NovelToon NovelToon
Si Jenius Dari Masa Depan

Si Jenius Dari Masa Depan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah sejarah / Perperangan
Popularitas:782
Nilai: 5
Nama Author: Rizzzz......

Kira berasal dari masa depan tiba tiba terlempar ke zaman kerajaan. Yang berawal dari tidak punya apa apa, sampai memiliki semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizzzz......, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2

Setelah mendengar nama nya, Kira pun teringat siapa pria ini.

Budi Silali adalah seorang pejabat kecil di ību kota provinsi. Dia juga merupakan kepala desa dari Desa Silali dan orang kaya dari Dusun Silali yang lokasi nya tidak jauh dari Dusun Samadi.

Dia bertanggung jawab atas pajak penghasilan, pajak tanah dan pajak lain lain penduduk Desa Silali. Dia juga punya kerja sampingan sebagai rentenir.

Budi akan pergi ke rumah siapa pun yang anggota keluarga nya sakit dan tidak bisa membayar pajak, lalu meminjamkan uang kepada mereka. Dengan cara ini, dia sudah mendapatkan tanah sebanyak 20 hektar dan menjadi lumayan kaya.

"Rumah kalian? Ini rumahku. Bahkan kamu juga bakal segera jadi milikku. Buka matamu dan lihat baik-baik!"

Kemudian, Budi mengeluarkan selembar bukti pinjaman dari kantong baju nya dan membuka nya dengan sombong.

"Kira Samadi, pelajar dari Dusun Samadi meminjam uang dari Budi Silali dari Dusun Silali sebesar 30 ribu rupiah. Dalam satu bulan, Kira akan membayar utang beserta bunga sebanyak 40 ribu rupiah. Jaminan nya adalah tempat tinggal, setengah hektar tanah di sebelah timur desa dan Wulan Sunardi, istrinya ..."

Setelah melihat cap jari nya, beberapa ingatan pun muncul di benak Kira. Kira pun langsung murka.

Pemilik tubuh sebelum nya pernah mabuk dan ditarik Budi pergi berjudi di ibu kota provinsi. Setelah kalah telak, dia pun membuat perjanjian ini.

Baru saja Kira bersumpah pada Wulan, perbuatan keji pemilik tubuh sebelum nya sudah terbongkar lagi. Penduduk Provinsi Jawalu sangat miskin. Seorang buruh paling banyak juga hanya akan menghasilkan lima sampai sepuluh rupiah sehari.

Untuk membayar utang 30 ribu rupiah tanpa bunga, seorang buruh juga harus bekerja paling sedikit tiga tahun. Itu masih belum termasuk biaya kehidupan, biaya pajak yang tinggi dan kerja rodi.

Bahkan Kira yang punya gelar doktor di bidang teknik mesin dan teknik material pun kewalahan untuk menghasil kan uang sebanyak itu.

Budi menatap Wulan dengan penuh hasrat dan berkata,

"Cantik, kalau kamu ikut aku, aku jamin kamu bakal hidup enak. Kamu nggak perlu hidup menderita lagi dengan si Pemboros ini!"

Wulan menoleh ke arah Kira, air mata sudah membasahi pipi nya dan menetes ke lantai. Ternyata dia memang salah karena sudah memercayai Suami nya!

Wulan bisa menerima penyiksaan apa pun dari suami nya, tetapi dia tidak menyangka suami nya akan menggunakan diri nya sebagai jaminan! Pada saat ini, hati nya benar benar hancur.

Kira tidak tahu harus bagaimana menghibur Wulan, Dia pun menatap Budi yang sombong dan berkata,

"Bawa pergi surat perjanjianmu itu!"

"Berengsek! Kamu nggak mau bayar utang?"

Budi langsung murka.

"Aku bisa pulang ke Dusun Silali dan suruh puluhan orang untuk datang dan memukul mu sampai cacat! Pemimpin daerah juga bakal kasih aku rumah, tanah dan istrimu padaku! Sudah ada bukti masih berani mengelak? Kamu sudah bosan hidup, ya!"

Wulan menarik lengan baju Kira dan berkata,

"Suamiku, kita harus bayar utang. Aku bakal pulang ke rumah untuk pinjam uang!"

Jika tidak membayar utang, suami nya akan ditarik ke pengadilan daerah dan dipukul.

"Wulan, kamu nggak perlu pinjam uang sama keluargamu. Aku bisa selesaikan masalah ini!"

Kira tertegun sejenak. Dia tidak menyangka Wulan masih bersedia membantu pemilik tubuh sebelum nya padahal diri nya sudah digunakan sebagai jaminan.

Budi menatap Kira tatapan meremehkan.

"Kamu cuman tahu foya-foya, gimana kamu mau selesaikan masalah ini! Kalau kamu nggak bayar 40 ribu rupiah itu hari ini, aku nggak bakal pergi."

Kira menunjuk ke tanggal surat perjanjian dibuat dan berkata,

"Buka matamu lebar lebar! Memang nya sudah sebulan?"

Budi langsung terkejut. Dia datang menagih utang karena mendapat kabar bahwa Kira sakit keras. Begitu mereka ribut, dia pun lupa bahwa masih tersisa tiga hari sebelum Kira harus membayar lunas utang.

Budi pun menjawab dengan kesal,

"Aku nggak percaya kamu bisa dapat 40 ribu rupiah dalam tiga hari!"

Kira bertanya balik,

"Gimana kalau bisa?

Budi langsung menunjukkan ekspresi licik,

"Kalau kamu bisa, aku nggak bakal terima bunga nya. Tapi kalau nggak bisa, kamu harus jual diri untuk jadi budak ku, Gimana?"

Wulan langsung terkejut dan mencegahnya.

“Suamiku, kamu nggak boleh setuju!"

Budi sangat licik. Dia ingin Kira menjual diri menjadi budak nya.

Namun, Budi sudah murka. Dia pun menuliskan dua surat perjanjian dan mengeluarkan tinta merah.

“Cepat tanda tangan!"

"Oke!"

Setelah tanda tangan dan menempelkan cap jari, Budi pun pergi dengan puas.

Budi yakin dengan koneksi dan karakter Kira selama ini, dia tidak mungkin bisa menghasilkan 40 ribu rupiah dalam tiga hari.

Meskipun keluarga Wulan kaya, mereka tidak mungkin meminjamkan uang kepada Kira. Sebab, mereka ingin Wulan meninggalkan Kira.

Dengan taruhan ini, Budi bukan hanya bisa mendapatkan budak muda, tetapi juga bisa menjual nya dan mendapatkan puluhan ribu rupiah lagi.

Selain itu, dia juga sudah selangkah lebih dekat untuk mengumpulkan 50 hektar tanah.

Di dalam rumah, sepasang suami istri itu saling memandang.

"Wulan!"

Kira ingin menghibur Wulan, tetapi Wulan malah langsung menyeka air matanya dan masuk ke dalam kamar.

Kira tahu Wulan sudah terluka.

"Suamiku!"

Tidak lama kemudian, Wulan berlari keluar dari kamar nya. Dia membuka sebuah tas kecil dengan ekspresi tidak rela dan berkata,

"Ayo kita pergi ke ibu kota provinsi untuk gadai gelang ini. Habis itu, aku bakal mohon ke Kakak untuk pinjamkan kita uang. Kita pasti bisa kumpulkan 40 ribu rupiah!"

kira menggeleng.

"Aku saja yang cari cara untuk dapatkan 40 ribu rupiah ini!"

Gelang giok putih ini adalah warisan dari ibu Wulan.

Pemilik tubuh sebelum nya sudah pernah memukul Wulan hingga batuk darah demi gelang ini, tetapi Wulan tetap tidak mengeluarkannya.

Hari ini, Wulan malah mengeluarkan nya untuk membayar utang pemilik tubuh sebelum nya.

Wulan langsung terisak,

“Kamu punya cara apa? Jumlahnya 40 ribu rupiah, bukan 400 rupiah!"

Kira pun langsung mencari ingatan pemilik tubuh sebelumnya.

"Aku pikir pikir dulu!"

Bagi para petani, 40 ribu rupiah adalah utang yang tidak mungkin bisa dibayar seumur hidup mereka.

Namun, Kira mempunyai gelar doktor di bidang teknik mesin dan teknik material. selain itu, dia juga memiliki pengalaman dan pengetahuan yang melampaui orang orang di era ini.

"Dulu, aku nggak kasih gelang ini ke kamu karena gelang ini adalah peninggalan Ibu!"

Wulan lanjut terisak.

"Tapi kamu sudah nggak punya jalan keluar. Aku nggak bisa biarkan kamu menjual diri menjadi budak. Hidup seorang budak sangat sulit dan bahkan nggak sebagus gelandangan!"

Dİ Kerajaan Nayara, masyarakat dibagi dalam beberapa golongan.

Orang yang tidak mempunyai rumah maupun tanah akan dianggap gelandangan oleh pemerintah. Statusnya lebih rendah dari rakyat jelata. Sementara status budak bahkan lebih rendah dari gelandangan lagi.

1
Aisyah Suyuti
good
I Am Riza
kerajaan Nayara itu kerajaan yang berdiri sendiri.
Ahmadi 241215
kerajaanya itu masih wilayah nusantara gak gak sih bos
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!