NovelToon NovelToon
Istri Pengganti

Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Selingkuh / Pengantin Pengganti / Pengganti / Pengantin Pengganti Konglomerat / Cinta Murni
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Purpledee

Noari Liora, gadis sederhana yang hidup dalam keterbatasan, tiba-tiba ditarik masuk ke dunia mewah keluarga Van Bodden, ketika Riana, sepupu perempuan kaya yang pernah menyakitinya di masa lalu, justru memintanya menjadi istri pengganti untuk suaminya, Landerik.

Di tengah rasa iba, dan desakan keadaan, Noa menerima tawaran itu. Pernikahan yang seharusnya hampa justru menyeretnya ke dalam lingkar emosi yang rumit, cinta, kehilangan, luka dan harapan.

Ketika Riana meninggal karena sakit yang dideritanya, Noa dituduh sebagai penyebabnya dan kehilangan pegangan hidup. Dalam rumah megah yang penuh keheningan, Noa harus belajar menemukan dirinya sendiri di antara dinginnya sikap Landerik, dan kehadiran Louis, lelaki hangat yang tanpa sengaja membuat hatinya goyah.

Akankah Noa bertahan di pernikahan tanpa cinta ini?
Atau justru menemukan dirinya terjebak dalam perasaan yang tidak pernah ia duga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Purpledee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 1. Pagi yang berbunga-bunga

Warna langit dengan gradasi merah muda yang halus menghiasi pagi di desa Veldhoven, Belanda. Diantara rumah-rumah sederhana dengan jendela lebar dan pot-pot bunga tulip yang menggantung rapi menghiasi setiap rumah. Seorang gadis menuruni jalan berbatu yang masih lembab oleh embun, gadis itu bernama Noari Liora atau sering di panggil Noa.

Dengan mata Hazel yang berkilau saat tersentuh Cahaya matahari, dia tampak seperti bagian pemandangan indah tu sendiri. Menawan, lembut dan sulit untuk tidak di perhatikan. Gadis bersurai coklat bergelombang indah sepinggang itu tertiup angin dingin pagi, memantulkan warna indah di bawah Cahaya pagi. Kulitnya yang cerah membuatnya tampak kontras namun memikat diantara warna-warna hangat di desa itu.

Noa memeluk mantel wolnya yang tebal sambil berjalan menuju kedai roti di pusat desa. Kebiasaan yang selalu ia lakukan setiap pagi. Bukan karena aroma roti yang menggoda, namun juga karena seseorang yang belakangan ini membuat langkahnya terasa lebih berdebar dari biasanya, Karena di balik jendela kedai itu, di meja dekat kanal, biasanya duduk seorang pria dengan syal merah bata yang selalu tersenyum setiap kali mata mereka bertemu. Dia tidak tau Namanya. Belum. Tapi setiap pagi, rasa penasaran tumbuh perlahan menjadi lebih besar, layaknya seperti tunas tulip yang perlahan menembus tanah.

Hari ini, entah mengapa, Noa merasa ada sesuatu yang berbeda dari biasanya di dalam dadanya. Seperti udara dingin yang membawa bisikan bahwa pagi itu tidak akan sama seperti biasanya, bahwa romansa kecil yang selama ini hanya berputar di kepalanya mungkin akan mulai menemukan bentuknya.

“Halo, selamat pagi.” Sapa Noa pada pemilik toko kedai yang saat itu menjaga di kasir.

“Noa, Pesan seperti biasa ya?” Tanyanya, Noa menangguk sambil tersenyum.

“Ditunggu ya.” Kata pemilik kedai.

Sambil menunggu pesanannya, Noa duduk di tempat lelaki yang ia kagumu itu biasa duduk, sambil menikmati pemandangan di luar jendela. Tak lama kemudian, seorang pelayan mengantar pesanannya, Beberapa roti yang di bungkus dan satu mangkuk sup hangat beserta roti untuk dimakan di tempat.

Beberapa suapan ia dapatkan, namun tiba-tiba seseorang menghampirinya. Noa mematung seketika, jantungnya seakan melompat dari tempatnya, ia tidak berani mengangkat wajahnya. “Boleh aku duduk disini?” suara lelaki itu terdengar rendah dan lembut dengan aksen Belanda yang samar. Noa menelan makanannya kasar, lalu perlahan ia mengangkat wajahnya, Dan disana berdiri tepat dihadapannya pria yang selama berminggu-minggu hanya bisa ia kagumi Dari kejauhan.

Wajah tampannya terlihat semakin jelas dari dekat, rahang tegas mata biru yang teduh seperti danau musim semi dan rambut coklat yang disisir rapi ke belakang, senyum kecil tersungging di bibirnya, membuat Noa semakin sulit untuk berkedip. “O-oh ya, T-tentu, silahkan,” Jawab Noa gelagapan.

Lelaki itu menarik kursi perlahan, lalu duduk dihadapannya. Ia meletakan cangkir kopi yang baru ia pesan di meja, kemudian menatap Noa dengan tatapan yang membuat pipinya memanas.

“Aku perhatikan akhir-akhir ini kita selalu datang di jam yang sama,” ujarnya sambil tersenyum geli. “Tapi baru kali ini aku punya keberanian untuk menyapa.”

Noa membeku. Lidahnya terasa kaku, tapi bibirnya akhirnya membentuk senyuman kecil. “Begitu ya?” gumamnya pelan. Lelaki itu mengangguk, matanya berkilau seolah sedang memandangi sesuatu yang menarik.

“Namamu Noa kan? Aku sering mendengar pemilik kedai memanggilmu.” Ia mencondongkan tubuhnya sedikit, lalu melanjutkan dengan suara yang lebih lembut “Aku Nolan.”

Noa hampir lupa untuk bernafas Ketika nama itu keluar langsung dari bibirnya sendiri.

Nolan, nama yang selama ini hanya ia terka-terka siapa nama lelaki itu, yang kini duduk di hadapannya dan tersenyum manis di jarak yang begitu dekat. “Senang akhirnya bisa bebicara denganmu,” Kata Nolan.

Noa menggenggam sendoknya erat-erat agar tangannya tidak terlihat gemetar. “A-aku juga senang bisa bicara denganmu.”

Diluar jendela, angin menerbangkan beberapa kelopak bunga tulip liar yang jatuh di sepanjang kanal, dan di dalam kedai kecil itu, percakapan pertama mereka baru saja di mulai, Hal sederhana yang perlahan menggeser jalan cerita hidup Noa kea rah yang tak pernah ia bayangkan sama sekali.

Nolan meniup kopi panasnya pelan-pelan, sementara Noa berusaha menjaga sorot matanya agar tidak terlalu lama terpaku pada ketampanan lelaki itu. Namun setiap kali ia menunduk, rasa penasaran itu membuatnya kembali mencuri pandang.

“Jadi…” Nolan membuka pembicaraan, kedua matanya menatap Noa dengan penuh ketertarikan “Kau selalu datang setiap pagi, atau kau memang suka suasana pagi?”

Noa mengangguk pelan sambil memainkan ujung mangkuk supnya. “Aku suka ketenangannya, rasanya seperti dunia belum sepenihnya terbangun, dan kedai ini…” ia menatap sekeliling “Memberiku rasa nyaman.”

Nolan tersenyum, senyumannya hangat dan mempesona. “Aku juga merasa seperti itu, Pagi di desa ini, rasanya seperti waktu melambat sedikit.” Noa tertawa kecil untuk mencairkan suasana, “Kadang terasa terlalu pelan,” imbuh Noa.  

“Seperti menunggu seseorang muncul?” Nolan berkata sambil mengangkat sebelah alisnya, nada suaranya menggoda tapi matanya tetap lembut. Pipi Noa seketika memanas. “A-aku tidak menunggu siapapun,”Noa segera menyangkal, meskipun suaranya terdengar terlalu cepat untuk dianggap meyakinkan.

Nolan tertawa kecil, suara rendahnya membuat jantung Noa ikut bergetar, “Tidak apa-apa, aku juga awalnya tidak sadar kalau aku menunggu seseorang.”

Noa menelan ludah “Menunggu siapa?”

Nolan menatapnya lama, seolah sedang memastikan apakah ia boleh berkata jujur. Lalu ia menunduk sedikit, memainkan cangkir kopinya dengan jari-jari panjangnya. “Seseorang dengan rambut Panjang coklat bergelombang yang selalu tertiup angin setiap kali ia membuka pintu kedai ini,” Ujarnya pelan.

Noa membeku.

Ia tau itu tentang dirinya, namun mendengarnya secara langsung dari Nolan membuat dadanya terasa penuh. Nolan melanjutkan “Dan mata hazel yang entah mengapa selalu terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu yang jauh lebih dalam dari pada dunia ini.”

Noa mengalihkan pandangannya, takut jika Nolan melihat betapa merah pipinya saat itu. “Aku tidak sedalam itu,”Katanya Lirih. “Menurutku kau lebih dalam dari yang kau kira.” Jawab Nolan sambil tersenyum tipis.

Keheningan menyelinap diantara mereka, bukan canggung, justru hangat. Nolan mencondongkan tubuhnya sedikit kedepan. “Oh ya boleh aku tau satu hal?” Noa menatapnya, jatungnya sudah Bersiap untuk apa pun.

“Apa?”

“Kenapa hari ini kau duduk di tempatku?” Nolan bertanya dengan nada ringan, namun matanya penuh dengan rasa ingin tahu. Noa sedikit menengang. Ia menggenggam roti di tangannya, berusaha Menyusun jawaban yang tidak membuatnya terlihat bodoh.

“A-aku hanya ingin melihat view pemandangan yang berbeda.” Itu benar tapi tidak semuanya benar. Nolan tersenyum. Bukan senyuman biasa, lebih seperti senyuman seseorang yang tau sesuatu.

“Jika kau mau, besok kita bisa duduk disini lagi bersama .”

Kata bersama itu jatuh begitu lembut, tapi menghantam Noa tepat di hatinya. “Jika kau mau,” Tambah Nolan, pandangannya masih terkunci pada Noa di hadapannya. Noa membuka mulut namun suaranya tidak langsung keluar. Ia hanya bisa mengangguk pelan, lalu menunduk agar Nolan tidak melihat senyuman yang merekah di wajahnya. “Bagus.” Kata Nolan lalu menyesap kopinya “Aku sangat menantikannya.”

Di luar matahari mulai naik sedikit lebih tinggi, dan kedai kecili itu tiba-tiba terasa menjadi tempat paling hangat di seluruh Belanda.

...♡...

Setelah meninggalkan kedai, Noa berjalan dengan hati yang berbunga-bunga. Langkahnya ringan, seakan dunia sedang ikut tersenyum padanya. Angin yang berhembus pelan menggoyangkan rambut coklatnya yang indah, dan Noa menahan tawa kecil yang sejak tadi mengelitiknya, perasaan campur aduk, degup jantung yang gugup dan Bahagia benar-benar membuatnya seperti gadis yang sedang jatuh cinta untuk pertama kalinya.

Namun saat ia berbelok menuju rumahnya, terlihat mobil hitam yang mewah Tengah terparkir di halaman rumahnya. Noa mengenali mobil itu, mobil mewah milik sepupunya, Riana.

Seketika senyumannya perlahan pudar.

Riana, nama yang cukup membuat suasana hatinya berubah seketika. Kehadirannya tidak pernah membawa hal baik bagi keluarganya. Hubungan keluarga mereka jauh dari kata akur. Keluarga Riana jauh lebih kaya dan terpandang dan sering membanggakan status itu di depan keluarga lain. Sementara keluarga Noa bukan hanya miskin, namun sering dianggap beban oleh keluarga lain. Di cibir, direndahkan, bahkan saat kumpul keluarga keluarga Noa sering tidak dianggap kehadirannya meskipun mereka datang.

Dan yang paling menyakitkan, Noa tau bahwa kedua orang tuanya sendiri sangat terobsesi pada uang. Mereka selalu memelas, mengejar perhatian, atau kesempatan dari keluarga kaya seperti keluarga Riana, bahkan jika itu berarti merendahkan diri atau memaksa Noa melakukan sesuatu yang tidak ingin ia lakukan. Noa menghela nafas Panjang, mencoba menenangkan debaran cemas yang menggantikan rasa Bahagia tadi.

Ia memeluk tas yang berisi roti, kemudian melangkah lebih hati-hati mendekati rumah. Dari balik jendela terlihat samar bayangan Rianan yang duduk di sofa ruang tamu, mengenakan mantel bulu mahal yang bahkan tidak cocok di pakai di desa kecil seperti Veldhoven.

Ayah dan ibu Noa tampak duduk di sebrangnya, dengan ekspresi yang sudah ia sangat kenali, senyuman lebay, mata yang berbinar-binar, dan tubuh sedikit membungkuk seperti berusahan megambil hati tamu penting.

Noa menahan rasa perih yang familiar di dalam hatinya. Ia tau pasti, Riana tidak datang untuk sesuatu yang sederhana, dan orang tuanya pasti akan berubah menjadi sosok ia benci, manis diluar, penuh perhitungan dari dalam. Perasaan hangat tentang Nolan yang masih tersisa di dadanya terasa seperti lilin yang di padamkan oleh angin dingin.

“Bagus sekali,” Noa menghela nafas, ada rasa kesal dalam hatinya “Pagi yang indah berubah jadi mimpi buruk.” Batinnya. Ia mengenggam gagang pintu, menyiapkan dirinya. Ia tidak tau apa yang menunggunya din dalam rumah, tapi satu hal yang ia Yakini, apa pun rencana atau niat Riana itu tidak akan baik untuknya. Dengan tarikan Nafas Panjang, Noa membuka pintu.

To Be Countinue…

 

1
Kam1la
lebih nyaman sama Louis ya....
Deii Haqil
mulai ada tumbuh nih,benih benih taneman..ciye 🤭🤭
Chici👑👑
Mampir nih kak.. mampir juga yuk kak di Novelku Judul Nya Menikahi Tuan Muda Kejam kita saling dukung👍
PURPLEDEE ( ig: _deepurple ): siap kak nanti aku mampir ya🤗
total 1 replies
riniandara
aku mampir kak semangat berkarya moga berkah dan sukses selalu/Heart/
PURPLEDEE ( ig: _deepurple ): makasih sudah mampir kak😍
total 1 replies
Kam1la
hati2 Laderick bisa tergoda Mora
Kam1la
💪💪💪 lanjut , Noa
Kam1la
Tidak... Noa!!🤭
Deii Haqil
ow.. no, Noa..🙈💪💪
Miu Nuha.
rasany nyesek ya, harus menahan diri demi mewujudkan keinginan orla 🤧
Miu Nuha.
paham banget kalo mau nentuin kapan meninggoynya 😩😩😩
Deii Haqil
lanjut lagi..hemhemhem🤭
Kam1la
makin seru nnih ....! semangat up. dan jangan lupa mampir di Terlambat Mencintaiku...😍
Deii Haqil
makin seru😊 lanjut kak💪
Afriyeni
setidaknya kamu punya hak untuk itu saat ini noa. sebab landerik juga tidak punya kuasa untuk menekan mu.
Afriyeni
Riana, noa dan landerik adalah orang orang yg tengah bermain di atas luka masing masing
PURPLEDEE ( ig: _deepurple ): ouh suka bnget kata-kata nya kak😭
total 1 replies
Deii Haqil
keren kak, mantap! semagat nulisnya😁
PURPLEDEE ( ig: _deepurple ): makasih dh mampir kak🤗
total 1 replies
Kam1la
lanjutkan...
Deii Haqil
jangan lupa ngopi. kak. semangat😁
Kam1la
alur yang bikin nyesek..... semangat berkarya Kak !!
PURPLEDEE ( ig: _deepurple ): makasih kak🤗
total 1 replies
Kam1la
semangat 2.....up😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!