Warning!!bijak lah dalam memilih bacaan.
. Wanita mana yang mau dan menerima dengan senang hati bahwa dirinya hanyalah dijadikan istri simpanan atau istri siri oleh suaminya, namun itulah yang terjadi kepada gadis bernama Nayna, gadis itu rela menjadi istri siri seorang dosen karna ketidakmampuan dirinya membayar pengobatan bapaknya karna kecelakaan tabrak lari dan tunggakan per semester kuliahnya semenjak ayahnya sakit. ketidakadilan dan selalu di injak-injak oleh pihak keluarga suami membuat Nayna yang tadinya adalah gadis lemah mudah untuk di tindas berubah karna ketidakberdayaan nya. bagaimana kisah Nayna? apakah ia akan mendapatkan cinta sang dosen seutuhnya atau malah hanya dijadikan sebagai bahan serep saja? yuk ikuti kisah Nayna di novel "Istri Siri Pak Dosen"
"Jika dia istri sah mu lalu aku istri siri mu,biar aku yang mengalah.dia wanita dan aku wanita dan dia berhak atas dirimu Mas."
jangan lupa follow IG othor ya untuk melihat visual dan perkembangan setiap tokoh.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MomPutt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Syarat?
Happy reading
❤️❤️❤️😍😍❤️❤️❤️
Dua orang perempuan beda usia itu mematung saat ada seseorang yang akan membayar rumah sakit untuk bapak Nayna, mereka berdua terdiam dan tak lama mereka berdua pun saling pandang dengan diam "Bi?" Nayna seakan memberikan pertanyaan dari sebuah panggilan itu.
"Biar aku bayar pengobatan juga rawat inap nya, apa kalian mau?" ucap seseorang itu lagi.
"Apa kalian mau?" tanya orang itu lagi karna sedari tadi tidak mendapatkan respon sama sekali oleh dua perempuan di hadapan nya itu.
"Baiklah aku tidak mendapatkan jawaban ku, aku permi." belum sempat orang itu meneruskan ucapnya tiba-tiba Bi Ima langsung menghentikan langkah seseorang itu.
"Tunggu pak, tunggu sebentar." ucap Bi Ima memegang tangan seseorang itu namun saat orang itu menatap wajah bi Ima dengan cepat wanita itu langsung melepaskan tangannya.
Nayna langsung memegang tangan bibik nya seakan takut dengan apa yang ada di hadapan nya itu, "Kamu mau bapak sembuh kan? biarkan bibik yang bicara sebentar ya." ucap Bi Ima pelan kepada keponatnya itu.
"Iya Bik," ucap Nayna hanya bisa menurut saja perkataan bibik nya
"Jadi gimana?" tanya orang itu lagi
"Bisa bicara sebentar pak? maksud saya kita duduk di kursi tunggu itu untuk bicara." ucap Bi Ima sambil menujukan tak jauh dari mereka berdiri ada kursi tunggu untuk para penunggu disana.
Dan akhirnya dengan segala keraguan orang itu dan pertimbangannya akhirnya mereka bertiga pun sepakat bicara sambil duduk dikusrsi itu agar tidak terlalu jadi sorotan orang banyak disana.
"Ehgm.... beneran bapak mau bayarin pengobatan juga rawat inap kakak saya?bapak tidak bercanda kan?" tanya Bi Ima dengan mata berbinar juga penuh harap sedangkan Nayna hanya bisa diam mendengar dan memohon juga tak henti berdoa dalam hati semoga ada jalan keluar buat bapaknya.
"Ya benar, aku akan membiayai keseluruhan pengobatan juga rawat inap keluarga anda namun dengan satu syarat." ucap orang itu dengan wajah nya menatap Nayna penuh arti dan sang misteri.
"Syarat?" Bi Ima mengulangi perkataan orang itu dan mencoba menatap keponakan nya itu.
"A... apa pak?" tanya Bi Ima lagi.
Nayna sudah mulai ketakutan, gadis itu tak melepaskan pegangan tanganya dari baju belakang bibi nya itu.
"Ya syarat, maka akan aku biayai semua kebutuhan dan kesembuhan keluarga mu." ucap seseorang itu lagi
"Syarat nya apa?" Nayna mencoba bertanya dan menundukan pandangannya.
"Menikah" ucap laki-laki itu dengan begitu serius dan penuh ketegasan
"Hahk?" Bi Ima dan Nayna kaget berbarengan, mereka berdua langsung menatap orang itu, laki-laki tua dengan memakai jas hitam dan berkaca mata dan Nayna juga bi Ima bisa memperkirakan jika usia laki-laki tersebut di kepala empat atau lima.
"Bibik, jangan bilang aku yang ." belum sempat Nayna berbisik ke telinga bibik nya, Bi Ima langsung memberikan tatapan untuk tidak bicara lagi gadis itu.
"Pak, apa maksud anda?" Bi Ima mempertanyakan nya, karna dirinya bingung akan kata "Menikah" tersebut.
"Anda tidak bermaksud." belum sempat Bi Ima bicara laki-laki itu langsung membuka kacamata.
"Buang fikiran kotor mu itu, aku sudah punya istri dan aku mencintai nya, paham." ucap laki-laki itu seakan sedang mempertegas kan apa yang ia ucap.
"Maaf." jawab Bi Ima tak enak hati
"Ambil uang ini dan urus keluarga mu dan tanda tangan di surat perjanjian, aku akan menikahkan anak ku dengan gadis itu." Laki-laki itu mengeluarkan amplop coklat dari balik jas nya lalu menujukan Nayna dengan maksudnya.
"APA?"
Bersambung...
Support like, komen dan vote ya 🙏🙏🙏🥰
trs novel ini gada kelanjutannya, kirain beneran tamat. cb cari novel ke2 tp ga nemu
kalo cm krn naina pihak ke 3 harusnya kalo mamahnya baik ga akan segitunya sikapnya walau ga setuju keputusan suaminya
dan apa memang sudah kodratnya orang miskin jadi bulan bulanan orang kaya....kenapa terlihat tidak adil namun othor punya sekenario..
wes tak golek'i eee novel suami-ku dosen-ku ning yoo ra ono ki seng jenengane podo
walahwalah😤