NovelToon NovelToon
Dinikahi Sang CEO Lupa Ingatan

Dinikahi Sang CEO Lupa Ingatan

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:10k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​"Jangan pernah jatuh cinta padaku, karena kontrak ini tidak menyertakan perasaan," itulah aturan nomor satu yang ditulis oleh Arga Dirgantara untuk istrinya.

​Selama dua tahun, Keysa hidup dalam bayang-bayang. Sebagai istri kontrak, ia adalah asisten yang tak terlihat, tameng perusahaan, dan sosok yang paling dibenci Arga karena dianggap sebagai penghalang kebahagiaan pria itu dengan wanita lain. Keysa sudah siap untuk menyerahkan surat cerai dan pergi selamanya.

​Namun, takdir punya rencana lain. Sebuah kecelakaan fatal menghapus memori Arga selama tiga tahun terakhir.

​Saat pria itu membuka mata, ia tidak lagi melihat Keysa sebagai 'istri kontrak' yang menyebalkan. Ia melihat seorang wanita yang dingin, cerdas, efisien, dan memiliki tatapan tajam yang membuat jantungnya berdebar tanpa alasan.

​"Siapa kau sebenarnya?" tanya Arga dengan nada posesif. "Dan kenapa setiap kali aku melihatmu, aku merasa aku adalah orang paling bodoh karena pernah membiarkanmu menangis?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Monopoli yang Gagal

​​"Tidur di ranjang itu sendirian. Berurusan dengan serpihan kaca dan darahmu sudah cukup menghabiskan seluruh jatah kewarasanku malam ini." Keysa berbalik cepat, meninggalkan Arga yang masih mematung di depan wastafel hancur tersebut. Perempuan itu memungut kembali bantal dan selimutnya dari lantai karpet, lalu melangkah mantap menuju sofa panjang di ruang tamu tanpa menoleh ke belakang lagi.

​Cahaya terang matahari perlahan menyapu seluruh penjuru kota Surabaya. Suasana tegang semalam menguap, digantikan oleh rutinitas pagi yang sangat mekanis. 

Keysa sudah berdiri tegap dengan setelan blazer biru tuanya, mengunci koper perak miliknya dalam diam. Di sisi lain ruangan, Arga baru saja keluar dari kamar utama. Laki-laki itu mengenakan kemeja putih rapi, meski tangan kanannya masih terbalut perban tebal hasil kecerobohannya sendiri.

​Arga memasukkan ponselnya ke dalam saku celana bahan miliknya setelah mengirim satu pesan singkat kepada tim keuangannya di kantor pusat. Laki-laki itu menyeringai tipis, merasa sangat percaya diri dengan strategi barunya untuk menjinakkan sang istri hari ini.

​Mereka berdua turun menuju lobi utama Hotel Grand Mutiara. Suasana lobi cukup ramai oleh para tamu luar negeri. Keysa berjalan lebih dulu menuju meja resepsionis untuk mengurus proses administrasi akhir, sementara Arga berdiri santai sekitar dua langkah di belakangnya, bersedekap dada mengamati punggung istrinya dengan saksama.

​"Proses keluar untuk kamar Presidential Suite (Kamar Presidensial) atas nama Bapak Arga Dirgantara," ucap Keysa datar sambil menyerahkan dua kartu akses berwarna emas ke atas meja pualam.

​Resepsionis perempuan itu mengetik cepat di papan ketik komputernya. "Baik, Ibu Keysa. Semuanya sudah sesuai. Namun, ada laporan dari petugas kebersihan kami pagi ini mengenai kerusakan total pada cermin besar di kamar mandi utama. Sesuai prosedur hotel, akan ada denda penggantian fasilitas fisik sebesar dua puluh lima juta rupiah yang akan dimasukkan ke dalam tagihan akhir."

​"Tambahkan saja ke dalam tagihan," balas Keysa tanpa berkedip sedikit pun. Ia membuka tas kerjanya, mengeluarkan sebuah kartu kredit eksklusif berlogo Alvandra Group yang memang selalu ia gunakan untuk keperluan operasional perusahaan dan kebutuhan mendadak suaminya.

​Resepsionis itu menerima kartu tersebut dan menggeseknya ke mesin pembayaran digital. Mesin itu berbunyi nyaring seketika. Lampu indikatornya menyala merah berkedip-kedip. Sang resepsionis mengerutkan kening, mencoba menggesek kartu itu sekali lagi secara perlahan, namun hasilnya tetap sama persis.

​"Mohon maaf sekali, Ibu Keysa. Mesin kami menyatakan kartu ini ditolak oleh pihak bank penerbit. Akses kartunya sudah dibekukan langsung dari pusat," lapor resepsionis itu dengan nada sangat hati-hati, tidak ingin menyinggung tamu naratama di depannya.

​Keysa terdiam sesaat. Alisnya bertaut tajam. Ia mengambil kembali kartu kredit tersebut, membalik sisinya, dan mengingat-ingat sisa batasan dana yang seharusnya masih menyentuh angka miliaran rupiah. Tidak mungkin kartunya ditolak jika tidak ada sabotase dari pihak dalam.

​Terdengar suara kekehan rendah dari arah belakang. Arga melangkah maju, berdiri mensejajarkan tubuh besarnya tepat di samping Keysa. Laki-laki itu mengeluarkan dompet kulit mahalnya, menjepit sebuah kartu hitam miliknya sendiri di antara dua jari panjangnya.

​"Sepertinya departemen keuangan kita sedang melakukan audit pemblokiran rutin pagi ini," ucap Arga dengan nada santai yang terlalu dibuat-buat. Laki-laki itu menatap Keysa dari sudut matanya, memancarkan aura dominasi yang luar biasa pekat. "Biar aku yang bayar semuanya. Lagipula, kau adalah istriku. Sudah seharusnya kau berlindung di bawah fasilitas suamimu saat kau sedang tidak berdaya, Keysa. Berhentilah bersikap sok tangguh dan andalkan aku sesekali."

​Arga menyodorkan kartunya ke arah resepsionis. Ia sangat yakin pemblokiran dadakan ini akan membuat Keysa panik, kehilangan muka di tempat umum, dan akhirnya terpaksa menurunkan ego bajanya untuk mengemis bantuan padanya. Ia ingin mengikat Keysa lewat ketergantungan finansial, memutus jalan keluar perempuan itu serapat mungkin.

​Namun, bukannya menunduk malu atau marah meledak-ledak melihat permainan kotor suaminya, Keysa justru tersenyum sangat tipis. Sebuah senyum sinis yang mengisyaratkan bahwa taktik murahan Arga sangat mudah terbaca oleh otak briliannya.

​Keysa menahan tangan Arga di udara, mendorong kartu milik suaminya itu menjauh dari meja resepsionis dengan satu sentakan pelan.

​"Simpan uangmu untuk mengobati tanganmu yang rusak itu, Bapak Arga. Kau ingin menunjukkan kuasamu padaku? Maka aku akan menunjukkan kuasaku padamu, " desis Keysa dengan suara yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua.

​Perempuan itu kembali membuka bagian terdalam dari dompet pribadinya. Ia melewati deretan kartu fasilitas dari Alvandra Group, lalu ujung jemarinya menarik sebuah kartu logam hitam legam yang sama sekali tidak memiliki logo perusahaan manapun. Itu adalah kartu debit prioritas tingkat tertinggi dari Bank Internasional Zenith.

​Keysa meletakkan kartu logam murni itu di atas meja. Bunyi dentingan logam beradu dengan marmer terdengar sangat elegan dan berat.

​"Gunakan kartu ini. Potong langsung semua biaya kamar dan denda kerusakan cerminnya dari rekening pribadiku," perintah Keysa sangat tenang pada resepsionis yang masih kebingungan.

​Mesin pembayaran berbunyi pendek seketika. Lampu hijau menyala terang benderang. Kertas bukti pembayaran langsung tercetak panjang dari mesin tersebut tanpa hambatan apa pun.

​"Pembayaran berhasil diproses, Ibu Keysa. Terima kasih banyak atas kunjungannya," ucap resepsionis itu sambil menyerahkan kembali kartu logam hitam tersebut beserta tanda terimanya dengan sangat hormat.

​Mata Arga membelalak tidak percaya. Rahangnya mengeras kaku seketika. Laki-laki itu menatap kartu logam di tangan Keysa seolah benda mati itu baru saja menampar wajah arogannya bolak-balik. Arga tahu betul jenis kartu tersebut. Syarat mutlak untuk memiliki kartu debit logam dari Bank Zenith adalah saldo mengendap pribadi yang minimal menyentuh angka puluhan miliar rupiah dalam bentuk tunai murni.

​Keysa sama sekali bukan asisten biasa yang hidup bergantung dari gaji bulanan. Istrinya ini memegang kekayaan tunai mandiri yang sangat besar dan tidak pernah terpantau sedikit pun oleh tim audit perusahaannya.

​Keysa memasukkan kembali kartunya ke dalam dompet dengan gerakan luwes tanpa cacat. Ia menoleh ke arah Arga yang masih mematung di tempat, menatap suaminya dari ujung kaki hingga ujung kepala dengan tatapan meremehkan. "Efisiensi akan selalu menang telak melawan taktik kotor yang tidak matang. Ayo jalan sekarang. Pesawat kita lepas landas satu jam lagi."

​Satu jam kemudian, mereka berdua sudah duduk berhadapan di dalam ruang tunggu pesawat pribadi di bandara. Suasana sangat sepi karena ruangan itu memang dikunci secara eksklusif hanya untuk mereka. Arga sama sekali tidak menyentuh kopi panas di depannya. Matanya terus menatap tajam ke arah Keysa yang sedang sibuk membalas surel klien melalui tablet kerjanya. Otak laki-laki itu masih berputar keras mencerna fakta mengejutkan yang baru saja ia lihat di meja lobi hotel tadi.

​"Sejak kapan seorang asisten eksekutif punya akses ke kartu logam prioritas Zenith?" interogasi Arga akhirnya pecah, membelah keheningan yang sejak tadi mencekik lehernya. "Uang sebanyak itu dari mana? Jangan bilang kau diam-diam menggelapkan dana proyek perusahaanku selama aku kehilangan ingatanku!"

​Keysa menghentikan ketikan jarinya perlahan. Ia meletakkan tabletnya di atas pangkuan, lalu mengangkat wajahnya membalas tatapan curiga suaminya dengan ekspresi sangat tenang.

​"Aku menanamkan investasi saham besar-besaran di empat perusahaan rintisan teknologi sejak lima tahun lalu, jauh sebelum aku masuk ke dalam perusahaanmu, Arga," bongkar Keysa datar tanpa repot-repot menyembunyikan kebenarannya. "Mereka semua meledak sukses di pasar bursa tahun lalu. Portofolio kekayaanku sama sekali tidak ada hubungannya dengan perusahaanmu, gajiku, apalagi belas kasihan dari suamiku. Semuanya murni hasil otakku yang terus memutar angka secara diam-diam."

​Arga terdiam kaku tertampar fakta. Lidahnya terasa sangat kelu. Laki-laki itu tiba-tiba merasa sangat kerdil di hadapan istrinya sendiri. Keysa benar-benar wanita paling berbahaya dan mandiri yang pernah ia kenal sepanjang hidupnya. Selama ini Arga berpikir ia mengikat Keysa lewat kontrak bayaran mahal dan fasilitas kemewahan. Ternyata Keysa sama sekali tidak butuh itu semua. Perempuan ini setara dengannya, atau bahkan jauh lebih cerdik dalam menyembunyikan taring kekuasaannya dari pantauan publik.

​Di ruang tunggu bandara yang sunyi itu, Keysa sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan. Ia menatap lekat-lekat ke dalam mata Arga yang masih terdiam kaku kehilangan semua kata-katanya.

​"Kau pikir aku bertahan hidup dua tahun ini hanya mengandalkan gaji dan uang belanjamu?" bisik Keysa dengan senyum mengejek yang sangat mematikan. "Aku bisa membeli kebebasanku sendiri, Arga."

1
Savana Liora
sabar
Popy Ana
duh ini keposesifan Arga yg pertama setelah sembuh dari lupa ingatan Nya..
semoga Arga bisa meluluhkan hati Keysa walaupun harus menunggu waktu yg lama..
Popy Ana
sungguh dramatis sekali Arga nasibmu sudah bercerai kamu baru ingat semua masalalumu.. dan itu sangat baik untuk Keysa..
Popy Ana
ciyus arga gak mau ngamok dulu minimal banting kursi lah 😁🤣🤣
Popy Ana
aku mau nangis loh sumpah 🤭
Popy Ana: ini karma untuk Arga ya Thor 🤭
total 2 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Ratna liat anak sakit di rawat bkn tanya apa yg sakit ke Arga malah ngehina dan ngerendahin Keysa trus malah mau jodohin Arga lg 😏😏 ampun dah ada ya ibu seperti Ratna gak ada khawatir"nya sama anak sendiri 😏😏 skrng Arga pasti lbh dingin dan kejam deh sama orang tp dia akan lembut sama Keysa tp perjuangan Arga gak akan mdh buat bisa balik lg sama Keysa 😏😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
jd pengen th kekejaman apa aja yg tlh Arga lakukan sama Keysa 😏😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
nah skrng waktunya Arga berjuang buat luluhin hati Keysa secara benar bkn karna hilang ingatan atau ego semata karna sejujurnya dr awal saya setuju kl Keysa berjodoh dngn Arga karna mereka cocok cuma saya gak mau Keysa di perlakukan seperti itu oleh Arga jd Arga hrs di kasih pelajaran dulu Thor biar dia th arti kehilangan seorang yg benar" dia cintai dan arti penyesalan yg meruntuhkan semua egonya karna seorang Keysa 😏😏 jd nanti kl bisa Arga dan Keysa di persatukan lg tp jngn skrng karna kita jg hrs liat perjuangan Arga buat dapetin Keysa lg 😉😉
Savana Liora: belum tau ya kak. kita lihat saja nanti kemana ketikan othor membawa mereka
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
nah Arga skrng kamu thkan kenapa Keysa kekeh pengen pergi dr kamu skrng nikmatilah penyesalan mu karna ditinggal Keysa pergi 😏😏
Savana Liora: iya makasih ya
total 1 replies
hana
hari ini tiap part bikin sesak nafas semua😔😢
hana: 😆😆😆😆😆
total 2 replies
Eni Istiarsi
baguslah kamu kena amnesia, Arga.. mungkin biar kamu introspeksi bagaimana kamu selama ini memperlakukan Keysa sebagai istrimu
hana
maafkan masih kurang puas thor crazy up nya🤭🤭🤭
hana: siap 🫡semangat ya thor👏💪
total 2 replies
MamDeyh
/Sweat/
Popy Ana
😭😭😭😭 key sedih aku key... usahamu berpisah dari Arga gagal total. Arga kamu menahan Keysa di sisimu saat kamu lupa ingatan dan berubah 180° dari sikap dan perlakuan kamu yg dulu . ya jelas lah Keysa gak mudah percaya..
apalagi Keysa sosok mandiri tangguh dan badass..
Popy Ana
yah ketahuan gagal dong Keysa kabur dari Arga 😏
Popy Ana
jangan sampai kecolongan lagi key..
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
bagus Keysa jngn mau kalah sama Arga junjung tinggal harga dirimu biar Arga th kamu bkn wanita yg mdh di perdaya oleh apa yg Arga punya atau lakukan 😏😏💪💪
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
ternyata gagal Keysa mengelabui Arga pdhl tinggal sedikit lg 😏👏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
semoga lancar Keysa saya doakan kamu bisa lepas dr Arga stlh itu kita liat perjuangan Arga untuk bisa meyakinkan kamu jd miliknya lg 😏😏
Popy Ana
aw aw aw... ada angin topan sepertinya yg mulai menggoyahkan pertahanan kedua sisi 🤭😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!