seorang anak yang harus menjadi korban perceraian orang tua nya,hidup dengan nenek dan kakek dengan begitu banyak cemoohan dari orang orang maupun teman-teman nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pena merpati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 1
Aira Saputri 10 tahun yang duduk di bangku sekolah dasar,ayahnya bermana Rudi dan ibunya bernama Eka. Suatu ketika Aira dan kedua orang tua nya berkunjung ke rumah adik dari ayah nya karena pada saat itu adik dari ayahnya menikah lagi beberapa bulan lalu,jadi ia dan keluarga berkunjung untuk bersilaturahmi dengan suami adik dari ayahnya karena memang pada saat pernikahan bibinya Aira dan kedua orang tua nya tidak menghadiri karena sedang ada di Jakarta, saat sampai di rumah bibinya Aira pun menghampiri bibinya seranya mencium tangan bibinya dan menanyakan keberadaan sepupunya Tanti anak dari bibi nya
"Bibi di mana mbak Tanti."
"Dia di kamar kamu kesana saja ya ajak dia main."
"Baiklah aku ke kamarnya mbak Tanti dulu."
"Selamat datang ,mari masuk." Sapa bibi Ina
"Iya baiklah." Ucap Rudi
"Sebentar aku panggil kan mas Bambang."
Sambil menunggu kakak nya t
memanggilkan suami nya,orang tua Aira pun minum teh yang sudah di sediakan. Hingga beberapa saat bibi Ina pun datang dengan suaminya
"Ini mas suami ku,namanya mas Arif."
"Arif."
"Oh iya saya Rudi adiknya mbak Ina."
"Mari silahkan duduk ."
"Maaf saat pernikahan kalian saya tidak hadir karna memang sedang ada di Jakarta."
"Iya tidak apa." Sambil melirik ke arah ibu nya aira
Saat orang tua sedang berbincang Aira dengan sepupunya itu hanya bermain boneka di kamar dan bercanda gurau,hingga tak terasa waktu berjalan cepat dan Aira di panggil orang tua nya untuk di pulang.
"Aira nak ayo pulang ."ucap ayah Rudi
"Iya ayah."
"Salim dulu dengan paman dan bibi."
"Paman bibi Aira pulang dulu ya ,daa."
"Iya hati hati di jalan ya "
Saat sampai di rumah Aira pun ketiduran karena terlalu lelah bermain tadi.
Awalnya semua berjalan baik baik saja, tetapi suatu ketika ayahnya Aira akan kembali lagi ke Jakarta untuk bekerja Aira pun menangis. karena memang Aira sangat dekat dengan ayahnya di banding ibunya.
"Ayah kenapa harus balik lagi ke Jakarta,ayah di rumah saja Aira masih kangen ayah."
"Nak ,ayah harus bekerja cari uang buat sekolah Aira dan jajan Aira,nanti kalo ayah nggak kerja ga punya uang terus kalau Aira pengen jajan gimana."
"Tapi ayah haris cepet pulang ya"
"Iya nanti kalau mau lebaran ayah pulang"
"Tapi itu masih lama ayah".
"Ya Aira harus sabar,ayah berangkat dulu ya Aira yang pinter ya sekolahnya "
"Iya yah"
Setelah ayahnya berangkat Aira pun bermain sambil di temani oleh nenek nya, karena memang nenek dan kakek nya tinggal satu rumah dengan Aira.
Disinilah awal mula kehidupan Aira berubah,ketika sang ayah pergi ke kota untuk bekerja ibunya Aira Eka malah selingkuh dengan laki-laki lain yang sudah beristri dan juga sudah mempunyai anak,awal mula pertemuan Eka dan Andre adalah lewat handphone,pada saat itu ibu nya Aira sedang di rumah tetapi tiba-tiba handphone nya berbunyi menandakan ada yang sedang menelpon,saat di lihat itu adalah nomor asing dan akhir nya di biarkan tanpa di jawab sekalipun oleh ibunya Aira,tapi lama kelamaan karena merasa terganggu ibunya Aira pun mengangkat telepon itu.
"Halo dengan siapa"
"Benarkah ini dengan Eka"
"Iya saya sendiri,anda siapa ya"
"Saya Andre"
"Andre siapa ya,saya tidak kenal dengan anda jadi mohon untuk tidak menghubungi saya lagi".ucap Eka sambil mematikan panggilan telepon
"Siapa nak yang menelepon"
"Oh ibu,tidak tau mungkin salah sambung".
"Hemm,dimana Aira apa belum pulang dari sekolah"
"Belum bu mungkin sebentar lagi"
Aira memang masih duduk di kelas 4 SD,Aira adalah anak yang ceria dan crewet,tetapi Aira juga anak yang pemalu dia akan banyak bicara di saat ia merasa nyaman dengan orang sekitar.
Dan saat Aira pulang dari sekolah ia bersama temannya yaitu Santi,saat Aira sedang berjalan ia di panggil oleh teman laki-laki nya awal nya Aira enggan untuk menghampiri teman nya itu karena menurut Aira dia adalah anak yang nakal karena saat di rumah pun Aira sering di jahili oleh teman nya itu.
"Aira hei kemarilah". Ucap gilang
"Aira kau di panggil Gilang" ucap Santi
"Iya Aira kau di panggil,ada apa ya" ucap ana
"Biarkan saja,aku tidak ingin menghampiri nya"
"Baiklah terserah kau saja"ucap Santi
Saat Aira dan kedua temannya melanjutkan perjalanan untuk pulang Gilang malah menghampiri Aira dan memegang tangan Aira dengan kasar.
"Kamu apa an sih lang" ucap Aira
"Kamu yang apa an,di panggil dari tadi malah di abaikan,kamu punya telinga kan"
"Mau mu apa sih,aku ti gak mau ya berurusan sama kamu"
Tiba-tiba saja Gilang melihat Aira dengan tatapan sulit di artikan,dan
Brukkk
Aira tiba-tiba di dorong oleh Gilang dengan keras hingga lutut dan siku Aira berdarah
"Aira" ucap Santi dengan ana
"Gilang kamu apa-apa an sih".ucap Santi
Bukannya menjawab pertanyaan Santi gilang malah pergi begitu saja
"Ayo bangun Ir" ucap ana
"Hiks sakittt". Ucap Aira
"Sudah jangan nangis lagi,ayo kita lanjut pulang saja harus segera di obati lukamu agar tidak infeksi"ucap ana
Setelah sampai di rumah Aira pun di sambut oleh nenek dan ibunya
"Loh Aira kenapa nangis" ucap nek Siti
"Aira didorong Gilang nek,lihat Sampai berdarah"
"Dasar anak itu , sudah jangan nangis nanti biar nenek marahi dia".
Dan benar saja saat nek Siti melihat Gilang pulang sekolah pun langsung memanggil Gilang .
"Hei kau apakan cucuku sampai dia menangis begini haa"
Gilang yang merasa dirinya akan di marahi pun langsung berlari.
Tak terasa sudah 3 bulan Rudi di Jakarta ,dan tak terasa makin hari sikap Eka pun berubah dia lebih sering memegang ponsel dan sering bertukar kabar dengan laki laki asing yang pernah menelepon nya,entah sudah sejauh apa hubungan mereka hingga suatu saat Eka membicarakan tentang Andre yang mengajak nya bertemu
"Bu aku punya kenal an ,dan dia mengajakku bertemu".ucap Eka
"Siapa?"
"Namanya Andre ,dia seorang mandor proyek Bu,bagaimana apa boleh aku menemuinya".
"Eka apa kau sadar kau itu sudah punya suami bahkan kau sudah punya Aira ingat itu,lalu kenapa kau malah ingin bertemu laki laki lain sama saja diri mu itu selingkuh Eka"
"Bu Eka hanya bertemu saja tidak lebih"
"Eka ada apa dengan mu,kenapa kau jadi seperti ini".
"Aku tidak perduli Bu aku akan tetap menemui Andre"
Hingga akhir nya Eka pun pergi menemui Andre,dan saat pulang Eka pun membawa makanan yang katanya di belikan oleh laki laki tersebut untuk orang tua nya dan anak nya Aira.