani di masa depan.

Namun takdir berubah terlalu cepat.

Sebulan setelah pertunangan, Chen Nan memilih melakukan pengasingan diri demi melakukan terobosan penting dalam kultivasinya. Malam itu petir bergemuruh di atas halaman belakang Klan Chen, sementara energi spiritual berkumpul dengan liar ke arah ruang batu tempat Chen Nan berkultivasi.

Kemudian...

Terdengar jeritan menyakitkan yang mengguncang seluruh klan.

Terobosan itu gagal total.

Tubuh Chen Nan hancur akibat aliran energi spiritual yang berbalik menyerang meridiannya sendiri. Tulang dan urat nadinya rusak parah hingga dirinya bahkan tidak mampu berdiri lagi. Sejak hari itu, pemuda yang dahulu dipenuhi harapan hanya mampu terbaring lemah di atas dipan kayu setiap hari.

Meski begitu, Nalan Yehuan tidak meninggalkannya.

Hampir setiap hari gadis itu datang membawa sup ramuan atau membantu membersihkan halaman kecil tempat Chen Nan tinggal. Ia bahkan beberapa kali pergi mencari tabib dari kota lain bersama paman dan bibi Chen Nan, berharap masih ada cara untuk menyembuhkan tubuh pemuda itu.

Sayangnya wilayah tempat mereka berpijak merupakan tempat terpencil. Jadi tidak ada satupun metode yang mampu memulihkan tubuh seseorang yang telah hancur sedemikian rupa.

Waktu terus berlalu.

Satu bulan...

Enam bulan...

Satu tahun...

Dua tahun...

Wajah Chen Nan semakin pucat dari hari ke hari, sementara tatapannya kehilangan cahaya. Pemuda yang dahulu penuh semangat itu perlahan menjadi sosok pendiam yang hanya menatap langit dari jendela kayunya setiap fajar tiba.

Pada akhirnya, waktu menjadi penguji kesetiaan paling kejam.

Hari itu langit Kota Mutou dipenuhi hujan gerimis dingin. Nalan Yehuan berdiri di depan dipan kayu Chen Nan dengan kepala tertunduk. Kedua tangannya gemetar halus, seolah dirinya telah berjuang sangat lama sebelum mengambil keputusan tersebut.

"Aku... ingin membatalkan pertunangan kita."

Suasana ruangan langsung sunyi.

Chen Nan terdiam cukup lama sebelum perlahan mengangkat kepala. Tubuh lemahnya tampak begitu kurus di bawah selimut tipis, tetapi matanya tidak memancarkan kemarahan sedikit pun.

"Apakah keluargamu memaksamu?"

Nalan Yehuan menggigit bibir pelan lalu menggeleng.

"Tidak."

Ia menutup mata sesaat sebelum melanjutkan.

"Aku hanya... tidak dapat melihat masa depan indah bersamamu lagi."

Chen Nan memandang gadis itu cukup lama. Tidak ada kebencian dalam tatapannya, hanya kelelahan yang sangat dalam. Setelah beberapa saat, dirinya tersenyum tipis.

"Keputusanmu masuk akal."

Nalan Yehuan menundukkan kepala semakin dalam. Bahunya sedikit bergetar sebelum akhirnya dirinya berbalik dan berjalan meninggalkan ruangan kecil itu tanpa berani menoleh lagi.

Sebulan setelah itu... Chen Nan meninggal dunia.

Kematian pemuda itu tidak mengejutkan siapa pun. Selama dua tahun terakhir, tubuhnya memang telah berada di ambang kehancuran total. Paman dan bibinya menangis sepanjang malam sebelum akhirnya membawa tubuh Chen Nan menuju pemakaman umum di tengah hutan luar Kota Mutou.

Kuburan Chen Nan sederhana, hanya gundukan tanah kecil dengan batu nisan kasar tanpa ukiran mewah.

Setelah dupa terakhir padam, seluruh keluarga perlahan pergi meninggalkan tempat tersebut. Hutan kembali sunyi, hanya suara angin malam dan binatang liar yang terdengar samar di kejauhan.

Waktu berlalu beberapa jam.

Pada malam hari, cahaya putih tiba tiba turun dari langit. Cahaya itu melesat menembus awan seperti bintang jatuh, lalu menghantam tanah pemakaman dengan kecepatan mengerikan. Akan tetapi tidak ada ledakan terjadi.

Cahaya itu hanya perlahan memasuki kuburan Chen Nan. Namun tidak ada perubahan apa pun setelahnya, hanya keheningan yang mencekam.

Waktu berlalu sangat cepat.

Kota Mutou perlahan mengalami perubahan besar. Perselisihan antar klan meledak, binatang iblis menyerang dari pegunungan, lalu wabah kelaparan menyebar ke berbagai wilayah. Dalam beberapa tahun saja, kota kecil itu hancur hingga rata dengan tanah. Klan Chen pun bubar tanpa jejak.

Namun kuburan Chen Nan tetap berada di tengah hutan sunyi itu.

Sampai akhirnya...

Lima tahun setelah kematiannya...

Fajar yang cerah menyelimuti hutan tua tersebut. Kabut pagi bergerak perlahan di antara pepohonan, sementara burung roh berkicau lembut dari kejauhan.

DUARRR!

Tanah pemakaman tiba tiba meledak hebat.

Gundukan tanah beterbangan ke segala arah saat sebuah tangan pucat muncul dari dalam kubur. Sesaat kemudian, seorang pemuda perlahan bangkit sambil menghirup udara dingin pagi hari dengan napas berat.

Itu tubuh Chen Nan. Namun jiwa di dalamnya bukan lagi Chen Nan, tapi Wang Hao.

Wang Hao membuka kedua matanya perlahan. Rambut hitam panjangnya jatuh berantakan di bahu, sementara tubuhnya yang seharusnya tinggal tulang belulang justru masih utuh sempurna. Bahkan jubah hitam yang dikenakan Chen Nan masih utuh, namun dengan tampilan yang sangat lusuh.

Ia menunduk memandang kedua tangannya cukup lama.

Kemudian dirinya merenggangkan tubuh perlahan hingga suara retakan tulang terdengar jelas. Lehernya bergerak ke kiri dan kanan sebelum senyum samar muncul di wajahnya.

"Tubuh ini... sangat bagus." Ia mengangkat kepala memandang langit biru di atas hutan. "Bahkan lebih baik dari tubuh mudaku dulu."

Setelah beberapa saat, Wang Hao melangkah keluar dari kuburan yang hancur itu. Dia berjalan santai dengan jubah hitam lusuhnya, tetapi langkahnya tetap tenang seperti seorang penguasa yang berjalan di atas langit dan bumi.

"Aku akan mencari tahu..."

Suara Wang Hao terdengar pelan di tengah kabut pagi.

"...apa penyebab kematianku."

1
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Alur ceritanya sudah bagus tapi MC nya Tingkat Kultivasi masih Tingkat Rendah.
Zerro One: Oalah mbah😪
Mbah gak lupa ya, Wang Hao pernah berdiri di puncak kultivasi? Mbah apa lupa, Wang Hao bisa menerobos secepat mungkin 'jika dia mau'.

Betapa idiots nya Wang Hao, jika ber kultivasi secepat mungkin, yang membuat kesalahan sama terulang lagi. Btw Wang Hao bisa aja dalam setahun sampai Ascendant, dengan metode penyerapan inti bumi. Bisa dilakukan bahkan saat Kondensasi qi.
Tapi masa iya, orang memperluas Dao, disuruh seperti pahlawan klise meridian tersumbat, dantian retak, sampah klan terhina kan. Ya kan gak mungkin mbah.

Apalagi kayak komentar bang agus. Dia bilang kelemahan ceritanya karena Wang Hao sombong dan angkuh.

Lah, jadi maunya pembaca MC dibuat seperti pendekar muda, yang belum paham apa apa tentang kultivasi? yang gak tau, keramahan adalah kemewahan sia sia, terlalu banyak berhubungan dengan seseorang akan memperbanyak ikatan karma sebab akibat yang tidak perlu.

Author padahal berharap, komentar pembaca itu mengeluhkan ceritanya terlalu bertele-tele, atau gaya penulisan yang kurang ngena. Jadi author bisa ubah, sesuai dengan kritik.
Contohnya yang ngasih author bintang satu itu. Karena dia, cerita ini langsung berhenti dipromosikan, padahal sebelumnya, perkembangan cukup bagus. Tapi yaudahlah, author bisa apa, karena mungkin terlalu bertele-tele banget, jadi sangat pantas cerita ini terbenam dan gak layak di sebarluaskan. Author sadar diri kok, karena itu ceritanya kemungkinan besar dipercepat end S1, meskipun gak akan ada S2.
total 1 replies
Nanik S
Mantap Poooool👍💪💪💪
Nanik S
Tidak ada kata takut buat Wang Hao
Zerro One: Betul-betul betul/Determined/
total 1 replies
Nanik S
Lanjut terus
Nanik S
Wang Hao.... datang saja ke lembah batu
Nanik S
Wang Hao selalu jadi rebutan demi kepentingan masingasing
Agus Rose
Novel ini sebenar nya bagus dari penyusunan kata,penjelasan alur cerita.
yang kurang itu si MC terlalu angkuh sombong dengan ingatan masa lalu sedangkan kehidupan sekarang belum kuat tapi selalu bertindak sok kuat yang berlebihan.
Zerro One: Terimakasih banyak, itu artinya author gak gagal.

Tentang sifat Wang Hao...

Bro kurang memperhatikan detail keci, dan yang dilihat sesuatu yang sangat jelas saja. Padahal karakter Wang Hao ini abu abu, tidak hitam, atau putih, tidak sombong ataupun ramah. Author gak mau jelaskan panjang lebar, takut bro tersinggung.

Karena itu... kita anggap saja Wang Hao sombong🙏🙏

Author sepakat 🤝
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat bantai semua pasukan itu jika wang hao sudah kuat cepat bantai raja itu pajang tubuhnya bantai juga semua keluarga raja itu
Nanik S
Apakah mereka akan menjemput Wang Hao
Zerro One: Iya kak 😫
total 1 replies
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Mantap 👍👍
Lanjut Up Thor..
Zerro One: Oke mbah🙏
total 1 replies
Nanik S
Lanjut Terus Tor🙏🙏
Nanik S
Gadis Pintar dan pasti walau hantu tapi mulai memahami situasi
Nanik S
Ceritanya bagus Tor
Nanik S
Untungnya ada Nashuang... hingga Cengle bisa selamat
Nanik S
👍👍👍👍👍👍
Nanik S
Rou Li dibuatkan pedang juga..... keren amat... hantu cantik berpedang
Nanik S
Hansuo jangan meremehkan Wang Hao...💪💪💪
Fajar Fathur rizky
bikin klan du di hukum berat bikin du lou malu
Fajar Fathur rizky
jika sudah ranah jiwa baru lahir nascent soul bikin wang hao bantai klan du thor
Nanik S
Lanjutkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!