Rafael Adinata, adalah aktor terkenal yang terjerat skandal memalukan dengan aktris pendatang baru.
Rafael terpaksa menikah dengan wanita biasa demi menyelamatkan reputasinya. Gita Larasati, seorang editor buku yang hidupnya sederhana. Dengan terpaksa menerima tawaran Rafael pernikahan kontrak dengan sang aktor demi melunasi hutang keluarga.
Sebuah pernikahan dimulai, tanpa cinta hanya sebatas hitam diatas putih.
Mampukah Rafael dan Gita menjalani pernikahan kontrak mereka yang penuh liku-liku? berpisah setelah masa kontrak habis, atau justru saling jatuh cinta?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARSYILA qirani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2 : Tawaran
Gita Larasati, seorang editor buku dengan gaji pas-pasan untuk hidup di kota besar seperti Jakarta. belum lagi hutang keluarga yang ia tanggung karna ayahnya yang gemar bermain judi online.
Gita tiga bersaudara, anak pertama Bagaskara sudah menikah dan memiliki dua anak. Gita anak kedua, dan anak ketiga Anin yang masih sekolah menengah akhir.
Gita menjadi generasi sandwich dalam keluarganya. Lelah tapi apa boleh buat, ayahnya kabur entah kemana setelah berhutang total 460juta. Ibunya bekerja sebagai buruh harian lepas di sebuah pabrik sabun cuci.
Gita baru saja pulang dari kantor, hari ini ia pulang terlambat karena mampir sebentar membeli kebutuhan bulanan. Setelah sampai di depan gang rumahnya Gita turun dari motor putih kesayangannya. Karena gang rumah Gita sempit dan hanya muat satu motor dan satu pejalan kaki. semua orang yang naik motor di wajibkan turun dan menuntun motornya.
Ada laki-laki duduk di depan teras rumahnya. Gita menyerngit, laki-laki itu tampak tidak asing.
laki-laki itu seketika berdiri saat Gita sampai depan rumah.
"Gita Larasati" sapa laki-laki itu.
"iya saya, anda...." kara-kata Gita menggantung. ia segera melepas helm dan membalas jabat tangan laki-laki tersebut.
"perkenalkan saya Andra."
"ada perlu apa?" tanya Gita bingung.
"mbak Gita, tamunya nungguin dari tadi loh.." Anin yang keluar dari dapur membawa segelas teh hangat untuk Andra.
Gita segera memberikan barang belanjaannya kepada Anin.
"sepertinya kita pernah bertemu." lanjut Gita.
" anda ingat rupanya, saya Andra manager Rafael Adinata." Gita hanya mengangguk-anggung menanggapi perkenalan diri Andra.
"kalo boleh tau, ada perlu apa ya anda kemari." tatapan Gita penuh selidik.
"bisa kita ngobrol di dalam?" tanya Andra hati-hati. Gita mengangguk lalu masuk kedalam rumah diikuti Andra.
Andra mengamati rumah Gita yang nampak banyak bekas bocor di atapnya.
"jadi apa tujuan anda bertemu saya?" tanya Gita.
"sebenarnya saya kemari, mau memberi anda penawaran." ucap Andra mengutarakan apa tujuannya.
"penawaran?editor freelance?" tanya Gita menebak.
"bukan.....untuk jadi istri kontrak aktor Rafael Adinata." Andra berkata perlahan, ia menunggu reaksi Gita.
"apa.... istri....istri kontrak?" dahi Gita bertaut, itu permintaan paling konyol seumur hidupnya.
"iya, saya akan menjelaskan semuanya." sela Andra.
"ini konyol dan gila...." sela Gita.
"hanya satu tahun, setelah itu anda bisa bercerai dengan Rafael."jelas Andra.
"anda pikir pernikahan itu lelucon?" Andra menggeleng, sebelum berangkat Andra pergi dengan penuh keyakinan. Namun saat berhadapan langsung, aura intimidasi dari Gita menyiutkan nyalinya.
"lebih baik anda pergi sekarang juga, saya tidak ingin membuang waktu saya dengan tawaran konyol anda." Gita segera beranjak dari duduknya. menuju depan pintu untuk mempersilahkan Andra keluar secepatnya.
"tapi saya belum menjelaskan tentang imbalannya."
"saya tidak peduli berapapun imbalannya." dagu Gita terangkat. penuh emosi. Harga dirinya merasa terinjak, semenyedihkan itukah dia Dimata orang-orang.
"5 milyar untuk 1 tahun." kata Andra cepat. Tentu saja angka yang fantastis bagi Gita. sebenarnya Gita sempat berfikir sebentar tapi ia tetap pada pendiriannya.
"anda pikir saya mata duitan?" jawab Gita. "silahkan ke-lu-ar!" lanjut Gita.
setelah Andra keluar Gita menutup keras pintunya.
****
"sial..!!!" Rafael mengeram, setelah mendengar jawaban Gita dari Andra. Andra memejamkan mata, kepalnya terasa pening memikirkan solusi terbaik untuk karir Rafael.
Rafael menyesap rokoknya, masalah ini harus cepat teratasi. ia akan melakukan konferensi pers, setelah semua agak mereda.
***
Bu Laksmi, ibu Gita menata makanan di di meja makan. Gita yang baru saja keluar dari kamar sudah berpakaian rapi dengan blouse warna denim dan kulot kain putih. Anin juga sudah siap untuk berangkat ke sekolah.
"hari ini kamu naik ojek aja ya nin, mbak mau ke tempat Desta mau ambil barang."
"iya mbak."
"ini bekal kalian ya, udah ibu siapin." menu sederhana yang penting makan. sayur lodeh dengan tempe goreng dan sambal terasi.
" maaf ya git, cicilan bulan ini kamu lagi yang bayar semua." Gita hanya mengangguk tersenyum. Gita hanya bisa pasrah dengan takdirnya..takdir yang harus memikul tanggung jawab karena kelakuan sang ayah.
Gita melajukan motornya dengan kecepatan sedang. masih pukul 5.30 tapi jalanan sudah macet.
Gita memikirkan tawaran laki-laki yang menemuinya semalam. Terdengar konyol tapi menggiurkan, saat di posisi seperti Gita saat ini. siapa yang akan menolak, persetan dengan harga diri. Dibayar 5 Milyar di tambah jadi istri seorang Rafael Adinata, kurang beruntung apa coba.
Tak terasa Gita sudah sampai di parkiran kantor. Hari ini tampaknya Gita datang lebih pagi dari biasanya. Seluruh kubikel masih kosong, namun lampu sudah dinyalakan. Gita segera duduk dan menyalakan komputernya membuka email dari beberapa penulis yang akan ia edit karyanya.
tidak sengaja Gita, menjatuhkan kartu nama milik Andra yang ia masukkan kedalam saku jaketnya sembarangan kemarin malam.
Gita memikirkan lagi tawaran tersebut. Dengan uang 5 milyar, ia bisa membayar hutang dan membeli rumah yang layak untuk keluarganya. Persetan dengan harga dirinya, hidupnya dan keluarganya lebih penting
***