Linggar Angkasa adalah seorang pria yang sudah memiliki istri, menjalin cinta terlarang dengan seorang wanita yang tidak lain adalah karyawannya sendiri, istrinya seorang model majalah yang sering berada di luar kota.
Tania... wanita berusia 25 tahun yang menjabat sebagai sekretaris perusahaan retail,, atas dasar cinta, dia rela menjadi simpanan dari pemilik perusahaan tempatnya bekerja.
3 tahun menjalin asmara tanpa kepastian kemana arah hubungan akan berlabuh, tiada hari tanpa desahan, kepuasan dan... cinta bertepuk sebelah tangan.
Jalinan cinta terlarang keduanya membuahkan hasil... tanpa ikatan... tanpa tuntutan... yang ada hanya sebuah kesadaran dari kesalahan...
Apakah Tania dan Linggar akan tetap bertahan? ataukah Tania mundur dan memutuskan hidup tanpa perlindungan...
Selamat membaca ya guys... semoga terhibur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 1
Cinta bisa membuat seseorang memiliki alasan untuk bertahan, cinta mampu membuat manusia berada dalam kebodohan, dan cinta... Juga sanggup membunuh hati dan jiwa tanpa perasaan.
Derap langkah terdengar cepat di koridor perusahaan, seorang wanita cantik dengan rambut panjang di kuncir kuda, berjalan cepat menuju ruang meeting yang seharusnya sudah di mulai.
"Pas!! Tepat waktu! Tidak terlambat!!" ucapnya dalam hati sebelum mengetuk pintu.
Tok tok tok
Pintu terbuka dan langkahnya memicu setiap mata mandang dengan tatapan yang sulit terbaca.
" Maaf....."ucap wanita tersebut dengan sedikit membungkukkan badan.
Lalu dengan langkah cepat dia mengambil posisi duduk di sebelah atasannya yang sudah menunggunya.
Tania. Tania Anggraini, wanita berusia 25 tahun yang menjabat sebagai sekretaris pribadi Linggar Angkasa, pewaris PT. ANGKASA.
Linggar hanya menatap sekilas sekretarisnya, lalu dengan bersikap profesional, dia memerintahkan asistennya untuk memulai meeting saham.
Proyektor menyala, menampilkan grafik perusahaan yang naik dengan signifikan, senyum mengembang menghiasi bibir Linggar, menambah pesona ketampanannya berlipat ganda.
3 jam berjalan sangat cepat, Tania merangkum semua hasil rapat hari ini. Tepat jam makan siang meeting berakhir.
Seluruh peserta meeting bergantian berjalan keluar, tidak terkecuali asisten Linggar yang harus menyelesaikan pekerjaan atasannya.
" Au..." Tania tersentak saat linggar tiba tiba menarik pergelangannya.
Linggar mendudukkan Tania ke pelukannya, dan mencium kening wanita yang sudah menjadi sekretarisnya sejak 3 tahun yang lalu.
" Linggar... sudah... Nanti ada yang masuk..." Tania berkata sambil merapikan notulen rapat.
" Siapa suruh kamu datang terlambat, aku sudah bilang berangkat pagi dan buatkan aku kopi susu" kesal Linggar.
" Itu bukan salahku, kamu semalam menghajarku tanpa jedah, aku capek." jawab Tania dengan nada kesal
" Linggar sudah...Aku masih banyak pekerjaan." Tania berusaha melepaskan pelukan Linggar.
Setelah terlepas, Tania segera membenarkan blazer dan merapikan rambutnya. Lalu dia membereskan meja yang sedikit berantakan.
Tepat ketika Tania selesai merapikan meja, Asisten Linggar yang bernama Angga, membuka pintu.
Angga masuk dengan membawa berkas yang harua di tandatangani oleh linggar.
" Pak Linggar, Pak Angga... Saya permisi" pamit Tania dengan membawa tumpukan kertas dan tas laptop.
Angga hanya menganggukkan kepala tanpa senyum, sikapnya dingin dan angkuh di mata semua karyawan, termasuk Tania. Bahkan ketegasannya melebihi pemilik perusahaan.
" Kamu membuat takut semua karyawanku Angga. Senyumlah sedikit, lagi pula tersenyum akan membuatmu segera memgakhiri masa jomlomu. " kata Linggar pada asistennya.
Linggar dan Angga adalah sahabat dari SMA, Angga bekerja dengan Linggar atas permintaan Linggar sendiri.
Sebenarnya... Angga telah di terima di perusahaan Jepang, tetapi Linggar menjanjikan gaji tinggi asal dia mau bergabung dengannya, dan membatalkan keberangkatannya ke negeri sakura tersebut.
Angga tertarik... Karena gaji yang dia terima 2 kali lipat dari yang dijanjikan Linggar. Belum lagi bonus bulanan yang dia terima. Tetapi... Dengan gaji setinggi itu, dia harus jauh dari adik semata wayangnya.
" Ini adalah aku, kamu tahu itu" jawab Angga sambil menarik kursi di depannya.
" Apakah ada kabar dari Maya?" tanya Linggar pada Angga.
" Belum, Bu Maya masih fokus dengan proyek terbarunya." jawab Angga apa adanya.
" Ya Sudah... Yang penting dia bahagia, itu sudah cukup bagiku" kata Linggar dengan berdiri hendak keluar ruangan.
" Maaf pak, bapak ingin di pesankan makan atau tidak?" Tania kembali masuk dan bertanya pada Linggar.
" Pesankan 3 makan siang. Kita makan bertiga di sini" kata Linggar sambil berlalu.
" hemmm bos laknat!! Siap siap jadi obat nyamuk Aedes aegypti" gumam Angga.
" kerja yang ikhlas, gajimu tidak main main di sini" kata dari Linggar.
" Busyet!! Sepertinya dia sudah pulang dari gunung, makanya bisa tahu ucapan hatiku." gumam Angga yang heran dari mana bosnya itu tahu apa yang dia ucapkan dalam hati.
Mereka bertiga makan di ruangan Linggar, tanpa banyak kata dan bicara.
Linggar memang tidak suka ada suara saat makan, dan itu sudah di pahami oleh Angga dan Tania.
Klek!! Taraaaaa
Tiba tiba pintu terbuka dan menampilkan seorang wanita cantik bernama Maya. Istri Linggar.
" uhuk uhuk uhuk" Tania sampai tersedak.
Angga secata reflek memberikan air putih pada Tania, membuat Linggar hatinya terbakar, tetapi tidak bisa berbuat banyak sebab ada Maya.
"Kejutan... Kalian sedang makan ya?" tanya Maya sambil berjalan mendekat, dan mencium bibir suaminya tanpa sungkan meski ada orang lain di ruangan itu.
" Maya... kamu pulang? , baru saja aku membicarakanmu, kenapa tidak memberi kabar sayang?? " sambut Linggar dengan senyum bahagia.
" Lain kali kalau masuk pintu di ketuk dulu sayang, khawatirnya aku sedang ada tamu. " Linggar kembali berkata, sambil menuntun istrinya untuk duduk di sofa.
" Maaf sayang... Aku hanya ingin memberikan kejutan" kata Maya sambil bergelayut manja pada Linggar.
Tania yang melihat itu merasa sesak di dadanya, lalu dia berniat beranjak dari tempat duduknya.
" selesaikan makan kalian, jangan sampai ada sisa." Linggar mengeluarkan suara perintah pada Angga dan Tania.
Tania mengurungkan niatnya dan menelan makanan dengan air mata.
" ini sudah pilihanku, jadi tidak ada alasan untuk sakit" kalimat itu keluar dari dalam hati Tania.
Angga yang menyaksikan kecanggungan merasa gerah sendiri. Bagaimana tidak?? Dia berada menjadi saksi cinta segitiga bosnya.
Tania dengan segala kelebihanya selalu berada di samping bosnya, menemani menyelesaikan urusan pekerjaan maupun ranjang.
Sedangkan Maya yang di sibukkan oleh karirnya,.bahkan dia sering tidak berada di rumah, bukan hanya sehari atau dua hari, bahkan berminggu sampai sebulan karena job di luar negeri.
" Saya sudah selesai pak, mohon maaf saya permisi" ucap Tania sambil membereskan makanannya.
Hatinya tidak kuat melihat kemesraan Linggar dan Maya.
" Saya juga sudah selesai pak" Kata Angga yang juga membersihkan meja tempat mereka makan.
" Waaaah kalian kompak sekali, tapi memang sih... Kalau cinta selalu begitu, kapan nih kalian meresmikan pernikahan?? , jangan lama lama. Minta tiket bulan madu pada suamiku" ucap Maya yang berniat bercanda.
Linggar langsung menatap tajam pada Angga.
" Aduh, mampus!! kenapa Bu Maya berkata begitu sih" Ucap Angga dalam hati.
" Kami tidak memiliki hubungan khusus bu, kami hanya rekan kerja. " jawan Tania yang seolah paham arti tatapan Linggar dan Angga.
" Tetapi kalian cocok loh, satu tampan dan satu cantik" provokasi Maya dengan tangan meraba dada suaminya.
Tania hanya tersenyum, dia tidak ingin berada di dalam riangan lebih lama lagi, begitu juga Angga yang merinding melihat tatapan bos nya.
" Benar yang di katakan Tania, kami hanya berteman sebagai rekan kerja. Saya permisi Bu Maya" pamit Angga.
Tania sedikit membungkukkan badan lalu berbalik ikut keluar ruangan yang terasa sangat menyesakkan hatinya.
" Seharusnya kamu sudah paham konsekwensi dari semua yang kamu jalani" kata Angga saat pintu sudah tertutup.
" Keluarlah dari lingkaran yang menjebakmu, masa depanmu masih panjang." lanjut Angga dan berjalan menjauhi Tania.
Tania tidak menjawab, dia menatap punggung pria yang selalu bersikap dingin itu. Pria yang selalu ada di samping Linggar dalam kondisi apapun, dan selalu siap saat di butuhkan.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Hai guys.... Selamat datang di karya recehku....
Cerita ini hanya halunya author saja, jika terdapat kesamaan nama, tempat kejadian atau hal yang tidak masuk akal, itu hanya sekedar imajinasi saja... Mohon di maafkan...
Jangan lupa selalu like, komen dan follow ya... Karena suport kalian adalah jembatan semangatku...
Semoga kalian selalu sehat dan lancar rizki. Aamiin...
krna km berulang kali mngatakn tak menginginkn ank dri rahim tania.... bhkn klo smpe tania hamil... km dgn enteng mgatakn untuk digugurkn...🙄🙄
eeee istri yg di bela"in.... taunya mndua😂😂😂😂
yg hncur km ato tania.....
tania saat ini sedih dan trluka.... tpi kelak saat anknya lahir.... dia punya pngobat luka....
sdangkn kamu linggar..... bhagia nggk ... tpi kecewa... trnyata perempuan yg km prioritaskn... km cintai ugal"an... nyatanya sm berhiantnya sprtimu di belakangmu....
ap lgi kelak saat tak sengaja km brtemu tania dgn anknya ..... ank yg nyata" tak prnah km inginkn trlahir dri rahim tania....