NovelToon NovelToon
KUGAPAI BAHAGIA DENGAN CARAKU

KUGAPAI BAHAGIA DENGAN CARAKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Anyue

Dua saudara berstatus kakak beradik tinggal bersama sejak usia remaja tanpa kedua orang tua. Karena kedua orang tuanya sudah bercerai dan memilih tinggal bersama keluarga baru masing-masing.

Hal itu membuat mereka harus berjuang untuk bertahan hidup, dan takdir mereka berubah ketika dewasa.

Namun, suatu ketika kedua orang tuanya memperebutkan anak kedua , di situlah kakak membela adiknya tidak membiarkan mereka mengambil adiknya.

Lalu, bagaimana mereka melalui masa-masa sulit?


Ikuti terus kisahnya dan dukung karya author,
Terimakasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1.

Dari jauh terlihat kereta api melaju semakin melambat dan berhenti di stasiun. Salindra, perempuan berparas cantik, kulit kuning langsat, memakai pakaian kebaya batik bermotif bunga, berwarna coklat keemasan, berdiri dari tempat duduk sambil tersenyum mengembang.

Ketika pintu kereta api terbuka banyak sekali penumpang turun, dari sekian banyaknya penumpang ada satu orang yang ia harapkan tapi tidak terlihat.

Wajah yang tadi ceria berubah, airmatanya keluar perlahan membasahi pipinya. Dalam benaknya terlintas pesan ayahnya semalam yang akan hadir saat wisuda. Namun, hingga acara wisuda selesai ayahnya tidak juga hadir memberi selamat kepadanya.

Isak tangis terdengar semakin keras, beberapa orang melihat Salindra, ada yang merasa kasihan, ada yang heran, ada juga yang masa bodoh. Tidak ada yang mendekatinya atau menghiburnya sekedar basa basi.

 Setelah cukup lama menunggu dan kereta kembali melaju dengan perlahan meninggalkan stasiun, Salindra masih hanyut dalam kesedihan.

Seorang pria datang menghampiri sambil memberikan sapu tangan kepada Salindra. Salindra merasa ada orang didekatnya mendongakkan kepala. Ia melihat sapu tangan terulur dari tangan seorang pria, dengan canggung menerima lalu menghapus airmatanya.

"Apakah sudah lebih baik?" tanya pria itu.

"Kenalkan namaku, Arya," lanjutnya sambil mengulurkan tangan.

Salindra menatap sekilas melihat uluran tangan pria tersebut tanpa menyambut balas berkata pelan bahkan terdengar lirih.

"Salindra," sambutnya tanpa bersentuhan tangan dengan pria tersebut, pandangannya tertuju pada sapu tangan dalam genggamannya.

"Buatmu saja, aku masih punya kok," sahut Arya ramah.

Pria bernama Arya itu paham melihat Salindra sedang menunggu kedatangan seseorang. Tapi ia tidak mau bertanya lebih jauh takutnya di sangka ikut campur. Ia beranjak meninggalkan Salindra setelah berpamitan.

Setelah lama duduk di stasiun Salindra baru tersadar, kalau hari semakin panas dan terik, ia berjalan sambil menatap jalur rel kereta api siapa tahu ada kereta lagi yang datang bersama ayahnya turun dan menyambutnya dengan pelukan hangat.

Salindra berjalan dengan langkah gontai menuju motornya yang ia gunakan pergi pulang sekolah, dari sekolah menengah pertama sampai kuliah. Ia sangat menyayangi barang miliknya dan merawat dengan baik.

Sebelum menyalakan mesin pandangannya tertuju pada pria yang tadi memberinya sapu tangan, sedang bekerja di sebuah bengkel dekat stasiun. Salindra tersenyum dalam hati, sedangkan wajahnya terlihat datar. Kemudian menyalakan mesin dengan perlahan Salindra melajukan kendaraannya keluar dari area stasiun.

Dari jarak jauh Arya diam-diam memperhatikan Salindra sampai hilang dari pandangannya, awalnya ia merasa kasihan setelah sekian lama memperhatikan, ada rasa ingin tahu di dalam hatinya, ingin mengenal lebih dekat. Sayang sekali, ia harus bekerja jadi tidak bisa berkenalan lebih lama. Semoga suatu hari nanti bisa bertemu kembali batinnya.

Selama perjalanan pikiran Salindra teringat masa kecil waktu sepulang sekolah ayahnya selalu menjemputnya menggunakan sepeda ontel dengan senyum bahagia. Salindra begitu dekat dengan ayahnya sampai tidur pun selalu bersama ayahnya.

Salindra memarkirkan motornya di garasi samping rumah kemudian turun langkahnya lemas, saat masuk ke dalam rumah. Salindra melihat kakaknya duduk di ruang tamu sambil memainkan ponselnya hanya meliriknya sekilas tanpa bertanya.

Hari itu Salindra baru saja melaksanakan wisuda akhir tahun selesai kuliah, ia berharap ayahnya datang memberi semangat tapi semua sirna. Kecewa, sakit hati, dan patah harapan semua jadi satu. Di kamar Salindra langsung meluapkan perasaan yang sudah sedari tadi di simpan dan hingga menyesakkan dada pada tempat tidurnya.

Menjelang petang Salindra baru bangun dari tidur, ia merasakan sisa tangis di wajahnya. Kemudian turun berjalan ke kamar mandi dan segera membersihkan diri.

“Salindra, keluar cepat sudah hampir malam, memangnya ngapain aja di kamar dari siang tidak keluar?" teriak Jayanti dari luar sambil mengetuk pintu beberapa kali.

Pintu terbuka terlihat Salindra dengan wajah yang sembab habis menangis. Jayanti melihat adiknya lekat merasa heran lalu berkata.

"Kamu habis menangis, karena ayah tidak pulang. Kenapa tidak telepon balik?" kata Jayanti sambil bersedekap dada.

"Apa kakak tidak bertanya kenapa aku sampai menyusul ayah ke stasiun, apa kakak tidak sedikit saja mengerti perasaanku hari ini_"

"Bukan masalahku dan bukan urusanku, ingat ya kamu bisa kuliah itu hasil dari kerja kerasku juga harusnya kamu bangga dong punya Kakak sepertiku. Selama ini aku yang banting tulang demi kamu, demi kita bersama," kata Jayanti dengan tegas.

"Tapi tidak sepenuhnya kan, Kak. Ayah dan ibu juga bekerja demi kita," sahut Salindra dengan nada keras.

"Kamu pikir mereka peduli sama kita berdua selama ini, hah... Pikir Salindra... Pikir." Jayanti menunjuk kening Salindra.

Salindra terdiam sesaat tidak sepenuhnya membenarkan perkataan kakaknya, namun, ia juga tidak menyalahkan kedua orang tuanya yang tidak mengurusnya, bisa saja karena mereka ada urusan lain hingga tidak pernah pulang menemui mereka. Salindra berusaha berpikir positif, bagaimanapun juga kedua orang tuanya sudah melahirkan dan mengurusnya sejak kecil.

Waktu menunjukkan pukul delapan malam, dulu ibu dan ayah duduk bersama mereka. Tapi sekarang semua sepi sunyi dan tidak ada suara yang selalu membuat telinga Salindra berdengung. Di ruang makan Salindra melihat lauk dan sayur buatan kakaknya hatinya merasa kosong.

“Malah bengong aja, makan... Kalau tidak makan nanti sakit," kata Jayanti berdiri di samping Salindra kemudian duduk dan mengambil nasi, lauk dan sayur lalu menyantapnya dengan lahap.

Salindra duduk dan mengambil nasi dan lauknya saja. Ia tidak bernafsu makan hanya mengambil sedikit lalu memakannya dengan malas, pikirannya pergi ke alam lain seolah menjemput ayah dan ibunya segera pulang dan makan bersama.

"Kalau kamu mikirin ayah sama ibu gak bakalan kenyang tuh perut, nikmatin aja," kata Jayanti sambil menyelesaikan makannya kemudian mencuci piring bekas ia makan.

Salindra memperhatikan pergerakan kakaknya, tidak dipungkiri kalau kakaknya termasuk orang yang rajin dan bersih, pantas banyak yang menyukainya. Tapi sifatnya yang jual mahal membuat para pria penasaran dan ingin mendekatinya.

Jayanti belum berniat untuk menikah padahal usianya sudah pantas untuk berumah tangga. Teman sebayanya banyak yang sudah menikah hanya dia saja yang belum menikah.

"Apa Kakak tidak merindukan ayah sama ibu... Mereka orang tua kita yang sudah melahirkan kita, kenapa Kakak membenci ayah dan ibu?" tanya Salindra dengan nada rendah.

Jayanti terdiam sesaat, ia menatap Salindra dan duduk kembali lebih dekat dengan Salindra. "Kamu tahu kenapa... Karena mereka sudah bercerai, kamu dengar ya... Ayah dan ibu sudah bercerai."

Kata-kata yang keluar dari mulut kakaknya bagai petir yang menyambar ranting pohon langsung patah dan jatuh ke tanah. Salindra tidak percaya begitu saja dan menyangkal kalau ayah dan ibunya bercerai.

“Kakak pasti bohong, ayah dan ibu baik-baik saja," sahut Salindra menahan rasa sesak di dalam dadanya.

“Kamu mau bukti, akan kakak kasih sesuatu sama kamu." Jayanti masuk ke dalam kamar mengambil amplop berukuran sedang lalu memberikan kepada Salindra.

"Lihat baik-baik itu," katanya lagi kemudian meninggalkan Salindra sendirian.

Salindra membuka amplop berukuran sedang dan mengambil isinya, beberapa foto seorang pria dan wanita yang tak lain adalah ayah dan perempuan lain. Dan foto berikutnya adalah foto ibunya bersama pria lain. Mereka sedang melangsungkan pernikahan.

Dadanya terasa sesak, airmata menggenang di pelupuk mata. Hatinya merasa sakit melihat foto tersebut. Rasanya ingin tidak percaya tapi semua yang dilihatnya membuatnya semakin muak.

1
Rain Aricia
Ga usah dipaksa. Ga semua orang itu mau nikah, lo aja yg dh nikah ga tentram tuh rumah tangga
Rain Aricia
Ayahnya perlu dicuci otaknya
Rain Aricia
Mau gebrek rumah orang? Ga sopan Cit
Rain Aricia
Citra ga usah cari gara2 deh, ntar hidupnya susah lho
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
maksud konsepnya gimana 🤷
Anyue: Muna dia-nya
total 1 replies
Protocetus
Thor saya minta maaf kalau ada salah Thor 🥹
Anyue: Sama-sama, aku juga minta maaf.

jadi, terharu hiks....
total 1 replies
Alia Chans
suk😣🌹
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
good boy 🫰
Anyue: setuju
total 1 replies
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
good 🫰
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ih oon, harusnya klw laki² serius mah ya dia yg biayain dasar otak lu Jayanti di taroh dimana. nggak mungkin nyangkut di kepala author mah wk.
Anyue: Jadi pengen tertawa
total 1 replies
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
bagus
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ya biayain sama kamu atuh. nggak mungkin kan di sebut mokondo mah nggak terima malu atuh punya mobil tapi pelit.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Gw masih baca Hazel, 🤣
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
alah siah 🤣
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
kepo
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
eh nggak semua masalah pribadi org tuh bisa di ceritain yah.
Anyue: Benar sekali
total 1 replies
Rain Aricia
Ishh ada aja org yg iri
Anyue: Dimanapun selalu saja ada orang seperti ini
total 1 replies
Rain Aricia
Berarti kemampuan Salindra ga main2
Rain Aricia
Kalau ini sih yg paling deg2annya diwawancara
Anyue: sport jantung
total 1 replies
Rain Aricia
Negara eropa?
Anyue: belum di kasih tahu 🤔
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!