NovelToon NovelToon
Pesona Mas Brewok

Pesona Mas Brewok

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:584
Nilai: 5
Nama Author: septia19

saat sekolah dulu , Zahra hanya sekedar mengenal nama Rendra saja, tak pernah bertegur sapa sama sekali. setelah lulus, mereka tidak bertemu bertahun tahun , hingga akhirnya di pertemukan kembali.rendra yang mulai duluan menghubungi duluan. padahal awalnya Zahra sama sekali tak memiliki perasaan apapun begitupun rendra.bahkan Zahra ada berniatan menjodohkan Rendra dengan sahabat karibnya yaitu rana. namun anehnya malah zahra yang merasa cemburu melihat kedekatan mereka. padahal tak di sangka, hati rendra tertuju pada Zahra bukan rana. ini lah kisah cinta halal mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon septia19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

jarak jauh

‎Hari-hari di masa sekolah akhirnya berlalu juga, meninggalkan berbagai kenangan yang terasa manis sekaligus pahit di hati. Begitu kelulusan diumumkan, setiap orang mulai sibuk merencanakan langkah selanjutnya menuju masa depan masing-masing. Tak ada lagi jam pelajaran, tak ada lagi lorong sekolah yang ramai, dan perlahan-lahan nama serta sosok orang-orang yang dulu sering terlihat mulai menghilang dari pandangan satu sama lain.

‎Begitu juga denganku, Zahra. Sejak lulus, aku tak lagi menghabiskan waktu hanya berdiam diri saja. Dengan dukungan orang tua yang bekerja keras, aku memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Aku diterima di salah satu perguruan tinggi swasta di kota yang lumayan jauh dari desa tempat kami tinggal. Rasanya ini adalah kesempatan yang tak boleh disia-siakan, jalan untuk mengubah nasib dan membuktikan pada diri sendiri bahwa meski terlahir sederhana, aku tetap punya kesempatan untuk maju.

‎Maka berangkatlah aku menuju kota itu, membawa tas ransel sederhana, bekal secukupnya, dan tekad yang kuat. Kehidupan di kota terasa sangat berbeda. Semua terasa lebih cepat, lebih ramai, dan terlihat lebih mewah dibandingkan kehidupan tenang di desa. Awalnya aku merasa canggung, bahkan sering kali merasa tersisih karena kebiasaanku yang sederhana dan penampilan yang tak banyak berubah masih lebih suka berpakaian apa adanya, rambut diikat rapi tapi tanpa hiasan apa pun, dan wajah yang tetap polos tanpa sentuhan riasan.

‎Namun seiring berjalannya waktu, aku mulai beradaptasi. Di kampus, aku lebih banyak menghabiskan waktu di perpustakaan atau di kelas, fokus pada pelajaran agar nilai tetap bagus. Di situlah aku bertemu dengan Raka, seorang mahasiswa jurusan ekonomi yang satu tingkat di atasku. Raka berbeda dari kebanyakan lelaki yang aku kenal. Dia ramah, sopan, dan perlahan mulai mendekatiku. Awalnya aku ragu, merasa diriku tak pantas untuk diperhatikan. Namun Raka dengan sabar meyakinkanku, mengatakan bahwa dia menyukai kesederhanaanku, ketenangan sikapku, dan ketulusan hatiku.

‎Lambat laun, rasa ragu itu berganti dengan rasa nyaman. Akhirnya aku menerima Raka sebagai kekasihku. Hubungan kami berjalan baik-baik saja, penuh perhatian dan pengertian. Aku merasa inilah jalanku, kehidupan yang jauh dari bayang-bayang masa lalu dan sosok yang dulu sering terlintas di pikiranku Rendra. Ya, nama itu perlahan coba aku singkirkan dari ingatan. Bagiku, dia adalah bagian dari dunia sekolah yang sudah berakhir, dua dunia yang memang tak pernah bertemu dan takkan pernah bersinggungan lagi.

‎Namun, takdir ternyata menyimpan rahasia yang belum terungkap.

‎Sementara aku melanjutkan hidup sebagai mahasiswi di kota itu, Rendra ternyata menempuh jalan hidup yang sangat berbeda dari apa yang dibayangkan banyak orang. Setelah lulus sekolah, kabar yang sempat terdengar sebentar menyebutkan bahwa dia akan melanjutkan kuliah di kota besar, mengikuti jejak teman-teman sebayanya. Tapi kenyataannya tak seperti itu. Ayahnya yang menjadi tulang punggung keluarga jatuh sakit parah, mengharuskan Rendra sebagai anak laki-laki satu-satunya untuk menggantikan peran kepala keluarga. Tabungan keluarga pun habis untuk biaya pengobatan, membuat impian melanjutkan pendidikan harus dikubur dalam-dalam.

‎Tak ingin membebani orang tua lebih jauh, Rendra memutuskan merantau ke kota tepatnya kota tempat aku berkuliah. Tapi bukan untuk melanjutkan sekolah atau menduduki jabatan bagus seperti yang orang lain duga. Dia datang membawa tenaga dan keringatnya sendiri. Dengan tubuh yang kuat dan semangat yang tak padam, dia menerima pekerjaan apa saja yang halal. Akhirnya dia diterima bekerja sebagai kuli bangunan di salah satu proyek pembangunan yang tersebar di berbagai penjuru kota.

‎Hidupnya berubah total. Pagi-pagi buta dia sudah bangun, berjalan kaki dari tempat tinggalnya yang sempit dan murah menuju lokasi kerja. Seharian penuh dia mengangkat batu, mengaduk semen, memikul pasir, dan melakukan pekerjaan berat lainnya di bawah terik matahari atau guyuran hujan. Wajah tampannya kini sering kali tertutup debu dan keringat, kulitnya menjadi lebih gelap terbakar matahari, dan brewok yang mulai tumbuh lebat di wajahnya pun terlihat semakin tebal dan tak terawat.

‎Banyak orang yang melihatnya hanya sekadar sebagai pekerja kasar biasa. Tak ada lagi kerumunan wanita cantik yang berebut perhatian padanya. Teman-teman yang dulu sering mendekatinya perlahan menjauh begitu tahu kondisinya berubah drastis. Hatinya sempat terasa kecewa, menyadari bahwa apa yang dulu membuatnya populer ternyata bukanlah dirinya sendiri. Namun Rendra tak larut dalam kesedihan. Dia sadar, inilah jalan yang harus dia tempuh demi menghidupi keluarga. Dia bekerja dengan jujur, tekun, dan memendam segala lelahnya sendirian.

‎Di kota yang sama ini, kami berdua melangkah pada jalur masing-masing. Aku sibuk dengan tugas kuliah dan hubunganku dengan Raka, sementara Rendra bekerja keras di lokasi proyek yang jaraknya hanya beberapa kilometer dari kampus tempatku belajar. Namun selama lebih dari dua tahun, kami tak pernah saling bertemu. Seolah ada tembok tak kasat mata yang memisahkan kami, meski berada di tempat yang sama.

‎Aku tak tahu dia ada di sini, dia pun tak pernah membayangkan bisa bertemu denganku lagi di kota besar ini. Masing-masing menyimpan cerita hidupnya sendiri, tak menyangka bahwa benang takdir itu masih terjalin dan suatu saat akan mempertemukan kami kembali dalam situasi yang sangat berbeda dari apa yang kami kenal dulu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!