NovelToon NovelToon
Scripted Love: Menikahi Musuh Bebuyutan

Scripted Love: Menikahi Musuh Bebuyutan

Status: tamat
Genre:Menikah dengan Musuhku / Live/Variety Show / Showbiz / Nikah Kontrak / Model / Enemy to Lovers / Tamat
Popularitas:13.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Satu skandal, dua musuh bebuyutan, dan 24 jam kamera yang menyala.
Sienna Rose, seorang supermodel papan atas, mendadak dihujat publik dan dituduh menjadi simpanan sugar daddy. Di waktu yang sama, Declan Bryer, aktor internasional berwajah sedingin es, tersandung skandal orientasi seksual. Demi menyelamatkan karier bernilai jutaan dolar, manajemen mereka memaksa keduanya bergabung dalam reality show pernikahan palsu, We Got Married.
Publik mengira mereka pasangan serasi yang romantis. Namun di balik layar, saat kamera mati, mereka adalah musuh bebuyutan masa kecil yang saling membenci! Sanggupkah Sienna menahan diri untuk tidak mencakar Declan di depan kamera? Dan apa yang terjadi saat masa lalu yang belum usai serta rahasia besar keluarga mereka perlahan mulai terkelupas di tengah sandiwara ini?
"Kurangin manjanya di depan kamera. Geli gue dengernya." — Declan Bryer.
"Pikir gue sudi?! Lo itu cuma kanebo kering, Declan!" — Sienna Rose.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20: Batas Terlarang dan Cemburu yang Membakar

​"Lo bener-bener mau bikin gue gila ya, Sienna Rose?"

​Suara bariton Declan terdengar begitu parau dan dingin begitu daun pintu kayu jati kamar mereka tertutup rapat. Belum sempat Sienna mencerna arti kalimat itu, terdengar bunyi klik yang nyaring saat Declan memutar kunci pintu dari dalam, mengunci mereka berdua dalam keheningan kamar yang remang-remang.

​Sienna berbalik, berniat membalas dengan omelan cegil andalannya. "Heh, Kanebo kaku! Maksud lo apa ngomong kayak—"

​Sret.

​Kalimat Sienna terputus di udara. Tanpa aba-aba, Declan melangkah maju dengan kilat mata yang dipenuhi emosi membara yang sejak sore tadi dia tahan. Tangan kekarnya bergerak secepat kilat menyusup ke belakang kepala Sienna, mencengkeram tengkuk cewek itu dengan kuat namun penuh kehati-hatian, lalu menariknya dalam satu sentakan dominan.

​Detik berikutnya, bibir Declan sudah menempel sempurna di atas bibir Sienna.

​Sienna membelalak syok, napasnya tertahan di tenggorokan. Ini bukan ciuman manis atau sekadar akting di depan kamera seperti yang biasa mereka lakukan. Ciuman kali ini terasa begitu penuh tuntutan, kasar, dan dipenuhi oleh rasa cemburu yang teramat pekat—seolah-olah Declan sedang meluapkan seluruh amarah dan ketakutannya yang terpendam sejak melihat Edrick mendekati Sienna di pinggir kolam tadi.

​Declan melumat bibir ranum Sienna tanpa ampun, memperdalam pagutan mereka hingga tubuh mungil Sienna terdesak mundur dan terhimpit di antara dada bidang Declan dan daun pintu yang dingin. Embusan napas Declan yang memburu terasa hangat di wajah Sienna, mengirimkan gelombang sengatan asing yang membuat seluruh persendian cewek itu mendadak lemas bagai jeli.

​"Mmph... Dec..." Sienna melenguh di sela-sela ciuman, mencoba memprotes, namun Declan justru semakin mempererat cengkeramannya di tengkuk Sienna, menuntut kepasrahan total dari cewek di depannya.

​Setelah beberapa detik yang terasa seperti satu keabadian yang intens, Declan perlahan menjauhkan bibirnya hanya beberapa milimeter, menyisakan jarak yang sangat tipis hingga ujung hidung mereka saling bersentuhan. Napas keduanya memburu, saling berkejaran di udara kamar yang sunyi.

​"Gue udah bilang kan sama lo?" bisik Declan, suaranya terdengar sangat rendah, bergetar karena emosi yang meluap-luap. Tatapan matanya yang tajam mengunci sepasang mata kucing Sienna yang kini tampak sayu dan basah. "Jangan pernah terpengaruh sama bajingan itu. Jangan pernah lo berani-berani natap mata dia kayak tadi siang, Sienna."

​Sienna mencengkeram kerah kemeja Declan yang masih agak lembap, mencoba mengumpulkan kesadarannya yang sempat terbang entah ke mana. "D-Declan... lo... lo kenapa sih? Kenapa lo se-emosi ini? Itu kan cuma—"

​"Cuma apa?! Cuma masa lalu?!" potong Declan cepat, rahangnya mengeras dengan urat-urat leher yang menegang. "Lo gak tahu apa-apa tentang apa yang udah dia rebut dari gue, Rose. Edrick... bajingan itu selalu ngambil semua wanita yang berharga di hidup gue. Selalu."

​Sienna tertegun, rasa marahnya mendadak surut digantikan oleh rasa penasaran dan kebingungan yang mendalam melihat sisi rapuh Declan yang tertutup amarah. "Maksud lo... apa?"

​Declan memejamkan matanya sesaat, mengembuskan napas panjang yang terasa menyakitkan sebelum kembali menatap Sienna dengan tatapan posesif yang mutlak. "Dulu... dia ngerebut nyokap gue dengan uang keluarganya. Dan sekarang, setelah gue berhasil dapetin lo di samping gue... gue gak bakal biarkan dia menyentuh atau ngambil lo lagi dari hidup gue. Gak akan pernah, Sienna. Lo milik gue."

​Mendengar pengakuan yang begitu jujur dan penuh luka dari bibir pria kaku ini, jantung Sienna berdegup dua kali lebih cepat hingga rasanya mau copot. "Dec... lo..."

​Sebelum Sienna sempat menyelesaikan kalimatnya atau mencerna arti kata 'berharga' dari ucapan Declan, pria itu sudah kembali menundukkan kepalanya. Kali ini, ciumannya jauh lebih brutal, menuntut, dan penuh rasa kepemilikan yang menggebu-gebu. Declan melumat bibir Sienna seakan-akan ingin menegaskan pada dunia—dan pada Edrick yang berada di lantai bawah—bahwa cewek ini adalah teritorinya yang tidak boleh diganggu gugat oleh siapa pun.

​Sienna yang masih dalam kondisi fisik tidak prima karena flu mendadak merasa pandangannya berputar. Pasokan oksigen di paru-parunya menipis dengan drastis akibat serangan bertubi-tubi dari Declan.

​Dug! Dug! Dug!

​Sienna mulai memukul dada bidang Declan dengan sisa-sisa kekuatannya, mencoba mendorong tubuh kekar pria itu menjauh karena dia benar-benar sudah kehabisan napas dan merasa kepalanya pening.

​Merasakan pukulan itu, Declan akhirnya melepaskan tautan bibir mereka dengan perlahan. Dia menarik kepalanya mundur, menatap Sienna yang kini langsung terbatuk-batuk kecil sambil menghirup udara sebanyak-banyaknya dengan wajah yang merah padam sampai ke leher.

​Declan memperhatikan wajah berantakan Sienna, lalu sudut bibirnya perlahan terangkat tipis, membentuk senyuman miring khasnya yang sangat menyebalkan. Rasa frustrasi dan cemburunya mendadak menguap, digantikan oleh keinginan untuk menjahili cewek cegil di depannya ini.

​"Baru digituin aja udah mau pingsan," ejek Declan dengan nada meremehkan, suaranya kembali terdengar ketus dan menyebalkan seperti Kanebo kering biasanya. "Lagian, lo itu gak jago ciuman banget ya? Gak bisa napas lewat hidung apa?"

​Sienna yang baru saja berhasil menstabilkan napasnya langsung melotot galak, jiwa cegilnya kembali meronta dengan kekuatan penuh. "Heh!!! Lo itu yang nyiumnya kayak orang kesurupan, ya! Main nyosor aja kayak angsa tetangga! Lagian gue kan lagi flu, hidung gue mampet sebelah tahu gak! Mana bisa napas lancar!" amuk Sienna sambil memegangi bibirnya yang terasa sedikit bengkak dan berdenyut hangat.

​Declan terkekeh pelan—suara tawa yang sangat jarang terdengar namun terdengar sangat seksi di telinga Sienna. Dia melepaskan cengkeramannya dari tengkuk Sienna, lalu berjalan santai menuju tempat tidur, merebahkan tubuh tingginya di atas kasur dengan tangan yang dijadikan bantalan kepala.

​"Makanya, kalau belum pinter, latihan lagi sama gue. Jangan sok-sokan mau nantangin Maura atau Edrick di depan kamera kalau dicium suaminya sendiri aja langsung lemas kayak tripleks kena air," sindir Declan lagi tanpa dosa, matanya terpejam santai seolah-olah tidak baru saja melakukan aksi brutal yang membuat jantung Sienna hampir meledak.

​Sienna mengepalkan tangannya gemas, berjalan mendekati tempat tidur dengan tampang ingin menerkam Declan hidup-hidup. "Declan Bryer!!! Gue bener-bener bakal hancurin muka sok ganteng lo itu besok pagi, ya! Lihat aja lo!"

​"Tidur, Sienna. Berisik," sahut Declan pendek tanpa membuka matanya, namun tangan kirinya diam-diam menepuk sisi kasur di sebelahnya, memberikan ruang kosong yang hangat untuk Sienna tidur di dekatnya malam itu.

​Sienna hanya bisa menggerutu panjang pendek sambil merangkak naik ke atas kasur, membungkus dirinya sendiri dengan selimut tebal di sisi paling ujung. Namun, di dalam keheningan malam kamar mereka, Sienna tahu... dinding pertahanan hatinya malam ini sudah runtuh sepenuhnya oleh rasa cemburu seorang Declan Bryer.

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Baca marathon akhirnya End juga... 👍
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak🙏🙏🙏
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Oowhh bukan Satria Toh pelaku utamanya.. padahal sudah nuduh Dia tad tapi ternyata Asisten dan Agensi lain.i.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Feeling Aku sih pelakunya si Satria, apa lagi tadi terlambat masuk pas yang lain sudah ngumpul dan semua petunjuk mengarah ke dia karna sejak awal dia ga suka denganDeclan.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Thor kenapa panggilan Declan sama Siena masih pake Lo Gue... padahal kan udah nikah, di kirain bakal di ganti Aku Kamu lebih mending enak di denger halus.🙏

Atau sekalian saja pake sebutan Sayang, Honey biar lebih romantis.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Siena protes mulu perasaan, sekali² bales lah Dec biar Dia ga ngerasa di cintai dan di posesifin terus sama kamu makanya ga tau rasanya Cemburu.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Coba bales aja Dec kamu deketin perempuan lain dengan ngobrol boasa di depan Siena, tar lihat gimana reaksinya bakal tetep cuek apa cemburu... biar Dia ngerasain juga kalau cemburu rasanya gimana.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
terus apa kabar dengan kedua musuh Siena Declan... niihh, ga kedengeran si Edrick dan si Maura kemana plus gimana kehidupannya.😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Hmmm... Good para Orang Tua gercep.👍👏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Lah Bapaknya Siena Ketua mafia tapi kenapa bisa kecolongan hanya karna seorang Maura yang ga punya kekuatan apa²... emang yang ngasih info Siena jatuh ke jurang cuma liatin aja tah tapi ga gercep instingnya sebagai pengawas bayangan.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: Iya sih, Harab Maklum karna pengawal bayangan juga manusia ada lengahnya.🤭🤭
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Nah gitu kek jujur awal mula masalah kalian jadi sedikit lebih ringan kan jadinya dengan hubungan kalian... teruuusss sekarang ga harus Akting yerlalu di buat² lagi karna bisa dengan natural aja pasti lebih bisa buat ngalahin tuh si Edrick dengan Maura.
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Mudah²an komflik di dalam ceritanya ga berat² alnya Aku suka males kalau ujung² musuh yang lebih bahagia dan bikin esmosii.🤣✌️🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: Awas saja tar kena Aku seruduk lho Thor kalau kepalaku sudah berasap.🤣🤣🤣
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kalau kamu takut Siena terluka lagi harusnya kasih tau biar bisa nyari jalan keluar dan hadepin bareng² atau siaga Declan beda lagi kalau dia ga tau malah masalahnya lebih ruwet... Dan Siena kalau kamu mau masuk dalam kehidupan Declan dan ngerasa perlu atau bersedia buat jadi pendengarnya harus usahakan cara bicaramu pada tempatnya dulu bukan dengan marah² dan ketus karna yanga ada Declan ga bakal buka suara sedang kamu saja ga bisa ambil kepercayaannya dengan sikapmu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Iiiihhh autor sampe soal pribadi di ajuin juga, depan umum lagi banyak yang liat.🫣

Perlu sapu ga Thor buat bantu bersihinnya biar ga Ngeres kemana².😁✌️
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Hah... Siena padahal.kamu sendiri yang duluan sok²an jual mahal semua di sangkut pautin dengan Akting dan giliran di balas ketus sama Declan malah ngerasa jadi korban karna terluka sama jawabannya... hadeuuhh makanya kalau jangan sok jual, gaya mahal seolah ga butuh bantuan dia dan nuduh buruk mending diem saja.

Komunikasikan juga sama Declan tentang kesalahan mu dulu kalau memang kamu salah jangan gengsi di gedein.🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Sanfok dengan kata HANCUNG itu suara bersih atau apa Thor.🤔

karna biasanya yang Aku sering denger dan lumrah bunyinya HATCIIHHH.🤭✌️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: Oowwhh .. untung Aku ga sampe salfok sama dengan HANGC*T... Thor ya Ampuunn.🤣🤣🤣✌️🫣
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Wkwkwkk Kenapa ga di komunikasikan biar jelas kesalah pahaman dulu mungkin bisa terbuka dan ga bikin kalian menjauh lagi dengan batasan.🤭🤭

Tapi ngomong² siapa nih Edrick.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Jangan marah² mulu Dec tar darah tinggi kan repot... harusnya di sayang² kek.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Lah kalau cinta ngapain di tutupin pake benci segala... mending di ungkapin aja Declan.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: Iya jadi pengen di getok biar Tunjukin aja langsung tanpa harus sembunyiin lagi.😁😁
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
baru Mampir bab awal sudah berantem... moga² mah ga bikin darting, Maaf Thor bercanda.😁✌️
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Ayusha
herman, perasaan gada romantis2 nya /Sleep/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!