NovelToon NovelToon
Rumah Untuk Si Bungsu

Rumah Untuk Si Bungsu

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Kantor / Keluarga / Karir / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nana Kusumaningrum

Kisah seorang anak perempuan terakhir yang hidupnya selalu di tentukan oleh orang tuanya,dan tidak di beri kesempatan untuk memilih untuk hidupnya.
hingga akhirnya ia pergi dari rumah, dan bertemu dengan seseorang yang mampu untuk ia jadikan rumah dan tempat bersandar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RUSB 2

Di lain tempat, tepatnya di mansion keluarga Kastara semua orang sedang berkumpul menyambut cucu pertama Kastara yang baru saja pulang dari luar negri.

" Ahh bang Raynarr" teriak Zeyya dan berlari memeluk sang kakak.

Raynar Bisma Kastara anak pertama dan cucu pertama di keluarga Kastara, seorang pembisnis muda yang sukses di bidang industri dan memiliki beberapa cabang perusahaan di berbagai negara.

Raynar menjauhkan kepala sang adik dari dada bidangnya, Zeyya dan Raynar mememiliki kepribadian yang jauh berbeda, Zeyya si heboh dan tidak bisa diam dan Raynar si pendiam dan lebih tenang.

" berisik dek" gerutu Raynar.

" ihh emang abang enggak kangen sama aku? " tanya Zeyya.

Bukannya menjawab pertanyaan sang adik Raynar berjalan meninggalkan Zeyya di ruang tamu sendirian.

" dihh nyebelin banget malah di tinggal, aku sumpahin jodohnya sifatnya sama kayak aku" omel Zeyya yang berjalan mengikuti Raynar menuju meja makan di mana semua anggota keluarga Kastara berkumpul.

Semua orang tertawa mendengar perdebatan kecil dari kakak adik tersebut,Zeyya kemudian duduk di tempatnya, sedangkan Raynar menyalami kakek, Ayah, Bunda dan juga Om tantenya.

" Sehat Ray?" tanya Kakek Kastara.

" Alhamdulillah sehat kek" jawab Raynar.

" jangan terlalu fokus kerja terus, cari istri juga biar Ayah sama bunda dapet cucu" Sindir Ayah Danu pada sang putra pertamanya yang kini duduk di hadapannya.

Raynar hanya menatap sang Ayah, tak mau menimpali ucapan sang ayah, karena ia menjawab akan panjang urusannya dan berujung ia akan di kenalkan kembali oleh anak rekan bisnisnya.

" Ayah, anaknya baru datang juga, sudah di tembak begitu " tegur Bunda Arista pada sang suami.

" Yahh kan takutnya lupa untuk cari istri Bun.., kalau lupa biar Ayah yang carikan saja" sahut Ayah Danu.

" Kamu itu Nu... biasanya yang repot urusin pasangan anak itu ibunya ini malah kamu, istri kamu saja santai" kini Kakek Kastara yang membuka suaranya.

"Yah lagian Danu juga pengen Pah, gendong cucu, liat teman- teman Danu sudah pada gendong cucu, cerita soal cucu nya, kan Danu juga mau" jawab Ayah Danu.

"Lah Ayah kan emang Fomo" celetuk Garvin anak bungsunya.

Sedangkan Ayah Danu cemberut mendengar ejekan dari si bungsu, dan yang lainnya hanya tertawa mendengar perdebatan kecil itu.

,

...****************...

Di lain tempat, tempatnya di rumah mewah milik Haris kakak Nina yang pertama, kini ia sedang makan bersama dengan istri dan anaknya bernama Chessy yang masih berumur 2 tahun.

" mas tadikan aku ke toko furniture langganan kamu, aku sekilas liat adik, tapi pas mau aku samperin dia sudah keburu pergi" ujar Anin istri Haris .

" biarin lah sayang, nanti kalau dia sudah engga punya uang dia juga pulang" balas Harris yang terlihat cuek, namun sebenarnya ia juga khawatir dengan sang adik.

"kamu itu mas.. jangan terlalu keras sama dia, dia juga adik kamu loh... kita enggak tau apa yang di rasa selama ini" nasihat Anin yang sedikit tahu tentang masalah sang Adik ipar karena Nina sering bercerita keinginannya untuk mandiri.

Tapi Anin paham, pasti ada sebab di balik keinginan sang adik ipar, ia tahu sifat adik iparnya seperti apa, bahkan ia lebih tahu adik iparnya di banding suaminya yang kakak kandungnya.

" Alah dia tuh manja banget mana bisa dia lama- lama hidup sendiri, enggak bakal lama dia kabur nya, biarin aja deh... dia udah gede juga bisa mikir pasti" sahut Haris yang masih Daniel.

" sudah enam bulan adek pergi dari rumah, bahkan lebih, tapi dia juga belom balik,emang kamu enggak Khawatir?" tanya Anin kembali yang melihat gengsi dari sang suami, memang keluarga sang suami memiliki gengsi yang tinggi, bukan soal harta atau apapun, tapi soal kasih sayang antar sesama.

Sang suami dengan Adik iparnya bukan kakak adik yang akan berpelukan atau lain sebagainya, namun Love language mereka adalah Pysichal attack, jadi tidak heran jika bertemu mereka akan baku hantam.

Haris tampak berfikir sambil menikmati makanya, walau ia dengan Nina sering sekali bertengkar, tapi ia begitu menyayangi Nina, dan menjaga Nina dengan sepenuh hati karena ia anak perempuan satu- satunya.

...****************...

 Keesokan harinya seperti biasa Nina akan berangkat pukul enam pagi, sebelum kerja ia akan membantu ibu kos nya yang memeilik warung makan untuk mencuci piring,lumayan uangnya untuk ia makan sehari - hari.

Nina memang awalnya gengsi karena di rumah ia jarang memegang pekerjaan rumah, karena sudah ada mbak yang bersih- bersih, dan ia juga jarang di rumah ia sering menghabiskan harinya menjaga toko hingga malam.

Namun jika menuruti gengsi nya ia tak akan bisa memenuhi kebutuhan sehari- harinya, ia menurunkan gengsinya, bahkan awalnya ia juga gengsi pekerja sebagai pramuniaga, saat di rumah ia hanya di balik meja kasir menghitung pengeluaran dan pemasukan, Namun demi bisa menghidupi dirinya sendiri ia harus menurunkan gengsinya untuk hidup mandiri,tanpa harus mendengar ibu nya membangga- banggakan kakaknya dan abangnya di depan tetangga - tetangganya dan menjelekan dirinya, menyebut dirinya malas dan tak mau bekerja, padahal ibunya yang melarang dia untuk bekerja di tempat lain .

Setelah selesai mencuci piring yang kotor, Nina akan berangkat menuju ke tempat kerjanya menggunakan angkot karena jarak yang tidak terlalu jauh.

" Eh Nina mau berangkat kerja ?" tanya Adi anak ibu kos.

" ehh bang Adi, iya nih bang,duluan yaa bang" Nina kemudian pergi berjalan meninggalkan Adi.

Adi menatap punggung Nina hingga keluar dari gang, Adi memang diam- diam menyimpan rasa pada Nina, selain cantik senyuman Nina begitu manis yang membuat Adi terpikat.

Setelah menempuh perjalanan lima belas menit Nina sampai juga di Kastara furniture, ia kemudian menuju ke loker untuk menyimpan tas nya.

" Na ayo kita ke depan dulu, tuan kastara ingin mengenalkan ceo baru, cucu pertamanya yang baru saja pulang" ajak Salah satu temannya bernama Silmi.

" Iya mb, sebentar aku lepas jaket dulu" ujar Nina.

Memang di tempat bekerjanya ia dituntut untuk berpenampilan rapi dan menarik, berbeda dengan di tokonya yang ada di solo, jika dulu ia cuma mengenakan celana, baju kaos panjang dan juga jilbab bergo, kini ia harus mengenakan baju yang rapi dan berdandan.

Silmi dan Nina kemudian menuju ke ruangan yang biasa di gunakan untuk acara besar kastara grup.

Sesampainanya di sana semua karyawan yang bekerja di Kastara grup telah berkumpul, memang Kastara furniture terletak di menara kastara.

Silmi dan Nina duduk di paling belakang dan Nina duduk di pinggir, Nina dan Silmi memperhatikan sambutan yang di sampaikan oleh Tuan Kastara.

Saat tuan Kastara memanggil sang ceo baru, pintu ruangan terbuka lebar dan semua mata tertuju pada pintu tersebut, namun tidak dengan Nina yang lebih fokus ke ponselnya.

" Gila Na ganteng banget Ceo barunya" bisik Silmi pada Nina.

" biar lah mb" jawab Nina Cuek, yang tak tertarik melihat ceo baru.

" MasyaAllah"

1
Nana Ningrum
luar biasa
Elly Maryani
semangat bang Ray rebut hati Nina,,jgn kalah ma bawahan🤭...up tiap hari ya Thor,bagus ceritanya
Makhfuz Zaelanì
lanjut thor
Makhfuz Zaelanì
ini ga ada kelanjutan kah thor
Nana Ningrum: ada dong readers, di tunggu yaa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!