Setelah mengetahui fakta tentang penghianatan orang yang paling di cintai, Florin Eldes memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, namun di akhir hayatnya, seseorang yang begitu ia benci dan selalu ia siksa dengan sadis malah menangisi kepergiannya dan berharap ia tidak mati. " Kenapa kamu ingin menolongku? padahal aku sudah menyiksamu selama ini. bukankah kematianku adalah hal yang paling kamu inginkan..." Florin menutup matanya untuk terakhir kali setelah mengucapkan kalimat itu. Tapi di saat ia mengira ia sudah mati, ia Malah kembali ke malam dimana ia bertunangan dengan pria yang ia cintai sekaligus pria yang telah menghancurkan hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
membatalkan pertunangan
Para tamu berbisik bisik setelah mendengar ucapan dari perempuan yang mengatakan jika cincin yang diberikan Valir adalah palsu.
“ Ya benar sekali, setelah diperhatikan dengan detail, warnanya sangat mencolok, berbeda dengan cincin emas yang asli. Cincin itu membuatku sakit mata. Aku tak pernah melihatnya sebelumnya bahkan aku juga tak sudi memakainya.” Sahut salah seorang tamu dari arah lain.
Florin tersenyum miring mendengar ucapan para tamu, ia puas melihat ekspresi Valir yang mulai marah. Florin tahu, jika saat ini valir sedang menunggu untuk di bela habis habisan olehnya.
“ Kali ini kamu akan mendapatkan hinaan Valir.” Gumam Florin dalam hati dengan tatapan jahat.
“ Jangan berkata begitu pada calon tunanganku, ini pasti cincin asli, tunanganku tidak mungkin menipuku.” Ucap florin dengan nada lembut. Ia berusaha memainkan perannya dengan baik sebelum menyerang Valir.
“ Ah i..iya mana mungkin aku membeli cincin palsu di hari spesial ini. Kalian ada ada saja.” Jawab valir dengan terbata. Dia sangat gugup.
“ Tak kusangka selama ini kamu sangat pandai berbohong Valir.” Gumam Florin dalam hati.
“ Biasanya ada stempel angka di dalam cincin itu untuk membuktikan kalau itu emas asli atau bukan. Tolong seseorang cek saya tidak sudi jika nona muda terpandang menggunakan cincin palsu di hari pertunangannya.” Teriak salah seorang wanita diantara kerumunan para tamu.
Deg
Jantung Valir berdetak tak karuan, jika ia ketahuan membeli cincin emas palsu maka harga dirinya akan terinjak injak di malam itu. “ Aduh, bagaimana ini, tenangkan dirimu Valir, yakinlah kalau Florin akan membelamu."
Selang beberapa waktu Florin angkat bicara sambil menatap ke arah Valir. "Aku tidak percaya pada mereka valir, aku hanya percaya padamu.” Ucap florin dengan nada pelan. Ia berusaha menempatkan dirinya persis seperti di masa lalu sebelum akhirnya memainkan perannya yang sekarang.
Valir tersenyum senang saat mendengar ucapan Florin yang percaya padanya. “ Sesuai dugaanku, florin lebih percaya padaku.”
“ Florin, apa yang para tamu ucapkan benar. Sebaiknya buktikan dulu cincin itu asli atau palsu. Ini menyangkut harga dirimu nak.” Ucap Daniel yang berada tak jauh dari Florin. Kini semua mata tertuju padanya.
“ Sial, tua bangka itu malah ikut capur. Awas saja kamu.” Valir sangat kesal pada Daniel yang malah Kembali membicarakan tentang cincin palsu itu.
“ Baiklah jika ayah mengatakannya. Tapi aku yakin jika valir tak berbohong padaku. Kita akan lihat apa cincin ini palsu atau tidak. Jika palsu aku akan membatalkan pertunangan ini, dan jika ini asli aku minta semua orang yang menuduh valir harus minta maaf kepadanya.” Ucap Florin di hadapan semua orang yang hadir di sana.
Tentu saja ucapan Florin barusan membuat semua orang terkejut, yang mereka tahu Valir sangat di cintai oleh Florin. Tapi dengan gampangnya Florin akan membatalkan pertunangan jika cincin itu palsu.
“ Apa? Florin apa yang kamu katakan. Kamu akan membatalkan pertunangan jika cincin ini palsu. Florin apa kamu bersungguh sungguh?.” Tanya valir tak terima dengan keputusan florin yang menurutnya terlalu berani.
“ Aku mengatakan itu karena tidak mungkin kamu memberikan barang palsu padaku valir, jadi aku percaya kamu pasti tidak akan melakukan itu dan pertunangan ini akan berjalan seperti biasanya.” Ucap florin dengan tersenyum ke arah valir, ia tahu jika saat ini pria itu sedang ketakutan setengah mati dan Florin sangat puas.
“ Mati aku.” Teriak valir dalam hati. Sekarang ia benar benar terpojok.
“ Apa ada ahli perhiasan yang hadir di pesta ini? Saya harap siapapun itu tolong periksa cincin ini.” Ucap Florin.
Lalu tak butuh waktu lama, seorang pria menghampiri Florin dan mengatakan jika ia adalah pemilik toko emas terbesar di kota itu. Lalu meminta izin untuk memeriksa cincin tunangan itu.
Florin mengijinkannya, “ Silahkan diperiksa tuan Robert, saya ingin melihat cincin ini palsu atau asli.” Ucap Florin.
Sementara itu, kini keringat dingin bercucuran di dahi Valir, pria itu terlihat takut dan gugup. Ia tak menyangka jika Florin akan berbuat sejauh ini. Ia tak bisa mengelak lagi, cincin di tangannya telah di ambil alih oleh ahli perhiasan yang ada di hadapannya.
Pria itu memeriksa dengan teliti, ia melihat setiap bagian dari cincin itu tak ada satupun yang terlewatkan. “ Nona, saya sangat terkejut dengan kejadian ini, cincin ini seratus persen palsu. Banyak sekali yang diedarkan di pasar dengan harga lima puluh ribu. Tak ada stempel jumlah karat dari emas ini. Saya turut bersedih dengan kejadian ini.” Ungkap pria itu.
Semua orang yang ada di sana sangat terkejut. Tidak ada yang menyangka jika ini akan terjadi pada seorang nona kelas atas seperti Florin Eldes.
Dengan senyum senang yang disembunyikan Florin menghadap Valir yang terlihat sangat
gugup dan keringat dingin mengucur di pelipisnya padahal ruangan itu cukup sejuk. " Valir, apa yang dikatakan pak Robert benar? Kamu membeli cincin palsu di hari pertunangan kita?."
Valir menatap ke arah florin yang kini tengah menanyakannya.
Valir berusaha untuk menunjukkan ekspresi sedihnya seperti biasa untuk meluluhkan hati Florin yang tidak tega melihatnya seperti itu.
" Sayang, aku...aku sangat ingin membahagiakan mu. Kamu tahu sendiri kan aku tak punya tabungan jadi aku..."
" Uang, apartemen, usaha yang aku berikan kepadamu seharusnya cukup untuk membeli cincin emas asli. Kemana semua uang itu?." Tanya Florin dengan ekspresi mengintimidasi.
" Florin.." Valir tak menyangka jika florin akan mengatakan hal semacam itu kepadanya, bahkan dihadapan banyak orang. Selama ini Florin tak pernah tega menyebut semua itu dihadapan nya, tapi kali ini Florin terang terangan menyebut semua pemberiannya.
" Jawab aku Valir, apa semua itu tidak bisa membeli emas satu gram saja? Usaha yang kuberikan kepadamu memiliki keuntungan satu miliar setiap bulannya, aku pikir kamu akan memberikanku berlian bukan emas. Tapi aku selalu menghargai pemberianmu apapun itu. Tetapi kamu benar benar mengecewakan ku kali ini. Dan malam ini, dihadapan semua orang yang ada di sini aku Florin Eldes memutuskan pertunangan dan hubunganku dengan Valir Moigan. Kalian semua menjadi
saksi." Kini ekspresi florin berubah sembilan puluh derajat, ia yang semula masih tersenyum, kini menampakkan wajah datar dan dingin seolah kemarahan besar tersirat di balik sana.
Semua orang terkejut, berbisik satu sama lain dan tak menyangka jika segampang itu florin
memutuskan hubungan dengan pria yang begitu dia cintai. Semua orang tak habis pikir, namun aksi itu sangat mereka dukung. Di tambah lagi dengan kenyataan yang tak pernah mereka dengar, Valir ternyata hidup sebagai benalu pada Florin, semua harta kekayaannya dari Florin, usaha juga dan bahkan tempat tinggal.
" Wah berita yang sangat mengejutkan nona Florin, anda sangat kuat menyembunyikan semua kebusukan lelaki ini. Anda telah memberikannya kemewahan dan harta, namun untuk membeli cincin emas asli untuk anda saja dia tidak bisa. Keputusan anda memang tepat nona, jauhi pria tidak baik ini." Robert menggeleng gelengkan kepalanya sambil menatap remeh ke arah Valir.
Sementara itu, kini Valir hanya bisa menunduk, ia marah namun ia tak bisa. Ia tak berani mengangkat kepalanya untuk sekedar menatap Florin sekali lagi, tangannya mengepal, jantungnya berdegup kencang, kupingnya merah karena mendengar bisikan hinaan dari orang orang.
" Florin, ternyata ini balasan mu padaku. Aku kira selama ini kamu tulus membantuku tak
disangka kamu mempermalukan ku di hadapan semua orang malam ini." Terlihat senyum miring dari bibir Valir.
" Valir, selama ini aku hanya dibutakan oleh cinta, tanpa bisa melihat mana kawan dan mana lawan. Terimakasih, karna malam ini kamu sudah menunjukkan kepadaku dan semua orang siapa dirimu sebenarnya. Dan setelah ini jangan pernah muncul dihadapan ku lagi paham!." Dengan ekspresi datar, Florin meninggalkan ruangan itu, ia seakan tak punya beban, tersenyum kepada semua orang dan akhirnya benar benar lenyap di balik pintu besar aula bangunan mewah itu.
.
.
" Semuanya sudah berakhir." Gumam florin dengan pelan saat sudah berada di dalam mobil.
Sementara itu di dalam gedung, kini Valir sedang menahan diri untuk tidak terpancing, meskipun kemarahannya sudah di ubun ubun namun ia lebih memilih pergi dari tempat itu.
" Sial, wanita kurang ajar itu beraninya dia. Florin kamu akan membayar mahal untuk hari ini. Lihat saja akan ku balas perbuatan mu ini seratus kali lipat." Valir memukul mukul setir mobilnya dengan kuat, melampiaskan
kekesalannya yang tak tertahankan.
" Pertunangan gagal, hubungan berakhir, bagaimana aku bisa melancarkan rencana ku untuk menguasai semua harta kekayaannya." Valir berteriak frustasi di dalam mobil nya yang terparkir di basement. Bahkan mobil yang ia pakai sekarang adalah pemberian Florin.