NovelToon NovelToon
Sistem Pemindai

Sistem Pemindai

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dunia Lain / Penyeberangan Dunia Lain
Popularitas:516.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ren!

Azam, seorang mahasiswa akhir tahun yang pindah ke dunia paralel saat dia tertidur setelah mengerjakan tugas sampai larut malam. Bersamaan dengan itu, dia mendapatkan sebuah sistem pemindai yang bisa memindai lingkungan sekitar.

Dengan nama dan kehidupan yang sama, Azam bertekad untuk mengubah hidupnya ditemani oleh sistem pemindai yang memiliki kecerdasan yang membuat hidupnya lebih berwarna.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

[Ditemukan uang tanpa pemilik di jarak 20 meter.]

[Ditemukan ponsel pisang di jarak 40 meter.]

[Ditemukan wanita cantik dalam jarak 50 meter.]

"Tunggu sebentar, bagaimana kamu bisa memindai wanita cantik di sekitar, Sistem!?" Azem mengerutkan keningnya namun dia berlari menghampiri wanita cantik yang diarahkan oleh Sistem.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ren!, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menggunakan Sistem untuk Mencari Uang (Revisi)

Karena hari masih siang, Azam memutuskan untuk melanjutkan pencarian uang tanpa pemilik di sekitar area kost. Sistem langsung mencari seusai dengan perintah dari Azam.

[Ditemukan uang sebesar 100 ribu rupiah dalam jarak 7 meter dari Host.]

[Ditemukan uang sebesar 5 ribu rupiah dalam jarak 3 meter dari Host.]

[Ditemukan uang sebesar 500 rupiah dalam jarak 2 meter dari Host.]

Sistem memunculkan banyak hasil pencarian terkait uang tanpa pemilik dalam radius 10 meter. Meskipun kebanyakan adalah uang receh, tapi Azam tetap mengambil semuanya karena itu juga merupakan uang.

Namun ada satu hasil pencarian yang membuahkan hasil yang bagus. Azam segera mengikuti arahan dari Sistem untuk pergi ke lokasi 7 meter darinya yang merupakan taman yang kurang bersih karena ada banyak sampah plastik.

Azam mengabaikan lingkungan yang kotor karena saat ini perhatiannya tertuju pada uang berwarna biru ada di bawah pohon. Itu adalah dua uang pecahan 50 ribu yang terhalangi sampah sehingga kurang terlihat.

"Benar-benar 100 ribu, seperti yang diharapkan dari Sistem Hanya dalam waktu satu jam, aku berhasil mendapatkan 200 ribu yang merupakan uang yang sangat banyak bagiku," kata Azam dengan suara gembira.

200 ribu memang tidak banyak untuk kebanyakan orang di Jakarta. Tapi bagi Azam yang merupakan seorang yatim piatu, itu merupakan jumlah yang cukup banyak.

Dengan uang segitu Azam bisa makan tiga kali sehari selama beberapa hari selama dia menemukan makanan yang murah dan banyak atau memasak sendiri.

Pada saat ini, ada seorang kakek tua yang membawa gerobak sampah. Azam mengabaikan kakek tua itu dan melanjutkan pencarian yang tanpa pemilik di sekitar.

[Ditemukan uang sebesar 5 juta rupiah dalam jarak 3 meter dari Host.]

Azam sangat terkejut dengan hasil pencariannya, dia segera melihat arah yang ditunjuk oleh Sistem dan itu ternyata adalah gerobak sampah milik kakek tua tadi.

"Ada uang 5 juta di dalam gerobak sampah? Hm, sepertinya itu milik seseorang karena ya tidak mungkin ada uang sebanyak itu di dalam gerobak sampah. Tapi mengapa Sistem bisa memindainya?" Azam berpikir dengan keras.

Namun saat ini kakek tua itu kembali sambil membawa karung besar yang berisi botol plastik. Azam mengesampingkan pemikirannya dan segera menghampiri kakek tua itu.

"Permisi Kek, mari aku bantu." Azam tersenyum, dia menawarkan diri untuk membantu kakek tua itu karena ada uang yang sedang menunggunya.

"Oh, silakan. Jarang sekali ada anak muda yang memiliki sikap baik di zaman sekarang," kata kakek tua dengan nada ramah karena jarang ada anak muda yang berhati baik.

Azam tersenyum namun merasa sedikit bersalah di dalam hatinya karena dia membantu kakek itu bukan tanpa pamrih melainkan memang ada tujuannya yaitu untuk mengambil uang.

Kekek tua itu pergi untuk mengambil sampah lagi, sedangkan Azam segera mencari uang yang ada di dalam gerobak sampah. Setelah beberapa menit, Azam menemukan kantung plastik berwarna hitam.

"Ini kah?" Azam hendak membuka kantung plastiknya namun kakek tua itu sudah kembali sambil membawa karung berisi botol plastik lagi.

Jadi, Azam membantu kakek tua itu selama setengah jam karena ada banyak sekali botol plastik yang dibawa oleh si kakek tua, kemudian dia duduk di bangku yang ada di taman.

Azam membuka ikatan kantung plastik itu, dia terkejut karena melihat ada banyak sekali lembaran uang kertas berwarna merah yang merupakan uang pecahan 100 ribu rupiah.

Namun, Azam menyipitkan matanya saat melihat ada kartu nama dan sebuah foto di atas uang. Dia mengambil fotonya dan melihat kalau itu merupakan foto empat orang yang sepertinya adalah keluarga.

Lalu, Azam melihat kartu namanya. Di situ tercantum nama dan nomor telepon. Kemudian ada logo harimau berwarna emas dan tulisan yang merupakan nama perusahaannya, yaitu Tiger Construction.

"Tiger Construction? Bukankah ini perusahan konstruksi yang terkenal di Jakarta? Mengapa ada kartu nama mereka di sini?" Azam mengerutkan keningnya karena tidak tahu apa yang terjadi.

Tiger Construction merupakan perusahaan konstruksi yang terkenal di Jakarta karena kualitas material bangunan yang bagus dan pengerjaannya yang tepat waktu sesuai dengan bayaran.

Ada banyak orang dari berbagai kalangan status menggunakan jasa Tiger Construction saat mereka ingin membangun sesuatu.

"Di mana uangnya? Aduh, bagaimana bisa aku malah meninggalkan uangnya?" Terdengar suara pria paruh baya di dekat Azam yang sepertinya sedang panik.

Azam langsung mengerti apa yang terjadi, uang 5 juta yang ada di dalam kantung plastik di tangannya memiliki pemilik dan itu adalah pria paruh baya yang ada di dekat Azam.

Namun, Azam bertanya kepada Sistem. "Sistem, apa yang terjadi? Bukankah aku memberi perintah untuk mencari uang tanpa pemilik?"

[Memang benar, dan uang yang ada di tangan Host sudah tidak memiliki pemilik karena sudah hilang selama beberapa jam di tempat umum, atau lebih tepatnya di dekat tong sampah.]

Itu artinya, jika ada barang yang lepas dari tangan pemiliknya selama beberapa jam, maka itu akan dianggap sebagai barang tanpa pemilik oleh Sistem.

"Ah, jadi begitu." Azam mengangguk paham dengan penjelasan yang dikatakan oleh Sistem.

Meskipun Azam sedang kekurangan uang, dia bukanlah orang yang serakah. Dia sudah memutuskan untuk mengembalikan uang di tangannya kembali ke pemiliknya, yaitu pria paruh baya yang sedang kebingungan.

Namun, dia tidak langsung mengembalikannya. Azam menghampiri pria paruh baya itu dan berkata, "Permisi Pak, apakah Bapak lagi cari sesuatu? Soalnya tadi saya lihat Bapak sedang kebingungan."

"Oh, halo mas. Sebenarnya saya kehilangan uang, tadi saya sedang menelepon dan tidak sadar kalau uangnya tertinggal," jawab pria paruh baya itu dengan suara sedih.

"Oh, jadi begitu. Kalau boleh tahu, Bapak kehilangan uang berapa, dan Bapak menyimpan uangnya pakai wadah apa?" tanya Azam meskipun dia sudah tahu kalau pria di depannya adalah pemilik dari uang 5 juta.

"Sekitar 5 juta, dan bodohnya aku menyimpan uang di kantung plastik berwarna hitam. Tapi jika kamu menemukannya, ada kartu nama di dalamnya sehingga kamu bisa langsung meneleponku," kata pria itu.

Azam tersenyum karena mendapat konfirmasi dari pria di depannya. Dia mengeluarkan kantung plastik yang berisi uang dan memberikannya kepada pria paruh baya di depannya.

"Ah, ini!?" Pria paruh baya itu terkejut karena Azam memberikan yang miliknya yang disimpan di kantung plastik berwarna hitam.

"Maaf, saya hanya ingin mengonfirmasi saja," kata Azam sambil tersenyum cerah.

"Terima kasih banyak!" Pria itu menyalami tangan Azam dengan kedua tangannya sambil menangis bahagia karena uangnya ditemukan oleh Azam.

"Sama-sama." Azam mengangguk dan berkata dengan tenang.

Setelah berbicara sebentar, Azam akhirnya tahu siapa identitas pria di depannya. Hendra Setiawan, merupakan pemilik perusahaan Tiger Construction yang memiliki reputasi baik di dunia bisnis.

Uang 5 juta itu adalah uang miliknya yang baru saja dia ambil dari bank. Namun saat itu minuman yang dia pegang mengenai tas uangnya, itulah mengapa dia memindahkan semua uang ke kantung plastik.

Hendra membuang tas uang yang sudah basah ke tong sampah, dan bersamaan dengan itu ada telepon masuk dari bawahannya yang mengatakan kalau perlu tanda tangan Hendra di sebuah dokumen.

Lalu untuk fotonya, itu memang foto keluarga Hendra, Azam juga mempercayainya karena memang ada foto keluarga Hendra di internet.

"Maaf, tapi karena aku sedang sibuk, boleh minta nomor teleponnya?" tanya Hendra kepada Azam.

"Boleh." Azam mengangguk dan memberitahu nomor ponselnya kepada Hendra.

Setelah itu Hendra pergi dengan mobil yang diparkir di dekat taman. Sementara itu Azam melanjutkan pencarian uang tanpa pemilik karena dia perlu membayar sewa tiga hari kemudian atau dia akan menjadi gelandangan.

Dia tidak ingin jadi gelandangan di hari pertamanya menyeberang ke dunia paralel ini. Jadi Azam harus bekerja keras untuk menemukan uang tanpa pemilik di lingkungan sekitar.

Meskipun sebenarnya tadi Hendra sudah menawarkan uang kepada Azam namun ditolak olehnya karena uang tidak terlalu penting selama dia memiliki Sistem Pemindai.

Hendra salah mengartikan kalau Azam menolak imbalannya karena hatinya yang baik. Oleh karena itu kesan Azam di hati Hendra meningkat dan berpikir untuk memasukkan Azam ke dalam perusahannya.

1
pembaca gabut
oke ini novel sistem beda dari yg lain 😭
Raysonic Lans™
/Coffee/
kagune
kenapa harus negara onoh sih
pembaca gabut: wkwkw baru mau ngetik 🗿 benci gue jir dari sekian banyak nya negai dan seni beladiri kenapa harus seni beladiri dari negara onoh kan ada taekwondo , muaythai dll
total 1 replies
Raditya Vicky
Luar biasa
Juwi Mor
sudah di revisi masih saja nama aska tetap muncul
Abi Uung
lanjut terus
Abi Uung
bagus ceritanya
Andri Suwanto
anak anjing najisss
yuce
Luar biasa
yuce
aku juga kalau makan bubur suka diaduk sebelum makan kalau gak diaduk kurang enak rasanya.pernah kucoba gak diaduk tapi malah buburnya gak habis kayak rasanya gak makan ja.
#Tutuy Bae_22
cih israel apaan tor genti genti
Ling Shin
/Good/
system
baru kali ini baca novel system , tapi system nya gk berguna d saat ada kejahatan 🤭🤭🤭
SweetiePancake
Ini op banget astagay
A͓̽l͓̽b͓̽e͓̽l͓̽l͓̽a͓̽a͓̽
Btw thor Azam sama Aksa beda loh kok ada beberapa kali yang nama nya di tulis "Aksa" terus??
Rennt: situasinya dua novel ini aku tulis bareng dan karena namanya awalan huruf a, jadi lupa
total 1 replies
Brownhood
kang looting🗿
nda bae nda
lnjut
Hades Riyadi
Lanjuuutt Thor 😛😀💪👍🙏
Hades Riyadi
Berjumpa dengan Elina, Sekretaris Pak Deva yang mempunyai tigas yang sama di Magic KTV...😛😀💪👍👍👍
dholpin👅🎉🎉
anila Thor nama kuda putihnya,bukan anlia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!