GEAR TEARS
Novel Bertema Mecha Militer
Di dunia yang telah hancur oleh kemunculan makhluk misterius bernama Cataclysm, umat manusia hanya mampu bertahan hidup di dalam kubah raksasa yang disebut Station. Untuk melindungi peradaban yang tersisa, organisasi militer The Hawk membentuk pasukan elit Grey Wings, para pilot yang mengendalikan robot tempur raksasa bernama Neo Gear.
Shin, seorang pilot muda Grey Wings Station 05, menjalani hidupnya seperti pilot lainnya hingga bertemu dengan seorang wanita misterius bernama Belial. Dengan tanduk biru, ekor panjang, dan kekuatan yang melampaui manusia biasa, Belial menyimpan rahasia yang dapat mengubah segalanya: ia adalah seorang hybrid manusia dan Cataclysm.
Di tengah meningkatnya serangan Cataclysm dan konspirasi yang tersembunyi di balik organisasi The Hawk, Shin dan Belial perlahan membangun ikatan yang seharusnya tidak pernah ada. Namun, ketika masa lalu yang telah lama dikubur mulai bangkit.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KIRA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 1 "Tanduk Biru
Ditengah derasnya hujan, seorang anak perempuan setengah Cataclysm bertanduk biru dan berekor berjalan sempoyongan menghadapi kencangnya angin yang berhembus kencang. Anak itu lemah tak berdaya hampir putus asa untuk hidup. Namun.. Anak itu melihat sekumpulan monster Cataclysm. Bukannya melarikan diri, anak perempuan itu mendekati salah satu Cataclysm dan kemudian menempelkan tanduknya pada tanduk Cataclysm tersebut. Dari itu tercipta sebuah koneksi.
Chapter 1
Di station 05 terlihat anggota Grey Wings baru yang sedang melaksanakan upacara pelantikan. Diwajah mereka terpampang wajah semangat dan ketidak sabaran serta rasa bangga. “akhirnya kita dilantik! Aku jadi tidak sabar”, ucap salah seorang gadis Bernama Huah dengan semangat. “husshh… kita sedang upacara! Tenangkan dirimu, The Family dan Hawk melihat kita”. Ucap dengan tegas salah satu anggota yakni Sua, gadis yang tegas. Namun salah satu Anggota yakni Shin terlihat tertarik pada seorang wanita berambut Panjang, bertanduk biru dan berekor. “tanduk biru? Cataclysm?”. Gumamnya. wanita bertanduk itu pun menatap tajam kearah Shin dan tak lama pergi.
“kami Adalah pilot Neo Gear yang terpilih… kami… dilahirkan untuk melindungi The Family dibawah perintah The Hawk, kami Adalah pasukan Grey Wing.”.
Didalam kota Station, komandan Ace sedang menemui petinggi The Family. “profesor Jing… sepertinya kamu membawa tamu special hari ini”, komandan Ace menatap pada seorang wanita bertanduk biru yang dikawal pasukan The Hawk dan diawasi profesor Jing. “kuharap dengan sedikit bertamasya setelah pulang dari garis depan bisa menenangkannya..”, ucap profesor Jing dengan tenang sambil menatap wanita bertanduk biru itu. Wanita bertanduk itu merespon balik dengan tatapan tajam.
Kembali keacara pelantikan anggota Grey Wings baru, saat mereka menuju Garage untuk pemanasan Neo Gear, Shin terlihat melamun. “ada apa sobat?”, Lei menepuk bahu Shin. “aku… baik baik saja Lei.. hanya saja..”, pikiran Shin dipenuhi bayangan wanita bertanduk itu. “kalau tidak salah dia adalah pasukan elit yang dikirim The Hawk sebagai pendamping kita…”, kata Mei. “huh?! Pendamping? Buat apa pakai begituan?”, ucap salah satu anggota yakni Huah. Elas mendorong bingkai kacamatanya keatas. “ini Adalah hal biasa. Setiap pasukan Grey Wings masing masing Station butuh setidaknya satu pasukan yang berasal dari anggota elit.. sebagai pembimbing dan tim support”, mendengar itu Huah menghela nafas dengan malas karena merasa seolah olah mereka diremehkan.
Ditempat lain diluar Station seorang wanita bertanduk biru meregangkan tubuhnya, dengan Battle suitnya yang ketat ia melemaskan otot ototnya. “ugghh! Perjalanan itu membuatku pegal”, wanta itu melihat kearah station lainnya . “sudah ratusan tahun masih bersembunyi dalam kubah itu ya?”, ucap wanita itu. wanita itu tiba tiba mendongak keatas mengendus sesuatu, “bau Cataclysm”.
Neo Gear adalah robot tempur raksasa canggih yang dikembangkan oleh organisasi The Hawk untuk melindungi umat manusia yang tinggal di dalam Station dari ancaman makhluk destruktif bernama Cataclysm. Setiap Neo Gear memiliki tinggi sekitar 650 ft dan dirancang dengan spesialisasi tempur yang berbeda-beda sesuai karakter pilotnya.
Raven, yang dipiloti oleh Shin, memiliki warna dasar putih dengan aksen hitam. Dilengkapi dengan sepasang cakar tajam, Raven dirancang sebagai unit tempur jarak dekat yang kuat, gesit, dan memberikan kesan buas serta intimidatif.
Swan, yang dipiloti oleh Sua, kapten tim, tampil dengan warna putih dan garis berwarna ungu. Unit ini menggunakan tombak standar sebagai senjata utama, didukung sistem peluncur rudal pada kedua lengannya, menjadikannya mesin tempur yang seimbang antara serangan jarak dekat dan jarak jauh.
Stork, yang dipiloti oleh Lei, wakil kapten tim, memiliki warna putih dengan aksen kuning. Bersenjatakan tombak standar, Stork merupakan unit yang mengutamakan stabilitas dan efektivitas di medan pertempuran.
Red Kite, yang dipiloti oleh Teiben yang ramah dan mudah bergaul, memiliki warna putih dengan garis oranye. Berbekal pisau standar, Red Kite mampu melakukan lompatan tinggi dan manuver udara terbatas untuk meningkatkan mobilitasnya.
Phoenix, yang dipiloti oleh Huah, memiliki tampilan putih dengan aksen oranye, merah, dan beberapa bagian berwarna karbon hitam. Senjata utamanya adalah tombak khusus yang dapat memanjang menggunakan sistem kabel, memungkinkan serangan terhadap target yang berada pada jarak lebih jauh. Sifat pilotnya yang pemalas namun kekanak-kanakan kontras dengan kemampuan tempur Phoenix yang fleksibel.
Feng Huang, yang dipiloti oleh Zhou, tampil dengan warna hitam dan aksen abu-abu. Unit ini menggunakan pedang bermata dua sebagai senjata utamanya, menjadikannya petarung jarak dekat yang mematikan. Feng Huang dan Phoenix memiliki basis dan cetak biru yang bisa dibilang identik. Seperti Huah, Zhou juga memiliki sifat yang cenderung kekanak-kanakan.
Pigeon, yang dipiloti oleh Mei yang tenang dan ramah, memiliki warna putih dengan garis Cyan. Unit ini mengandalkan persenjataan rudal pada lengannya untuk memberikan dukungan tembakan dari jarak menengah hingga jauh.
Cassowary, yang dipiloti oleh Elas, si kutu buku, memiliki warna putih dengan aksen biru tua. Neo Gear ini dipersenjatai senapan mesin ringan bertenaga Magma dan pisau standar, membuatnya sangat efektif dalam pertarungan jarak dekat dengan serangan cepat dan beruntun.
Sparrow, yang dipiloti oleh Sei, sosok yang pendiam dan cuek, memiliki warna putih dengan aksen hijau. Unit ini mengombinasikan persenjataan rudal dan senjata api serta taktik militer, menjadikannya spesialis tempur jarak jauh yang mampu memberikan tekanan konstan kepada musuh.
saat anggota Grey Wings akan pemanasan untuk memakai Neo Gear masing masing di garage, tiba tiba sebuah getaran terjadi. Station 3 terlihat mengeluarkan asap dari kejauhan tanda ada sesuatu yang tak beres. Alaram darurat berbunyi, tanda bahaya. Dari kejauhan terlihat seekor Cataclysm berjenis Quadrupedal raksasa kelas Thrones berkaki 4, mendekat ke station 5. Cataclysm itu bergerak menuju Garage tempat Shin dan Kawan Kawan akan pemanasan untuk mengendarai Neo Gear.
Dalam Garage teman teman dan Shin merasa ada sesuatu yang besar mendekat, tiba tiba gerbang Garage runtuh dan terlihat Cataclysm raksasa itu. “cepat! Pakai Neo Gear nya!”, ucap Shin mengomandoi untuk segera memakai Neo Gear. Saat Cataclysm itu akan menyemburkan tembakan tiba tiba Cataclysm itu seperti tertembak dari luar. Saat Cataclysm itu berbalik badan terlihat sebuah Exceed Gear berwarna putih dengan garis biru salju yang menembak Cataclysm itu dengan tombak khusus dengan tambahan peluru rudal.
Cataclysm itu meraung murka dan berlari kearah Exceed gear itu. Sang Exceed Gear bernama Eagle itu pun melompat tinggi untuk menjangkau ketinggian Cataclysm itu dengan roket pendorong dan menusuk mata Cataclysm itu. Cataclysm itu meraung kesakitan. Neo Gear lainnya keluar dari Garage dan menyerang Cataclysm itu. Namun Cataclysm itu dengan mudah menghempaskan salah satu Neo Gear yakni Red Kite. “Teiben!”, teriak Sua yang berada dalam Swan dan berusaha menyerang dari ketinggian dengan melompat. Sparrow menembakan Cataclysm itu dengan rudal, memperlambat geraknya.
Raven yang dipiloti Shin mulai maju dan menyerang Cataclysm itu dengan cakarnya. Cakar Raven yang tajam menggaruk dan menusuk tubuh Cataclysm itu walau tidak berguna. “ugh ini lebih sulit ketimbang saat Latihan!”, ucap Zhou dengan kesal. “Latihan?! Kau bahkan tertidur saat Latihan”, sindir Huah dengan nada sarkas. “berisik! Kau pun juga!”, jawab Zhou dengan kesal. Namun karena perdebatan kecil itu membuat mereka tidak fokus dan terhempas karena dorongan dan hempasan dari Cataclysm itu.
Stork yang dipiloti Lei dan Cassowary yang dipiloti Elas berjalan mengiringi Cataclysm itu untuk memandu monster itu menjauh dari Station. Saat jarak dirasa aman Sparrow yang dipiloti Sei dan Swan yang dipiloti oleh Sua menembakan rudal kearah Cataclysm itu. Namun dari balik kabut asap terlihat Cataclysm itu masih bisa berdiri. “monster macam apa itu!”, ucap Teiben dengan gemetar tak percaya dan sedikit rasa ngeri.
Tak lama Eagle yang awalnya cuma mengawasi kini mulai mengambil tindakan. Eagle menyerang kaki depan kanan dan kaki belakang kiri yang membuat Cataclysm itu jatuh menyamping karena hilang keseimbangan. Saat lengah Eagle melompat dan menusuk tepat di core Cataclysm itu dan tak hanya itu, Eagle meledakan tubuh Cataclysm itu hingga tubuhnya hancur berkeping keping menjadi gumpalan hujan darah oranye. Eagle sebuah Exceed Gear terlihat seperti mesin pembunuh dengan tubuh bersimbah darah Cataclysm itu. “kalian semua... dasar.. tidak berguna”, ucap wanita bertanduk biru itu dengan dingin dari dalam kokpit Eagle.