Kisah seorang anak perempuan yang selalu mendapatkan ketidakadilan dari sang ibu. gadis itu sering di bandingkan dengan saudara saudara nya sendiri. karena tuntutan ibunya, Lusiana harus terjun menjadi wanita malam, di sebuah club ternama di kota.
bagaimana car gadis itu bertahan dari keras nya dunia. apakah gadis itu mampu bahagia, atau malah sebaliknya?? ikuti kisah Lusiana sekarang juga!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.2
Kukuruyuk...... Bunyi suara ayam, mulai terdengar di telinga Lusi. Bahkan gadis itu mengerjapkan mata nya saat melihat sinar mata hari yang mulai masuk di celah jendela nya itu.
"Sudah pagi saja." gumam nya dengan suara serak khas bangun tidur.
Langsung saja gadis itu masuk ke dalam kamar mandi, dan langsung membasuh wajah nya itu. Tak lupa pula menyikat gigi nya agar tak ada bau saat berbicara.
"Selamat pagi dunia tipu tipu." ucap nya dengan terkekeh kecil.
Gadis itu langsung membersihkan tempat tidur nya terlebih dahulu. setelah itu, dia akan pergi ke pasar untuk melihat lihat sayuran yang akan di masak nya nanti.
Lusi yang sudah siap dengan pakaian sederhana nya, dan tak lupa masker penutup wajah nya saat ini, karena dia malas untuk memakai make up saat berpergian. Jadi solusi yang tepat adalah memakai masker wajah.
"Mau kemana kamu lus?" tanya lili yang ternyata sudah bangun dan lagi menjemur pakaian di depan kost nya.
"Eh, kaget aku li. Aku mau ke pasar, liat liat sayuran." ucap gadis itu yang memberitahukan tujuan nya.
"Tumben rajin mau masak, biasanya mie dan telur terus." sindir lili yang tau makanan sehari hari Lusi di kostan nya.
"Heheh, lagi sedikit ada pegangan uang. Pengen makanan yang bergizi." ucap gadis itu dengan cengengesan. Tentu saja lili tau, bahwa semua gaji gadis itu diberikan untuk orang tua nya. Dan Lusi harus berhemat hemat dengan makan yang seadanya saja.
"Bagus lah, oh ya nanti aku titip sayur bayam ya lus, lagi mager buat keluar. Jadi aku titip aja. Ni uang nya." ucap nya yang memberikan 50 puluh ribu untuk gadis itu.
"okey li, aku berangkat dulu ya. Takut kehabisan sayuran pesanan kamu."
"Okey, ehh tunggu lus."
Lusi yang ingin berjalan kaget dengan teriakan teman nya itu.
"Kenapa li?" tanya nya dengan raut wajah bingung.
"Bawa aja motor ku lus, kamu pasti cape jalan kaki."
"Eh, ga usah li. aku jalan saja. Lagi pula tempat nya dekat kok."
"Jangan nolak. lumayan jauh pasar nya."
"Tapi li...
"Ni kunci nya. Udah pake aja, gausah ga enakan."
Lusi menghela nafas berat nya, lili teman kerja nya yang begitu baik sampai saat ini. gadis itu selalu banyak menolong nya. Dan bahkan saat ini, gadis itu meminjamkan motor nya untuk di pakai ke pasar.
"Terima kasih ya li."
"Sama sama, hati hati ya."
Lusi mengendarai motor nya dengan sangat pelan. Dia sedikit takut bila motor tersebut rusak. Sambil mengendarai motor nya, gadis itu tampak melamun seketika. Perkataan chat orang tua nya, membuat nya benar benar merasa tertekan. dari mana dia uang untuk mengirim ke kampung nya. Sedangkan saat ini saja, makan nya harus hemat hemat.
"Tin.... suara klakson mobil terdengar keras membuat Lusi tersentak dari lamunannya
"Astaghfirullah." ucap nya dalam hati saat melihat mobil mewah itu berada di belakang nya.
dengan bergegas Lusi langsung melajukan kendaraannya, dan langsung menuju ke pasar. Sedangkan orang yang berada di dalam mobil tampak kesal dengan kecerobohan gadis itu dalam mengendarai sepeda motor nya.
"Apakah kau tak becus mengendarai mobil nya?" ucap pria dingin itu dengan wajah kesal nya.
"Tuan maaf, tadi ada motor di depan, jadi kita berhenti mendadak."
"Ckck, apakah kau tak bisa mengendarai mobil?" tanya pria itu dengan tatapan tajam nya.
"Maaf tuan, saya pasti akan berhati hati lagi." ucap supir nya yang merasa takut dengan tatapan pria itu.
"Hmmm, jalankan mobil nya!" perintah nya dengan nada tegas karena hari ini ada meeting mendadak.
"Baik tuan."
****
"Bu punten ini berapa ya?" tanya Lusi kepada penjual sayuran.
"Sepuluh ribu aja neng, murah murah ini. Segar segar juga sayuran nya."
Dengan Bergegas Lusi memilih yang lebih bagus, dan lebih terlihat segar.
"saya ambil dua ya Bu. Jadi lima belas ya Bu?" tawar Lusi kepada penjual sayuran itu.
"Udah segitu harganya neng. Jadi 20 RB."
"Boleh ya Bu di tawar, jadi 15 RB aja?" ucap nya yang mencoba merayu sang penjual.
Bagaimana bisa gadis itu menjadi cukup akrab dengan para penjual, dan mendapatkan tawaran sesuai dengan harga yang murah. Gadis itu cukup berbakat dalam tawar menawar saat berbelanja. Lusi benar benar kaum mendang mending..
"Yaudah ambil lah neng." ucap penjual yang terlihat pasrah dengan tawaran tersebut.
"Makasih banyak Bu, semoga rejeki nya lancar terus. Ibu dapat pahala membantu anak kost seperti saya ini". ucap nya sambil terkekeh kecil saat melihat wajah ibu penjual yang terlihat pasrah.
Gadis itu tak lupa membeli dua potong ikan, dan tentu nya dengan jurus tawar menawar nya itu. Harga nya juga sesuai dengan budget nya saat ini
"Alhamdulillah, masih bisa makan enak. Terima kasih tuhan, tolong berikan aku kekuatan dan kesabaran seluas samudera Hindia." gumam nya sambil tersenyum tipis dan langsung menuju ke arah parkiran sepeda motor lili saat ini.
"Udah siap belanja nya neng?" tanya tukang parkir yang melihat Lusi keluar dari dalam pasar.
"Sudah mang, terima kasih banyak ya. Ni uang nya."
"Terima kasih ya neng, ayo biar mamang keluarkan dulu motor nya. soalnya penuh dengan kendaraan yang lainnya. jadi kemungkinan neng akan sulit keluarkan motor nya itu."
"Okey mang." ucap gadis itu yang menganggukkan kepalanya saja.
setelah itu, Lusi memberikan uang dua ribu untuk tukang parkir tersebut. gadis itu langsung mengendarai motor nya saat ini, menuju ke kostan nya.
sepanjang perjalanan, gadis itu menyanyi kecil, dan tak lupa pula berhati hati agar tak terjadi seperti tadi lagi. Lusi kebanyakan melamun, sehingga tak fokus dengan perjalanan nya itu.
Setelah beberapa menit berkendara, akhirnya Lusi sampai di kostan nya itu. gadis itu ternyata sudah terlihat rapi dan sepertinya baru selesai mandi.
"Ini li, makasih banyak udah pinjemin motor nya."
"Sama sama lus, gimana motor ku ga ada mogok kan?" tanya gadis itu, yang takut motor nya mogok saat di jalan.
"Ga ada kok, justru aku minta maaf ya, tadi hampir aja nabrak mobil. untung saja bisa dikendalikan dengan baik."
"Kamu gpp kan, ada yang luka?" tanya lili yang tampak cemas saat Lusi menceritakan kejadian tadi.
"Aman kok, aku baik baik saja."
"Jangan kebanyakan melamun lus, nanti ada setan lewat."
"Heheh, iya aman. Makasih ya li, aku mau ke dalam dulu mau masak."
"Wih okey."
setelah berpamitan lusi masuk ke dalam kost-an nya, dan langsung mengeksekusi belanjaan yang dia beli dari pasar tadi.
Apa mgkin Lusi putri konglomerat yg di culik waktu bayi..