Seorang prajurit sudah selayaknya setia dan tegas dalam setiap tindakan, lalu bagaimana jika seorang prajurit muda memiliki dua pacar sekaligus? Dan tak bisa melepaskan salah satu pacarnya karena sumpah yang tak mungkin dilanggar? baca selengkapnya hanya di noveltoon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 2
TENDA DARURAT BENCANA
"Gas! kamu itu kenapa kok ngelamun terus?" tegur Adhi yang melihatnya melamun di dalam tenda sendirian.
"Nggak, nggak papa!" bohong Bagas pada seniornya itu. "Ah, bohong! mana mungkin ngelamun gak ada yang dipikirin." Desak Adhi, seniornya di satuan .
Adhi dua tahun lebih dulu menjadi prajurit TNI, "Mikirin orang-orang itu, gimana keadaan mereka jika tahu rumahnya rata dengan tanah?" kembali Bagas berbohong.
"Sudahlah Gas! aku juga pernah muda pernah menyimpan rindu untuk seseorang saat tugas seperti ini." Kata Adhi sambil membenarkan seragamnya di cermin dekat Bagas.
"Siapa yang kau rindukan?" tanya Bagas membelokkan subjek pembicaraan .
"Kamu mengalihkan perhatian, Gas? tapi tak apa aku akan menjawabnya," Adhi mengambil posisi di depan Bagas. "Tentu yang aku rindukan ialah orang tua." Lanjut Adhi kembali.
"Hanya orang tua? tak ada selain itu?" Bagas berbalik menginterogasi.
"Harusnya ada, tapi aku tak perlu merindukannya!"
"Karena saat tugas aku belum mengenalnya , aku menikah karena dijodohkan setelah pulang tugas." Lanjut Adhi.
Bagas mencoba tertarik pada cerita Adhi agar dia melupakan pertanyaannya. "Jadi selama pendidikan dan tugas kamu belum kenal istrimu itu?" tanya Bagas yang langsung dibenarkan Adhi. "Ya ada benarnya..., sebelum itu aku hanya tau namanya saat SMP tapi tak mengira jika dia jodohku!"
Berkat cerita seniornya itu, Bagas teringat seorang gadis yang pernah ia pacari waktu SMP. Namanya Salma, dia satu kelas dengannya namun saat kelas tiga Salma memilih pindah ke pusat pendidikan dan latihan pelajar.
Salma waktu itu menjadi seorang pemain voli yang terkenal , sejak dia masuk SMP sudah banyak prestasi yang ia raih baik dari tim sekolah maupun luar sekolah .
Dia lolos seleksi PPLP saat kelas tiga SMP dan meninggalkan pacarnya , yaitu Bagas . Sebelum berpisah dengan Salma ia pernah bersumpah untuk kembali bersamanya suatu saat nanti .
"Hey,...Gas !" kejut Adhi karena Bagas kembali melamun .
"Tadi sendirian ngelamun , sekarang udah diajak bicara masih aja ngelamun . Sebenarnya apa sih yang kamu lamunkan itu ?"
"Nggak , cuma bayangin gimana rasanya kalo pulang tugas langsung dijodohin ." Sekali lagi Bagas mencoba memelintirkan arah pembicaraan .
"Nggak , aku gak mau jawab sebelum kamu jujur !"
Sayangnya usahanya gagal dan terpaksa harus menceritakan hal yang membuatnya melamun . "Kalo bukan karena terpaksa dan bukan pada kamu aku nggak akan mau jujur ," Bagas mulai membuka pengakuannya .
"Aku teringat janjiku pada seseorang , Dhi !"
"Dia adalah pacar ku saat masih SMA , kami baru menjalin hubungan saat akhir sekolah dan terpisah karena cita-cita ku menjadi prajurit ."
Adhi yang telah melewati masa seperti Bagas dengan setia mendengarkan cerita tersebut , "Jadi apa yang kamu lamunkan ?, menyesal pilih cita-cita daripada cinta ?"
Bagas menggeleng tapi tak langsung menjawab ,
"Atau menyesal telah mencintai gadis itu ?" Adhi terus saja memaksa Bagas agar terbuka . "Bukan , aku tak menyesali apapun yang telah terjadi ."
Nampaknya Bagas masih belum bisa menjelaskan pikirannya pada orang lain .
"Ah kamu kelamaan Gas , aku jadi bosan mending keluar bantu-bantu warga !" Adhi yang muak keluar dari tenda darurat .
Namun Adhi kembali menampakkan dirinya , "Sekarang kamu pikirkan bagaimana caranya bisa menceritakan masalahmu padaku , daripada pulang tugas kamu gila !"
Note : bagi yang lupa kasih like boleh di like dulu , biar makin bagus tambahin komen , rate 5 dan vote yah..
happy ending donk
huffffft
smg buruan ketemu jodohnya
dah runyam ne mslh Lo
kabuuuuuur
gw jg mo bantu lo
jgn buka malu Bagas donk sayang!!!!!!
biarlah dicintai dr pd mencintai
biar Salma gak di PHP in
Seringkali bikin resah. Gundah tak berakhir.
Dan ketika semua pada titik akhir dari kerinduan.....namun....
Benar, perempuan tak mungkin menghubungi duluan. Rasanya tabu
saling dukung yuuu dengan novel terbaru ku "Love Winter"
Terimakasih