NovelToon NovelToon
PENDEKAR PEDANG BERLIAN

PENDEKAR PEDANG BERLIAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Contest / Kultivasi / Pendekar / Wuxia / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Aa Petruk

Teratai Putih adalah nama sebuah desa terpencil yang letaknya jauh dari pusat keramaian kota di kekaisaran Han. Meski terletak jauh dari pusat ibu kota, namun penduduk desa Teratai Putih hidup rukun dan sejahtera berkat sumber daya alam yang melimpah.

Hingga suatu saat kedamaian desa Teratai Putih terusik oleh kehadiran kelompok perampok dan pendekar aliran hitam yang datang untuk merampas harta benda seluruh warga desa.

Penduduk desa yang awalnya hidup rukun penuh dengan ketentraman, terpaksa melewati hari-hari berselimut ketakutan yang mencekam.

Chi wei adalah seorang anak petani dari desa Teratai Putih. Dia bersama dua orang sahabatnya Tao Ming dan Yan San, setiap hari menghabiskan waktunya untuk berburu. Disaat anak-anak sebayanya sibuk belajar dan berlatih ilmu bela diri, mereka bertiga akan pergi ke hutan untuk berburu hewan liar dan berbagai macam tanaman obat. Hasil dari perburuan tersebut nantinya akan mereka jual ke tengkulak yang ada di desa Teratai Putih.

Hingga suatu ketika di sebuah hutan belantara, chi wei mengalami fenomena yang merubah jalan hidupnya. Takdir hidup yang membuat dia menjadi seorang pendekar berilmu tinggi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aa Petruk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cha 2 - Hutan Timur

Di sebuah hutan belantara, tepatnya di hutan Timur, tiga orang anak kecil berusia kurang lebih tujuh tahun sedang asik berbincang di bawah rindangnya rumpun bambu sambil menikmati masing-masing satu ekor daging kelinci bakar.

Bernama hutan Timur, dikarenakan letaknya berada di kaki gunung yang berada di sebelah timur desa Teratai Putih.

Meraka adalah Chi wei bersama dua sahabatnya Tao Ming dan Yan San.

"kenapa kau menolak belajar di ibu kota?" tanya Tao Ming kepada Chi Wei.

"memang kenapa, kau sudah bosan berteman denganku? hah!" jawab Cihi Wei melotot sambil menyumpal mulut Tao Ming dengan kepala kelinci bakar yang masih utuh.

"bbbbffffrrrrrrrttttt....bukan begituuuu.......lesung!" balas Tao Ming sambil berbalik nyumpelin kepala kelinci tadi ke lesung pipi Chi Wei.

Sementara Yan San hanya tersenyum tipis menyaksikan tingkah laku ke dua sahabatnya itu. Memang di antara merekam bertiga, Yan San lah yang paling jarang bicara.

"terus kenapa, memangnya kau tidak bosan terus menerus menanyakan hal itu?" Chi Wei balik bertanya kepada Tao Ming.

"ya....kata orang-orang hidup di kota besar itu enak, apa saja tersedia di sana."

"enak bagi mereka yang memiliki banyak harta. memangnya di sini kurang apa?...mau makan daging tinggal berburu, mau makan buah-buahan tinggal metik di kebun ayahmu, mau makan ikan tinggal mancing di kolam ayahnya Yan San.........."

"mau makan sayuran enak, tinggal pura-pura kelaparan saja di depan ibumu....hahahahaha."

Tao Ming dan Yan San kompak memotong kata-kata Chi Wei sambil memegang perut tertawa terbahak-bahak.

"haaaaahhhhh....sialan!" umpat Chi Wei sambil beranjak menuju sungai yang terletak tidak jauh dari tempat mereka bertiga beristirahat.

"hei ... kau mau kemana?" Tao Ming berteriak sambil berusaha menahan tawa menikmati kekesalan yang dirasakan Chi Wei.

"mau mandi...terlalu lama dekat denganmu membuat badanku bau mengkudu." Chi Wei menjawab tanpa menoleh sambil terus melangkahkan kakinya menuju sungai.

Tao Ming melirik ke arah Yan San dengan mulut menganga, lalu dia berusaha untuk mencium aroma badannya sendiri.

"Yan San...coba kau jawab dengan jujur, apa benar badanku bau mengkudu?"

Yan San hanya mengangkat kedua bahunya sambil menggeser bibir bawahnya ke depan.

"ngomong-ngomong, mengkudu itu hewan jenis apa?" Yan San bertanya sambil menggaruk kepalanya yang mendadak gatal.

"dasar bodoh, mengkudu saja tidak tahu."

"justru karena tidak tahu makanya aku bertanya."

"hmmm...baiklah aku beri tahu, mengkudu itu jenis ikan langka yang harganya sangat mahal."

"ikan langka yang sangat mahal...hmmm ciri-cirinya seperti apa?" tanya Yan San antusias dan semakin penasaran.

"ciri-cirinya, ikan mengkudu muda berwarna hijau dan di sekujur tubuhnya terdapat bintik-bintik berwarna coklat tua. sementara ikan mengkudu yang sudah tua, warna hijau di tubuhnya akan berubah menjadi warna kuning." jawab Tao Ming sambil berusaha keras menahan tawa dan memasang muka serius.

"oooo....begitu. kenapa ayahku tidak pernah memberi tahu...hmmmmmmm."

"mungkin karena ayahmu juga belum tahu."

"bisa jadi seperti itu, aku harus segera memberi tahu ayahku." Yan San bergumam sambil menganggukkan kepalanya beberapa kali.

Byurrrrr.........

Terdengar suara benda jatuh kedalam air dari arah sungai tempat yang di tuju Chi Wei. Tentu saja Tao Ming dan Yan San tidak merasa aneh, mereka yakin kalau itu adalah suara Chi Wei yang melompat ke sungai dan berenang di sana.

Tao Ming mulai nyerah melawan rasa ngantuknya, dia pun terlelap di sebelah Yan San yang duduk bersandar di sebuah batu sambil terus memikirkan jenis ikan langka yang baru saja diketahuinya.

1
Noordian Nazmy
hmmmm....kultivasi ganda
Edwin Keitaro
A
Armoire
Aih... Jadi ilfeel bacanya Thor liat kelakuan Lin Ling kek anak kecil gituh... Seharusnya dia bisa menempatkan diri posisi nya sebagai pendamping ketua sekte, sebagai pemimpin di desa Teratai Putih, tau bagaimana yg mana harus di prioritas kan mana yg ga ... Buat apa menjadi pendamping, wajah cantik , tapi ga bisa menempatkan diri , manja , childish... Haduh.... Author nya sendiri juga bikin alur plot nya GA MENDUKUNG .. Payah ... Sampe sini aja lah..
bob: halo kak, kalau suka baca novel fantasi timur, coba baca novel judulnya " zaman para dewa" semoga kakak suka..
total 1 replies
Armoire
Semoga dengan paras tampan nya... Chin Wei ga menjadi cowo yg kegatelan ma cewe2 yg pastinya terpesona n kegatelan ma Chin Wei 🤦‍♂️🤦‍♂️🤦‍♂️🤦‍♂️
Rajo kaciak
enak bacanya, mc nya g play boy ,di tunggu kelanjutan ceritanya
Rajo kaciak
cerita nya terlalu kereen
Rajo kaciak
mantap, mudah2an hanya seorang wanita nya , karna rata2 kultivator punya bnyk istri 🤣🤣
bob: halo kak, kalau suka baca novel fantasi timur, coba baca novel judulnya " zaman para dewa" semoga kakak suka..
total 1 replies
Nay Galcite Nay Galcite
😎😎
John Travolta
thor ga ada update lagi kah?
dofi hendriyanto
rekomendasi
Khairul Azman Abdul Kahar
waduhhhh kenapa tidak diambil cincinnya
Bocil
cwritanya bagus thor. tapi untuk suara audionya musiknya terkalu keras jd merusak suara lainya.
Didik Setyawan
aq bingung saat bca seorang yg d'panggil pangeran it anakx jenderal,trs anakx raja/kaisar d'panggil pa y??????????????????
Didik Setyawan
tingkatan pendekar kok lucu pke bingit sich,s'tauku gelar dewa yg akhir tp nie lucu bingit.masa pendekar bumi trs dewa bumi,pendekar langit trs dewa langit.n raja Mlah yg akhir,emang gelar raja lbih tinggi drpd dewa wkwkwk,,
Roynaldi Ananda
àuthor kan lulusan pesantren tebu ireng
Roynaldi Ananda
author sialan
Hary
KAMPRET.... 🤣
Omen Aura
keren menghibur😄
Omen Aura
kopi luwak😄😄
Rahardian
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!