seorang wanita yang bernama Selena hidup sebatang kara tanpa mempunyai saudara.
dia harus menahan hinaan dan cacian dari semua orang,bahkan tidak ada yang mau berteman dengannya.
apalagi saat melihat wajah nya,semua orang akan jijik dan meludahi nya,dan dengan tekad nya yang kuat dia berusaha untuk bangkit dengan kuliah dan mengandalkan beasiswa nya.
hingga suatu hari saat Selena menyatakan perasaan nya pada pangeran kampus,dia di permalukan habis-habisan,dan pangeran kampus yang mempermainkan nya hanya memandang nya dengan merendah.
karna tidak tahan,Selena berlari meninggalkan kampus nya,hingga dia mendapatkan sistem yang membantu kehidupan nya.
dan sistem mengatakan jika dia ingin kaya raya dan bisa membalas dendam pada semua orang yang menyakiti nya.
dia harus menjalankan misi 3 kehidupan,setelah misinya berhasil dia akan mendapatkan kekayaan dari sistem juga kekuatan untuk melindungi dirinya.
bagaimana kah kisah selanjutnya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EMiliya PUtry S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
wanita miskin yang di rendahkan
Seorang wanita yang bernama Selena Wijaya yang sekarang berusia 24 tahun baru saja sampai di depan kampus nya.
Dia menatap kampus nya dengan tersenyum dan menatap bekal makanan yang dia bawa,setelah memperbaiki penampilan nya,dia melangkahkan kakinya dengan wajah cerianya.
Seluruh anak kampus yang melihat kedatangan nya,saling memandang hingga akhirnya tertawa terbahak-bahak.
Dan itu membuat Selena merasa bingung dengan penampilan nya,dia memperbaiki rambutnya dan melihat bajunya yang pudar.
" apa yang salah dengan baju ku ? Bukankah ini baju ku yang paling bagus di dalam lemari,,mereka ini ada-ada saja,,tidak tau gaya " gumam Selena.
dia tidak perduli pada mereka semua,dia melanjutkan langkahnya menuju kelas,tapi di parkiran dia melihat' pangeran sekolah sedang duduk diatas motornya bersama dengan sahabatnya.
" Liam.? ternyata hari ini dia ke kampus,,aku fikir dia masih sakit,," gumamnya,dia berbelok arah berjalan mendekati Liam si pangeran kampus yang paling tampan.
saat sampai disana, pertama-tama Selena memperbaiki rambutnya dan dia mengambil bekalnya dari dalam tas nya, setelah itu dia tersenyum lebar.
" Hay... Liam apa kamu sudah sehat ? " mendengar suara familiar, Liam dan para sahabatnya sontak menoleh.
Para sahabat nya yang melihat kedatangan Selena saling memandang dengan menahan tawa, sedangkan Liam? Dia langsung mendatarkan wajahnya.
" hmmm..." balasnya dengan deheman saja,Selena tersenyum dia menyodorkan bekal nya pada Liam.
" ini untuk mu aku sengaja memasak nya khusus untuk mu,,semoga saja kamu suka " cicit Selena yang terlihat malu-malu.
" fffttttt...maaf...maaf aku hanya merasa lucu melihat tempat bekal mu,,apa kamu hanya memiliki tempat bekal ini ?? " ujar sahabat Liam yang bernama Fajar yang sedang menahan tawa, bagaimana tidak dia ingin tertawa karna kotak bekal Selena terlihat usang.
Selena meliriknya dengan sinis,dia tau pasti Fajar ingin menertawakan nya,dia sudah faham dengan sifat sahabat si pangeran kampus.
" iya aku hanya memiliki kotak bekal ini,,kenapa ? Kamu ingin membeli kotak bekal baru untukku ? " tanya Selena dengan tersenyum.
Fajar menggeleng,dia melambaikan tangannya pada Selena yang membuat sahabat nya yang lain akhirnya tertawa terbahak-bahak.
" tidak..mana mungkin aku membelikan kotak bekal buat kamu,, memang nya kamu siapa ? lagian masa beli kotak bekal aja gak mampu " sindir Fajar yang sudah terlihat kesal karna di ejek oleh sahabat nya.
Selena tidak menanggapi nya lagi, tangannya terasa kebas karna Liam belum menerima kotak bekal pemberian nya.
"mmm..Liam..apa kamu tidak mau menerima nya ? " tanya Selena dengan gugup.
Liam yang merasa muak melihat tingkah Selena dengan terpaksa menerima kotak bekal itu.
" terimakasih pergilah nanti kamu telat masuk " mendengar ucapan Liam,,Selena mengira itu adalah bentuk perhatian nya.
" sama-sama...baiklah aku masuk ke kelas dulu,,jangan lupa nanti di makan ya " melihat anggukan Liam,,Selena pergi dengan perasaan berbunga-bunga.
Liam melirik kotak bekal pemberian Selena,,lalu dia membuangnya tanpa perasaan,setelah itu dia berdiri dan pergi dari sana.
" walahhh...kok malah di buang,, mubazir anjir..orang kaya memang beda,," ucap salah satu sahabat Liam yang bernama Putra.
Dia berdiri dan berjalan untuk mengambil kotak bekal itu,, melihat kotak bekal nya sudah kotor dia membersihkan nya dengan tangan nya.
" woii...put..kenapa kamu malah ambil bekal nya ? Memangnya kamu mau makan tuh masakan si Selena ,,,iyuhhh kalau aku sih ogah,,,yukk cabut " ajak fajar dan pergi menyusul Liam.
Sedangkan sahabat nya yang tertinggal menatap putra dengan heran,dia berjalan mendekati nya.
" kenapa ? Jangan-jangan kamu suka sama dia." ucap Kenzo sahabat akrab Liam.
Putra sontak menatap nya,dia tersenyum geleng-geleng dan memeluk bekal itu.
" aku tidak menyukai nya juga aku tidak membenci nya,aku hanya kasihan padanya..dan juga makanan ini tidak bersalah,," jawab putra dengan ekspresi wajah tenang.
" benar tapi bagaimana lagi,,bukankah Liam hanya bercanda dengannya,,,dia saja yang baper,,sudahlah ayo kita masuk seperti nya dosen sudah datang " ajak Kenzo yang diangguki oleh Putra.
Akhirnya mereka pergi masuk kedalam kelas dengan putra membawa bekal itu.
************
sedangkan di dalam kelas,Selena yang sejak tadi membersihkan meja dan kursi nya karna penuh sampah,dia akhirnya lega dan duduk dengan perasaan sakit hati.
Setiap hari dia akan mendapatkan hal-hal yang sering kali membuat nya tidak mengerti,kenapa bisa semua orang membenci nya,,padahal dia tidak pernah menganggu siapapun.
" mungkin karna aku miskin,,tapi memang nya siapa yang mau seperti ini ? aku hanya menerima takdir ku tapi mereka malah menghakimi ku,,," senyum Selena,,jika orang yang punya perasaan melihat senyuman Selena,,dia pasti akan tau arti senyuman itu.
Tidak lama kemudian,dosen datang,dia seperti biasa mengajar dan menjelaskan hal-hal penting,,selena fokus pada pelajaran nya.
Sementara di kursi paling belakang,terlihat 2 wanita sedang berbisik-bisik dan melirik kearah Selena.
" kamu sudah menyiapkan gaun nya ? " tanya temannya yang bernama Laura,dia adalah putri orang kaya yang Liam sukai.
Temannya yang bernama Enjel mengangguk,lalu dia menunjuk kearah laci.
" aku sudah menyimpan nya disana,,dan gaun nya sesuai dengan yang kamu inginkan" bisik Enjel yang membuat Laura tersenyum puas.
" bagus..setelah jam istirahat kamu berikan kotak itu padanya,,dan katakan itu pemberian Liam,,, bilang padanya Liam mengundang nya di acara ulang tahun ku " bisik Laura tersenyum licik.
Enjel mengangguk dan mengacungkan jempol nya,seolah berkata siap..melihat itu Laura kembali menatap dosen yang menjelaskan.
Setelah jam istirahat,dosen pergi dan Selena yang ingin keluar tiba-tiba menatap Enjel yang sedang memanggil nya.
Selena menatapnya dengan heran,dia tidak pernah akrab dengan mereka.
" ada apa ? " tanya Selena setelah Enjel sudah berdiri di hadapan nya.
Enjel memutar bola matanya dengan malas sembari memberikan kota itu pada Selena.
" ini pemberian Liam,dia menitipkan kotak ini padaku dan menyuruh ku memberikan nya padamu,,,dan dia juga bilang nanti malam kenakan gaun yang ada di dalam kotak ini ke acara ulangtahun Laura" setelah meletakkan kotak itu dan menjelaskan nya pada Selena, Enjel pergi dari sana sembari menghapus tangannya dengan tissu,dia takut ketularan wajah jelek Selena.
selena ? matanya berbinar dan menatap kotak itu, jantung nya berdebar kencang dan dengan perasaan bahagia,dia memutuskan untuk pulang.
" aku akan mengenakan gaun pemberian mu,,dan setelah itu aku akan menyatakan perasaan ku,,ku yakin kamu diam-diam menaruh perasaan padaku " Selena tersenyum malu-malu dan pergi dengan berjalan kaki menuju rumah nya.
Dan rumah itu adalah rumah peninggalan neneknya,meski kecil dan tua,,Selena bersyukur bisa memiliki nya.
Sedangkan Laura dan Enjel yang bersembunyi di balik dinding,menatap kepergian Selena tersenyum licik.
" apa kamu benar-benar akan melakukan nya nanti malam ? " tanya Enjel dengan serius.
" apa kamu kasihan padanya ? " tanya balik Laura yang merasa tidak senang.
Enjel buru-buru menggeleng,dia melihat kepergian Selena yang menghilang di balik pagar.
" tidak..aku hanya takut Liam mengetahui nya,,dia pasti menganggap kita jahat " ujar Enjel yang membuat Laura menepuk pundak nya.
" kamu tenang saja,dia sudah tau dan dia juga mendukung ku, sebenarnya dia sudah muak dengan Selena yang selalu menganggu nya,,dan malam ini dia akan mengakhirinya" jujur Laura dengan senang.
Kali ini dia akan menerima cinta Liam yang selama ini diam-diam menaruh perasaan padanya,dan dia tidak akan membiarkan Selena menempeli Liam lagi.
#jika ingin lanjut silahkan tinggalkan komentar di bawah