NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Misi Menjadi Istri Jahat

Transmigrasi: Misi Menjadi Istri Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Wanita
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Pena Digital

Menjadi editor sebatang kara itu membosankan, tapi dirampok sampai pingsan dan pindah ke dunia novel? Itu diluar nalar!

Lin Xia Yi bertransmigrasi menjadi Lin Xia Mei, wanita yang akan tewas karena cinta buta suaminya, Wei Zhu Chen. Untuk bertahan hidup, ia harus menurunkan tingkat rasa suka Wei Zhu Chen dari 99% ke 20%.

Bersama sistem berwujud kucing imut bersayap bernama Bao, Lin Xia Yi akan memulai misi demi kembali ke dunianya serta membawa pulang hadiah yang menggiurkan.

Hadiah menggiurkan menanti, tapi nyawa taruhannya. Siapkan camilan favoritmu dan temanilah Lin Xia Yi sampai akhir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Digital, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

002~ Angka Naik Turun

...----------------Author Pov----------------...

"Nyonya, sarapan sudah siap." panggil Bibi Yu Si dari luar kamar.

Lin Xia Mei tidak menyahut, ia merapihkan rambutnya lalu melenggang ke luar kamar.

"Kalau sudah memanggilku kenapa masih disini?!" tanya Lin Xia Mei setengah membentak dan menatap kesal Bibi Yu Si

"Nyonya, maaf. Saya kira Nyonya belum bangun." jawab Bibi Yu Si ketakutan, ia menundukkan kepala tatkala tatapan Majikannya tidak ramah.

"Cih," Lin Xia Mei berdecih lalu pergi meninggalkan Bibi Yu Si yang masih menunduk ketakutan.

Bibi Yu Si mengangkat keAyahnya dan memandangi punggung Lin Xia Mei yang kian menjauh.

"Kenapa Nyonya berubah ya? Dulu Nyonya itu sangat baik dan lembut. Tidak seperti yang sekarang." gumam Bibi Yu Si.

Tidak mau pusing terus menerus, Bibi Yu Si segera menyusul majikannya sebelum kena semprot lagi.

"Bi, kau sudah bosan bekerja disini?!"

Bibi Yu Si langsung berlutut, Wei Zhu Chen dan Wei Ji Xiang terkejut saat Lin Xia Mei tiba-tiba membentak ART-nya.

"Maaf Nyonya."

"Aku kan sudah bilang, setiap pagi aku mau makan sambal atau makanan pedas lainnya!"

Jantung Bibi Yu Si berdegup kencang, sungguh ia lupa akan hal ini.

"Lihat masakanmu, hambar dan tidak sedap dipandang. Kalau sudah tidak mau bekerja disini, silahkan pergi!"

Wei Zhu Chen menatap Lin Xia Mei.

"Sayang, tidak perlu sampai memarahinya seperti ini." kata Wei Zhu Chen mencoba menenangkan Lin Xia Mei.

"Diam! Kenapa kau membela pembantu sialan itu, hah? Kau menyukainya?!!"

Wei Ji Xiang menatap Lin Xia Mei sekilas kemudian beralih menatap Bibi Yu Si.

"Ibu, Bibi Yu Si sudah tua, mana mungkin Ayah tertarik padanya.." bela Wei Ji Xiang.

"Kau juga diam!" bentak Lin Xia Mei.

"Lin Xia Mei, jangan bentak Wei Ji Xiang. Dia tidak salah apapun."

"Cih, ayah dan anak sama saja. Sama-sama menyebalkan, tidak berguna!"

Lin Xia Mei membanting sendok ke lantai lalu pergi dari ruang makan.

"Bi, bangunlah." titah Wei Zhu Chen.

Bibi Yu Si bangkit dan menitikkan air mata.

"Maafkan saya Tuan, saya sungguh lupa pada kebiasaan baru Nyonya. Biasanya Nyonya suka makanan seperti ini dan kurang menyukai makanan pedas. Saya lupa, mohon maafkan saya."

Wei Zhu Chen mengangguk pelan.

"Aku paham, kembalilah bekerja."

Bibi Yu Si segera ke belakang untuk merapikan dapur.

"Wei Ji Xiang, makanlah. Setelah ini Ayah antar ke sekolah."

Wei Ji Xiang mengangguk, wajah tampannya memang sangat mirip dengan Wei Zhu Chen.

"Ayah, apakah Ibu tidak menyukaiku?" tanya Wei Ji Xiang dengan mata berkaca-kaca.

"Tidak seperti itu, Wei Ji Xiang. Ibumu sepertinya sedang ada masalah. Ingatlah, dulu Ibumu sangat menyayangimu, maka seterusnya akan seperti itu."

Wei Ji Xiang mengangguk, jawaban Ayahnya sedikit menenangkan hati Wei Ji Xiang yang sedang patah.

Di kamar...

"Astaga, aku sangat lapar." gumam Lin Xia Mei, ia duduk di balkon kamar.

Tidak berselang lama ia melihat mobil mewah Wei Zhu Chen melaju keluar, sepertinya langsung mengantar Wei Ji Xiang jika berangkatnya sepagi ini.

Wei Zhu Chen adalah seorang pengusaha yang sukses dan produknya sedang naik daun saat ini, ia memiliki beberapa pabrik yang letaknya tidak dalam satu wilayah. Masing-masing pabrik mengolah produk yang berbeda dan Wei Zhu Chen suka turun ke lapangan untuk mengecek kinerja karyawannya.

Dalam satu bulan omset dari bisnisnya bisa mencapai puluhan juta Yuan, laba bersihnya bisa sampai 20% dari omset keseluruhan. Tentu pendapatan sebesar ini sangat memanjakan mata seorang wanita, termasuk Lin Xia Mei.

"Inang, jangan lupa memberi asupan gizi untuk tubuhmu. Bao mendeteksi berat badanmu turun lagi hari ini." kata Bao mengingatkan.

"Iya, sebentar lagi aku makan. Aku baru saja memarahi semua orang, malu kalau langsung makan, hihi."

"Semangat, inang. Semakin hari kamu semakin pandai berbuat jahat."

"Kau tau? Ini pujian yang menyakitkan, Bao." kata Lin Xia Mei sambil menghela napas.

"Oh iya, rasa suka Wei Zhu Chen sudah berkurang belum?" tanya Lin Xia Mei.

"Bao menjawab, ini kabar buruk. Rasa suka Tokoh Utama Pria tidak turun sama sekali, malah naik satu poin."

Lin Xia Mei terbelalak.

"Bagaimana bisa naik? Tadi pagi aku sudah memarahi semuanya termasuk Wei Ji Xiang." tanya Lin Xia Mei tidak percaya.

"Tingkat rasa suka Tokoh Utama Pria sudah hampir mencapai 100 persen, dia sudah sangat mencintai tokoh utama wanita, sulit menurunkannya. Bahkan setelah kamu memarahi semuanya, dia justru menganggap kamu sedang stress dan meluapkannya pada mereka, baginya itu bukan murni marah."

Lin Xia Mei terduduk lemas.

"Buang-buang tenaga saja."

"Bao, apakah rasa sukanya kembali naik dan sekarang tetap 98%?" tanya Lin Xia Mei.

"Betul, kembali seperti semula saat kamu baru bergabung." jawab Bao.

"Hahhh, sangat membuatku stresssssssss!" rengek Lin Xia Mei.

"Inang, sepertinya kamu harus mencari cara lain agar lebih jahat, tidak melulu membentak."

"Bao, aku tidak terbiasa jahat pada orang. Aku marah-marah setiap saat saja sudah menguras energi."

"Inang! Tokoh utama pria datang." ujar Bao, setelah itu ia menghilang.

"Eh? Bukannya sudah berangkat?"

Lin Xia Mei berdiri dan benar saja mobil Wei Zhu Chen datang kembali ke rumah.

"Benar-benar pulang."

Wei Zhu Chen masuk ke kamar dan melihat Lin Xia Mei sedang duduk di balkon kamar, ia berjalan menghampiri.

"Kenapa pulang?" tanya Lin Xia Mei tanpa menoleh.

"Aku membelikanmu makanan dengan saos ekstra pedas," jawab Wei Zhu Chen, ia berdiri disamping Lin Xia Mei dan menunjukkan kantong plastik yang dibawanya.

"Bibi Yu Si akan memasak makanan baru untukmu, sementara itu makanlah yang ku bawa ini untuk mengganjal perut." lanjutnya.

Lin Xia Mei meneguk ludah, aroma makanan yang dibawa Wei Zhu Chen sungguh menggelitik hidungnya. Namun ia langsung menatap Wei Zhu Chen dengan tatapan sinis.

"Boros sekali."

"Tidak, untukmu apapun akan ku berikan. Makanlah, jangan sampai sakit."

Sebuah ide melintas.

Lin Xia Mei mengambil makanan itu dari tangan Wei Zhu Chen, tentu hal ini membuat Wei Zhu Chen sumringah, ia membuka bungkus makanannya, aroma roti abon sapi yang sangat lezat. Lin Xia Mei berdiri lalu melempar makanan itu tanpa aba-aba. Kamarnya terletak di lantai 2, makanan itu berserakan diatas permukaan rumput.

Senyum Wei Zhu Chen memudar, ia menatap Lin Xia Mei dengan sedih.

"Cih, pagi-pagi sudah boros. Makanannya bau busuk!"

Jangankan ucapan terima kasih, ia bahkan tidak menyentuh melainkan membuang makanan darinya. Lin Xia Mei sama sekali tidak menghargai perhatian Wei Zhu Chen.

"Hari ini aku tidak ingin di ganggu. Nanti malam kau tidur di kamar tamu, aku ingin pisah kamar."

"Tidak. Aku menolak." tolak Wei Zhu Chen tegas.

"Terserah kau setuju atau tidak. Ingat Wei Zhu Chen, aku yang menemani dan memberikan modal padamu sampai sukses seperti ini. Di rumah ini aku juga bisa mengambil keputusan."

Lin Xia Mei berdiri memunggungi Wei Zhu Chen.

"Aku sudah bosan padamu," ucap Lin Xia Mei dengan santai lalu ia melenggang pergi ke luar kamar, meninggalkan Wei Zhu Chen yang memaku memikul rasa kecewa.

"Bao," panggil Lin Xia Mei dengan suara hati.

"Bao hadir, inang."

"Apakah ada penurunan angka?"

"Ya, selamat Inang. Rasa suka tokoh utama pria mengalami penurunan satu poin."

Lin Xia Mei merasa lega. Kini angka rasa suka Wei Zhu Chen sudah 97 persen.

"Apakah caraku tadi sangat cerdas, Bao?"

"Lumayan. Tapi tidak efisien." jawab Bao.

Sungguh jawaban yang membuat Lin Xia Mei merasa payah.

1
SENJA
aaaah bawang 😌
SENJA
aaah pelit lu , itu udah sampe jadi public enemy poin ga nyampe 1000😌😤
SENJA
waaah panen poin lagi 🤣
SENJA
wakaka ga bisa mantau🤣
SENJA
wakaka sadis jawabannya🤣
SENJA
bapak lu ke rumah sakit
SENJA
susah juga ya, agak psikopat nih cowo😳😤
SENJA
bucin banget dia 😤
SENJA
heh! lu jangan bikin gw bete lu pelit 🤮🤮
SENJA
baik banget 🤭
SENJA
addduh 😑
SENJA
addduh jangan luluh 🤣 jahatin anak itu sarana nurunin rasa suka 🤣
SENJA
yaaaah lumayan lah
SENJA
yayaya. .sabar sama bodoh itu betissss banget🥺
SENJA
jadi tontonan kaya gitu cuma 20 poin ciiih
SENJA
provokator tapi pelit lu 😤
SENJA
lama2 kok kesel ama bao kok pelit banget poin ihhh gila kali
SENJA
yaelaaah cuma 1 persen 😤
SENJA
lu pasti bakal diomelin terus deh 😅
SENJA
pasti ngeselin deh 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!