NovelToon NovelToon
Tenda Biru

Tenda Biru

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:77.7k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

"Aku usaha, kamu juga usaha. Kita sama-sama berusaha demi mewujudkan wedding dream kita."

Demi janji itu, Rhea rela menjadi TKI dan mengubur mimpinya untuk bekerja di perusahaan yang sangat ia inginkan.

Saat pulang, tenda biru justru berdiri di depan rumah Oza. Pria yang sangat ia cintai itu menikahi Trisna, sahabat yang paling ia percaya.

Rhea berlari dengan air mata berurai, ketika ia memutuskan mengakhiri hidupnya, seseorang menahan tubuhnya dan menariknya.

"Jangan bertindak bodoh. Jangan hanya karena manusia, kamu rela memberikan nyawa."

Sejak hari itu, takdirnya berubah. Akankah pengkhianatan itu menjadi akhir hidupnya, atau awal dari kebahagiaan yang tak pernah ia bayangkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tenda Biru 01

Satu tahun sudah Rhea Liharika, gadis berusia 25 tahun itu menjadi TKI atau Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia, kini Rhea pulang dengan senyumannya yang begitu lebar.

Semua rencana dalam otaknya membuat Rhea semakin bersemangat untuk segera menuju ke tempat calon suaminya. Oza Meidiawan, ia adalah calon suami dari Rhea. Mereka telah bertunangan dan sebentar lagi akan melangsungkan pernikahan.

Mata Rhea melihat ke arah jendela, sebuah cafe yang dilewati membuatnya teringat akan kata-kata sang tunangan.

"Aku usaha, kamu juga usaha. Kita sama-sama ya berusaha buat ngewujudin wedding dream kita."

Kata-kata tersebut, entah mengapa Rhea merasa hatinya berdebar-debar. Ada perasaan senang dimana itu sangat sulit untuk dilukiskan.

Waktu itu setelah bertunangan, Rhea mengungkapkan keinginannya menikah dengan sebuah konsep. Satu per satu gadis itu mengutarakannya secara detail kepada sang tunangan.

Oza tersenyum, dia mendengarkan Rhea dengan baik. Dan tak hanya sekedar mendengarkan, Oza pun menyetujui apa yang jadi keinginan Rhea. Hingga sebuah keputusan diambil gadis itu untuk menjadi TKI.

Awalnya Oza menolak, tak perlu jauh-jauh ke sana hanya untuk mengumpulkan uang karena dia lah yang akan berusaha, begitu lha ucapnya.

Hati Rhea sangat tersentuh dengan kata-kata sang tunangan. Namun bukannya mundur, Rhea malah semakin bersemangat.

"Aku nggak mau kamu capek dan mikir sendiri. Ini pernikahan kita, jadi kita pun harus sama-sama buat menuju ke hari itu," ucap Rhea dengan senyum lebar sembari menggenggam erat tangan Oza.

Sepanjang perjalanan menuju ke rumah Oza, bibir Rhea tak berhenti tersenyum mengingat setiap kenangan indah tentang dirinya dan sang tunangan. Bahkan Rhea tak kunjung berhenti menatap foto-foto kenangan mereka selama ini.

Senyum Rhea semakin mengembang, saat ia memikirkan bahwa tak lama lagi, ia akan bersanding dengan pria itu untuk selamanya. Setahun sudah cukup untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.

"Euhm, apa aku kasih tahu Trisna aja ya kalau aku udah pulang. Dia pasti kaget banget deh. Tapiiii, entar dia ember lagi ke Oza. Ah nanti aja deh. Biar surprise juga," gumam Rhea sambil tersenyum kecil. Dalam kepalanya sudah menyusun rencana juga untuk mengejutkan Trisna, sang sahabat.

"Kamu tenang aja Rhe, aku bakalan jagain Oza. Aku pastiin ini orang nggak bakalan macem-macem selama kamu di Malaysia. Percaya sama aku," begitulah ucapan Trisna ketika Rhea mengatakan rencananya untuk pergi ke negeri seberang.

Terang saja Rhea sangat senang. Pasalnya Trisna juga lah yang memperkenalkan Rhea kepada Oza. Bahkan Rhea juga sudah menyiapkan hadiah untuk sahabat yang selalu mendukungnya itu.

Ckiiit

Taksi yang dinaiki Rhea dari bandara akhirnya sampai juga di wilayah rumah Oza. Namun si supir taksi berkata bahwa ia tak bisa lebih dekat lagi di tempat tujuan karena tampak seperti ada sebuah acara.

"Ya udah Pak, di sini aja nggak apa-apa," Rhea mengulurkan uang. Sembari tersenyum memaklumi kondisi, ia pun turun dari mobil.

Gadis itu berjalan menuju ke arah rumah sang tunangan. Keningnya berkerut saat melihat bahwa semakin ia mendekat semakin ramai tempat itu.

"Siapa yang nikah ya?" gumam Rhea ketika melihat janur melengkung. Matanya menyipit melihat singkatan nama yang di tempel di bawahnya.

The wedding of Za & Na

" Za Na? Siapa ya di daerah ini yang punya nama itu? Oza emang ada saudara atau tetangga ya yang mau nikah? Ah nggak tahu lah, bukan urusan aku juga. Yang penting sekarang ayo ke rumah Oza, dan kejutkan dia."

Rhea kembali berjalan, tak ada yang dipikirkannya selain sang tunangan. Namun saat langkah kakinya semakin mendekat ke rumah Oza, dada Rhea menjadi berdebar hebat.

Sebuah tenda biru, dengan pelaminan berwarna biru berada tepat di halaman rumah sang kekasih.

"Apa ada yang nikah tapi minjem halaman rumah Oza? Apa mungkin saudara Oza?"

Rhea mengambil nafasnya dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Kepalanya terus mencari-cari tentang siapa yang memiliki hajat. Ia pun berjalan lebih dekat lagi.

Degh!

Pria yang ada di pelaminan itu meski menghadap ke belakang namun Rhea sangat hafal sekali dengan punggungnya. Suara tawanya juga begitu melekat dalam ingatannya.

"Bukan, jelas bukan. Nggak mungkin kan Oza yang berdiri di sana? Ya kali dia mau bikin surprise buat aku gini. Nggak mungkin juga dia mau nglamar aku di sini kan? Kita udah lamaran, dan pasti nggak sopan nglamar di acara nikahan orang," ucapnya lirih.

Rhea melihat ke sana kemari. Ya dia mencari sosok tunangannya. Namun matanya langsung mengunci ke arah pelaminan saat seorang wanita naik ke sana. Wanita itu adalah wanita yang sangat dikenalnya.

"T-tris?"

Mata Rhea membulat sempurna melihat sahabatnya berada di sana. Ia tak mungkin salah, ia sangat mengenalinya. Namun Rhea masih berpikir bahwa otaknya salah ketika melihat bahwa pria yang berdiri menyamping itu adalah Oza. Wajah itu tidak mungkin tak dikenali oleh Rhea.

"Nggak, bukan," gumamnya lirih. Kepalanya menggeleng dengan kuat namun air matanya seketika luruh.

Suara riuh tepuk tangan tak lagi di dengar oleh Rhea ketika melihat siapa yang berdiri di pelaminan sambil melempar buket bunga bersamaan.

"O-oza dan Trisna, k-kenapa kalian~"

Air mata Rhea tumpah seketika. Ia tak lagi bisa melanjutkan kata-katanya. Rhea ingin lari namun kakinya seolah tak bertulang apalagi melihat tawa bahagia dari dua orang yang sangat dipercayanya. Hati Rhea semakin remuk saat melihat Oza dengan senyum bahagia mencium kening Trisna. Pun dengan Trisna yang tersenyum seolah dirinya paling berbahagia di dunia kni

Tak sanggup Rhea tak sanggup melihat lebih lama. Bahkan pita biru pada buket bunga yang di lempar, ada juga dalam rencana wedding dreamnya.

Rhea berbalik, berlari dengan kecepatan yang bisa dia lakukan. Air matanya tumpah ruah, dadanya sesak dan kepalanya mendadak kosong.

Tenda biru, pelaminan biru, bahkan gaun biru itu adalah warna yang ingin ia gunakan saat menikah nanti. Warna itu adalah warna yang ingin dia gunakan untuk pernikahannya nanti. Tapi warna itu kini dilihatnya pada pernikahan calon suami dan sahabat dekatnya.

"Kenapa, kenapa kamu ngelakuin ini ke aku Za? Kamu bilang kamu mencintaiku, tapi apa yang kamu lalukan ini? Ya Allah, kenapa Engkau memberikan hal yang menyakitkan kepada ku, huaaaa."

Rhea berteriak. Sebuah jembatan menjadi saksi bisu dari semua rasa sakit gadis itu.

Sungguh tak pernah terbayangkan olehnya, semangat yang tadi begitu meluap-luap karena hendak bertemu dengan pujaan hatinya berubah menjadi sakit hati yang tiada terkira. Keinginan untuk memberi kejutan atas kepulangannya malah disambut dengan tenda biru dan pelaminan yang begitu megah.

"Tris, kamu sahabatku. Kenapa kamu giniin aku," Rhea mengusap wajahnya kasar. Melihat air yang tampak tenang dan begitu luas di bawah sana, membuatnya ingin menyatu dengan itu.

Tanpa sadar satu demi satu kaki gadis itu sudah ada pada pagar jembatan. Matanya menatap ke bawah dengan nanar. Tubuhnya sudah condong ke depan dan siap untuk terjun.

Namun ketika hendak menjatuhkan tubuhnya, ada tangan yang membelit perutnya. Sebuah tangan besar yang kokoh itu menariknya dengan begitu kuat.

"Jangan bertindak bodoh. Jangan hanya karena manusia, kamu rela memberikan nyawa!"

Degh!

1
Esther
yah unboxing di kantor ini....awas gak bisa jalan nanti Rhea😄
dewi rofiqoh
Mimik cucu dulu ah dedek🤣🤣
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
tanggung jawab ka pada penasaran nih
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
wiiihhh dah ad sinyal lampu ijo
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
heeeyyyy nayaka ingat km LG kerja,NNT ad gangguan loh,
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
emng sengaja kyknya nih biar km g mau kerja lg
D_wiwied
yaaah tanggung amat thor 😆😆
lanjutin napa, kasian loh itu Nayaka dah nunggu lama momen ini 🤭🤭
GiZaNyA
gas pol Nayaka sampe gol yesss... 🤣🤣🤣
GiZaNyA
astagaaaa Othooorrrrr... gimana iniiii masa langsung di skip... 🤣🤣🤣
Icha Arlita
males ngebayangin sendiri, ayo ngebayangin bareng bareng 🤣🤣🤣
Bunda HB
hmmmmm pgi2 udh buat mrinding aja thor....😅😅😅
Lela Angraini
hdeeehhh pagi" dah haredang aja lah othor ini
ind@h
pagi² sudah dibikin panas dingin...🤭
ElHi
maem permen lolipop kaaakkk........kan biar santuyy dulu gitu lohh....Nayaka punya kok..tenang azaah....dah bayangin itu aja dah🤣🤣🤣🤣
falea sezi
kebayang muka nya pas blg yankk🤣🤣 q yg baper loo rea🤣🤭
dewi rofiqoh
Dah mulai bucin dan posesif niiih nayaka 🤭🤭🤭🤭
GiZaNyA
wihhh langsung ada huru-hara di hati Oza pastinya kalau tau Rhea nikah sama bos mereka sendiri.. 🤣🤣
GiZaNyA
intinya selamat yaa Nayaka Rhea... sekarang tinggal bikin geger orang sekantor yesss... 🤣🤣🤣
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
kyknya nikmat bngt lihat penderitaan orang km tono
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
apa hak lu,ngatur dan tanya tanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!