NovelToon NovelToon
Dicerai Karena Melahirkan Anak Sumbing

Dicerai Karena Melahirkan Anak Sumbing

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga
Popularitas:51.2k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Hati Naomi hancur saat suaminya Zayn, tega menceraikannya karena dirinya melahirkan bayi sumbing. Padahal Zayn dan keluarganya adalah keluarga dokter, mereka harusnya lebih mengerti dari orang lain.

Setelah pulih dari pasca persalinan, Naomi diusir dari keluarga Hartanto. Ia mengurus bayinya yang sumbing sendirian. Naomi bekerja banting tulang demi kebutuhan anaknya. Seiring berjalannya waktu, bayi Naomi yang diberi nama Davin itu terus tumbuh, ia bahkan mendapatkan operasi yang membuatnya bisa tumbuh seperti anak normal lain. Bibir Davin tak lagi sumbing, dia bahkan terbilang punya wajah tampan. Selain itu Davin juga menjadi anak yang sangat jenius! Mendapat banyak prestasi dan selalu membuat Naomi bangga. Saat itulah Zayn tiba-tiba kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 35 - Aku Baik Saja

Makanan mahal tersaji rapi di depan meja mereka. Steak hangat, wine, lilin kecil, dan suasana romantis restoran rooftop yang biasanya membuat pasangan lain nyaman. Tapi Zayn sama sekali tidak menikmati apa pun.

Sejak tadi matanya terus tanpa sadar bergerak ke arah meja Naomi dan Junie.

Naomi tertawa lagi. Perempuan itu bahkan sampai sedikit membungkuk sambil menutup mulut karena terlalu geli mendengar sesuatu dari Junie. Junie menatap Naomi dengan tatapan yang sangat jelas bagi sesama pria. Tatapan penuh ketertarikan.

Rahang Zayn kembali mengeras.

“Kalau terus diliatin begitu, makanannya bisa dingin.” Suara Anggun membuat Zayn langsung menarik pandangannya cepat.

“Aku nggak ngelihatin.”

“Oh ya?” Anggun tersenyum tipis sambil menyeruput wine. “Terus kenapa dari tadi garpumu nggak pindah-pindah?”

Zayn baru sadar steak di piringnya bahkan hampir tidak berkurang. Entah kenapa malam ini menelan makanan saja terasa sulit.

Pikirannya terlalu penuh. Naomi terlihat cantik malam ini. Tidak seperti Naomi yang dia kenal dulu saat pernikahan mereka perlahan hancur.

“Aku jadi penasaran,” kata Anggun santai sambil memainkan ujung gelasnya. “Apa dulu kamu juga pernah bikin Naomi ketawa kayak gitu?”

Zayn langsung menatap tajam. “Cukup ya.”

Anggun malah terkekeh kecil. “Sensitif banget.”

“Aku datang buat memperbaiki hubungan kita, bukan buat dengerin kamu ngomongin mantan istriku terus.”

“Lah siapa suruh mantan istrimu duduk secantik itu di depan mata?”

“ANGGUN!”

Beberapa pengunjung sampai sempat melirik karena nada suara Zayn mulai meninggi.

Anggun hanya mengangkat bahu malas. Namun diam-diam dia menikmati melihat suaminya kehilangan kontrol seperti ini. Karena biasanya Zayn selalu terlalu tenang, dingin, dan sulit ditebak.

Sementara di meja lain, Naomi mulai menyelesaikan makan malamnya.

“Udah kenyang?” tanya Junie sambil tersenyum kecil.

Naomi mengangguk pelan. “Kenyang.”

“Dessert?”

Naomi langsung tertawa kecil. “Perutku bukan kantong ajaib.”

Junie pura-pura menghela napas kecewa. “Sayang sekali.”

Naomi tersenyum lagi. Jujur saja, malam ini jauh lebih menyenangkan dari yang dia bayangkan. Bahkan meski sempat terganggu oleh kehadiran Zayn, perlahan Naomi mulai bisa menikmati waktunya lagi. Itu membuatnya sadar satu hal. Dulu saat masih menikah dengan Zayn, dirinya terlalu sering tegang. Terlalu sering takut salah bicara. Terlalu sering berusaha menjadi istri sempurna. Sementara malam ini dia bisa tertawa tanpa beban.

“Pulang?” tanya Junie lembut.

Naomi mengangguk kecil. Mereka pun berdiri bersamaan.

Dari meja seberang, mata Zayn langsung bergerak cepat begitu melihat Naomi bangkit dari kursinya. Dadanya langsung menegang lagi.

Junie mengambil tas Naomi secara refleks sebelum mereka berjalan keluar bersama. Gerakan kecil sederhana, tapi cukup membuat emosi Zayn naik lagi.

Naomi dan Junie berjalan melewati meja mereka. Semakin dekat. Sampai akhirnya Zayn berdiri spontan dari kursinya.

“Hey, Naomi.”

Suasana di sekitar meja mendadak terasa hening sepersekian detik.

Naomi jelas mendengarnya. Sangat jelas. Namun langkah perempuan itu sama sekali tidak berhenti. Bahkan Naomi tidak menoleh sedikit pun. Dia terus berjalan lurus di samping Junie seolah suara Zayn hanyalah suara asing di restoran itu.

Junie sempat melirik sekilas ke arah Zayn. Tatapannya datar, tenang, tapi cukup tajam sebelum akhirnya ikut berjalan pergi bersama Naomi.

Itu benar-benar menghantam ego Zayn. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Naomi mengabaikannya seperti itu. Zayn berdiri mematung sambil mengepalkan tangan di samping tubuhnya.

Sementara Anggun yang melihat semuanya justru langsung tertawa keras.

“HAHAHA!”

Beberapa orang langsung menoleh.

“Ya ampun…” Anggun sampai menutup mulut sambil masih tertawa. “Dia bener-bener cuekin kamu!”

“Anggun, cukup.”

“Parah banget!” lanjutnya sambil tertawa tak percaya. “Mantan istrimu udah nggak anggap kamu ada!”

Zayn menggertakkan rahang keras. “DIAM!”

Namun Anggun malah makin terhibur.

“Astaga…” katanya sambil menghapus sudut mata karena terlalu tertawa. “Mukamu lucu banget sekarang.”

Saat itulah kesabaran Zayn benar-benar putus.

PLAK!

Suara tamparan itu terdengar cukup keras di tengah restoran. Semua orang langsung terdiam.

Anggun membeku di kursinya. Wajahnya perlahan menoleh ke samping akibat tamparan itu. Rambutnya sedikit berantakan. Matanya melebar penuh syok.

Begitu juga Zayn. Napasnya langsung tercekat sendiri beberapa detik setelah tangannya mendarat di pipi istrinya. Dia sendiri seperti tidak percaya dengan apa yang baru saja dia lakukan.

“Anggun…”

Suara Zayn langsung berubah pelan.

Namun Anggun masih diam. Matanya perlahan kembali menatap Zayn. Kali ini bukan penuh ejekan lagi. Tapi penuh keterkejutan dan kemarahan.

“Kamu…” suaranya bergetar kecil. “Nampar aku?”

Zayn langsung menyesal seketika.

“Aku nggak sengaja—”

“JANGAN SENTUH AKU!”

Anggun langsung berdiri kasar saat Zayn refleks mencoba meraih tangannya.

Beberapa pengunjung mulai berbisik-bisik sekarang. Pelayan bahkan tampak bingung harus mendekat atau tidak.

Wajah Anggun memerah menahan malu dan marah. “Selama ini…” katanya lirih namun tajam. “Aku pikir kamu cuma dingin.”

Zayn terdiam.

“Ternyata kamu bisa kasar juga.”

“Anggun, dengar dulu—”

“Buat apa?!”

Mata perempuan itu mulai berkaca-kaca karena emosi.

“Gara-gara mantan istri kamu?!”

“Bukan karena Naomi!”

“Tapi kamu marah karena dia nggak peduli sama kamu kan?!”

Zayn langsung membeku. Dia tidak bisa membantah.

Anggun tertawa hambar penuh luka. “Lucu banget.”

Lalu tanpa berkata apa-apa lagi, dia langsung mengambil tasnya dan berjalan cepat keluar restoran.

“ANGGUN!”

Zayn buru-buru mengejar. Namun perempuan itu sudah masuk lift lebih dulu. Saat Zayn sampai di lobby bawah, mobil Anggun bahkan sudah melaju keluar meninggalkan restoran.

Zayn berdiri diam beberapa detik di depan pintu lobby sambil mengusap wajah frustrasi kasar. Semua jadi kacau. Hubungannya dengan Anggun. Dia mulai sadar bahwa kemarahannya tadi bukan murni karena Anggun menertawakannya. Tapi karena Naomi benar-benar terlihat tidak peduli lagi padanya.

“Permisi, Pak.”

Zayn menoleh kesal.

Seorang pelayan berdiri canggung sambil membawa map hitam. “Maaf… bill restorannya belum dibayar.”

Zayn langsung memejamkan mata frustrasi. Malam sempurna. Benar-benar sempurna.

Sementara itu, jauh dari restoran, Naomi dan Junie sudah berada di dalam mobil. Lampu kota bergerak perlahan di balik jendela sepanjang perjalanan pulang.

Suasana di dalam mobil jauh lebih tenang sekarang. Naomi menatap keluar jendela sambil diam cukup lama.

Junie melirik sekilas. “Kamu kepikiran?”

Naomi tersadar lalu menggeleng kecil. “Enggak.”

Bohong, tentu saja dia kepikiran. Melihat Zayn lagi setelah sekian lama ternyata tetap meninggalkan rasa aneh di dada. Bukan cinta. Bukan juga rindu. Lebih seperti luka lama yang tiba-tiba disentuh lagi.

“Aku tadi sengaja nggak nengok,” katanya tiba-tiba pelan.

Junie tersenyum kecil samar. “Aku tahu.”

Naomi menunduk kecil sambil memainkan jemarinya.

“Kalau dulu…” suaranya lirih. “Aku pasti langsung panik.”

Junie diam mendengarkan.

“Tapi sekarang aku cuma…” Naomi berhenti sebentar. “Capek.”

Junie menggenggam setir lebih erat sedikit.

Naomi lalu tertawa kecil hambar. “Aneh ya. Dulu aku pikir hidupku dan Davin bakal hancur tanpa dia."

“Tapi?”

Naomi perlahan menoleh ke arah Junie.

“Ternyata aku baik-baik aja.”

1
Ariany Sudjana
ayo Junie and Naomi, tunggu apa lagi? tinggal Junie minta ijin sama pa Sofyan 😄
Greenindya
lah itu yg diharapkan sm junie🤭
Ayu Oktaviana
yuk kawal junie sama naomi sampai kata sah terucap dan diamini 😍😍😍
Ass Yfa
dan dgn bodohnya Zayn masih nerima Anggun😒😒
Ass Yfa
lah bener dugaanku Anggun ahirnya nain ama mertuanya...hancurlah mereka semua
Ayu Oktaviana
jgn lama2 junie mumpung dirumh orng tua naomi.. lngsung lamar aj
Rommy Wasini Khumaidi
jangan lama² Jun,langsung tembak aja Naomi
Rommy Wasini Khumaidi
oh,Zayn nyewa mobil buat pulang ke Jakarta ya thor?
Rommy Wasini Khumaidi
nyetirnya kesemarang thor,dari semarang ke jakarta naik pesawat
Desau: nanti aku revisi biar lebih jelas
total 2 replies
Retno Harningsih
up
istianah istianah
dasar zein dak punya pendirian, sudah tau anggun selingkuh masih aja percaya sama ibunya,
nanti aja tunggu tanggal mainya kalau mereka berdua tau menantu dan mertua laki" ada hubungan sepesial di balik layar, koma kali mereka berdua,, 🤭
istianah istianah
edan sudah gak waras nie orang,
mertua sendiri di ajak maen gituan
sunaryati jarum
Mumpung di rumah orang tua Naomi, langsung dilamar Nak Juni
sunaryati jarum
Zain baru akan menceraikan Anggun setelah tertangkap basah dengan ayahnya 😄🤣🤣🤭
Ariany Sudjana
Zayn kamu bodohnya kebangetan yah, sudah jelas anggun selingkuh dengan banyak laki-laki, masih juga dikasi kesempatan kedua. kamu sudah bayar mahal orang buat selidiki anggun, dan hasilnya kamu masih kasih kesempatan kedua? luar biasa yah, kamu dokter, tapi bodohnya kebangetan. kamu dan Ratna sana bodohnya, anggun bermain cantik dengan tidur sama papa kamu, dan kamu juga mama kamu ga tahu... luar biasa
Mita Paramita
zayn penyesalan datangnya belakangan 🤣🤣🤣 skrg fokus sama Abyan tes DNA mungkin dia bukan anak zayyan🤨
sunaryati jarum
Menantu yang kau bela dan kamu bangga kan baru saja meminta kepuasan di ranjang pada suamimu Ny Ratna yang terhormat.
Lee Mba Young
Anak Mami kau Zayn. tau istri selingkuh masih letoi. pantes gk jodoh ma Naomi 🤣.
laki dah kawin dua kali tp masih di ketek mak nya 🤣. pantes di selingkuh i anggun. 🤣
MamDeyh
Masih aja jd anak mami yg bodoh. Kok kalau selingku, jelas selingkuh. Kasih tau aja langsung pake teka teki silang. Bnr2 keluarga hancur 😀
Ma Em
Bu Ratna nanti Bu Ratna bakal dapat kejutan dari Anggun menantu yg kau sanjung2 cantik berkelas dan keturunan orang terhormat tapi moralnya yg rusak , karena menantu kebanggan Bu Ratna sdh tdk dgn suami Bu Ratna , apakah Bu Ratna akan terima menantu kesayangan Bu Ratna .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!