NovelToon NovelToon
Batas Kesabaran Seorang Istri

Batas Kesabaran Seorang Istri

Status: tamat
Genre:Ibu Mertua Kejam / Suami Tak Berguna / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Romantis / Balas Dendam / Konflik etika / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.7
Nama Author: Marica

Aluna Aurelia Pradipta memimpikan keindahan dalam rumah tangga ketika menikah dengan Hariz Devandra, laki-laki yang amat ia cintai dan mencintainya. Nyatanya keindahan itu hanyalah sebuah asa saat keluarga Hariz campur tangan dengan kehidupan rumah tangganya.

Mampukan Aluna bertahan atau memilih untuk pergi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehilangan

Hujan deras tidak menyurutkan niat Aluna untuk pergi ke tempat tujuannya, rumah Rania, sahabatnya. Kini hanya ada nama itu di pikirannya. Aluna berharap Rania mau membantunya.

Setelah mengendari mobilnya selama beberapa jam, Aluna sampai di kediaman Rania. Ia turun dari mobil menuju pos penjagaan meminta kepada penjaga agar mengizinkan dirinya menemui Rania. Namun ternyata Rania sedang tidak ada di tempat. Aluna mulai putus asa saat itu, tetapi sepertinya Tuhan selalu mendukungnya, Rania pulang ketika Aluna akan pergi.

"Aluna," panggil Rania dari dalam mobil. Namun karena derasnya hujan Aluna tidak mendengarnya.

Rania keluar dari mobil, ia membuka payung, lantas mengejar Aluna. "Aluna," panggil Rania lagi. Kali ini lebih keras.

Mendengar ada yang memanggil namanya Aluna pun berbalik, senyumnya mengembang, harapannya seolah kembali datang ketika melihat Rania.

"Rania ...." Suara Aluna sudah hampir hilang.

"Ya Tuhan, Aluna." Rania membagi payungnya bersama Aluna. "Apa yang terjadi padamu." Rania terkejut melihat keadaan Aluna, meksipun wajah Aluna basah Rania masih bisa melihat luka lebam di pipi dan juga luka di sudut bibir sang sahabat.

"Rania ... tolong aku," mohon Aluna lirih, tetapi masih bisa didengar oleh Rania.

"Ayo kita masuk dulu. Ceritakan di dalam. Lukamu juga harus segera diobati," ajak Rania.

"Tapi —" Ucapan Aluna dipotong oleh Rania.

"Aku tidak ingin mendengar penolakan, Aluna," tukas Rania. "Ayo!"

Rania menuntun Aluna untuk masuk ke dalam rumahnya. Di depan pintu masuk sudah ada Farel, suami Rania yang sedang menunggu mereka.

"Aluna." Bukan cuma Rania, Farel pun terkejut melihat kondisi Aluna. "Dia kenapa?"

"Aku tidak tahu. Mas, tolong." Rania menyerahkan payung yang ia pegang kepada Farel.

"Berikan padaku." Farel mengambil alih payung yang Rania pegang. "Bawa Aluna masuk!" suruh Farel. "Dan Aluna … berikan kunci mobilmu! Aku akan suruh penjaga untuk memasukkan mobilmu."

Aluna mengangguk, lantas memberikan kunci mobilnya kepada Farel.

"Ayo masuk, Aluna," ajak Rania.

Aluna sudah berganti pakaian yang diberikan oleh Rania serta lukanya sudah diobati. Tidak lupa juga Rania memberikan segelas susu hangat untuk menghangatkan tubuh Aluna.

Setelah keadaan Aluna lebih baik, ia duduk bersama Rania dan Farel. Ia dicecar begitu banyak pertanyaan oleh Rania. Tidak ada pilihan lain, Aluna akhirnya menceritakan semua yang telah terjadi kepada berduanya.

"Ini sudah keterlaluan, Aluna. Kamu tidak boleh diam saja," geram Rania.

"Itu benar, Aluna. Jika kamu mau kami bisa membantumu untuk menuntut mereka. Ini sudah masuk tindakan KDRT," tawar Farel.

"Terimakasih banyak untuk kalian. Tapi … untuk saat ini belum bisa," tolak Aluna.

"Aluna …." Rania geram dengan jawaban Aluna, ia lantas mengenggam tangannya. "Apa karena kamu masih mencintai laki-laki berengsek itu?" tanya Rania.

"Bukan itu saja," jawab Aluna.

"Lalu?" desak Rania.

"Rania, bisakah kita tidak membahas ini dulu. Kedatanganku ke sini sebenarnya ingin meminta bantuanmu. Aku benar-benar tidak tahu lagi harus meminta tolong sama siapa lagi," mohon Aluna.

"Okey, okey, tenanglah. Apa yang bisa aku bantu?" tanya Rania.

"Aku butuh uang 100 juta untuk biaya operasi ibuku. Kamu bisa ambil mobil aku, ponsel, ataupun cincin ini." Aluna menyerahkan kunci mobil, ponsel, dan juga akan melepas salah satu cincin yang ia pakai tetapi dicegah oleh Rania.

"Pegang semua itu. Kamu akan butuh semua itu nanti," cegah Rania.

"Tapi ibuku lebih penting saat ini," ucap Aluna dengan wajah yang memelas.

Rania menoleh ke arah sang suami dan meminta pendapatnya dengan bahasa isyarat. Setelah mendapatkan persetujuan Rania kembali bicara pada Aluna.

"Kami akan membantumu untuk pengobatan tante Lusi. Kamu tidak perlu memberikan semua itu kepada kami. Ingat kamu pernah membantuku sekarang giliran aku yang membantumu," ucap Rania.

"Benarkah?" Aluna merasa sangat senang hingga dirinya kehilangan kata-katanya. "Terima kasih, Rania, Farel. Aku janji akan mengembalikan uang itu jika suatu saat nanti aku memiliki uang," ucap Aluna lega.

"Jangan pikirkan itu. Aku akan tranfer sekarang," ucap Rania.

Aluna mengangguk cepat kemudian mengusap air matanya. Aluna sangat bersyukur masih ada yang mau membantunya dalam keadaannya saat ini.

Uang sudah masuk ke rekening Aluna. Mereka bersiap untuk sama-sama pergi ke rumah sakit. Saat ketiganya sampai di teras, ponsel Aluna berdering. Ada nomor sang ayah muncul di layar ponselnya, Aluna meminta izin untuk menerima panggilan itu lebih dulu.

"Halo, Papa. Aku sudah mendapatkan uangnya. Aku akan pergi ke sana, tunggu ya," ucap Aluna dengan tidak sabarnya.

"Aluna …."

Wajah bahagia Aluna berubah menjadi cemas saat mendengar suara tangis sang ayah.

"Papa … ada apa?" tanya Aluna.

Tidak ada respon dari sang ayah membuat Aluna bertambah cemas.

"Papa …."

"Mama kamu sudah pergi, Aluna. Mama kamu sudah meninggal, Nak."

PRANK

Aluna menjatuhkan ponselnya membuat Farel dan Rania terkejut.

"Mama!" jerit Aluna. Tangisannya langsung pecah detik itu juga.

Tubuh Aluna merosot dan terduduk di lantai teras rumah. Farel dan Rania berlari menghampiri Aluna yang sedang menangis sesegukan.

"Mama," jerit Aluna.

"Aluna, Aluna, ada apa?" Rania menangkup kedua sisi wajah Aluna.

"Mama, Ran."

"Tante Lusi kenapa?"

"Mama udah gak ada. Mama meninggal, Ran."

Rania dan Farel terkejut bahkan Rania sampai membungkam mulutnya mencegah dirinya agar tidak berteriak.

"Mama udah gak ada, Ran." Tangis Aluna pecah kembali.

Rania ikut menangis tak mampu menahan kesedihannya ditambah lagi tak tega melihat keadaan Aluna. Direngkuhnya tubuh Aluna mencoba memberikan dukungan. Bahkan Farel juga tak mampu menahan air matanya.

"Kamu harus kuat, Aluna." Farel mengusap pundak Aluna.

"Mas, ayo kita ke rumah sakit sekarang!" ajak Rania.

"Ayo." Farel menganggukkan kepalanya.

Farel dan Rania membantu Aluna berdiri kemudian membantunya masuk ke mobil. Setelah itu mereka melesat cepat menuju rumah sakit menggunakan satu mobil.

Sampai di rumah sakit Aluna berlari keluar dari mobil berlari tidak peduli jika tidak menggunakan alas kaki, bahkan panggilan Rania pun Aluna abaikan.

*****

Sungguh Aluna masih tidak percaya dengan kepergian sang ibu. Dirinya mencoba kuat demi sang ayah. Namun hal yang paling membuat Aluna kecewa adalah tidak adanya Hariz di sisinya. Bukan hanya Hariz, keluarga dari sang suami tidak ada satupun yang hadir di acara pemakan sang ibu. Aluna sudah mencoba untuk menghubungi sang suami, tetapi hasilnya nihil. Tidak ada kejelasan tentang keberadaan sang suami. Bahkan mertua dan adik iparnya dengan teganya tidak mau memberitahukan keberadaan Hariz.

"Aluna, makan ya," bujuk Rania.

Rania yang sedang melamun di tempat tidur menoleh ke arah pintu. Ada Rania yang membawa makanan untuk dirinya.

"Aku tidak lapar, Ran," tolak Aluna.

Aluna mendesah pasrah lantas menjauhkan ponselnya dari dekat telinganya.

"Masih tidak bisa dihubungi?" tanya Rania yang langsung mendapatkan anggukkan dari Aluna.

"Aluna …." Rania menaruh makanan di meja nakas lantas mengenggam tangan Aluna. "Kamu tidak bisa berdiam diri seperti ini. Kamu harus melawan mereka!" bujuk Rania. "Mereka akan semena-mena sama kamu."

"Dengan apa aku melawan mereka, Ran. Aku bahkan tidak punya apa-apa untuk melawannya mereka," resah Aluna.

"Ada aku, ada Farel," ucap Rania.

"Tapi aku tidak mau merepotkan kalian," tolak Aluna.

"Jangan bicara seperti itu, Aluna." Rania menyelipkan rambut Aluna ke belakang telinganya. "Kamu harus bangkit. Jangan biarkan mereka berbuat semena-mena sama kamu. Aku tidak tega melihat keadaan kamu."

"Tapi —" Ucapan Aluna dipotong oleh Rania.

"Tidak ada tapi-tapian. Farel juga tidak keberatan dengan ini," tukas Rania.

Aluna terdiam untuk mencerna perkataan Rania. Hingga ia memutuskan untuk tidak berdiam diri.

"Baiklah, aku akan coba," ucap Aluna.

"Good. Sekarang makanlah. Oh iya aku sama Farel ada kejutan untuk kamu," ucap Rania.

"Kejutan apa?" tanya Aluna.

"Kalau dikasih tahu itu namanya bukan kejutan lagi," jawab Rania. "Ayo sekarang makan," imbuh Rania disambut anggukkan oleh Aluna.

"Terima kasih, Rania," ucap Aluna.

"Simpan ucapan terima kasihmu untuk besok, okey," ucap Rania seraya menyuapkan makanan ke mulut Aluna.

1
WHATEA SALA
Elsa pekok...semoga apa yang bilang sandra terjadi pada elsa,biar tau rasa
WHATEA SALA
Rania kayak remaja labil,padahal punya sudah suami.
WHATEA SALA
Aluna kebanyakan drama😁
WHATEA SALA
Nah begitu dong di lawan,kasih paham dulu bila perlu serkel mulut mereka bertiga,biar gak selalu di injak2💪💪
WHATEA SALA
Giliran ada yang mau bantu bilang gak takut merepotkan,coba gak ada yang mau bantu,mau sambat sama sapa coba..😩
Lies Atikah
kenapa gak nikah aja dulu resepsi nya kan bisa belakang ngan dari pada pusing ke otak kasian Elgar harus ngelus 2 sabun
Yati Jenal
keren
Lies Atikah
gak ada skandal nih apakah Haris lelaki setia
Lies Atikah
susah kalau bini nya yang bucin sementara suami B aja sakit nya tuh disini
Lies Atikah
bodoh kali si luna kalau masih mau mempertahan kan rumah tangga seperti itu mertua jahat. suami berengsek ih ami2
Lies Atikah
hayo bangkit Lun janganmau jadi sampah dan keset kaki mertua dan suami mu saatnya kau bangun jadilah wanita yang punya harga diri buat merek menyesal dan hancur
Diny Julianti (Dy)
ko bisa sama wanita tua
Diny Julianti (Dy)
cerai aja nama siy, udah ke tampar 2x masih aja bertahan duit byk juga
Diny Julianti (Dy)
kenapa Aluna malah bgtu sama haris
Siti Saodah
dari awal sampai akhir cerita nya bagus thor aku suka gak ngebosenin
Gula kapas: makasih kakak,
total 1 replies
Siti Saodah
🤣🤣🤣elgar pikiran nya kesana mulu
Siti Saodah
si elgar makin kesini omes🤭
Siti Saodah
kasian Sandra sekalinya mau tobat malah dapat musibah lagi
Siti Saodah
katanya si Elsa itu model tapi kok bodah nya gak ketulungan
Siti Saodah
si Elsa udah bucin akut jadi bodoh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!