NovelToon NovelToon
DIA YANG DATANG BERSAMA HUJAN

DIA YANG DATANG BERSAMA HUJAN

Status: tamat
Genre:Teen / Cintapertama / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:722
Nilai: 5
Nama Author: AME author

menceritakan Akira Riyuma seseorang siswa SMA yang pindah sekolah dan pergi dari rumahnya karena rumah lamanya sudah tidak sehangat dulu.
Dia anak pendiam. Dunianya yang terasa sepi.
Sampai dia bertemu Riyumi Asuma.
Gadis yang ceria dan suaranya bikin tenang, tapi entah kenapa... membuat hari-hari Akira jadi ramai.
Di antara hujan, tawa, dan tatapan yang tidak pernah Akira mengerti,
muncul satu pertanyaan di kepalanya:
apa arti sebuah keluarga,rasa yang belum pernah dia rasakan.

akira yang sudah banyak kehilangan seseorang yang berharga di hiduupnya.

apakah akira bisa menemukan kebahagiaan itu ?
apakah akira juga bisa berubah menjadi yang lebih baik dengan bantuan riyumi asuma.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AME author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERTEMUAN

Aku Akira Riyuma. Baru saja pindah sekolah.

Di tempatku dulu, sudah tidak ada yang bisa kuanggap rumah.

Hari-hariku terlihat sangat sepi.

saat ini Aku berada di sebuah taman. Hari itu hujan gerimis.

Aku hanya duduk di ayunan kosong, terdiam, dan menatap langit.

Air hujan terus masuk ke mata.

Mungkin kalau ada orang yang melihat, dia akan mengira aku menangis.

Padahal, aku sudah lama tidak pernah menangis.

Sampai seorang siswi SMA datang menghampiriku dan bertanya,

"Apa yang kamu lakukan di sini?"

Aku menoleh sebentar.

"Akira Riyuma. Tidak ada. Bukan urusanmu."

Lalu teman-temannya memanggilnya.

Dia pun pergi.

Tapi dia meninggalkan payungnya.

Tanpa sepatah kata pun, dia pergi.

Payung bening itu masih ada di sampingku.

" keesokan harinya "

Alarm pun berbunyi.

Gawat... hari ini hari pertama aku masuk sekolah.

Sial, hari pertama sekolah aku udah telat.

Sesampainya di sekolah, kelas sudah ramai.banyak candaan dari siswa siswa lain.saat itu aku lagi mau masuk kedalam kelas.

"Oke anak-anak duduk di bangku masing-masing,"

kata wali kelas.

"Hari ini kita kedatangan murid baru."

Semua mata menoleh ke arahku.

"Silakan perkenalkan diri."

Aku berdiri di depan.

"Akira Riyuma. Saya Akira Riyuma. Terima kasih."

Gumam para murid mulai terdengar.

"Dia ganteng ...hey hey liat dia."

"dingin orangnya."

Wali kelas menunjuk ke pojok belakang.

"Akira, duduk di bangku pojok belakang.

Di dekat Yasiro ya."

Aku mengangguk pelan lalu berjalan ke sana.

Lalu salah satu siswi bersuara, cukup keras hingga aku mendengarnya.

"Bukankah dia orang yang kemarin di taman?

Ternyata dia pindah ke sini."

---

Aku duduk.

Bangku pojok. Paling belakang. Pas.

"WOI ANAK BARU!"

Suara itu bikin aku kaget.

Cowok di sebelahku langsung noleh, senyum lebar.

"saya Yasiro. Panggil aja Yasi. Lo telat 5 menit. Udah jadi bahan gosip sekelas aja."

Dia nyodorin tangannya.

Aku menatapnya 2 detik, lalu jabat pelan.

"Gak usah diem aja gitu. Bosen tau.

Gue temen pertama lo ya mulai sekarang. Deal?"

______

Aku hanya diam dan memalingkan wajah ke arah jendela.

Berisiknya dia... tapi entah kenapa tidak mengganggu.

Tiba-tiba

*ting tong... ting tong...*

Bell istirahat berbunyi.

Aku melirik ke arah bangku depan.

Dan sekilas...

aku melihat seseorang yang kukenal.

Gadis dengan payung bening itu.

Di saat jam istirahat orang-orang mendekatiku. Semua berbicara padaku.

Aku hanya diam dan tidak menoleh sedikitpun.

Karena gak ada yang penting bagi ku. Biar itu pertemanan atau apapun.

Aku hanya mau sendiri. Dan aku selalu mengabaikan orang-orang di sekitar ku.

Aku gak tau ada apa sama diriku dan kenapa sampai kaya gini.

Setelah itu datang Yasiro.

Anak berisik yang selalu mencoba mendekatiku. Dia selalu berusaha berbicara padaku.

"Udh udh!" Yasiro mengusir kerumunan.

"Akira sampe kesusahan kaya gitu. Jangan dikerumunin! Bikin risih aja. Udah sana cabut!"

Orang-orang bubar. Tinggal kami berdua.

"Akira Riyuma," kataku pelan. "Kenapa mengganggu ku?"

Yasiro menoleh kaget. "Aku tidak mengganggumu. Aku hanya ingin berteman denganmu."

Akira Riyuma cuma melirik. Tangannya masih di meja.

"Terserah. Lakuin sesuka mu."

Yasiro pun kegirangan.

_TING TONG_

Bel sekolah berbunyi. Pertanda jam pelajaran dimulai.

"Oke anak-anak, keluarin buku sejarah kemarin," kata Sensei.

"Untuk Akira, silahkan gabung ke teman sebelahnya."

Akira pun menyatukan mejanya dengan Yasiro.

"Maaf sensei," kata Yasiro sambil garuk kepala. "Aku pun tidak bawa buku sejarahnya."

Sensei menghela napas. "Kamu lagi Yasiro. Kenapa gak pernah mau bawa bukunya?"

"Untuk Yasiro, kamu dihukum berdiri di depan kelas."

"Selalu kena hukum..." gumam Yasiro pasang badan di depan.

Semua orang menertawakannya.

Dan Akira pun ikut berdiri. Jalan ke depan, sejajar sama Yasiro.

"Kenapa ikutan Akira?" tanya Sensei heran.

Akira Riyuma menatap lurus ke papan tulis.

"Aku juga gak ada buku sejarah sensei. Jadi, aku juga harus dihukum."

Seketika sekelas tertawa. Termasuk gadis yang dia temui di taman kemarin sore.

Gadis itu selalu memperhatikan Akira.

Dan saat Akira melihatnya, dia selalu memalingkan wajahnya.

Dalam hati Akira bergumam.

'Kenapa dia?'

'Dan aku juga kenapa?'

'Ada salah sama diri ku?'

'Kenapa dia tidak berani menatapku?'

_TING TONG_

Bel sekolah berbunyi. Pertanda waktunya pulang.

Akira merapikan bukunya dan bersiap untuk pulang.

"Mau pulang? Ayok nongkrong dulu ke karaoke!" kata Yasiro.

Akira menjawab datar. "Tidak. Aku banyak urusan."

Akira pun pergi duluan.

Dan gadis itu masih memperhatikan Akira dari kejauhan.

Tiba-tiba Akira berhenti. Dia menoleh ke belakang.

Saat itu, gadis tersebut sudah dikerumuni teman-temannya.

Gadis itu memang selalu dikerumuni orang-orang.

Akira melanjutkan langkahnya sambil bergumam pelan.

"Ternyata dia cukup populer di kalangan siswa."

Keesokan harinya, saat di sekolah.

Akira membawa payung. Payung yang dikasih gadis itu waktu mereka ketemu di taman.

Yasiro langsung nyamperin. "Tumben bawa payung. kan sekarang gak ada tanda hujan."

Akira menjawab datar. "Ini bukan punya ku. Aku mau balikin ke orangnya."

"Laaah okeeh," kata Yasiro sambil garuk kepala.

Murid-murid mulai berdatangan ke kelas.

Saling mengucapkan selamat pagi ke teman terdekatnya.

Yasiro pun menoleh ke Akira. "Selamat pagi Akira."

Akira hanya diam.

"Ayolah Akira jangan dingin gitu," Yasiro manyun. "Kamu kan cukup populer sekarang ."

Akira menjawab singkat. "Aku gak peduli."

Setelah itu, gadis itu masuk ke kelas.

Dia mengucapkan selamat pagi ke teman-teman ceweknya.

Anak-anak cowok juga ikut menyapanya.

Akira berdiri. Dia menyamperin gadis tersebut dan mengembalikan payung itu.

Akira Riyuma berkata pelan. "Ini payung yang kamu pinjamin kemarin."

Gadis itu menggeleng. "Gak usah dikembalikan."

"Aku gak mau berhutang budi ke orang lain," jawab Akira.

Gadis itu tersenyum kecil. "Kenalin. Aku Riyumi Asuma."

Akira mengangguk. "Oh. Iya."

Akira langsung pergi ke tempat duduknya.

Baru saat itu Akira tau... namanya Riyumi Asuma.

Sesampainya di tempat duduk, Yasiro langsung berbisik.

"Kok bisa kamu kenal dia?"

"Bukan urusanmu," jawab Akira.

"Ayolah Akira jangan dingin kayak es," protes Yasiro.

Akira tidak menjawab. Dia mengalihkan pandangannya dan menatap jendela di sampingnya.

Dan Riyumi berkata dalam hatinya.

'Dingin banget. Kenapa dia bisa kayak gituu.'

Riyumi bergumam lagi. "Yaudah lah. Nanti juga tau."

Setelah itu Riyumi ikutan ngobrol dengan teman-temannya.

Teman-temannya heboh. "Asikkk Riyumi bisa kenal Akira. Cowok paling dingin di kelas."

Riyumi menjawab santai. "Yaa hanya baru ketemu kemarin."

"Ketemu di mana?" tanya teman-temannya.

Riyumi tersenyum. "Rahasia."

"Ayolaaah Riyumi bilang," rengek teman-temannya.

Riyumi hanya menoleh ke arah Akira sambil tersenyum.

Di saat jam istirahat, seseorang menyamperin Riyumi.

Dia cowok yang suka ke Riyumi. Anak basket yang cukup populer di kalangan cewek-cewek sekolah.

Namanya Takahashi.

Takahashi berkata dengan nada kesal. "Kenapa tidak pernah merespon pesan ku?"

Riyumi menjawab datar. "Pesan apa? Aku gak mau punya hubungan denganmu."

Takahashi menyipitkan mata. "Oh begitu. Karena kamu udah ada orang yang disuka?"

Riyumi menatapnya. "Kalau iya kenapa?"

" Mana orangnya?" tantang Takahashi.

Saat itu kelas mendadak sunyi. Semua orang memperhatikan karena Riyumi dan Takahashi ribut.

Kemudian datang Yasiro. "Udah Takahashi ngapain ribut di sini? Gak enak diliatin orang-orang."

Takahashi menoleh sinis. "Kau siapa? Ini bukan urusanmu. Jangan ikut campur."

Yasiro berdiri di samping Riyumi. "Riyumi teman sekelasku. Dan jangan pernah bikin ribut di kelas ini."

Takahashi mendekat. "Terus apa mau mu?"

Yasiro menyilangkan tangan. "Udah. Pergi lah. Jangan ribut di sini."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!