NovelToon NovelToon
Pewaris Dalam Bayangan

Pewaris Dalam Bayangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Persahabatan / Action / Romantis
Popularitas:252
Nilai: 5
Nama Author: Hime_Hikari

Semua orang melihat Kenji Kazuma sebagai anak lemah dan penakut, tapi apa jadinya jika anak yang selalu dibully itu ternyata pewaris keluarga mafia paling berbahaya di Jepang.
Ketika masa lalu ayahnya muncul kembali lewat seorang siswa bernama Ren Hirano, Kenji terjebak di antara rahasia berdarah, dendam lama, dan perasaan yang tak seharusnya tumbuh.
Bisakah seseorang yang hidup dalam bayangan, benar-benar memilih menjadi manusia biasa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hime_Hikari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 - Topeng Seorang Cupu

SMA Emerald dikenal sebagai sekolah paling bergengsi di kota. Hampir semua siswanya adalah anak-anak pintar, berprestasi, atau berasal dari keluarga berada. Namun, di antara wajah-wajah percaya diri itu, ada seorang siswa yang selalu jadi bahan ejekan satu sekolah, Kenji Takahara.

Kenji Takahara atau biasa dipanggil Kenji dikenal sebagai anak cupu, tubuhnya kurus, kacamata bulat dengan lensa tebal selalu menempel di wajahnya, dan nilainya buruk hampir di semua mata pelajaran. Dalam olahraga pun ia sering jadi bahan tertawaan karena canggung dan payah.

Saat bel istirahat berbunyi, kelas menjadi riuh. Siswa-siswi berhamburan ke kantin, Kenji melangkah keluar bersama dua sahabatnya Yuto Kurogane, murid berandalan yang sering bikin onar dan Akira Minamoto anak pendiam tapi setia.

Belum sempat mereka melangkah,sekelompok siswa menghadang jalan mereka.

“Hey, bodoh! Cepat belikan kami makan siang di kantin sekarang juga!” bentak salah satu dari mereka.

Kenji menelan ludah. “K-kalau b-begitu u-ua … uangnya mana?” tanyanya gugup.

“Pakai uangmu dulu, dasar dame! Cepat kami lapar!” Sambil berkata begitu, mereka melempar beberapa bola kertas ke arahnya.

Kenji pun hanya bisa terdiam, ia sudah terbiasa diperintah dan dipermalukan seperti ini, Tapi sebelum ia beranjak, Yuto langsung menahan lengannya.

“Hey, kalian itu punya kaki, kan?” Yuto mengambil bola kertas yang tadi dilempar, lalu meremasnya.

Sambil tersenyum tipis, tapi berbahaya. “Pergi beli sendiri, jangan pernah menyuruh orang lagi.”

Suasana hening sejenak, para pem-bully hanya bisa mengumpat, tidak ada yang berani untuk melawan Yuto. Dengan santainya, ia menarik tangan Kenji dan Akira mengikuti dari belakang. Mereka bertiga akhirnya makan di atap sekolah yang jauh dari keramaian.

“Kenji, boleh tanya sesuatu?” Akira membuka percakapan.

“Tentu saja, mau tanya apa?” tanya Kenji.

“Kenapa kamu tidak pernah melawan mereka? Mereka semua itu sudah keterlaluan.” Nada Akita yang terdengar kesal.

“Iya, benar sekali.” Yuto menambahkan. “Sekali-kali kamu harus melawan Kenji, jangan mau terus-terusan dianggap remeh.”

Kenji yang mendengarkan pendapat kedua temannya hanya tersenyum pahit. “Melawan percuma, kalau aku laporkan ke guru pun sama saja, mereka juga menganggap aku bodoh.”

Akira dan Yuto hanya bisa terdiam, mereka setuju dengan ucapan itu, karena disekolah ini semua guru lebih sering menutup mata daripada turun tangan.

“Kalau mereka macam-macam lagi kamu harus bilang ke kami,” kata Akira.

Kenji hanya menganggukan pelan, hatinya hangat setidaknya masih ada yang mau menerima kehadirannya.

Hari itu pelajaran selesai begitu cepat,saat hendak pulang Kenji kembali dihadang. Kali ini lebih buruk dari sebelumnya, salah satu temannya menyiramnya dengan air keruh dari kolam sekolah yang sudah lama tak dibersihkan, dan bau amis yang menyengat.

“Rasakan ini! Makanya jangan coba-coba untuk melawan kami!” teriak mereka.

Siswa-siswi yang melihat itu pecah dengan tawa, tidak ada yang menolong bahkan beberapa guru yang lewat hanya berpura-pura tidak melihat.

“Kurang ajar!” Yuto langsung menghajar siswa yang menyiram Kenji.

Tinju yang dilayangkan Yuto membuat suasana jadi semakin kacau. Akira bergegas menghampiri Kenji, ia langsung menutupi tubuh temannya dengan handuk sedang yang selalu ia bawa. Keributan semakin memanas sampai terdengar suara teriakan yang lantang.

“Hentikan semua ini!”

Semua pun menoleh ke arah suara tersebut, seorang siswa populer, Mira berdiri diambang pintu dengan tatapan yang tajam. Rambut dark brown panjangnya berayun, wajah cantiknya memancarkan sikap yang wibawah.

“Kalian semua ini benar-benar tidak punya otak ya?” Ini itu sekolah, bukan tempat untuk mem-bully.” Suara Mira yang terdengar dingin dan penuh dengan amarah.

Tidak ada satu pun yang berani membalas, Mira berjalan ke arah Kenji dan segera membantu Akira mengeringkan tubuhnya. Tidak ada yang tahu bahwa dibalik kepeduliannya, Mira menyimpan rasa kepada Kenji.

“Akira, tolong bawa Kenji ke UKS, aku dan yuto urus yang lain,” perintahnya.

Akira mengangguk, ia lalu membawa Kenji pergi. Yuto masih menatap ke arah semua siswa dengan murka, tapi Mira menepuk pundaknya.

“Cukup, tidak ada gunanya,” kata Mira sambil mengajak Yuto untuk pergi ke UKS.

Di UKS, Kenji duduk dengan gemetar, Akira berusaha menghangatkannya dengan membuat teh hangat untuk Kenji.

“Coba minum ini semoga bisa menghangatkan tubuhmu.” Akira memberikan segelas teh hangat kepada Kenji.

“Terima kasih.” Kenji menerima teh hangat tersebut dan meminumnya pelan-pelan.

“Bagaimana kami masih kedinginan?” tanya Akira.

“Sudah mendingan, teh hangat ini cukup membantu, terima kasih,” jawab Kenji lirih.

“Tenang, itulah tugasnya teman saling membantu satu sama lain.” Akira tersenyum.

Tak lama, Mira dan Yuto masuk ke ruang UKS. Mira langsung mendekat ke arah Kenji.

“Bagaimana keadaanmu sekarang Kenji?” tanya Mira khawatir.

“Aku sudah lebih baik, terima kasih semua …, “ jawab Kenji menunduk malu.

“Ken, kamu tidak mau belajar bela diri? Biar bisa melawan balik.” Yuto menatap serius ke Kenji.

“Iya, benar,” tambah Akira. “Setidaknya kamu bisa melindungi dirimu sendiri.”

Kenji tidak menjawab pertanyaan dari Yuto dan Akira, ia hanya menggeleng dan tersenyum tipis, sambil menatap kearah Yuto, Akira, dan Mira. Kenji menatap dengan tatapan kalau semua baik-baik saja dan tidak usah begitu khawatir dengannya.

“Tidak perlu, cukup kalian mau berteman denganku dan berada disisiku itu sudah cukup bagiku,” jawab Kenji.

Akira,Yuto dan Mira yang mendengar jawaban tersebut hanya terdiam, dengan hanya mendengar jawaban dari Kenji sudah membuat hati mereka hangat. Mereka tidak menyangka kalau hati Kenji saatnya pemaaf, setelah melihat keadaan Kenji yang sudah mulai membaik, mereka semua pun memutuskan untuk pulang.

Sore tiba, setelah semua siswa pulang dan pintu gerbang hampir ditutup, mereka bertiga mengantar Kenji sampai gerbang, lalu Mira menatap ke arah Kenji dengan cemas.

“Kamu yakin bisa pulang sendiri?” tanyanya.

“Tenang saja, aku sudah terbiasa pulang sendiri,” jawab Kenji sambil menenangkan.

Akhirnya mereka pun berpisah, begitu melihat sahabat-sahabatnya sudah pergi, Kenji berjalan ke arah berbeda. Di ujung jalan, tampak sebuah mobil hitam mengkilap sudah menunggunya, dan seorang pria berjas hitam turun dari mobil tersebut dan buru-buru membuka pintu.

“Ya ampun, Tuan Muda, apa yang terjadi dengan anda?” suaranya terdengar panik terlebih melihat seragam Kenji yang masih lembab.

“Aku tidak apa-apa Pak, tadi tidak sengaja terpeleset Pak, bapak tenang saja, saya baik-baik saja, dan … jangan kata apapun kepada Papa saya.” Kenji tersenyum tipis kepada supirnya itu.

“Baik, Tuan Muda.” jawab supir itu sambil menunduk.

Kenji masuk ke mobil, dari balik kaca gelap, ia menatap gerbang sekolah yang semakin jauh. Seketika senyumnya menghilang dan berganti dengan tatapan kosong.

“Akira,Yuto, Mira … apakah kalian masih mau berteman denganku setelah tahu siapa aku sebenarnya?”

Mobil melaju dengan kecepatan rata-rata, membawa pergi sosok yang semua orang kenal sebagai siswa yang cupu. Tidak ada siapa pun yang tahu, kalau dibalik kacamata bulat itu, Kenji menyembunyikan sebuah rahasia besar yang bisa mengguncang dunia dan membuat semua orang yang sudah mem-bully-nya diam.

1
Glastor Roy
yg bayak tor up ya
Glastor Roy
update
Glastor Roy
up
Glastor Roy
update ya torrr ku
Hime_Hikari: hallo kak di tunggu saja kak untuk update terbarunya
total 1 replies
putri baqis aina
Teruslah menulis dan mempersembahkan cerita yang menakjubkan ini, thor!
Hime_Hikari: Terima kasih kak 😁😁
total 1 replies
Ryner
Author, kapan nih next chapter?
Hime_Hikari: Ditunnggu saja ya kak

Terima kasih kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!