NovelToon NovelToon
CENAYANG PALSU

CENAYANG PALSU

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Misteri / Iblis
Popularitas:16.6k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Damon terbangun dari mimpi buruknya.
Ia seperti mendapatkan ilham.
Ibaratnya, Damon bisa melihat makhluk-makhluk tak kasat mata dalam mimpinya.

Semua terjadi setelah ia tak sengaja menabrak batu nisan kuno di area Sungai Qinghe.

Apakah benar Damon bisa melihat sesuatu?
Mari ikuti kisah Damon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 Mimpi Buruk Damon

Damon terseok-seok, setelah ia berhasil keluar dari makam kramat itu. Wajahnya pias, pucat pasi seperti dihantam badai.

Ia berjalan dengan nafas ngos-ngosan akibat berlari kencang dari makam kuno. Sebab jalanan ke sana sangatlah terjal serta sempit, jauh dari area utama Qinghe.

Damon menatap dingin, sorot matanya nanar, berubah memerah. Mendadak saja sekujur badannya berkeringat dingin.

"Ini gila! Tidak mungkin aku mahasiswa terpelajar tersesat ke area makam kramat!" rutuknya kesal.

Damon tertatih-tatih, sekuat tenaga mengatur detak jantungnya agar normal.

"Fuih...!" Ia berhenti di tikungan jalan lalu bersandar sembari mengurut dadanya. "Apa yang terjadi tadi?"

Belum sempat nafasnya berdetak normal, sekelebat bayangan hitam melintas di depannya.

"SREEK..."

"Apaa itu???" suara Damon bergetar tak karuan hingga Ia terperanjat kaget.

Hening...

Namun tidak ada apa-apa disekitarnya, kosong, nyaris sunyi bahkan Ia tidak melihat jejak bayangan hitam itu.

"Apalagi itu?" gumamnya, nafasnya berat, naik turun. Mata Damon terbelalak lebar seakan mau copot.

Damon menelusuri jalan di depannya, memastikan sekali lagi, tetap tidak ada apa-apa di sana.

Tengkuk Damon tertiup dingin, ada suara berdesir di dekatnya, Ia memalingkan muka.

"Siapa?" tanyanya heran. Ia tidak menemukan siapapun di belakangnya. Damon mengerutkan kening, bingung.

Mendadak saja lututnya gemetaran, wajahnya membeku kaku seperti tonggak kayu.

Sedetik kemudian...

Damon berlari terbirit-birit, tak peduli lagi harga dirinya, terpenting Ia dapat melarikan diri jauh-jauh dari tempat itu.

"To-tolong...!" teriak nya banci.

Damon terus lari sekencang-kencangnya, melewati jalanan penuh pepohonan menuju jalan utama.

"Tidaakk!!!!" Ia angkat tangan melintas jalan sepi di sana. "Enyahlah semua iblis!!!"

Suara gema teriakan Damon hampir-hampir memenuhi langit di atasnya bahkan mengalihkan perhatian burung-burung yang hinggap di dahan-dahan pohon hingga berterbangan acak.

Ada sorot mata yang sedang mengawasi Damon, memperhatikannya dari jauh, sangat misterius.

"BRAK!"

Damon mendorong keras pintu kontrakan nya. Masuk terengah-engah, dengan sorot mata merah.

Ia terburu-buru melepaskan sepatunya lalu berlari cepat ke dalam. Ditariknya selimut tebal yang teronggok bisu di sudut ruangan kemudian Ia sembunyikan dirinya dalam bungkusan selimut.

Badannya gemetar dari balik selimut, tatapannya nyalang, seperti kebingungan, nafasnya menguap naik pelan.

"Seharusnya aku tidak memaksakan diri, dan tidur cepat, betul saran Hao Yu kalau aku lebih baik beristirahat awal." bisiknya.

Keletihan mulai menyerang Damon, secara psikis Ia lelah tapi waras. Hanya saja kejadian tadi sulit diterimanya, diluar logikanya.

Bagaimana Ia bisa berada di makam kramat itu tanpa Ia sadari sedangkan Ia sadar sesadar-sadarnya sebagai manusia normal.

"I-ini tidak mungkin..." ucapnya dengan telapak tangan bergetar kencang. Masih dalam selimut terbungkus di badannya.

Damon teringat akan doa pengusir rasa takut, dan Ia menerapkannya.

Ia pejamkan kelopak matanya, mengatur nafasnya, berkonsentrasi penuh lalu merapal doa. Bibirnya komat-kamit sedangkan dua tangannya menengadah ke atas.

Sesaat terasa tenang, Ia merasakan nafasnya mulai teratur, mungkin ini khasiat doa pengusir rasa takut.

Hening lima detik.

Damon terlelap pulas meski tubuhnya masih terbungkus selimut tebal.

Suasana di ruangan kontrakannya berubah senyap, udara dingin menyeruak masuk dari kisi-kisi pintu.

Damon tertidur dengan bersandar pada dinding ruangan, Ia terlihat tenang.

Suara dengkuran nya terdengar halus saat Ia terpejam nyenyak, wajahnya yang tampan sangat damai.

"Wrrrr... Wrrr... Wrrr..."

Angin bertiup pelan, lamat-lamat suara orang berbisik di dekat telinganya.

Damon mendengar jelas bisikan itu, membuatnya perlahan-lahan membuka dua kelopak matanya.

"Malam panjang, ya..." sapa seorang laki-laki berjubah emas bak kerajaan kuno. Ia memakai mahkota kaisar di atas kepalanya.

Laki-laki itu menyandarkan lengannya di atas lemari antik, Ia berdiri di tengah-tengah awan yang mengelilinginya.

Senyumnya identik, khas, dan ramah sekali, namun santai tak menunjukkan Ia orang berkuasa.

Jubah emasnya bersulam gambar naga terbang, melambangkan kekuasaan seorang Kaisar yang tinggi.

Dua belas Liu terbuat dari batu giok bergoyang pelan di mahkotanya saat ia tersenyum ke arah Damon yang belum tersadar betul dari tidurnya.

Damon berusaha melihat jelas meski kedua matanya masih menyipit karena rasa ngantuk yang berat.

"Maaf, aku belum memperkenalkan diriku." sapa pria berjubah emas naga.

Damon hanya termenung, menatap datar ke pria bermahkota emas dengan ronce-ronce yang mejuntai di depan.

"Aku kerabat kaisar langit ke tujuh belas. Namaku Muchen, sama dengan artinya bahwa hidup ku diberkahi keagungan."

Suara Muchen datar, tenang seperti penampilannya yang berwibawa.

"Nisan yang tak sengaja kamu temukan tadi adalah makam milikku yang tak terawat karena keturunan ku punah." ucapnya.

Pandangan matanya terlihat memelas, seakan-akan ia bersedih akan nasib di akhir hayatnya.

Damon masih belum sepenuhnya sadar, ia linglung, dan tak mengerti apa-apa bahkan ia mengira orang yang berbicara dengannya nyata.

Suara Muchen terdengar halus, tertata seperti ia terlatih lama.

"Saat kau datang ke makam ku, Aku berpikir bahwa langit mengirimkan berkahnya. Bahwa ada penerus ku yang nantinya merawat makam kramat ku." kata Muchen.

Muchen tersenyum halus, lembut menatap ke Damon.

"Aku punya sesuatu untukmu sebagai pengingat saja bagimu jika kau terbangun nanti, Damon..." ucapnya.

Muchen mengulurkan tangan ke depan, sembari tertawa pendek.

"Ambil telur giok ini. Pakailah saat genting. Setelah ini kau akan melihat hal-hal diluar nalar pikiranmu." ucapnya. "Sebab mata batinmu serta penglihatan spiritual mu telah terbuka ke dunia astral."

Muchen memberikan telur batu giok pada Damon.

"Ucapkan kata... " Langit Bersatu"... " kata Muchen sembari mengedipkan salah satu matanya pada Damon.

Damon tak bereaksi, hanya duduk khidmat dengan memandang datar.

Muchen bersuara lagi, nadanya menekan serius.

"Nanti telur giok ini akan merespon panggilan mu. Dan bantuan segera datang padamu, Damon." lanjutnya.

Damon menerima telur giok pemberian Muchen, di pandanginya benda unik itu, bersinar seperti bersinergi dengan alam.

"Kau akan bertemu para succubus, mereka iblis mimpi tapi terkadang nyata. Diantaranya adalah Huan Ni. Ia succubus tak terkalahkan, paling terkuat sesuai namanya Pelangi ilusi, kesannya indah tapi palsu." kata Muchen.

"Succubus?" tanya Damon datar.

"Ya, succubus. Kumpulan roh jahat yang menyerang mimpi bahkan mereka bisa ambil jiwa manusia dan memakannya sebagai penambah energi." sahut Munchen.

"Dan..." kejar Damon.

"Dan tugasmu sekarang adalah memburu para succubus, menangkap iblis mimpi agar jiwa-jiwa manusia yang mereka tawan terbebaskan." kata Muchen. "Serta tugasmu mengembalikan roh para succubus yang bergentayangan di alam manusia."

"Hanya dengan telur batu giok saja, Aku harus menghadapi mereka?" tanya Damon.

Muchen mengangguk pelan, tersenyum ringan namun serius.

Tiba-tiba Damon tertawa pendek, lalu mengusap keningnya serta menunduk.

"Apa Aku sudah tidak waras lagi? Melawan succubus yang kau maksud iblis mimpi. Dan kau tahu betul bahwa mereka mungkin juga bisa memakan jiwaku."

Muchen terdiam, Ia hanya mendengarkan kata-kata Damon sebagai keluhan.

"Succubus itu iblis betina penggoda dan ia makan jiwa manusia atau mungkin makan Aku utuh. Tapi kau beri Aku telur giok buat menghadapi mereka." kata Damon.

Damon tertawa lagi, lalu berkata.

"Apa kau ingin Aku menyerahkan diriku serta merta begitu saja pada mereka???"

Muchen menggeleng pelan lalu menjawab.

"Tidak. Aku tidak berniat begitu. Memang telur batu giok ini terlihat sederhana tapi kau tak bisa remehkan kekuatan yang ada di dalamnya."

"Dan Aku harus percaya omongan mu, kaisar?" kejar Damon.

"Ya. Kau harus percaya padaku. Dan kau bisa buktikan setelah kau terbangun nanti, Damon." sahut Muchen.

"Hai, Kaisar. Mungkin kau hidup ribuan tahun Dan berpengalaman namun ini zaman modern. Tidak ada yang percaya jika telur saktimu ini bekerja baik nantinya." kata Damon.

Damon beranjak berdiri, Ia menatap dingin Muchen yang sibuk menyampirkan dua belas ronce gioknya.

"Jika kau ingin arwahmu tenang serta kembali ke alam arwah. Kusarankan padamu sekali lagi. Jangan usik hidupku lagi. Jika tidak Aku akan ganti menelan dirimu sehingga kau tidak lagi bereinkarnasi!"

Damon berdiri tegak, sembari mengancam pada Muchen yang ada di hadapannya.

1
Katarina Samuel
gak bisa ngalahin nih 👍
Katarina Samuel
pil obat penyembuh jiwa aja damon aku saranin ke psikiater atau ke pemuka agama disana biar hantunya keusir dari hidupmu
Katarina Samuel
ini paling ditakutin ketemu dewa beneran gak sih
Katarina Samuel
damono damono
Katarina Samuel
dah megap megap kalau aku mimpi kayak gini damon
Katarina Samuel
kasihan juga jadi damon kalau aku sih bisa pindah alam
Katarina Samuel
lebih nyebelin dari kaisar
Katarina Samuel
sulit bayangin tinggal dihunian seseram ini
Katarina Samuel
👍
Katarina Samuel
hantu paling ngeselin
Katarina Samuel
apes dah si damon
Katarina Samuel
🤣🤣🤣 ya aelah damon damon
Katarina Samuel
konyol sih
Katarina Samuel
serem juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!