NovelToon NovelToon
Sekretaris Kesayangan Bos

Sekretaris Kesayangan Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Perjodohan / CEO
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Jalur mature book, yang masih piyik jangan masuk 📌🙏🏻

Kenzo yang di khianati kekasih di masa lalu membuat dia tak mau dekat dengan wanita manapun. mantan kekasihnya adalah ibu tirinya saat ini.
Bagi Kenzo cinta adalah omong kosong, cinta cuma bisa di buktikan di atas ranjang, setelah itu tak ada ikatan apapun.

Kenzo Eko Armanta saat ini adalah sosok dingin, arogan, cuek, semaunya dan kejam.
Tiba-tiba saat seorang gadis bernama Vinda yang menjadi sekretaris baru masuk ke lingkungan hidupnya, gadis itu bisa memporak-porandakan kebekuan Hati Kenzo, saat itu lah dia baru sadar jika cinta itu masih ada.
Kenzo bisa kembali bersikap manusiawi dan mempercayai cinta lagi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2. Jabatan Kenzo di crush nya, ketua geng.

Rangga kesal duduk lagi di sofa, menarik wanita itu duduk di sebelahnya lalu mencium bibirnya dengan rakus. Saat melihat gelas di depannya kosong melompong, Adrian bergumam.

"Yah makanan dan minumannya habis nih?"

"Sebentar lagi diantarkan kesini kok"

Semua juga tahu jika ucapan Kenzo seperti 'ucapan Dewa'. Dia memang yang paling kaya raya diantara gengnya, makanya teman-temannya selalu manfaatin momen buat minta ditraktir kalau kumpul begini.

"Nah akhirnya makanannya datang juga"

Kenan datang menghampiri mereka bersama seorang waiter muda cantik yang membawakan tumpukan makanan dan minuman. "Wah ada perayaan apa malam ini? Banyak sekali makanan pesananmu bang?" Kenzo hanya mengangkat bahu acuh, lalu menatap Kenan siap mengomel.

"Dapat nggak cewek buatku?" Tanya nya tak sabar. "Nggak Bang, nggak ada yang baru. Katanya cuma ada yang lama-lama doang, aku yakin kamu pasti nggak mau kan?"

"Cih! Sudah pasti nggak mau! Aku tak sudi sama yang sudah bekas atau yang pernah ku pakai kemarin-kemarin, Ah sudahlah, nggak usah cari cewek lagi malam ini, aku pulang saja, di sini menyebalkan!"

Semua mendesah kesal, memang begitulah Kenzo Eko Armanta, egois dan maunya sendiri, keinginannya harus selalu terkabul.

"Nih, aku bayar semua tagihannya. Aku pergi duluan ya" Setelah meletakkan uang sepuluh juta di meja, Kenzo berbalik pergi melambai pada teman-temannya.

"Haish jadi nggak mood senang-senang lagi deh, dia malah kabur"

"Iya aku juga mau pulang saja, di sini nggak asik" Kenan bersiap ikut berdiri setelah Emir memakai jaketnya.

"Ayolah Mir, kamu belum cari cewek cantik kan? Di sini dulu dong temani aku"

"Aku lagi malas Bang... sampai jumpa"

"Tambah satu gelas lagi, cepat!" Sebuah gelas disodorkan ke arah gadis cantik berumur dua puluh Empat tahun yang langsung meneguknya hingga tandas tanpa sisa.

"Bos brengsek! Sudah punya tiga istri masih berani-berani nya mau menikahiku! Ugh~ dasar tua bangka tak tahu malu! Aku lebih baik jadi pengangguran daripada jadi istri muda si tua hidung belang itu!" gerutunya kesal.

Seorang bartender bernama Danny yang menyodorkan minuman hanya bisa geleng-geleng kepala sambil tersenyum kecil.

"Kak, Kakak yakin kuat minum segini banyak? Astaga ini sudah gelas ketiga lho!"

"Diamlah! Berikan lagi cepat! Aku bisa bayar kok semua minumannya!"

"Bukan soal uang kak, saya cuma takut kakak mabuk"

"Hey, jangan meremehkan kemampuanku ya! Egh egh.... aku masih sadar kok!" Danny menggeleng cemas. Gadis dengan surai hitam panjang itu merogoh tas kecilnya. "Ini uangnya dua ratus ribu, sini kembaliannya sama sekalian gelasku!"

Sejak tadi gadis itu memang menjadi pusat perhatian semua pria di sana. Cantik, muda, berpenampilan menarik dengan tubuh ramping, dan yang paling memikat dia berkulit putih bersih seperti mutiara.

"Sudah Kak hentikan, Kakak sudah mulai mabuk ini" Danny menggeleng, kali ini dia malah menyodorkan segelas susu hangat. Gadis itu terkekeh lucu.

"Aku bukan bayi, malahan dikasih susu sih, Heuh!"

"Itu gratis buat Kakak.... minumlah biar hangat"

"Danny, kalau dia minta minuman lagi, berikan saja....." Tiba-tiba sebuah suara berat terdengar. Kenzo duduk di dekat kursi gadis itu. Jika dilihat dari dekat, matanya tak salah, wanita ini sungguh sangat cantik dan bersih.

"Siapa kamu?" Gadis itu memicingkan mata dengan wajah judes dan ketus.

Kenzo tersenyum percaya diri, menyodorkan tangannya besar putihnya. "Nama saya Kenzo Ek~"

"Nggak tanya!" Namun reaksi gadis itu malah mendecih sinis.

"Cih! Pria hidung belang lain lagi! Sama saja kayak bosku si pak Arifin yang tua bangka itu! Argh kenapa semua pria di mana-mana sama saja isi otak nya!"

"Hah apa??" Kenzo hampir meledak marah tapi dia menahan diri, tetap menyunggingkan senyum manis.

"Kalau menurutmu semua pria itu hidung belang, apa ayahmu juga termasuk?" Candanya. "Heuh! Jangan berani-berani menghina ayahku ya!"

"Nah kan, jadi ada pengecualiannya dong. Tenang saja, aku pria baik-baik kok"

Gadis itu menatapnya sinis. "Berapa banyak istri kamu Pak?"

"Hah apa??" Kenzo melongo kaget nyaris tersedak. Gadis itu mendekap tangan di dada. "Biasanya kan begitu, pria-pria yang sudah beristri atau punya banyak wanita suka bilang 'aku orang baik' ke semua cewek"

Kenzo tertawa geli, sungguh gadis ini lugu, unik dan lucu. "Sumpah aku belum pernah menikah lho! Ah apa kamu butuh lihat KTP ku langsung, Nona~?"

"Cih nggak usah!" Gadis bernama Vinda itu langsung menggeleng tak tertarik, lalu berdiri dari kursinya.

"Kamu belum sebutkan namamu, Nona?"

"Aku nggak tertarik berkenalan sama kamu. Ah maaf aku pergi dulu, ini uangnya~" Vinda bersiap membayar minumannya sendiri

"Masukkan semua tagihan Nona ini ke bill-ku Den!" Seru Kenzo melarang, tapi Vinda mendelik kesal. "Saya bisa bayar sendiri Tuan! Nggak usah" Dia membetulkan tas di bahunya dan berjalan pergi, tapi Kenzo malah terus mengikutinya dari belakang.

"Yak! Kenapa kamu ngikutin aku sih?!"

"Sebut dulu namamu, dong! Nggak adil kan aku sudah kasih tahu namaku tadi?"

"Astaga kamu ini ya~"

"Namaku Kenzo Eko ~" Lagi-lagi pria itu menyodorkan tangan. "Nggak tanya!" Jawab Vinda ketus seperti tadi.

"Pergi sana! Jangan ikuti aku lagi!" Vinda berjalan cepat menembus keramaian, meninggalkan Kenzo yang tersenyum lebar tak berkedip.

"Yesss!" ..... sorak Kenzo.

"INI DIA! Ini dia kriteria sekretaris yang aku cari! Cantik, polos, judes, dan pasti masih SEGEL, Argh sial! Aku harus tahu di mana rumah dan siapa nama aslinya!" Ujarnya penuh antusias, lalu bergegas berlari keluar dari dalam cafe.

Kenzo menyeringai senang saat melihat gadis yang tadi ada di dalam cafe kini sedang berdiri di depan pintu keluar, tampak celingak-celinguk melihat jalanan yang sepi, seolah sedang kebingungan mencari kendaraan.

"Sedang menunggu taksi? Saya yakin jam segini taksi takkan lewat. Kemungkinan besar besok pagi baru dapat hehe" Dia sok tahu sambil melirik jam tangan mewah di pergelangan tangannya.

"Suka sekali ya mengekori saya sejak tadi?" Gadis itu memutar malas bola matanya. Tadinya Vinda cemas tak bisa pulang, sekarang malah kesal setengah mati karena pria sinting ini terus saja mengganggunya.

"Saya kan hanya mengingatkan... Bagaimana kalau aku antar pulang? Mumpung ini saya sedang baik hati lho" Kenzo memamerkan senyum andalannya, senjata ampuh yang biasanya membuat wanita-wanita lain langsung klepek-klepek dan jatuh cinta.

"Nggak usah! Pergi sana jangan rese!" Vinda malah makin sibuk melihat ke jalan, meski pria bandel ini masih saja berdiri di dekatnya sambil senyum-senyum sendiri tak lepas menatap sosok gadis di hadapannya.

'Oh sial, dia cantik sekali... Dia belum menikah kan? Berapa kira-kira umurnya?'

Kenzo mengamati detail wajah dan postur tubuh gadis di dekatnya. Walau hanya diterangi cahaya lampu jalan yang temaram, mata jelinya sudah bisa menilai bahwa gadis ini jauh di atas rata-rata.

'Ckck~ Posturnya pas, tinggi badannya mungil pas banget buat di peluk, wajahnya imut dan cantik, kulitnya bersih dan putih bersih. Ah sial... dia gadis yang sempurna!'

Pria itu membatin kagum, geleng-geleng kepala dan mengusap tengkuknya yang tiba-tiba terasa panas dan keringat dingin mulai keluar. Jantungnya berdegup kencang, dan "teman kecilnya" di bawah sepertinya mulai ikut berulah karena terpesona melihat makhluk cantik ini.

"Yak! Kamu lihat apa sih?? Ya ampun sudah saya usir masih saja nekat di sini!" Arvinda yang biasa dipanggil Vinda mengibaskan tangan kesal, merasa risih diperhatikan seperti barang dagangan.

"Kan kamu belum bilang nama kamu tadi?"

"Aish! Namaku Vinda! Puas?!" Beruntung saat itu juga sebuah taksi berhenti tepat di depan mereka. Gadis itu yang sudah tak tahan risih dan kesal langsung buru-buru masuk ke dalam kendaraan itu tanpa menoleh lagi

1
Ananda Boy
next ka🤭
Ananda Boy
benci aku sama mantan nya Kenzo
Ananda Boy
vjnda km beruntung
Ananda Boy
next ka😍😍
Ananda Boy
wahh makin seru 😍
Ananda Boy
huhhh😭😭
Ananda Boy
lucu 🤣🤣
Ananda Boy
sabar pak Ken 🤣
Ananda Boy
beneran bikin ngakak, Vina itu lucu banget 😄🤣
Ananda Boy
🤣🤣🤣🤣🤣
Ananda Boy
lucu banget buku ini Kenzo yang nakal dan Vina yang lugu
Ananda Boy
maaf kak, aku bengek 🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!