NovelToon NovelToon
Ketika Sinta Memilih Rahwana

Ketika Sinta Memilih Rahwana

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Perjodohan
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Hari penentuan tanggal pernikahan, Sinta memilih Wana untuk dijadikan suaminya. Semua itu bukan tanpa sebab. Melainkan, karena hati yang sudah lelah untuk berharap. Hati yang sudah sering terluka oleh sikap Rama yang mementingkan teman barunya.

Bagaimana jadinya saat Rama tahu, Sinta ternyata tidak memilih dia sebagai suami? Yuk! Ikuti kisah mereka di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 2

"Apa?"

"Kurang jelas? Aku tidak ingin menikah. Sekarang, apakah sudah jelas?"

"Tapi-- "

Yang diajak bicara malah sudah beranjak menjauh. Menarik diri, membatalkan keinginan untuk masuk ke dalam rumah. Wana kembali menarik langkah keluar dari rumah tersebut. Sinta yang tak percaya, terdiam sejenak. Para orang tua tidak ikut bicara, mereka memilih diam memperhatikan apa yang dua anak tersebut lakukan.

Sesaat terdiam, akhirnya Sinta memilih mengejar Rahwana. "Kak Wana, tunggu!"

Langkah Wana terhenti. Dia menoleh.

"Apa lagi? Apa tadi tidak cukup jelas? Aku tidak tertarik. Tidak ingin menikah. Kamu cocoknya dengan Rama, bukan dengan aku."

"Kenapa?"

Manik mata indah itu terlihat berkaca-kaca. Sungguh, itu langsung mampu meluluhkan hati Wana yang awalnya ingin menolak. Jika setitik saja air mata jatuh, mungkin Wana akan langsung menyekanya tanpa pikir panjang lagi.

"Kak Wana kenapa tidak ingin menikah dengan ku? Apa karena aku tidak berteman dengan kak Wana saat kecil? Tapi kan, aku sudah sering mengajak kak Wana main. Hanya saja, kak Wana yang tidak ingin. Kamu yang tidak ingin berteman dengan aku. Bukan aku yang tidak ingin berteman dengan mu."

"Sekarang, kamu tolak aku saat aku ingin menikah dengan mu. Apa aku terlalu buruk di matamu sampai kamu-- "

"Cukup. Jangan dilanjutkan lagi. Kamu ingin aku menikah dengan mu, bukan? Baiklah. Aku akan menikah. Aku setuju dengan permintaan mu."

Manik mata yang baru saja berkaca-kaca langsung berubah cerah. "Benarkah?"

"Benarkah, kak Awan bersedia menikah dengan ku?"

Sontak, mata Wana langsung melebar. Nama itu akhirnya terdengar lagi. *Awan.* Nama yang sangat ia rindukan untuk di panggil. Sama seperti saat neneknya memanggil waktu dia masih kecil.

"B-- barusan, kamu ... panggil aku apa?"

Wajah bahagia Sinta sedikit berubah takut. "Aku ... panggil kak Awan."

"Maaf, aku tidak sengaja. Aku hanya-- "

"Gak papa. Lupakan saja."

"Lupakan?"

"Iya. Hm .... "

Wana memutar tubuhnya. "Tapi, jika kamu suka, kamu bisa memanggil aku dengan mama apapun. Aku tidak keberatan. Awan juga nama yang indah untuk di dengar."

Senyum manis langsung terkembang di bibir Sinta. "Baiklah. Aku panggil dengan nama itu mulai dari sekarang."

Sinta malah meraih lengan Wana dengan cepat. "Ayo! Masuk dan jelaskan kalau kamu siap menikah dengan ku."

"Tidak bisakah kamu yang menjelaskan sendiri? Aku banyak urusan yang harus aku kerjakan sekarang."

"Tidak akan lama. Hanya sesaat saja. Hanya butuh kata kamu setuju menikah dengan ku. Setelah itu, semuanya beres."

"Baiklah. Aku pasrah."

Merekapun kembali masuk ke dalam. Para orang tua sedang menunggu keputusan kedua anak tersebut dengan wajah yang masih sangat tegang.

"Jadi, kamu setuju menikah dengan Sinta, Wana?" Suara papa Wana terdengar tinggi.

"Iya. Aku setuju."

"Sinta. Kamu yakin untuk menikah dengannya?"

"Yakin, Om. Aku akan menikah dengannya."

"Apa alasannya, Sinta? Apa alasan kamu yang tiba-tiba meminta pernikahan di tukar dengan Wana? Padahal selama ini, hubungan kamu dengan Rama baik-baik saja, bukan?" Mama Wana angkat bicara.

"Alasannya .... " Sinta terlihat mempertimbangkan apa yang akan dia katakan. Pada akhirnya, dia memilih untuk menyembunyikan alasan tersebut. "Alasannya, nanti juga kalian akan tahu. Sekarang, aku tidak ingin mengatakannya. Biarlah hanya aku sendiri yang tahu alasan itu untuk saat ini."

"Tapi-- "

"Tante, mama, om, dan papa. Karena yang akan menjalani rumah tangga adalah aku, maka aku lah yang harus memutuskan. Sekarang, aku putuskan untuk menikah dengan kak Wana. Keputusan itu sudah bulat. Aku tidak ingin mengubahnya lagi."

"Kamu tidak akan menyesal, Sinta, dengan apa yang telah kamu putuskan? Tidak takut menyesal kamu, hm?"

"Tidak, Ma. Aku tidak akan menyesal. Sudah ku katakan kalau keputusan itu sudah bulat. Aku ingin menikah dengan kak Wana. Bukan dengan Rama."

Mereka semua terlihat sedikit kecewa. Tapi pada akhirnya, mereka dipaksa untuk menerima. Hembusan napas berat, dengusan, atau bahkan hanya sekedar tatapan lekat singkat yang datang bersama napas pelan pula terdengar. Sepertinya, keputusan yang Sinta ambil benar-benar tidak membuat hati para orang tua bahagia.

Tanggal pernikahan pun ditetapkan. Dua bulan dari sekarang. Sepertinya, itu waktu yang cukup singkat, cukup untuk menunggu ekspresi Rama di hari bahagia yang akan datang.

Sebelum mereka pulang, setelah kesepakatan ditetapkan dengan bulat, Sinta minta para orang tua tidak mengabari akan pilihannya itu ke dunia luar. Bahkan, dia minta pilihannya dirahasiakan dari Rama.

"Kenapa begitu? Kenapa harus dirahasiakan?"

"Karena aku ingin ini jadi kejutan buat Rama."

"Kejutan? Apalagi itu maksudnya, Sinta?"

"Kalian akan tahu nanti apa yang aku maksudkan."

Para orang tua bingung sekaligus penasaran. Namum, karena Sinta tidak ingin bicara, maka mereka mengikuti apa mau anak itu. Mereka setuju akan apa yang Sinta katakan. Mereka akan merahasiakan pilihan itu sampai hari besar itu datang.

*

"Sin, katanya, kemarin, tanggal pernikahan kamu ditetapkan? Kapan tanggalnya? Katakan dong sama kita. Biar kita tahu duluan dan bisa siap-siap dari sekarang." Liliana, teman Sinta berujar.

"Iya, Sinta. Aku penasaran, kapan nih tanggal pernikahan kamu sama Rama." Lusi pula angkat bicara.

Dua teman terdekat Sinta yang selama ini selalu berteman baik dengan gadis tersebut. Selama ini, mereka adalah teman yang paling Sinta percaya. Yang bisa dikatakan, tahu pahit manisnya perjalanan hidup Sinta dengan cukup baik.

Pertanyaan itu membuat Sinta langsung melepas napas berat. Sesaat terdiam, lalu gadis itu menyesap kopi yang ada di depannya. Iya, mereka sedang duduk di cafe saat ini. Para anak orang kaya sedang ngumpul bersama di cafe yang jadi tempat ngumpul terbaik buat mereka bertiga.

Lili menyipitkan matanya saat melihat ekspresi yang Sinta perlihatkan. "Sin, apa yang terjadi?"

"Hm ... apa tanggal pernikahannya masih lama, Sinta?" Lusi pula ikut bertanya.

"Bukan. Bukan tanggal pernikahannya yang masih lama. Tanggal pernikahannya cukup dekat. Itu hanya berjarak dua bulan dari sekarang."

"Dua bulan? Cukup untuk persiapan," ucap Lusi.

"Lah, terus?" Lili melontarkan rasa penasarannya. "Masalahnya apa, Sin? Aku lihat, kamu kek ada beban aja yang sedang kamu tahan saat ini. Padahal, pernikahan ini kamu yang sangat berharap, bukan?"

"Kalian tahu? Aku menukar calon suamiku."

"Apa!" Kompak, dua sahabat itu langsung berteriak keras sambil bangun dari duduk. Sontak, mereka bertiga langsung jadi pusat perhatian para pengunjung cafe yang ada di tempat tersebut.

"Apa yang kalian lakukan? Aduh .... " Sinta mengeluh sambil menutup sedikit wajahnya dengan satu tangan.

Kedua sahabatnya itupun langsung nyengir-nyengir tak enak pada pengunjung yang telah mereka rusak ketenangan tersebut.

"Maaf-maaf," ucap keduanya hampir serentak.

1
Dew666
😍😍😍😍
Soraya
lanjut
Anonim
Ayo dong thor buat sinta tau kalau wana sebenar nya udah suka dia dari dulu buat mereka benar benar bersatu,jangan biarin rama nanti ganggu sinta lagi
Anonim
Ayo dong sinta buat rahwana g merasa minder ayo buka topeng nya liat ketampanan nya
Patrick Khan
cuaca panas gerah ya wana😄😄
Patrick Khan
sah sahhhhhh
Anonim
Yah payah ni wana,sinta ngomong donk kalau kamu gapapa tidur sekasur
Anonim
Up lagi donk thor jangan kelamaan
Dew666
💎💎💎💎
Soraya
irit bgt ya thor lanjut
Anonim
Pelit banget sih thor up nya tambah donk
Soraya
Rama otaknya labil
Anonim
Lanjut up thor,semangat
Esti 523
harus lanjut ka jgn mamgkrak lho
Rani: eh, hehehe....
total 1 replies
falea sezi
😒 lama amat sinta nikah ma awan😒
perahu kertas
semangat terus ya kak
perahu kertas
Damn, Risa Risa ada ada saja akal bulus mu
ini juga satu dokter nya di byar brpa kmu sma Risa🙂‍↔️🙂‍↔️
Dew666
🪭🪭🪭🪭
Anonim
Lama banget sih up date nya thor,kapan sinta nikah sama ka awan thor jangan lama lama keburu rama sadar
Rani: sabar ya... sabar. aku up pelan. lagi gak fit soalnya.
total 1 replies
Dew666
🍭🍭🍭🍭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!