NovelToon NovelToon
Aku Hanya Ingin Ibuku

Aku Hanya Ingin Ibuku

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Anak Yatim Piatu / Cerai / Keluarga & Kasih Sayang / Anak Lelaki/Pria Miskin / Ibu Tiri
Popularitas:13.7k
Nilai: 5
Nama Author: Eriza Yuu

Setelah perceraian kedua orang tuanya, Dion diharuskan tinggal bersama sang ayah. Kehidupan Dion pun berubah drastis manakala sang ayah menikah lagi. Dion yang kala itu hanya seorang anak kecil, selalu merindukan sosok ibu kandungnya namun tidak bisa melakukan apa-apa.

Setelah bertahun-tahun kehilangan kontak dengan sang ibu, Dion yang beranjak dewasa mulai mencari tahu tentang keberadaan ibunya. Dengan sedikit petunjuk yang didapat Dion akhirnya pergi mencari keberadaan sosok wanita yang selama ini dirindukannya. Berhasilkah Dion bertemu kembali dengan sosok sang Ibu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eriza Yuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2. Ibu Baru

Beberapa bulan berlalu. Sesekali meskipun jarang Irma masih diam-diam datang mengunjungi Dion di rumahnya. Di hari Minggu, Baron tidak bekerja. Biasanya dia menghabiskan waktu di rumah menemani Dion atau mengajaknya pergi jalan-jalan di luar. Hari ini Baron ke luar meninggalkan Dion sendiri di rumah.

Baron: "Dion, Ayah ke luar sebentar, ya!"

Dion: "Ayah mau ke mana? Bukannya hari Minggu Ayah libur?"

Baron: "Ayah libur koq. Ayah cuma mau jemput teman. Ada teman Ayah yang mau main ke rumah dan ketemu sama Dion."

Dion: "Oh. Ya udah. Hati-hati di jalan, Ayah!"

Di dalam hati, Dion sangat berharap teman yang ayahnya bilang ingin ketemu dengannya itu adalah ibunya.

Baron: "Iya."

Baron pun pergi.

Dion: "Semoga temannya Ayah itu Ibu ya Tuhan. Amin."

Beberapa jam kemudian Baron pulang. Dion begitu bersemangat saat mendengar suara motor ayahnya berhenti di depan. Dion langsung berlari untuk membukakan pintu depan. Namun semangat Dion meredup saat melihat orang yang dibawa Baron merupakan seorang wanita muda cantik yang sama sekali tidak dikenalnya. Setelah membukakan pintu untuk ayahnya, Dion langsung lari bersembunyi di balik dinding sekat ruang tamu. Namun ia masih mengintip dari balik dinding.

Baron: "Dion, kemari!"

Baron dan wanita itu sudah berada di ruang tamu. Dion masih mengintip dari tempatnya.

Baron: "Ayo, sini! Kenalan dulu sama Tante cantik ini."

Dion pun mendekat dengan enggan. Sambil terus menatap wanita yang tersenyum padanya itu.

Maya: "Hai, namamu Dion, ya?"

Dion: "Iya."

Baron: "Nah, Dion. Tante cantik ini bernama Maya. Nanti Tante Maya akan tinggal di sini bersama kita dan menjadi ibunya Dion."

Bagai tersambar petir di siang bolong Dion mendengar perkataan ayahnya itu. Meskipun masih kecil dia mengerti betul maksud ayahnya itu. Dia langsung berteriak lantang.

Dion: "GAK MAU! DION MAU IBU! DION GAK MAU DIA..."

Kemudian Dion lari ke kamar.

Baron: "Dion!"

Baron hendak mengejar putranya namun Maya segera menghentikannya.

Maya: "Udah biarin aja. Dion pasti kaget. Pelan-pelan saja. Beri Dion waktu. Nanti dia juga pasti bisa menerima."

Baron: "Iya. Maaf ya atas sikap Dion yang kurang sopan tadi."

Maya mengangguk sambil tersenyum.

Dion menangis sejadi-jadinya di dalam kamarnya.

Dion: "Huhuhu... Ayah jahat! Dion mau Ibu. Dion gak mau tante itu. Huhuhu... Dion gak mau punya ibu lain selain Ibu. Huhuhu.... Ibu di mana? Dion mau ikut Ibu. Huhuhu...."

Dion yang menangis sampai ketiduran akhirnya dibangunkan oleh Baron saat hari mulai senja.

Baron: "Dion, bangun..."

Baron menggoyang-goyangkan tubuh Baron dengan pelan supaya Dion bangun. Dion bangun dan mengucek-ngucek matanya.

Baron: "Sudah senja. Dion pergi mandi lalu makan, ya! Tante Maya udah siapin makanan untuk Dion di atas meja makan. Masakan Tante Maya enak loh! Sekarang Ayah mau antar Tante Maya pulang dulu. Sebentar aja nanti Ayah pulang temani Dion."

Dion tidak menanggapi. Baron telah pergi. Dion juga sudah selesai mandi. Dia berdiri di depan meja makan melihat lauk pauk yang tersedia. Dion sama sekali tidak berselera apalagi mengetahui Maya yang memasaknya. Dia lebih memilih makan nasi dengan kecap saja daripada makan masakan wanita itu.

Baron telah pulang ke rumah. Melihat lauk pauk yang masih utuh di atas meja makan membuat Baron keheranan. Lantas ia pun memanggil putranya.

Baron: "Dion... Dion..."

Dion yang di kamar mendengar panggilan ayahnya segera datang.

Dion: "Iya, Ayah. Ada apa?"

Baron: "Dion, kamu tidak makan?"

Dion: "Aku sudah makan, Ayah."

Baron: "Sudah makan? Kenapa lauknya masih utuh?"

Dion: "Dion gak suka lauk masakan Tante Maya. Dion lebih suka masakan Ibu."

Mendengar jawaban Dion seketika langsung membuat Baron naik darah.

Baron: "Dion, sudah Ayah bilang... Jangan sebut-sebut wanita itu lagi. Dia itu bukan ibumu! Dia sudah meninggalkan mu karena dia tidak sayang lagi padamu!"

Dion: "Ayah bohong. Ibu masih sayang sama Dion. Ibu pergi karena Ayah yang mengusir Ibu."

Baron: "DION! Cukup, ya... Pokoknya Ayah tidak mau dengar kamu sebut ibu ibu lagi. Apalagi setelah Tante Maya tinggal di sini. Tante Maya akan menjadi ibumu yang lebih baik daripada ibumu yang tidak berguna itu!"

Dion: "Ayah jahat! Pokoknya Dion gak mau. Dion tetap maunya Ibu!"

Dion kemudian berlari ke kamar. Membanting pintu dan menguncinya.

Baron: "DION. DION."

Baron berteriak memanggil Dion namun putranya itu sama sekali tidak menanggapi.

Di dalam kamar Dion menangis sejadi-jadinya.

Dion: "Ibu... Dion mau Ibu... Hiks... Tuhan, bawa Dion ketemu Ibu. Dion mau tinggal sama Ibu... Dion benci Ayah. Dion gak mau tinggal di sini sama Ayah. Hiks... Hiks..."

Dion terus saja menangis sampai akhirnya tertidur.

...🍀🍀🍀...

Pernikahan Baron dan Maya dilaksanakan dengan cukup meriah di rumah sederhana Baron. Meskipun suasana di luar dipenuhi kemeriahan pesta, namun Dion lebih memilih mengunci diri di kamar.

Pesta telah selesai. Kehidupan baru Baron bersama Maya baru akan dimulai.

Baron: "Dion, mulai sekarang kamu panggil Tante Maya dengan panggilan mama, ya!"

Dion: "Enggak mau! Tante Maya bukan ibuku!"

Baron: "Dion, jangan kurang ajar, ya! Cepat minta maaf sama Mama."

Dion: "GAK MAU!" (Berlari ke kamar)

Maya: "Udahlah, Sayang! Jangan dipaksain. Pelan-pelan aja, kasih Dion waktu. Dia hanya belum terbiasa dengan perubahan yang mendadak ini."

Baron: "Kamu memang istri yang pengertian. Maafin Dion, ya! Maaf, harus merepotkan kamu untuk ikut menjaga dia."

Maya: (Tersenyum) "Gak apa-apa, koq! Sekarang Dion kan juga anakku."

Baron ikut tersenyum dan mengusap kepala Maya.

...🍀🍀🍀...

Setiap hari Dion selalu bangun lebih pagi karena dia harus pergi ke sekolah. Ia bangun sendiri dan mengurus dirinya sendiri. Dion sudah rapi dengan seragam sekolah. Saat ia berjalan ke meja makan sudah ada Maya dan Baron di sana.

Maya: "Dion, sudah rapi, ya! Sini sarapan dulu yuk!"

Baron: "Iya, Dion. Mama sudah bangun pagi-pagi masak untuk kamu loh!"

Dion tidak menyahut. Ia mendekat dan duduk di meja makan dengan wajah datar. Maya langsung menyodorkan sepiring nasi lengkap dengan lauk ke depan Dion.

Maya: "Dion boleh panggil Tante koq kalau tidak terbiasa panggil Mama. Ini makan dulu, ya! Biar semangat sekolahnya."

Baron: "Nah, lihat kan... Mama Maya sangat baik. Dion harus dengar kata Mama, ya!"

Dion tidak menanggapi dan dengan terpaksa melahap makanan yang disiapkan Maya untuknya. Setelah selesai sarapan Baron mengajak Dion berangkat.

Baron: "Izin ke sekolah sama Mama dulu, Dion!"

Dion: "Aku berangkat... Tante."

Baron: "Koq Tante sih? Mama dong! Ayo, ulang!"

Maya: "Udahlah, Sayang... Jangan dipaksa Dion-nya."

Baron: "Gak apa-apa. Ini biar dia cepat terbiasa."

Baron: "Dion. Ayo, izin sekali lagi, panggil Mama. Kalau gak Ayah gak mau antar ke sekolah, ya!"

Mata Dion langsung berkaca-kaca. Ia menundukkan kepalanya dan berbicara dengan terbata-bata.

Dion: "Dion... Berangkat ke sekolah... Ya... Ma... Mama..."

Baron: "Nah, gitu dong!"

Baron: "Aku berangkat ya, Sayang!" (Berkata pada Maya)

Maya: "Iya. Hati-hati di jalan. Dion juga, ya! Semangat belajar!"

Di dalam hati Dion sangat berat memanggil wanita yang bukan ibunya itu mama. Namun dia hanyalah seorang anak kecil yang hanya bisa menuruti kemauan ayahnya.

^^^bersambung...^^^

1
Sri Astuti
semoga author berbaik hati pdmu Dion.. dan nanti ksmu bs bertemu ibumu
Sri Astuti
romansa remaja.. SMA adl masa terindah buat mrk
Sri Astuti
syukurlah masalah sdh clear bagi Dion.
Mirna tipe ibu yg ga bener.. dia suka Rita krn bs dimanfaatin ternyata.. toh tetep aja dibuang suaminya dia oke" saja
Risa Virgo Always Beau
Maya sama ibunya Maya kejam banget jadi orang deh
Risa Virgo Always Beau
Maya sama ibunya Maya kejam banget jadi orang deh
Risa Virgo Always Beau
Saking rindunya Dion sama ibunya sampai Dion bermimpi ibunya
Risa Virgo Always Beau
Dion itu fokus banget makannya ngga sambil bicara saat sedang makan
Risa Virgo Always Beau
Stella dan teman temannya yang banyak makannya nanti lanjut belajar bersama
Risa Virgo Always Beau
Ryan tidur sama mama dan papanya gara gara neneknya Ryan tidur di rumah Ryan
Risa Virgo Always Beau
Sepertinya Stella pengen dekat sama Dion sampai mengajak belajar bersama
Risa Virgo Always Beau
Maya masih saja membohongi Baron beruntung Baron sudah menyadari kelakuan Maya
Risa Virgo Always Beau
Baron baru menyadari kalau Maya ternyata membohongi Baron
Risa Virgo Always Beau
Maya gunakan uangnya untuk foya foya sampai iuran sekolah Dion menunggak
Risa Virgo Always Beau
Maya tega banget sampai menyembunyikan foto miliknya Dion
Sri Astuti
yakin sih klo si nendk yg ambil.. scr dia pinjam ga dikasih
Sri Astuti
Dion sadar kondisi keluarganya membuat dirinya minder
Sri Astuti
masa remaja masa yg paling indah kata lagu 😂😂😂
Sri Astuti
semoga aman" pas pulang ga diapa apain
Sri Astuti
Dion aslinya baik, tp dia ga mau pusing dgb urusan orang. akhirnya Ryan dekat jg sm abangnya..
bu Mirna sdh tua ga bs jd teladan buat yg muda
Sri Astuti
selamat buat Dion.. hrsnya Maya seneng anaknya diajarin sama Dion bukannya mlh sebel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!