NovelToon NovelToon
Bangkitnya Putri Terbuang

Bangkitnya Putri Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Ruang Ajaib
Popularitas:12.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Abu

Seorang wanita ahli pengobatan dan racun tiba-tiba memasuki tubuh seorang gadis lemah bernama Feng Wu. Terbangun di tempat asing, ia sempat mengira semua itu hanyalah mimpi. Namun, tempat dan kehidupan baru yang dihadapinya ternyata benar-benar nyata.

Jika Feng Wu sebelumnya dikenal sebagai gadis bodoh dan lemah yang selalu diremehkan, maka kedatangan jiwa baru akan mengubah segalanya.

Mulai sekarang, Feng Wu bukan lagi gadis yang mudah ditindas.

Karena sudah masuk ke tubuh Feng Wu, maka wanita itu akan menuntut balas atas perlakuan buruk pada pemilik tubuh asli.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Abu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 1

Malam itu, hujan turun begitu deras di sebuah desa terpencil.

Di dalam sebuah gubuk reot yang hampir roboh, seorang gadis terbaring tak berdaya di atas jerami . Tubuhnya penuh luka, wajahnya pucat, dan napasnya begitu lemah hingga nyaris tak terdengar.

Namanya Feng Wu.

Ia adalah putri bangsawan dari keluarga Feng, salah satu keluarga terpandang di Qinchuan.

Namun, gelar bangsawan tidak membuat hidupnya bahagia.

Sejak kecil, Feng Wu diasingkan oleh keluarganya karena dianggap pembawa malapetaka. Sebagai gadis yang lemah, bodoh, dan tidak berguna. Ia sering dihina, diremehkan orang sekitarnya.

Malam itu, setelah mengalami penghinaan dan perlakuan kejam untuk kesekian kalinya, tubuhnya akhirnya tidak mampu bertahan.

Napas terakhirnya terhembus perlahan.

Feng Wu sudah pasrah dan menantikan kematiannya sendiri.

Namun ternyata, sebuah jiwa lain justru datang menggantikannya.

Di tempat yang sama sekali berbeda, seorang wanita yang dikenal sebagai ahli pengobatan dan racun sedang menghadapi kematian yang tak terduga.

Wanita itu telah menghabiskan hidupnya mempelajari segala jenis obat, racun, ramuan langka, hingga teknik penyembuhan yang bahkan tidak diketahui kebanyakan orang.

Ia tidak pernah menyangka bahwa setelah pingsan karena kelelahan justru akan membawanya ke dunia lain.

Ketika membuka mata, hal pertama yang dirasakannya adalah tubuh yang sangat lemah.

"Di mana aku?" gumamnya pelan, suaranya terdengar parau, lemah, dan sama sekali bukan suaranya sendiri.

Ia mencoba mengangkat tangan untuk menyentuh wajahnya namun yang terlihat adalah tangan yang kurus, pucat, penuh luka kasar, dan bercak-bercak biru bekas pukulan. Jari-jarinya yang dulu lentik dan terbiasa memegang botol obat dan jarum emas, kini kasar, kotor, dan rapuh.

Jantungnya berdegup kencang bukan main. Ia bangkit dengan susah payah, tubuhnya terasa ringkih luar biasa, seolah satu hembusan angin saja mampu merobohkannya. Ia duduk di atas tumpukan jerami yang berbau apek, menatap sekelilingnya dengan tatapan tak percaya.

Gubuk itu begitu sempit dan suram. Tak ada meja, tak ada kursi, hanya sebuah tempayan air yang retak dan sepotong kain lusuh di sudut ruangan.

"Ini...ini bukan duniaku," bisiknya gemetar. "Bukankah aku sedang di laboratorium? Bagaimana bisa aku berada di tempat seperti ini?"

Ia mencubit lengannya sendiri dengan cukup kuat hingga kulitnya memerah dan terasa perih. Rasa sakit itu nyata bahkan sangat nyata. Bukan mimpi dan bukan khayalan. Semuanya sungguh-sungguh terjadi.

Matanya membelalak tak percaya. Ketakutan mulai merayap di dadanya. Ia telah berpindah dunia. Ke dalam tubuh seseorang yang sama sekali asing baginya.

Tiba-tiba, kepalanya terasa berdenyut hebat, seakan ada ribuan jarum yang menusuk dari dalam. Ribuan ingatan yang bukan miliknya tiba-tiba menyerbu masuk, membanjiri kesadarannya satu per satu seperti aliran sungai yang meluap dan tak bisa ditahan.

Feng Wu.

Itulah nama gadis yang tubuhnya kini ia tempati. Putri sah dari Menteri Feng, Feng Yuan, dan istri kesayangannya, Wen Ning. Lahir di kediaman yang megah, namun sejak detik kelahirannya justru menjadi awal segala kesengsaraan.

Ia melihat kembali masa lalu gadis ini, kematian ibunya saat melahirkannya, bisikan racun Selir Yu di telinga ayahnya, peramal tua yang disuap untuk berbohong, lalu keputusan yang menghancurkan hidupnya, yaitu diasingkan.

Dibuang ke pegunungan terpencil, jauh dari ibukota Qinchuan, jauh dari kemewahan yang seharusnya menjadi miliknya. Tumbuh tanpa kasih sayang, tanpa pelindung, dan dihina oleh siapa saja yang tahu siapa dirinya.

Orang-orang menyebutnya gadis bodoh, lemah, pembawa malapetaka.

Ia melihatnya dengan jelas, Feng Wu kecil yang bekerja seperti budak sejak usia balita, memakai pakaian compang-camping, makan sisa makanan yang dibuang, tidur di tempat yang bocor saat hujan. Ia mendengar hinaan setiap hari, merasakan pukulan tanpa sebab, dan merasakan rasa lapar yang tak pernah hilang.

Dan yang terakhir, ingatan yang paling menyakitkan. Makanan yang diberi pelayan kediaman, yang ternyata berisi racun. Rasa sakit yang luar biasa di perutnya, napas yang semakin sesak, dan kesadaran yang perlahan lenyap... hingga detik terakhir, ia sendirian di tepi sungai, tanpa ada yang peduli.

Feng Wu yang lama sudah mati. Dan kini, dialah yang terbangun di tubuh itu.

Wanita yang memasuki tubuh Feng Wu menghela napas panjang, mencoba menenangkan jantungnya yang masih berpacu kencang. Ia terkejut, bingung, dan sempat merasa takut. Namun perlahan, rasa takut itu berganti menjadi rasa hormat sekaligus amarah yang membara.

"Gadis ini menderita begitu hebatnya. Diperlakukan seperti sampah, dibuang, disiksa, bahkan diracun hingga mati hanya karena kebohongan orang-orang yang serakah dan kejam" ujarnya setelah mendapatkan ingatan dari sang pemilik tubuh.

"Kalian benar-benar kejam..." gumamnya pelan, matanya menatap lurus ke arah kegelapan hutan di luar gubuk. "Bagaimana bisa kalian memperlakukan seorang anak yang tak berdosa dengan cara seperti ini?"

Namun wanita itu tahu, meratapi nasib tidak akan mengubah apa pun. Air mata tidak akan mengembalikan keadilan. Gadis yang dulu lemah dan pasrah itu sudah tiada. Yang tersisa hanyalah dirinya seorang wanita yang ahli dalam pengobatan dan racun, yang cerdas, tangguh, dan tidak akan pernah membiarkan dirinya diinjak-injak.

Ia mengepalkan tangannya erat-erat, kuku menancap ke telapak tangan. Tatapannya yang tadinya bingung dan takut, kini berubah menjadi tajam, tenang, dan penuh tekad yang tak tergoyahkan.

"Mulai sekarang," ucapnya pelan namun tegas, suaranya yang masih lemah namun menyimpan kekuatan yang luar biasa. "Aku bukan lagi Feng Wu yang bodoh dan lemah. Feng Wu yang dulu sudah mati. Yang berdiri di sini adalah Feng Wu yang baru."

Ia berdiri perlahan, meski kakinya masih gemetar karena kelemahan tubuh ini. Ia menatap ke arah ibukota Qinchuan yang tersembunyi di balik kabut pegunungan. Ada orang-orang di sana Selir Yu, Menteri Feng, dan semua orang yang pernah menyakiti pemilik tubuh ini.

"Kalian pikir bisa membunuhnya begitu saja?" bisiknya dingin, senyum tipis mulai terbentuk di bibirnya senyum yang tak pernah dimiliki Feng Wu yang dulu. "Kalian salah besar. Karena sekarang, kalian berhadapan denganku. Dan aku... bukan orang yang mudah dihancurkan."

1
jenny
jangan² pria selingkuhan selir Yu nih yang menebarkan racun atas usulan selir Yu
Dian Utami
feng Wu terlalu egois thor dan bertindak sesuka hati, giliran di perhatikan dia kesel
ummu syafanah
lanjut thor
jenny
semoga wen qi tersadar dan gak perlu marah² ke su meng
Nonik Anda Swl
Thank you Thor, next please 🙏🌹
Nonik Anda Swl
next please🙏Thor, thank you 🌹
jenny
permainan segera dimulai
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!