Akira tewas terbunuh karena ledakan bom yang di pasang di mobilnya, oleh musuh. Namun keajaiban terjadi, dia terbangun di tubuh wanita bernama Elvira, seorang istri yang tak di anggap oleh suaminya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Whidie Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 02 - Elvira berubah
Elvira duduk sambil membaca majalah di meja makan. Majalah tentang fashion, matanya bergulir. Tenang, bahkan terlalu tenang. Tak ada Darma pagi, tentang tuntutan kasih sayang yang harus Zavian tunjukkan. Entah itu asli atau palsu.
“Aku pergi.”
Hem. Kata itu keluar tanpa tatapan.
Heran. Tapi bukankah ini yang dia inginkan? Ketenangan, Elvira tanpa Drama. Tuntutan yang tidak ingin dia lakukan, cinta palsu.
“Kenapa diam. Pergilah aku tidak antar.”
Bangkit. Berjalan menuju lantai atas.
Zavian terpaku mendengarnya, namun dia memilih diam, kemudian pergi.
Di Walk-in closet. Deretan gaun dengan warna mentereng, merah, biru, hijau, hampir semua warna ada. Mewah, tapi tidak berkelas.
Selera pakaiannya terlalu norak. Ck. Tas branded, sepatu heels, perhiasan, bahkan ada beberapa yang palsu.
“Sayang sekali, dia pasti membelinya dengan harga mahal.”
Setelah berganti pakaian, Vira turun kembali.
“Kemarilah.”
Panggilnya pada pelayan.
“Berapa orang yang bekerja disini?”
“Lima orang Nyonya,” jawabnya, heran. Namun tidak berani bertanya.
“Pergi dan panggil mereka.”
Dia mengangguk, kemudian berlalu. Tak berselang lama, dia kembali dengan tiga orang wanita dan satu Pria di belakangnya.
Vira duduk bertumpang kaki, tangannya terlipat rapi di dada, “katakan. Siapa yang mengadu tentang saya pada Ayah saya semalam?”
Hening. Mereka saling pandang satu sama lain, satu orang pelayan kisaran usia 25 tahunan mengangkat tangannya ragu, “saya Nonya. Ayah anda meminta saya untuk melaporkan setiap kejadian di rumah ini, beliau merasa khawatir dengan kehidupan pernikahan anda dan Tuan.”
Plak... Vira melempar amplop ke meja, “ambilah, mulai sekarang, kau aku pecat.”
“A-apa? T-tapi Nyonya, saya hanya menjalankan perintah Ayah anda.”
“Kau kerja untukku atau Ayahku?”
Dia menunduk.
“Pergilah. Aku hanya butuh orang yang setia padaku.”
Dia menangis.
“Ingatlah. Mulai hari ini, tak ada satu pun informasi yang boleh keluar dari rumah ini tanpa seizinku, jika kalian berani. Kalian akan pergi tanpa uang sepeser pun.”
“Baik Nyonya.”
Sepi. Tak ada sambutan dari Elvira di pintu seperti biasanya. Ruangan itu kosong, hanya cahaya lampu redup sebagai penerang. Zavian melangkah naik, menuju kamarnya.
Tampak Elvira duduk dengan wajah tertutup masker tisu, matanya fokus menatap layar laptopnya. Bahkan dia tidak menoleh saat Zavian masuk.
Dia melepas dasi, Jas, kemudian dia lemparkan ke atas kasur.
“Apa yang kau lakukan. Taruh di tempatnya, jangan mengotori ranjang dengan pakaian bekasmu.” Reaksi tanpa ekspresi.
Apa. Bajuku kotor? Zavian sampai menoleh untuk memastikan. Biasanya, Elvira akan dengan senang hati memunguti pakainya dan menyimpannya rapi seakan itu adalah benda paling berharga dalam hidupnya, tapi kali ini reaksinya berbeda.
Vira turun dari ranjang, berjalan menuju kamar mandi. Mata Zavian tak henti mengawasinya bakan sampai Elvira kembali dan mengelap wajahnya menggunakan tisu.
“Kau sakit?”
Pertanyaan itu yang keluar dari mulut Zavian. Kali ini istrinya berbeda dari biasanya, tampak dingin dan tenang.
“Dulu aku sakit. Tapi sekarang aku sudah sembuh,” jawabnya sambil memakaikan serum di wajahnya.
“Lingkaran hitam ini, ck.” dia mengomentari wajahnya sendiri.
“Tapi–,”
“Matikan lampu, saat kau ingin tidur.”
Zavian terpaku.
***
“Ada apa ini?”
Zavian terkejut karena para pelayan membongkar barang-barang dari kamar.
“Aku butuh privasi. Pilihannya adalah aku yang pindah dari kamar ini, atau kau?”
“Apa, kau ingin kita pisah ranjang?”
“Pisah kamar,” ralat Vira.
“Drama apa lagi yang ingin kau buat Vira. Aku lelah,” kesal Zavian.
“Ini bukan Drama. Ini sungguhan, aku butuh ruang, butuh privasi. Mulai sekarang kita tidur di kamar terpisah. Jika kau takut mereka membocorkan ini pada orang tuaku, tenanglah itu tidak akan terjadi, aku berani jamin.”
“Baiklah. Aku ikuti mau mu,” Zavian pergi meninggalkan kamar yang kini hanya akan di huni Elvira sendirian.
‘Wanita itu, apa lagi yang dia inginkan. Aku pikir dia sudah berubah, ternyata hanya ingin membuat drama baru.’
Satu tahun lalu, lamaran pernikahan datang padanya. Lamaran yang tidak bisa ia tolak, alasannya karena bisnis. Perusahaan sedang goyah, butuh suntikan dana yang lumayan besar. Ditengah semua itu, Elvira datang menjadi penyelamat, seorang putri konglomerat yang bodoh namun dicintai ugal-ugalan oleh orang tuanya, setiap keinginannya harus terpenuhi, termasuk cinta Zavian.
Saat itu Zavian sudah bertunangan. Dia sangat mencintai kekasihnya, hanya tinggal masalah waktu bagi mereka untuk meresmikan hubungan. Namun semuanya gagal saat orang tuanya memaksanya menikahi Elvira, gadis cantik dengan senyum bodoh. Dia tidak sombong, dia baik, namun tak satupun dari sifatnya membuat Zavian jatuh hati.
Kehadirannya seperti badai yang membawa serta bongkahan emas. Perusahaan aman, namun hatinya mati.
Dia menjalani pernikahan tanpa cinta. Dingin, hanya menjalankan semuanya karena kewajiban dan tuntutan keluarga. Bagi keluarga Zavian, Elvira adalah aset yang tak boleh di sia-siakan, cinta Ayahnya yang begitu besar begitu bermanfaat dan selama cinta itu ada, maka dia akan selalu berharga.
ikutan tegang
😍😍💪💪🙏🙏
😍😍😍😍💪💪💪💪🙏🙏🙏
apa selama ini akira jga memanipulasi dana amal?
😍😍😍😍💪💪💪💪
🤣🤣🤣🤣🙏🙏😍😍💪💪
gk nyangka kalo hub akira dan calvin seperti itu awqlnya..
gk krtebak.
🙏🙏🙏😍😍😍😍😍💪💪💪
akankah mereka saling jatuh hati saat caviar tau kalo ebelyn adalah dori nya alias akira.?
🤣🤣😍🙏🙏💪💪
😍🙏🙏💪💪
penuh misteri..
seruu..
😍🙏🙏💪💪💪
🤣🤣💪🙏😍😍
jadi dia masih ngitilin elvira..
jadi tau saat elvira brkanja senjata ...
🤣🤣💪🙏😍
🤣💪🙏😍😍😍😍
rencana raisa kalah telak sama elvira
daripada raisa..
🤭😄😄💪💪🙏🤣🤣😍
tambah seru..
apa yg akan raisa lakukan...
bagaimna zavian menaggapi ..
apa yg akan akira lakukan..
🤣🤣😍😍🙏🤣🤣🤣😍😍😍
biar zelda kapok..
🤣😍😍🙏🙏💪💪
mulai..
🤣😍🙏🙏💪💪
jgn2 mantan tunangan Zavian...
😍😍😍😍🙏🙏💪