Selama bertahun-tahun, Bee Catleen hidup sebagai putri kesayangan keluarga Luwis. Meskipun berstatus anak angkat, Bee selalu menerima cinta dan kasih sayang yang membuatnya merasa tidak pernah berbeda dari anggota keluarga lainnya.
Namun semuanya berubah ketika Jelita, putri kandung keluarga Luwis yang hilang selama lima belas tahun, akhirnya kembali.
Perlahan, perhatian yang dulu menjadi miliknya mulai beralih. Bee hanya bisa tersenyum dan berpura-pura bahagia demi melihat keluarganya kembali utuh. Di balik tawa ceria dan sifat humorisnya, Bee menyimpan luka yang tidak pernah ia tunjukkan kepada siapa pun.
Hari demi hari, Bee hidup dengan topeng kebahagiaan, hingga takdir mempertemukannya dengan seorang pria yang mampu melihat kesedihan yang ia sembunyikan rapat-rapat.
Untuk pertama kalinya, ada seseorang yang memilihnya tanpa ragu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cumi kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 1. KABAR MENGEJUTKAN
Bee Catleen sedang duduk santai di ruang keluarga sambil menikmati semangkuk eskrim. Sesekali gadis ceria itu tertawa sendiri karena video yang ia tonton sangatlah lucu.
‘’ Kalau aku jadi kucing, aku malas berburu tikus. Tinggal minta makan sama majikan saja hehehe… ‘’ Gumam Bee sambil tertawa.
‘’ Nona Bee. ‘’ Panggil pelayan
‘’ Iya mbak. ‘’
‘’ Nyonya dan Tuan, meminta anda untuk ke ruang utama ‘’
Bee mengangkat alisnya heran ‘’ Ada apa dengan wajah mbak? Jangan-jangan mamah dan papah akan memarahiku karena sudah menghabiskan eskrim ‘’
Pelayan itu tersenyum tipis .
Bee langsung berjalan menuju ruang utama. Namun.. langkahnya perlahan melambat ketika melihat sasana yang berbeda dari biasanya.
Mamah lana terlihat sedang memegangi tangan seorang gadis cantik yang usainya tidak jauh beda dengan bee. Mata wanita itu tampak sembab seolah habis menangis.
Papah prans berdiri di samping mereka dengan wajah yang sulit di jelaskan .
Sedangkan sang kakak berdiri di dekat jendela dengan ekspresi yang terlihat tegang.
‘’ Mah, pah. Kakak.. ada apa ini? ‘’ Tanya Bee pelan
Semua mata langsung tertuju kepada Bee. Mamah lana langsung berdiri menghampiri Bee.
‘’ Sayang.. ‘’ Panggil Mamah lana dengan lembut ‘’ Bee kita duduk dulu ya ‘’
Tiba-tiba jantung bee berdetak tidak karuan. Sesekali Bee menatap gadis yang ada di hadapannya.
Bee sangat bingung dengan tatapan anggota keluarganya. Mereka menatap dengan lembut, penuh haru, dan penuh kasih sayang.
‘’ Bee… ‘’ Suara papah prans terdengar berat ‘’ Ada sesuatu yang harus kami sampaikan kepada kamu ‘’
Bee menelan air ludahnya sendiri ‘’ Kenapa rasanya seperti aku mau menerima lapor yang nilainya jelek. ‘’
Tidak ada yang tertawa membuat Bee semakin gugup.
Mamah lana langsung menggenggam tanggannya erat. ‘’ Gadis yang ada di hadapan kamu itu, namanya Jelita. ‘’ Ucap Mamah lana dengan hati-hati ‘’ Dan… Jelita adalah putri kandung mamah dan papah yang selama ini menghilang ‘’
Deg..
Dunia Bee seolah berhenti beberapa detik, kedua matanya langsung membesar. ‘’ Apa? ‘’ Kaget Bee
Air mata langsung mengalir dari sudut mata mamah lana. ‘’ Jelita adalah putri kami yang hilang lima belas tahun lalu’’
Bee seolah tak percaya, ia melihat kearah papah prans lalu kepada sang kakak. Tatapan mereka seolah membenarkan ucapan mamah lana.
Dada Bee seolah sesak. Selama ini ia tau jika dirinya adalah anak angkat keluara luwis, Bee tidak pernah melupakan pakta itu. Namun setelah bertahun-tahun, mamah lana, papah prans dan kak Darius selalu membuatnya merasa menjadi keluarga luwis.
‘’ Jadi jelita sudah di temukan? ‘’ Tanya Bee dengan suara yang bergetar
Mamah lana menganggukkan kepalanya sambil menangis ‘’ Iya sayang ‘’
Bee terdiam lama lalu perlahan ia tersenyum. ‘’ Kalau begitu ini kabar baik, kan ‘’
Meski senyumnya terlihat manis, hanya bee yang tau betapa sulitnya ia menahan perasaan saat ini.
Bee bahagia, sungguh. Karena orang-orang yang ia sayangi akhirnya menemukan putri mereka. Namun di sisi lain, ada rasa takut yang diam-diam di dalam hatinya. Apa semuanya akan berubah?
Apa kasih sayang yang selama ini ia terima akan berkurang?
Apakah ia masih punya tempat untuk keluarga ini?
Tiba-tiba Kak darius berjalan menghampiri Bee. Laki-laki itu memeluk Bee sangat erat, seolah tau apa yang sedang di pikirkan oleh adiknya.
‘’ Kak ‘’
Darius mengusap pucuk kepala Bee ‘’ Jangan mikir yang macam-macam ‘’
Bee menggigit bibirnya ‘’ Aku tidak memikirkan apa-apa ‘’ Jawab Bee dengan senyum manisnya
‘’ Kamu berbohong.. ‘’
Bee tertawa kecil ‘’ Kakak so tau ‘’ Elak Bee
Kak darius menatapnya lembut ‘’ Dengar kakak. Kamu tetaplah adikku ‘’ Ucap Kak Darius ‘’ Kamu tetap Bee catheen luwis. ‘’
Air mata mulai mengenang di pelupuk matanya ‘’ Dan tidak ada siapapun yang bisa mengubah Fakta itu ‘’
Bee langsung memeluk kak Darius ‘’ Aku jadi ingin nangis hiks… ‘’
‘’ Menangislah ‘’ Kata Kak Darius memeluk Bee
‘’ Tapi takut make up aku luntur hiks… ‘’
Kak darius dan yang lain malah tertawa. Bee memang paling bisa mencairkan suasana.
Mamah lana dan papah Prans ikut mendekat. Mamah lana memegang pipi Bee dengan lembut ‘’ Dengar baik-baik sayang.. ‘’
Bee menatap wanita yang selama ini ia panggil mamah
‘’ Walaupun kami sudah menemukan jelita bukan berarti kamu akan kehilangan kami ‘’
‘’ Kamu tetap putri mamah dan papah ‘’ Papah prans mencium kening Bee
‘’ Kami akan menyayangi kalian tanpa membeda-bedakan ‘’ Lanjut papah prans ‘’ Kalian sama berharganya bagi kami ‘’
Bee menundukkan kepalanya agar mereka tidak melihat air matanya yang semakin banyak, namun suara tangis kecil itu masih tetap terdengar.
Mamah lana langsung memeluk Bee ‘’ Kamu tidak akan pernah sendirian ‘’
Bee menangis di pelukan mamah lana, untuk pertama kalinya sejak ia mendengar kabar tersebut , ia membiarkan dirinya merasakan semua emosi yang campur aduk. Bahagia, emosi, takut dan juga lega.
Setelah beberapa saat, bee menghapus air matanya lalu menoleh kearah jelita .
Gadis itu terlihat sangat gugup.
Bee tersenyum lebar ‘’ Hai ‘’ Sapa Bee
Jelita membalas senyuman Bee ‘’ Hai juga ‘’
Bee mengulurkan tangannya ‘’ Namaku Bee Cathleen ‘’
Jelita membalas uluran tangan Bee ‘’ Aku jelita ‘’
Bee menganggukkan kepalanya ‘’ Lumayan juga ya ‘’
‘’ Hah!! ‘’
‘’ Kita sama-sama cantik heheeh… ‘’
Untuk pertama kalinya sejak datang ke rumah ini jelita tertawa. Membuat suasana yang tadinya tegang perlahan mencair.
Bee tertawa walaupun dalam hatinya masih ada rasa canggung yang belum hilang. Namun saat melihat kebahagian di wajah mamah lana, papah prans dan kak darius. Bee memutuskan satu hal.. ia akan berusaha menerima jelita sebagai saudaranya sendiri.
Karena keluarga ini yang sudah memberikan begitu banyak cinta dan kasih sayang dan Bee berharap suatu hari nanti ia dan jelita tidak hanya menjadi dua gadis yang tinggal di rumah yang sama tapi benar-benar menjadi saudara yang saling menyayangi.