Chen Khu adalah anak ke dua dari tiga bersaudara, hidup bahagia di sebuah desa terpencil dikaki gunung Wutan. Keluarga Chen merupakan keluarga petani yang terkenal ramah bagi penduduk desa. Chen Khu bocah berusia 7 tahun, yang suka membantu. Meskipun usianya terbilang masih muda, tetapi dia cukup ringan tangan untuk membantu sesamanya. Dia bercita-cita, suatu saat jika sudah besar nanti, dia ingin menjadi seorang tabib agar bisa membantu orang - orang miskin yang sakit. Akan tetapi semua tidak berjalan seperti apa yang diimpikannya, sampai suatu malam ketikan sekelompok pendekar aliran hitam datang menghancurkan desanya. kedua suadarax dibunuh dengan kejam, ayahnya di tangkap untul di jadikan budak, sedangkan ibunya tewas ketika berusaha menyelamatkan dia dan adiknya. Satu hal yang tetap ada dalam pikirannya yaitu, tato KALAJENGKING MERAH yang ada di lengan pendekar yang membunuh ibu dan saudaranya. Dengan berlinang air mata dan sekuat tenaga dia berlari kedalam hutan gunung Wutan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khalid, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#1. Desa Yang Damai.
Desa Anhui adalah sebuah desa terpencil di kaki gunung Wutan. mayoritas masyarakatnya bertani dan berternak.
Pagi itu terlihat seorang anak kecil berusia tujuh tahun berlari-lari kecil sambil membawa ikan hasil pancingannya di sungai. "hai kakek.."tiba -tiba dia merubah arah larinya menuju ke seorang kakek yang sudah sangat tua.
"kamu dari mana sepagi ini chen khu..?? kakek itu bertanya..
"aku habis dari sungai kek.. bubuh yang kupasang kemarin sore penuh.. lihatlah kek.. aku mendapatkan hasil cukup banyak pagi ini. aku ingin membagi ikan ini untuk kakek, siapa tau bisa jadi lauk untuk hari ini".
chen khu lalu memberi kakek itu lima ekor ikan..
"ini terlalu banyak nak.. bagaimana denganmu..?? "
"aku masih punya banyak kek.. ini lihat.. sambil menunjukan ikannya chen khu tersenyum lebar".
"baiklah khu'er kakek ambil ikannya.. cepatlah pulang, nanti ibumu khawatir. sampaikan salamku pada ayahmu".
"iya kek, aku pulang dulu. jaga kesehatan ya kek.. " kata chen khu sambil berlari.
"ibuuu.. aku pulang,..kata chen khu sambil memperlihatkan ikan hasil tangkapannya pada ibunya.
"waaah.. kakak dapat banyak ikan yaa hari ini", kata seorang gadis kecil yang bernama chen lin yang tidak lain adalah adik dari chen khu. usianya baru menyentuh tiga tahun tapi dia sangat rajin membantu ibunya, tak jarang pekerjaan kecil di dapur juga mampu dia selesaikan.
"iya dong.. kakak kan jago kalau urusan ikan.. hehehehe.. jawab chen khu sambil melirik ke arah kakaknya chen long.
"ah, baru dapat ikan segitu saja sudah sombong, lihat saja nanti hasil tangkapan kakak kata chen long sambil menghabiskan sarapannya. kakak chen khu terlihat sudah dewasa. usia dua belas tahun bagi seorang anak desa yang ditempa dengan kerasnya kehidupan membuat mereka terlihat lebih dewasa dari usia yang sebenarnya.
tiba - tiba dari arah luar seorang pria tegap memasuki rumah.
"ayah.. seru chen khu.. "kakak tidak mau mengkaui kalau aku hebat dalam menangkap ikan.. sambil memeluk manja ayahnya.
"hahaha.. ayahnya mendengarkan sambil tertawa, melihat kelakuan anak - anaknya.
"kakakmu long er benar.. sebesar apapun pencapaian kita, kita tidak boleh sombong, jadilah orang yg selalu rendah hati dan jangan lupa untuk membantu sesama, tiba - tiba ibunya juga menampili sambil mengelus kepala chen khu lalu berjalan menuju dapur.
"ibumu benar chen khu.. sehebat apapun manusia, pasti ada yang melampauinya, jauhilah sifat sombong dan angkuh. dan yang terpenting janganlah lupa untuk berbagi, karena semua yang kita ambil dari alam juga ada hak orang lain di dalamnya, sambung ayahnya.
"oh iya ayah.. tadi aku bertemu dengan kakek ma, aku memberikannya beberapa ekor ikan, dan dia menitipkan salam untuk ayah".
"hahaha.. kakek ma.. dia org tua yang cukup panjang umur.. mudah - mudahan sehat selalu" jawab ayahnya.
kakek ma memang boleh dibilang sebagai orang tertua di desanya. umurnya sudah hampir seratus lima puluh tahun, tapi dia masih terlihat sehat. meskipun hanya tinggal seorang diri, karena sudah lama istrinya meninggal tapi warga desa selalu perhatian kepadanya, begitupula dengan keluarga chen.
Mohon maaf sebelumnya, ini lagi coba - coba belajar menulis. kalau ada saran, kritik, harap disampaikan untul kebaikan saya kedepannya.. kalau ada salah ketik atau tanda baca yang berlebihan, mohon dimaklumi..
harta rampasan perang dibahas tiap kali mwnang, mosok gak pwenah ambil harta rampasan tapi reeus menwrus keluarkan koin dlm jml besar buat ganti rugi... padahal murid sekte kere...