NovelToon NovelToon
I'M An Imperfect Mom

I'M An Imperfect Mom

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:899
Nilai: 5
Nama Author: Amanda Shakira

"Di kantor, Aruna adalah pemenang. Namun di rumah, ia adalah orang asing yang kehilangan tempat. Ketika mantan suaminya kembali membawa 'istri sempurna', hidup Aruna mulai retak.

Satu per satu barangnya hilang, ingatannya mulai dikhianati, dan putranya perlahan menjauh. Apakah Aruna memang ibu yang gagal, atau seseorang sedang merancang skenario untuk membuatnya gila?

Menjadi ibu itu berat. Menjadi ibu yang waras di tengah teror... itu mustahil."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Shakira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1: KADO YANG TERLAMBAT

BAB 1: KADO YANG TERLAMBAT

Aruna menatap pantulan dirinya di cermin lift kantor yang berlapis krom. Jas hitam custom-fit miliknya tampak sempurna, namun lingkaran hitam di bawah matanya tidak bisa berbohong—dia sedang di ambang kehancuran. Di tangan kanannya, sebuah paper bag berisi robot edisi terbatas sudah sedikit penyok di bagian pinggir. Itu kado ulang tahun untuk Kenzo.

"Lima menit lagi, Aruna. Jangan telat, atau lo bakal kehilangan muka di depan si Ular," gumamnya pada diri sendiri sembari memoles lipstik merah menyala. Defense mechanism andalannya.

Pintu lift terbuka ke lobi utama yang megah. Namun, langkah Aruna mendadak kaku. Pemandangan di depannya jauh lebih mengerikan daripada laporan penjualan yang merah.

Di sana, di tengah lobi, Bimo berdiri dengan kemeja rapi yang tampak sangat "bapak idaman". Dan di sampingnya, Siska—istri barunya—tampil memukau dengan dress lilac, sedang menggandeng tangan seorang anak laki-laki berusia lima tahun.

"Mama!" Kenzo berteriak. Tapi dia tidak berlari ke arah Aruna. Tangan kirinya digenggam erat oleh Siska.

"Hai, Run," Bimo menyapa dengan senyum tenang, senyum yang dulu membuat Aruna jatuh cinta, tapi kini membuatnya ingin muntah. "Maaf ya, kami jemput Kenzo duluan dari sekolah. Siska bilang, dia mau ajak Kenzo beli sepatu baru dulu sebelum pesta malam ini. Kamu tahu kan, Kenzo paling nggak suka kalau sepatunya sudah sempit."

Siska mengusap kepala Kenzo dengan gerakan yang sangat lembut, namun matanya menatap Aruna dengan kilat kemenangan yang tak terbaca orang lain.

"Mbak Aruna sibuk banget ya hari ini? Sampai lupa kalau hari ini Kenzo ada latihan bola juga? Untung aku sama Mas Bimo ingat, jadi Kenzo nggak perlu nunggu sendirian di gerbang sekolah."

Aruna meremas pegangan paper bag nya. Dia tidak lupa. Dia sudah mengosongkan jadwal sejak dua minggu lalu, tapi asistennya tiba-tiba bilang ada rapat darurat yang tidak bisa ditinggal. Sekarang dia sadar, itu bukan kebetulan.

"Aku nggak lupa, Siska," suara Aruna bergetar, tapi dia berusaha tetap tegas. "Aku ibunya. Aku tahu jadwal anakku sendiri."

"Tentu saja, Mbak," Siska tersenyum manis, tipe senyum yang sanggup membodohi seluruh dunia. "Oh ya, Kenzo tadi bilang dia nggak mau robot lagi. Dia bilang dia sudah besar. Jadi tadi Mas Bimo sudah belikan dia tab terbaru buat main game. Iya kan, Kenzo?"

Kenzo mengangguk polos, matanya berbinar menatap kotak gadget mahal di tangan Bimo. Robot di tangan Aruna seketika terasa seperti sampah tak berguna.

...----------------...

Malam harinya, rumah Aruna terasa lebih sunyi meskipun baru saja ada keramaian kecil. Bimo dan Siska baru saja pulang setelah "membantu" mendekorasi ruang tamu yang sebenarnya tidak diminta Aruna. Mereka bertingkah seolah mereka adalah keluarga besar yang bahagia, membiarkan Aruna merasa seperti orang asing di rumahnya sendiri.

Aruna masuk ke kamar Kenzo yang sudah terlelap. Dia mencium kening putranya, merasakan aroma sabun bayi yang mulai bercampur dengan wangi parfum mahal—pasti parfum pemberian Siska.

Saat hendak menyelimuti Kenzo, jari Aruna menyentuh sesuatu yang keras di bawah tempat tidur. Dia merangkak, meraih sebuah kotak kado kecil berwarna hitam tanpa pita.

 Tidak ada kartu nama.

Aruna membukanya dengan perasaan tidak enak.

Di dalamnya bukan mainan. Hanya selembar foto. Itu foto lama saat Aruna masih hamil besar, duduk di taman sambil mengelus perutnya. Foto yang seharusnya penuh kenangan indah.

Namun, di foto itu, bagian wajah Aruna telah lenyap. Digunting dengan sangat rapi hingga menyisakan lubang kosong yang mengerikan. Di balik foto itu, ada tulisan tangan yang membuat bulu kuduk Aruna meremang.

Tulisan yang sangat mirip dengan gaya tulisan tangannya sendiri:

     "Kamu hanya sebuah wadah yang sudah kosong, Aruna. Kenzo tidak butuh ibu yang rusak."

Aruna terengah, menjatuhkan foto itu ke lantai. Dia menoleh ke arah pintu kamar yang terbuka sedikit. Di kegelapan lorong rumahnya sendiri, dia merasa ada yang sedang memperhatikannya sambil tersenyum.

Dia adalah seorang manajer sukses. Dia adalah single parent yang tangguh. Tapi malam itu, di samping tempat tidur anaknya, Aruna sadar... perang baru saja dimulai. Dan dia sedang bertarung melawan hantu yang memegang gunting di balik punggungnya.

...****************...

Bersambung...

Gimana menurut kalian? Siska ini beneran "malaikat" atau emang ular berwujud manusia? Tulis teori kalian di kolom komentar ya! Jangan lupa dukung Aruna dengan Vote dan Like!

Lanjutan besok.....

Bab 2: Siapa yang Memegang Gunting?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!