NovelToon NovelToon
Azmira Yang Tak Pernah Diinginkan

Azmira Yang Tak Pernah Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Anak Genius
Popularitas:34.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Azmira, gadis kecil berusia sepuluh tahun, tumbuh dalam keterbatasan bersama ibunya.
Meski hidup serba kekurangan, Mira tidak pernah mau dikasihani. Ia memilih bekerja demi membantu ibunya, selalu ceria, dan berusaha menjadi anak yang kuat.
Namun, Mira tidak pernah tahu bahwa sejak kelahirannya, ada seseorang yang menganggap kehadirannya sebagai sebuah kesalahan.
Siapa yang tidak menginginkan Mira? Dan mengapa?

Nantikan kelanjutannya hanya di Manga Toon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anak Yang Kehadirannya Tak diinginkan

Malam semakin larut. Azmira sudah tertidur dengan memeluk guling usangnya. Dalam tidurnya anak itu nampak damai, seolah beban yang dia pikul hilang untuk sementara.

Sementara Rina di sudut ruangan berdiri dengan tatapan kosong, tangannya mengepal kuat. Tiba-tiba saja ingatan masa lalunya kembali muncul.

Sudah sepuluh tahun berlalu, tetapi kejadian itu masih begitu jelas dalam ingatannya. Ya sepuluh tahun lalu... Rina masih mengingat betul bagaimana wajah seorang laki-laki berubah ketika mengetahui anak yang dikandungnya berjenis kelamin perempuan.

Saat itu usia kandungannya sudah memasuki tujuh bulan. Perutnya yang semakin membesar membuat senyum di wajahnya tak pernah hilang. Setiap malam, Rina selalu membayangkan bagaimana rasanya menggendong buah hatinya nanti.

Ia bahkan sudah menyiapkan beberapa pakaian bayi yang dibelinya sedikit demi sedikit. Hanya pakaian sederhana yang menurutnya sudah cukup untuk menyambut kelahiran anak pertamanya, meskipun ia tahu suaminya merupakan dari kalangan berada. Tapi sejak dulu Rina tetap Rina wanita yang selalu tampil sederhana.

Hari itu Rina baru saja keluar dari tempat pemeriksaan. Langkahnya ringan. Ia begitu yakin jika sang suami akan mencintai anak yang dikandung sama hal nya dengan dirinya.

Rina mempercepat langkahnya. Wajahnya terlihat begitu bahagia ketika melihat Dika yang sudah menunggunya di ruang tunggu.

“Mas.”

Dika menoleh. “Bagaimana?”

Rina tersenyum lebar. “Dokter bilang anak kita sehat.”

Dika mengangguk. “Terus?”

Rina sengaja membuatnya penasaran. “Dokter juga bilang...”

Ia berhenti sebentar, kemudian Dika menatapnya dalam seolah tidak sabar ingin mendengar kejutan dari istrinya.

“Bilang apa?”

“Anak kita perempuan.”

Senyum Rina semakin lebar, tapi tidak dengan Dika, pria di hadapannya itu justru terdiam. Setelah mendengar itu tidak ada kalimat yang terucap dari bibirnya, apalagi senyuman dan yang membuat Rina tercengang. Ia melihat justru tatapan kurang menyenangkan terpancar dari mata suaminya.

“Perempuan?”

Rina mengangguk. “Iya.”

Dika menghela napas panjang. “Kenapa harus perempuan?”

Senyum Rina perlahan memudar. “Maksud Mas?”

“Aku berharap anak laki-laki.”

“Tapi bukankah yang penting anak kita sehat?”

Dika tidak menjawab. Rina masih mencoba tersenyum meskipun hatinya mulai merasa tidak nyaman.

“Mas tidak suka?”

“Bukan begitu.”

“Terus kenapa?”

Dika mengalihkan pandangan. “Aku cuma ingin anak laki-laki, untuk menjadi penerus perusahaan Wiratama Group.

Deg!

Seolah ada sesuatu yang menghantam dada Rina begitu keras. Harapan yang sejak tadi menghiasi wajahnya perlahan menghilang. Tangannya yang semula mengusap perutnya kini terdiam di sana.

Ia menatap Dika seolah sedang berusaha memastikan bahwa kalimat yang baru saja didengarnya bukan sekadar kesalahan pendengarannya.

“Jadi... Mas kecewa?”

Dika tidak langsung menjawab. “Bukan kecewa.”

“Lalu apa?”

“Aku hanya berharap anak pertama kita laki-laki.”

Rina menelan ludah. Matanya mulai berkaca-kaca, tetapi ia berusaha menahannya.

“Kalau begitu... bagaimana kalau nanti anak kita perempuan?”

Dika terdiam. Pertanyaan sederhana itu justru membuat suasana di antara mereka semakin berat. Rina menunggu jawaban suaminya. Namun Dika hanya menghela napas panjang.

“Aku tidak tahu.”

Dua kata itu terasa jauh lebih menyakitkan daripada sebuah penolakan Rina menundukkan wajah, sebagai seorang ibu ia tidak akan pernah menilan jenis kelamin apapun yang diberikan oleh Tuhan, baginya anak adalah amanah yang harus dijaga dengan baik.

Tangan Rina kembali mengusap perut yang semakin membesar. Di dalam sana ada seorang anak kecil yang bahkan belum pernah melihat dunia, tetapi sudah harus menerima kenyataan bahwa kehadirannya tidak sesuai dengan harapan ayahnya.

“Dia anak kita, Mas.” Suara Rina bergetar. “Dia tidak bisa memilih dilahirkan sebagai laki-laki atau perempuan.”

Dika menatapnya. “Aku tahu.”

“Lalu kenapa Mas bicara seperti itu?”

“Aku hanya sedang memikirkan masa depan.”

“Anak kita juga masa depan kita.”

Dika tidak menjawab seolah kehabisan kata-kata, entah kenapa pria itu begitu keras kepala, seakan tidak menerima ketetapan takdir yang sudah ditentukan.

Sementara Rina sudah tak kuasa menahan penolakan ini. Air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya jatuh.

“Kalau nanti dia perempuan... apakah Mas akan tetap menyayanginya?”

Dika kembali terdiam. Tidak ada jawabnya sama sekali. Dan bagi Rina, diamnya Dika sudah lebih dari cukup untuk membuat hatinya hancur.

☘️☘️☘️☘️☘️

Malam harinya, Rina ikut Dika menuju ruang keluarga. Ruangan itu begitu luas. Perabotan mahal menghiasi setiap sudut. Lampu kristal menggantung di tengah ruangan, sementara beberapa anggota keluarga Wiratama sudah duduk di sana.

Rina berjalan perlahan. Entah kenapa sejak tadi dadanya terasa tidak nyaman. Dika duduk di salah satu sofa. Rina memilih duduk di sampingnya. Tidak lama kemudian, ayah Dika membuka suara.

“Jadi bagaimana hasil pemeriksaannya?”

Dika terdiam sejenak. Kemudian ia menjawab,

“Anaknya perempuan," suaranya terdengar sangat datar.

Suasana ruangan mendadak hening.

Tatapan beberapa orang langsung beralih kepada Rina. Wanita itu menundukkan wajah.

Tangannya menggenggam ujung bajunya sendiri, entah kenapa mengandung anak perempuan di keluarga suaminya bagaikan aib.

Ibu Dika yang sejak tadi diam akhirnya menghela napas. “Perempuan?”

Dika mengangguk. “Dokter bilang begitu.”

Wanita itu bersandar pada sofa. “Sayang sekali.”

Rina mengangkat wajah, perkataan itu sangat singkat. Namun entah kenapa terasa seperti seseorang baru saja merenggut kebahagiaannya.

Ayah Dika kemudian menatap putranya. “Kalau begitu, bagaimana dengan penerus perusahaan?”

Dika terdiam. Rina menatap suaminya berharap suaminya itu akan berpihak padanya dan juga pada anak yang saat ini tengah dikandungnya. Tapi pada kenyataannya? Ia merasa seperti orang asing di tengah keluarga yang seharusnya menjadi keluarganya sendiri.

Suami yang sejak dulu ia yakini sebagai pelindung ternyata mencampakkannya begitu saja yang karena genre keturunan yang tidak sesuai.

“Perusahaan sebesar Wiratama Group tidak bisa diwariskan kepada sembarang orang,” ujar ayah Dika dengan tenang.

Rina menundukkan wajah kembali. Tangannya mengusap perut, seolah ingin menenangkan janin di kandungannya itu. Meskipun pada kenyataannya keluarga besar suaminya menolak terang-terangan.

“Dia memang perempuan,” gumamnya dalam hati. “Tapi dia tetap anakku.”

Dan malam itu Rina baru menyadari jika suami yang selama ini ia percaya tak ayal bagaikan pria brengsek yang tak ingin mengakui keberadaan anaknya sama sekali.

Bersambung ....

1
Fenty
kok lama g up thot
kiky
Loom up y
Marini Suhendar
thor kapan up lagi
Yeni Astriani
kapan update lagi Author, penasaran nihhhh kelanjutan ceritanya
ceuceu
Dika tetep harta hak shiren ga di ganggu gugat,pdhl bukan anak kandung,azmira dari kecil ga merasakan kasih sayang ga ada harta dari dika tapi dika ga mikirin hak azmira,puck lah dika
falea sezi
jangan mau menerima maafin boleh menerima ogah bgt🤣 di jadiin serep saat si seren bukan anak nya enak bgt si bangsat🤣
Yeni Astriani
memaafkan boleh tapi bukan berarti harus menerima apalagi Azmira sudah terbiasa hidup mandiri tanpa bantuan dari Pak Dika ☺☺☺
Nar Sih
makasih udh up lgi kak🙏
Ilham
berarti sirhen bukan anak kandung Dika yang dia rawat 25 tahun
Sari Nilam
gimana rasanya dika....sakittttt kan
tp tidak lebih sakit apa yang pernah azmira lalui tanpa tahu ayahnya dendiri tdak mengakuinya
Sari Nilam
masih belum sebanding de gan luja yang azmira dan ibunya rasakan
azmira yang malang tapi tangguh
azmira yang cerdas tapu tak pernah diakui
🤣🤣penyesalanmu terlambat kaunmerawat anak yang bukan darah dagingmu. dan darah dagingmu kau abaikan
Ilham
aku mau bertanya,,katanya si Dika pengin anak laki2 buat penerusnya...tapi knapa sama anak selingkuhan nya perempuan juga si Dika mau saja menerimanya...sedangkan anak kadung nya sendiri perempuan juga tapi dia ngk mau menerimanya kan aneh
Ilham
aku ketawa sendiri membawa kata jawaban Mira...aku berharap ceritanya Mira di bantu sama orang kaya
Ilham
buat lah cerita Mira ini sebenarnya enak mungkin...aku suka cerita anak kecil tapi ada juga penolong Mira
Rohmi Yatun
gak ada gunanya kehadiran Dika disaat Azmira sudah sukses.. kalo q jadi Azmira Big No untuk Dika.. gak akan ada istilah anak durhaka untuk seorang ayah seperti Dika.. 👎
Nar Sih
dulu rina yg sdh setiya dan sabar dgn tangisan azmira ,kini saat nya kmu terima kemarahan putri mu dika🤣
ceuceu
Kesalahanmu terlalu fatal dika
Tengku Nafisa
maafmu tdk berlaku dika. sibuk membesarkan anak org. anak sendiri kau telantarkan.
Rohmi Yatun
jujur kalo q jd Azmira.. tidak bisa menerima kehadiran Ayahnya.. untuk apa hadir skrg.. mau tanggung jawab katanya, tanggung jawab dlm hal apa?.. 👎👎👎👎 tidak masuk akal.. kedatangan mu sudah sgt terlambat..
ceuceu
itu hukuman buatmu dika,yg menelantarkan anak dgn sengaja demi anak lain yg ternyata bukan anakmu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!