NovelToon NovelToon
Younger, Yet More Mature

Younger, Yet More Mature

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dinar

dr. Nayla Azzura percaya satu hal bahwa cinta tidak pernah benar-benar tinggal.

Menjadi salah satu saksi pernikahan orangtuanya yang hancur sejak usianya masih kecil, membuat Nayla tumbuh menjadi perempuan yang dingin, mandiri, dan sulit mempercayai siapapun. Baginya, memiliki pasangan hanya pandai memberi harapan sebelum akhirnya meninggalkan.

Sampai akhirnya sebuah tragedi kecelakaan kerja mempertemukan Nayla dengan Arsen Mahardika, pengusaha muda yang keras kepala, hangat dan yang paling mengganggu adalah usianya tiga tahun lebih muda dari Nayla.

Awalnya Nayla mengganggap semua hanya lelucon biasa, tapi bagaimana mungkin jika lelaki yang usianya lebih muda tapi pandai bicara tentang sebuah keseriusan?.

Namun Arsen berbeda, iya tidak datang membawa janji besar justru ia datang dengan sejuta kesabaran. Saat Nayla menjauh, menunggu saat Nayla merasa takut, dan membuktikan bahwa tidak semua rumah berakhir hancur.

Karena terkadang... Lelaki yang lebih muda justru lebih tahu cara men

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 - Dokter Dingin Yang Sulit Di Lupakan

Hujan masih turun tipis diluar jendela rumah sakit, lampu-lampu kota mulai menyala satu per satu memantul samar dikaca lorong panjang Rumah Sakit Bintang Medika.

Namun anehnya, pikiran Arsen Mahardika tidak berada pada hasil CT scan bukan juga pada luka di pelipis atau nyeri di lengannya. Melainkan pada satu orang.

dokter dingin dr. Nayla yang sangat cantik tapi galak bahkan sulit ditebak. Arsen mengusap wajah pelan sambil duduk di ruang observasi.

" Saya habis kecelakaan malah kepikiran dokter...." gumamnya pelan sambil terkekeh kecil pada dirinya sendiri.

" Pak Arsen senyum-senyum sendiri, kenapa?" Mandornya, Pak Rudi menatap Arsen dengan bingung.

" Enggak kenapa-kenapa" Arsen menggelengkan kepalanya kecil.

" Jangan bilang bapak suka sama dokternya?" Pak Rudi melirik curiga.

" Kayaknya..." Arsen diam lalu tanpa malu sedikitpun menjawab.

" Lah, baru ketemu juga!" Pak Rudi langsung membelalak.

" Makannya aneh, kan?" Arsen tersenyum kecil.

Tapi memang aneh biasanya perempuan datang sendiri dalam hidupnya, mendekat karena nama belakang Mahardika, karena perusahaan, karena status, namun perempuan tadi? Bahkan tidak tertarik sedikit pun.

Tatapannya dingin, nada bicaranya tajam dan sama sekali tidak mencoba menyenangkan dirinya. Aneh? Tapi justru itu yang membuat Arsen semakin penasaran.

Pintu ruang observasi terbuka, seorang perempuan masuk dengan membawa map hasil pemeriksaan ditangannya. Dan lagi...lagi Arsen lupa cara berkedip beberapa detik.

Nayla... Masih dengan wajah tanpa ekspresi dan terlalu serius.

" CT scan aman, tidak ada cedera serius dikepala, tangan kiri hanya memar berar dan ada sedikit pergeseran otot. Istirahat beberapa hari cukup" nada bicaranya terdengar profesional.

" Berarti saya masih hidup?" Arsen menyandarkan tubuhnya.

" Sayangnya, Iya" Nayla melirik datar.

Pak Rudi yang ikut mendengar menahan tawanya, sementara Arsen malah semakin melebarkan senyumnya.

"Ya Tuhan... Perempuan ini lucu banget"

" Dokter memang selalu sejahat ini ya ke pasien?" tanya Arsen.

" Tergantung, kalau pasiennya keras kepala, iya" Nayla menutup map.

" Kalau pasiennya ganteng?"

" Tidak mempengaruhi diagnosa" jawab Nayla datar.

Arsen terkekeh kecil mendengar jawaban Nayla, sampai akhirnya dokter cantik itu menghela nafasnya.

" Dengar baik-baik, Pak Arsen" ucap Nayla.

" Arsen saja, dokter" lagi, Arsen benar-benar sedang menguji dokter cantik.

" Pak Arsen... Luka seperti ini bisa memburuk jika anda terus memaksakan diri bekerja" ucap Nayla.

" Ada yang khawatir sama saya?" Arsen menatap hangat wajah Nayla.

" Sebagai seorang dokter, bukan personal" tatapan Nayla masih datar.

Jawaban itu seharusnya biasa saja, namun entah mengapa Arsen justru tersenyum semakin lebar. Ada sesuatu dari perempuan dihadapannya itu, cara bicaranya yang dingin tapi diam-diam memperhatikan, dan Arsen cukup pintar membaca orang.

Perempuan seperti Nayla bukan tidak peduli, ia hanya terlalu terbiasa menyembunyikan.

Disisi lain rumah sakit Nayla berjalan menuju ruang dokter sambil melepas sarung tangan, ekspresinya tetap tenang namun langkahnya sedikit lebih cepat dari biasanya.

" Kenapa sih pasien tadi... Menyebalkan" gumamnya pelan.

Anehnya meskipun menyebalkan tapi Nayla tidak merasa terganggu sama sekali, tapi Nayla langsung menggelengkan kepalanya pelan.

" Apa-apaan, dia cuma pasien. Dan laki-laki seperti itu biasanya sama saja manis diawal, membuat nyaman, lalu pergi... atau mungkin lebih buruk seperti menyakiti".

Rahang Nayla mengeras samar dimana bayangan itu muncul kembali, rumah, piring pecah dimana Ayah nya duduk diam dengan mata yang merah sedangkan sang ibu pergi begitu saja memilih laki-laki lain. Meninggalkan Nayla yang masih terlalu muda untuk memahami kenapa rumah bisa hancur.

Sejak hari itu Nayla berhenti percaya pada kata "selamanya", Pernikahan, Bahagia, itu semua hanya omong kosong karena semua orang akan pergi pada akhirnya.

" dokter Nayla? apa dokter baik-baik saja?" suara perawat membuat lamunannya buyar.

" Saya baik, sus" Nayla kembali memasang wajah datar.

Padahal tidak bahkan sudah sejak lama tidak baik-baik saja.

🌟

Rumah keluarga Mahardika

Suasana hangat langsung terasa begitu Arsen masuk kedalam rumah besar yang dipenuhi aroma makanan, terdengar suara tawa dari ruang makan.

" ARSEN!!!" seorang perempuan paruh baya langsung panik

" Ya ampun Tuhan, kepala kamu kenapa?"

" Hehe... cuma luka kecil, Ma" Arsen tersenyum kecil.

" Luka kecil dari mana dibalut begini, hah?" sang Ayah ikut mendekat.

" Proyek lagi?" tanya sang Ayah.

Arsen mengangguk pelan namun sebelum suasana berubah serius, Arsen justru tersenyum sendiri mengingat seseorang membuat kedua orangtuanya menyipitkan matanya.

" Kamu habis kecelakaan kok malah senyum-senyum sih" tanya sang Mama.

" Mama pernah denger enggak, ketemu orang terus langsung penasaran?" Arsen duduk disalah satu sofa.

" Oalahhhh ... Ada perempuan rupanya" sang Ayah langsung terkekeh.

" SIAPA ARSEN?" wajah sang Mama terlihat berbinar.

" dokter cantik, Ma" ucap Arsen dengan pelan.

" Cantik banget? Baik?" rentetan pertanyaan dari sang Mama.

" Galak, dingin, tapi cantik banget bikin makin tertarik" Arsen sempat terdiam.

" Nah gitu dong! Mama kira kamu enggak bakal nikah" Mama menepuk tangannya senang.

" Maaaa...." rengek Arsen.

" Tapi dokter bagus, pinter" jawab sang Ayah.

Arsen tersenyum kecil

"Kalau Mama sama Ayah tahu, dokter Nayla bahkan belik tertarik padaku. Tapi tidak apa-apa untuk pertama kali aku tidak berniat menyerah hanya karena sikap dinginnya ".

Keesokan paginya Nayla baru saja membuka ruang praktik, masih terlalu pagi bahkan kopi di mejanya belum tersentuh sama sekali.

Saat pintu diketuk...

" Masuk.."

Pintu terbuka dan Nayla langsung menghela nafasnya panjang.

" Kenapa Anda lagi?"

Arsen sudah berdiri disana dengan senyuman santai tanpa dosa, bahkan terlalu santai untuk ukuran seorang pasien.

" Saya mau kontrol, dok"

" Baru semalam?" Nayla menyipitkan matanya.

" Tangan saya masih sakit".

" Itu hal yang normal".

" Kalau hari saya yang sakit?" tanya Arsen.

" kalau begitu saya sarankan ke psikolog" jawab Nayla datar.

Arsen tertawa kecil dan untuk pertama kalinya setelah waktu yang cukup lama, sudut bibir Nayla hampir terangkat namun langsung hilang lagi.

" Sial... Kenapa laki-laki ini terasa sulit untuk diabaikan?".

1
partini
Thor kehidupan Nayla mirip Vania novel berjudul jodoh pilihan mama ibu nya kaya iblis tapi di sayang bngttttttttttttttttt sama mertuanya
Almeera: Oh ya kak? nanti aku coba mampir yaa 😍😍


Hihihi tapi Nayla ini murni karangan aku aja kak 🙏🙏🥲
total 1 replies
SANG
Lanjut dek💪👍
SANG
Semangat ya dek💪👍
partini
suami nya kelihatan kecintaan Banggt kayanya ga mungkin deh slingkuh terus ningalin
partini: iya itu,,karma ga berlaku buat dia
total 2 replies
partini
udah hempas ke laut masa lalu yg menyakitkan,move on be happy kalian berdua seorang anak perempuan butuh ayah nya untuk jadi wali nikah kan
Almeera: Setujuu kak, hidup harus terus berjalan... kalau dia aja bisa santai kita bisa lebih cerah 😍😍
total 1 replies
partini
pastinya apa karam selalu ada berbuat baik di balas baik berbuat jahat di balas jahat juga,,kau memilih yg katanya hak is ok nikmati saja sekarang,kau meninggalkan suami dan anakmu nanti nya kamu dan anakmu di tinggal suami mu selingkuh
Almeera: Kakakkk setuju setiap perbuatan akan ada balasan dari semesta 🙏🙏

Terimakasih banyak sudah mampir dan meninggalkan jejak afirmasi positifnya dikarya sederhana ini 😍😍🙏
total 1 replies
SANG
Mantap banget dek💪👍
SANG: Masama dek
total 2 replies
SANG
Keren habis deh💪👍
SANG: Iya dek Kembali kasih
total 2 replies
SANG
Sembilan belas bunga untukmu dek/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
SANG: Oke dek. 👍💪
total 2 replies
SANG
Aku fokus ya dek😄
SANG
Like iklan plus komen💪👍
SANG
Semangat ya dek💪👍
SANG
Iya, seperti itu lah
SANG
Iya ada apa
SANG
Akhirnya
SANG
Nah bingung kan
partini
ibunya kaya ga bersalah,,dasar ibu lacknat semoga kena penyakit
Almeera: Hehehe 😁😁
total 1 replies
SANG
Baya bunga se kebon untuk adek/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Almeera: thankyou kak🙏
total 1 replies
SANG
Kok bingung dek
SANG
Hadir dek👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!