NovelToon NovelToon
Anaknya Disusui, Daddy-nya Yang Terpikat

Anaknya Disusui, Daddy-nya Yang Terpikat

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Janda / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh / Ibu susu
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ita Yulfiana

Firdha diusir dengan kejam oleh Ibu mertuanya 2 hari setelah dia melahirkan bayinya. Dirasa tidak berguna lagi, Firdha diperlakukan seperti sampah.

Di sisi lain, ada Arman yang pusing mencari Ibu Susu untuk bayinya, tak disangka takdir malah mempertemukannya dengan Firdha.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ita Yulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 : Kamu Tidak Sendiri

Firda memasang telinga tajam, berusaha mencari dari mana suara tangisan bayi itu berasal. Rasa pusing dan nyeri di d4d4nya tidak dia hiraukan lagi, yang paling penting sekarang adalah menemukan bayi itu. Naluri keibuannya membuatnya merasa harus menenangkan bayi itu segera.

"Nona, kenapa Anda bangun? Kembalilah beristirahat." Bi Mina menarik pergelangan tangan Firda agar kembali duduk di sofa bed, tapi dia langsung menepisnya. Bahkan wanita itu melepas jarum infus dari pergelangan tangannya secara paksa hingga tangannya mengeluarkan darah yang menodai baju putih yang dia kenakan. Beruntung, pendarahannya tergolong ringan.

"Bayiku! Aku harus menemukan bayiku!" Firda tak bisa menyembunyikan kepanikannya, telinganya terpasang semakin tajam, hingga akhirnya netranya menangkap sebuah pintu berwarna krem yang terbuka sedikit. Letaknya tidak jauh dari tangga. Dengan gerakan cepat kedua kakinya melangkah ke arah sana.

"Nona, jangan masuk ke sana! Itu kamar Non Akira!" Teriakan Bi Mina percuma saja, karena kecepatan langkah kaki Firda bak seorang pelari profesional.

Di dalam ruangan 5×7 meter bernuansa pink muda dengan motif awan putih, suara tangisan bayi terdengar semakin jelas dan keras, sumbernya dari box bayi berwarna putih di sudut ruangan. Kaki Firda melangkah cepat menghampiri, tak ingin membuang waktu walau sedetik pun. Senyuman di wajah pucat dan lesunya langsung mengembang, matanya berkaca-kaca, kedua tangannya bergerak meraih bayi mungil berbaju pink terang yang menangis menggeliat di dalam box sampai wajahnya memerah. "Cup cup cup, Sayang ... udahan nangisnya, Bunda ada di sini."

Seperti sebuah keajaiban, Baby Akira langsung tenang dalam gendongan Firda. Bayi mungil itu malah menggesek-gesekkan pipinya dengan mulut terbuka pada d4d4 Firda, seperti tak sabar ingin sesuatu. Firda yang mengerti langsung tersenyum. Wanita itu duduk di atas tempat tidur yang tidak terlalu besar di dekat box bayi, dan mulai menyusui.

Tanpa Firda sadari, Arman yang berdiri diam seperti patung di sudut lain memperhatikan itu semua. Dia bahkan mengusir Bi Mina yang berusaha mencegah Firda hanya dengan sorot matanya. Hati pria itu kini lega dan menghangat melihat Firda yang begitu menyayangi putrinya, seolah ada ikatan batin kuat antar keduanya. Akhirnya, pencarian ibu susu untuk putrinya berakhir juga. Takdir mempertemukannya dengan wanita itu dengan cara yang sungguh tidak terduga.

********

Baby Akira tertidur dengan lelap dalam keadaan kenyang dalam gendongan. Firda mengembalikannya ke dalam box Bayi. Selama beberapa saat dia menatap wajah anak itu lamat-lamat—matanya cekung, kulitnya kering, juga badannya terlihat agak kurus. Sadar bahwa bayi itu bukanlah darah dagingnya, napas Firda seketika tercekat di tenggorokan, dadanya sesak, matanya mulai berembun. Detik berikutnya air matanya mengalir meninggalkan pelupuk mata. Bahunya perlahan bergetar, diiringi suara sesenggukan yang lirih, mengingat anaknya yang pergi tanpa pernah dia sentuh dan lihat seperti apa rupanya.

"Ehem." Suara deheman pelan dari arah belakang berhasil mengejutkannya. Firda refleks bangkit, menyeka air matanya dengan cepat, lalu menoleh ke arah sumber suara. Tubuhnya langsung membeku kala kedua netranya menangkap sesosok pria asing bertubuh jangkung berkemeja putih yang dipadukan dengan celana bahan hitam, tengah berdiri menatapnya membuat nyali Firda menciut.

Firda merasa jantungnya berdetak lebih cepat. Dia tahu dirinya baru saja melakukan kesalahan dengan menyusui bayi itu tanpa ijin. Pasti pria dengan sorot mata tajam dan brewok tipis itu marah dengan tindakannya. Sudah ditolong tapi justru dirinya malah berani berbuat lancang.

"Tu-Tuan ... sa-saya ...."

"Sst .... Jangan ribut," bisik Arman sambil menempelkan jari telunjuknya di bibir, "nanti Akira bangun," katanya dengan ekspresi yang ramah diiringi senyuman tipis, sorot matanya teduh, membuat ketegangan Firda perlahan berkurang. "Bisa ikut denganku? Aku ingin bicara."

Mulut Firda terbuka sedikit, seperti ingin mengatakan sesuatu, tapi tidak jadi. Pada akhirnya wanita itu mengangguk setuju lalu berjalan mengekor di belakang Arman dengan kepala tertunduk keluar dari kamar Baby Akira.

"Duduklah," kata Arman yang sudah duduk di sofa tunggal dengan gesture rileks. Sementara Firda memilih duduk di atas sofa bed tempatnya tadi sempat di rawat.

Firda duduk dengan tatapan yang terus mengarah ke lantai marmer putih yang mengkilap, kedua tangannya bergantian saling meremas di atas paha. Dia sama sekali tidak berani mengangkat wajahnya, takut bertemu dengan tatapan Arman. Entah apa yang ingin pria itu bicarakan dengannya. Yang pastinya ada kaitannya dengan sikapnya yang lancang.

"Siapa namamu dan berapa umurmu?" tanya Arman dengan nada santai.

Tanpa mendongak sedikit pun Firda menjawab, "Na-nama saya Firda, Tuan. Umur saya 25 tahun."

'Masih sangat muda ternyata,' batin Arman.

"Bisakah kamu ceritakan kronologi kenapa kamu bisa berada di jalanan tadi sore? Bukankah kamu baru melahirkan beberapa hari lalu? Di mana suami dan keluargamu? Kenapa mereka tega membiarkanmu terlantar di jalanan saat badai datang?" Pertanyaan yang sejak tadi terkurung di dalam kepala Arman akhirnya meledak menyerang Firda, membuat wanita itu tertegun dan tidak tahu harus menjawab pertanyaan yang mana dulu.

Setelah terdiam selama beberapa saat, Firda akhirnya memberanikan diri menjawab dengan suara yang bergetar menahan tangis, "Suami saya ... meninggal dalam kecelakaan saat kandungan saya masih berusia 4 bulan, dan ... anak saya juga meninggal beberapa saat setelah saya melahirkannya."

Duka lara kembali menyelimuti dada Firda, hingga napasnya terasa sesak tak tertahankan. Air matanya kembali mengalir tanpa permisi, deras seperti hujan yang tak bisa dibendung. Sedu-sedu Firda meledak, dia menangis dengan suara yang tertahan, tapi air matanya tak henti-hentinya mengalir, membasahi wajahnya, dan jatuh ke lantai marmer yang dingin.

Dalam kesedihan yang mendalam, Firda merasa dirinya hancur, seperti tidak ada lagi yang tersisa. Kenangan akan suami dan bayinya yang tak sempat dia pelihara kembali menghantam hatinya, membuatnya merasa sangat kosong dan tak berdaya. Rasanya tak ada lagi gunanya dia hidup.

Sementara itu, Arman terkejut mendengar jawaban Firda, ekspresinya berubah menjadi lembut dan penuh empati. Dia tidak menyangka Firda mengalami kehilangan yang begitu besar, bukan hanya kehilangan anak, tapi juga pasangan. Dengan suara yang lebih halus, dia berkata, "Aku ... aku tidak tahu harus bilang apa. Aku sangat menyesal sudah menanyakannya."

Firda hanya bisa menangis, tidak bisa mengeluarkan kata-kata lagi. Arman mendekatinya, dan tanpa berpikir panjang, dia menarik Firda ke dalam pelukan hangatnya. "Aku ada di sini, kamu tidak sendiri," bisiknya, mencoba menenangkan Firda yang terus menangis.

Untuk pertama kalinya sejak Aris meninggal, Firda kembali merasakan pelukan yang begitu hangat dan tulus, membuatnya terasa seperti terselamatkan dari badai kesedihan. Hatinya terasa lebih tenang, dan untuk sesaat, dia bisa menenangkan luka-lukanya.

1
Cindy
lanjut
Lisa
Good morning Kak Ita..makasih y utk updatenya..
Lisa: Sama² Kak Ita..Amin..terimakasih juga y Kak..🙏💪
total 2 replies
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Indry Saleh
bagus karya..
Ita Yulfiana: ulala Kak Indry... thanks sudah jadi orang pertama yang kasih penilaian😍🫰🥰
total 1 replies
Indry Saleh
dek firza ohhhhhh di firza🤣🤣🤣🤣
Cindy
lanjut
💕Rose🌷Tine_N@💋
lanjut dong.. aku dah kasih vote ku yg satu satu nya nih😂
Ita Yulfiana: makasih banyak loh Kak sudah jadi orang pertama yang ngasih vote🫰😘🤭
total 1 replies
💕Rose🌷Tine_N@💋
apakah org tua Firda penghianat di perusahaan Arman ya?
tp kan Firda gk tau....jd gk bisa jg melampiaskan amarah ke dia nya dong..
💕Rose🌷Tine_N@💋
jd penasaran...ada informasi apa ttg Firda ya?
💕Rose🌷Tine_N@💋
aku mampir😍
Ita Yulfiana: makasih banyak Kak Rose🙏🏼🥰 semoga suka yah😊😊
total 1 replies
Indry Saleh
sippppp ceritanya, masih dipantau bab selanjutnya
Ita Yulfiana: makasih banyak Kak Indry🙏🏼🥰 semoga suka yah😊😊
total 1 replies
ollyooliver🍌🥒🍆
emng lu tau firda masuk jajaran penghianat?😏
Lisa
Padahal Arman suka sama Firda 😊🤭
Cindy
lanjut
Lisa
Nah mulai terungkap tuh kejahatannya Ibu Risma..ayo Arman bereskan masalah itu..lindungi Firda..
Sastri Dalila
😂😂😂
Lisa
😊😊😊 ya tuh 2 pria mulai memperebutkan 1 wanita 🤭
Lisa
Wah Pras mulai berani menggoda Firda y 😊🤭
Sastri Dalila
😅😅😅😅😅kocak 2 org ne
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!