NovelToon NovelToon
Will Never Let You Go

Will Never Let You Go

Status: tamat
Genre:Komedi / Patahhati / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:202.8k
Nilai: 5
Nama Author: Vin Shine

Hubungan antara dua orang yang saling mencintai tentu saja akan lebih membahagiakan jika ada restu kedua orang tua di dalamnya. Namun, bagaimana akhirnya jika setelah semua usaha dilakukan, tapi tetap saja tidak ada kata restu untuk hubungannya?

Ini tentang Arasellia. Gadis dari kalangan biasa yang selalu kesulitan mendapatkan restu dalam setiap menjalin hubungan.

"Kalau pada dasarnya mereka udah nggak suka sama aku, mau aku kasih mereka uang semiliar juga nggak akan mengubah apa pun."

"Kalau misal berubah, emang kamu punya uang semiliar?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vin Shine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kartu Nama

“Ojek, Kak,” ucap Darma lalu mendudukkan tubuhnya di jok belakang motor yang tadi ditunjuk Cahyo.

Merasakan adanya beban tambahan di motornya, Ara memutar kepala dengan mata membulat sempurna dan bibir menganga. Yang benar saja dirinya dikira ojek.

“Maaf, saya bukan ojek. Mas-nya silakan turun.”

“Udahlah nggak usah malu. Saya biasa, kok, liat cewek ngojek. Ibu-ibu malah sambil bawa anaknya.”

Hidung Ara kembang kempis mendengarnya. Dia bukan malu atau apa, tapi dia memang bukan tukang ojek. Camkan itu!

“Udah cepetan. Mau kamu mengelak kayak gimana juga saya nggak mau turun. Saya bayar kamu tiga kali lipat, deh.” Darma kembali bersuara sebelum Ara menyuruhnya turun untuk kedua kalinya.

Tiga kali lipat?

Bibir Ara mengulas senyum. “Emang mau ke mana?”

“Hotel Coriander.”

Ara berpikir sejenak. Hotel itu masih cukup jauh. Mungkin butuh waktu hampir setengah jam untuk sampai di sana. Sebandingkah uang yang ia dapat di saat rasa lelah habis bekerja menderanya?

“Kamu tinggal sebutin berapa upahnya pasti saya bayar,” celetuk Darma seakan mengetahui pikiran gadis di depannya.

Seketika lampu di kepala Ara bersinar terang. Dia bisa meminta upah sesuai dengan biaya servis motornya kemarin. Lumayan, uang tabungannya tidak jadi terkuras.

“Oke!”

Detik berikutnya, Ara mulai melajukan motornya membelah padatnya jalanan Kota Solo. Ara yang bulan kemarin sempat mengalami kecelakaan lalu lintas tidak berani berkendara dengan kecepatan tinggi.

“Cepetan dikit, dong. Telat, nih!” Darma mengomel. Berulang kali ia melihat arlojinya, lalu berdecak sebal. “Ini motor apa siput kenapa lelet banget?”

Ara memilih untuk pura-pura tidak mendengar meski suara Darma yang kini lebih mirip suara kumbang terus berdengung di telinganya. Baginya nyawanya lebih berharga dari apa pun. Ara juga tidak habis pikir. Mengapa laki-laki yang kini terus memepet punggungnya agar omongannya didengar itu bisa lebih cerewet dari ibunya.

“Oy, Mbak! Cepet dikit, kek!” Darma menepuk-nepuk bahu Ara. "Cepetan! Saya bisa telat."

Geram dengan Darma yang terus nyerocos, Ara menarik napas panjang, bersiap-siap untuk memacu sepeda motornya lebih kencang. Kalau bisa lebih cepat dari kecepatan angin biar mulut laki-laki di boncengannya ini diam. Ara tersenyum miring sebelum kemudian menarik gas kuat-kuat hingga jarum speedometer-nya hampir menyentuh angka 100km/jam.

Ngengggggg!

Jantung Darma serasa mau copot. Dia memang ingin cepat sampai, tapi tidak secepat ini juga. Kalau begini caranya dia bukannya sampai hotel, tapi sampai rumah sakit atau parahnya bangun-bangun di depannya sudah ada malaikat.

“Nggak gini juga kali! Rusak, nih, rambut yang ada.” Darma mencari alasan. Tidak mungkin ‘kan dia bilang takut. Masa kalah sama perempuan. Gengsi!

Ara tak acuh. Masa bodoh mau rambut rusak, bulu mata lepas, atau apalah. Yang jelas gadis itu baru mau menurunkan kecepatan saat memasuki kawasan Hotel Coriander.

Menghentikan motornya tepat di depan lobi, Ara melepas helm disusul helaan napas panjang. “Huahhhh!” Ia merasa puas. Kepiawaiannya dalam membawa sepeda motor memang tidak bisa dianggap remeh. Sekarang tinggal waktunya dia menyebutkan nominal yang diinginkannya.

Sementara Darma yang baru turun dari motor mendengkus sebal karena tampilannya yang jadi sedikit berantakan. “Kamu minta berapa?” tanyanya to the point.

Tanpa tahu malu Ara pun menjawab, “Tiga ratus ribu.”

Dengan segera Darma merogoh saku celananya. Mengetahui benda yang ia cari tidak ada, laki-laki itu mencoba mengecek saku lainnya. Hanya ada kartu nama miliknya, itupun lecek karena sepertinya ikut tercuci. Darma baru ingat sesaat sebelum keluar dari mobil ia menaruh dompetnya di tas. Sedangkan Ara yang merasa curiga langsung memasang wajah siaga. Awas saja kalau sampai bohong!

“Dompetku ketinggalan di mobil. Gimana kalau bayarnya besok?” Dengan napas tertahan Darma mencoba bernegosiasi.

“Apa? Besok?”

“Iya, besok. Nih, aku kasih kartu namaku dulu buat jaminan. Nanti aku ganti dua kali lipat dari yang kamu sebutin tadi,” katanya menaruh kartu nama miliknya ke telapak tangan Ara.

Ara hanya melongo. Matanya melotot menyadari kalau laki-laki yang belum ia ketahui namanya itu sudah masuk ke dalam hotel.

“Sial! Gayanya saja sudah seperti konglomerat ternyata isi dompetnya sekarat!” Ara terus mendumel sampai akhirnya ia mendengar ponselnya berbunyi. Ternyata itu telepon dari Keyla. Ah, sahabatnya itu pasti sedang kebingungan mencarinya. Ara pun kembali menghidupkan motornya dan meninggalkan hotel tersebut dengan hati dongkol.

1
Studesyy
Bagus, ringan, tata bahasanya rapih dan mengalir, ga giung banget, dutunggu karya lainnya Thor ... SEMANGAAAAT!!!
grey: thanks a lot, kalo jadi bulan depan nelorin cerita baru 🥰🥰🥰
total 1 replies
Studesyy
Aku suka ceritanya Thor, proses perasaannya ditunjukin banget, ga ujug2 jatuh cinta pada pandangan pertama trus bucin maksimal trus terkesan giung banget akhirnya, iya emang ini dunia novel yg absurd dan giung mah udah biasa, tapi aku suka cerita ini, alurnya sesuai sama real life banget ..
Rahmaniar
suka ceritanya
grey: terima kasih,
aku ada cerita on going di aplikasi sebelah
total 1 replies
Putri Kelima
di tempat ku namanya king2
Ida Farida
aku suka ceritanya thor..ceritanya ringan..seperti kehidupan sehari hari...bkn cerita sprti novel kebnyakan yg cerita CEO kaya rya, yg tnggal di mansion mansion mewah...🥰🥰🥰
grey: terima kasih, boleh banget baca ceritaku yg lain. aku jg nulis di platform lain

sorry iklan 😅😅😅😅😅
total 1 replies
Imas Karmasih
salam. kenal kakak, suka cerita nya
grey: hai, makasih sudah suka ceritaku. boleh bgt baca yg lain, aku juga menulis di beberapa platform
total 1 replies
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
tolong diperjelas, merem melek karna apa 🙈🙈🙈
grey: kepedesan






tp boong
total 1 replies
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
maafkan aku Tuhan.
jujur aku seneng omanya mati
🙈🙈🙈
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
aldo kan temenya darma
Kenny sihyanti
Mampir
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
palingan juga gak lama bakalan break 🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
sengaja biar Elang cepet balik ke rumahnya 😅
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
mas Elang bikin mood langsung anjlok kaya rel kereta
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
berawal dari tukang ojek ceritanya..
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
lagi di bioskop mana bisa tenggelam Ara ?
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
ealah tadi aku plesetin,beneran muncul disini .pantes othornya kebakaran jenggot,eh punya jenggot gak sih😅🤭
grey: kata gue sih lu mending diem ☝️☝️☝️😭😭😭😭
total 1 replies
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
pucuk di ulam cinta pun tiba 🤭
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻: sengaja 😜...othornya lg PMS nih kayanya dari pagi darting mulu 🤸‍♀️🤸‍♀️🤸‍♀️
total 2 replies
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
Darma mana Darma...
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
Elang ini kaya kebo yang di cocok hidungnya.ngikutin apapun kemauan ibunya sampe gak bisa belain atau sekedar menjaga perasaan Ara.
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
yang sabar sabar aja ngadepin ibu² julid
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!