Dikhianati oleh sahabatnya sendiri dalam misi rahasia, Xiao Su tewas dengan satu pertanyaan yang tak pernah terjawab.
“Kenapa…?”
“Karena kau menghalangi jalanku.”
Ia mengira kematian adalah akhir.
Namun saat membuka mata, ia justru terbangun di tubuh seorang gadis bangsawan yang dihina semua orang — Xiao Mei.
Wajah buruk rupa. Tubuh lemah. Keluarga penuh kepalsuan.
Saudari tiri yang menginginkan kematiannya. Tunangan yang memandangnya dengan jijik. Dunia kuno yang kejam dan penuh intrik.
Tapi mereka tidak tahu…
Jiwa di dalam tubuh itu bukan lagi Xiao Mei yang lemah.
Ia adalah Xiao Su. Seorang wanita modern yang tak akan membiarkan dirinya diinjak dua kali.
Kali ini, ia tidak hanya akan bertahan hidup — Ia akan mengubah takdir. Menghancurkan mereka yang meremehkannya.
Dan membuktikan bahwa bahkan wanita yang disebut “buruk rupa” pun bisa menjadi mimpi buruk bagi musuh-musuhnya.
Karena untuk kedua kalinya… Ia tidak akan mati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cute women, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TRANSMIGRASI:dari agen ke nona bangsawan
"Aku mati sebagai agen elit. Aku bangun sebagai nona buruk rupa."
HAPPY READING >.<........
.
Xiao Su sedang menjalankan misi rahasia dari ketua bersama rekannya di sebuah pulau misterius. Misi itu seharusnya berjalan lancar… sampai sebuah suara memecah keheningan.
Dor!
Rasa panas menjalar di dadanya. Tubuhnya melemah.
Ia menoleh perlahan.
“K-kenapa… kau membunuhku?” suaranya bergetar, tak percaya.
Di hadapannya, Su Enran tertawa puas.
“Hahaha! Tentu saja kau harus mati. Selama kau hidup, aku tidak akan pernah menjadi satu-satunya orang kepercayaan ketua.”
Xiao Su membeku. Sahabatnya. Rekan seperjuangannya.
Orang yang ia anggap seperti saudara sendiri.
“Jadi semua janji kita… juga kebohongan?”
Mereka pernah bersumpah akan saling melindungi. Kini sumpah itu terasa seperti ejekan.
Su Enran tersenyum tipis. “Kau terlalu naif, Xiao Su. Di dunia ini, hanya ada yang menang dan yang diinjak.”
Jari Xiao Su gemetar. Bukan karena takut mati—
tapi karena ia baru sadar, orang yang paling ia percaya justru yang paling ingin melihatnya hancur.
“Selamat menuju alam baka, Xiao Su.”
Darah mengalir membasahi tanah. Namun rasa sakit itu tak seberapa dibandingkan pengkhianatan yang menghancurkan hatinya.
“S-selamat tinggal, Ketua… maafkan aku gagal menyelesaikan misi ini…”
Pandangan Xiao Su menggelap.
Napasnya terhenti.
Di Dunia Lain
“Meimei, hari ini pemandangan danau sangat indah. Ayo kita ke sana,” ajak Xiao Wei lembut.
“Benarkah? Baiklah, Jie Jie,” jawab Xiao Mei polos.
Ia tidak tahu bahwa di balik senyum lembut itu tersembunyi niat kejam.
Hari ini kau harus mati. Biar kasih sayang Ayah dan Ibu menjadi milikku seorang.
Langkah mereka berhenti di tepi danau.
Tiba-tiba—
Dorongan keras dari belakang.
“AAAA—!”
Byur!
Tubuh Xiao Mei tenggelam.Air dingin menelannya tanpa ampun.
Gaun tipisnya terasa berat, menarik tubuhnya semakin dalam.
“Jie Jie… tolong… aku tidak bisa berenang…” suaranya terputus-putus sebelum akhirnya menghilang di bawah permukaan air.
“Jie Jie… kenapa…?”
Gelembung udara keluar dari bibirnya.
Pandangannya kabur.
Dan tepat sebelum kesadarannya hilang—
seolah ada jiwa lain yang menyatu ke dalam tubuhnya.
Danau kembali tenang.
Seolah tak pernah terjadi apa-apa.
Beberapa Waktu Kemudian
“Huhu… Nona, bangunlah… maafkan nu bi yang tak mampu melindungi Anda…”
Tangisan pilu seorang pelayan menggema di dalam kamar.
“Ugh…”
Kelopak mata perlahan terbuka.
Xiao Su mengerjap bingung.
Ini di mana?
Kamar luas dengan tirai kain tipis, meja kayu ukir, dan cermin perunggu di sudut ruangan.
Perasaan terakhir yang ia ingat adalah peluru menembus dadanya.
“Kenapa aku belum mati…?”
“N-nona! Anda sudah sadar! Syukurlah! Nu bi akan memanggil tabib!” Pelayan itu berlari keluar.
Beberapa saat kemudian, seorang tabib tua masuk.
“Nona muda, bagaimana perasaan Anda? Apakah ada bagian yang sakit?”
Xiao Su menatap mereka bingung. “Kalian siapa?”
Pelayan itu pucat. “Nona… Anda tidak mengenali nu bi?”
Tabib menghela napas panjang. “Sepertinya Nona mengalami hilang ingatan.”
Hilang ingatan?
Xiao Su bangkit dan berjalan cepat ke arah cermin perunggu.
Refleksi wajah di sana membuatnya membeku.
“A-apa ini…?”
Kulit penuh jerawat besar bernanah. Wajah kusam. Jauh dari wajah cantik dan terawat yang ia miliki di dunia modern.
“Ini wajah siapa…?” gumamnya pelan.
“I-itu wajah Anda, Nona…” jawab pelayan
bernama Fu Xian dengan takut.
Tangannya menyentuh pipi yang kasar itu.
Jika di dunia modern ia dikenal sebagai agen cantik dan mematikan…
maka di dunia ini, ia bahkan mungkin tak layak dipandang.
Jantungnya berdetak kencang.
Ia… berada di tubuh orang lain?
“Siapa namaku?”
“Nama Anda Xiao Mei, Nona.”
Xiao Mei…
Nama yang sama.
“Kita sekarang tahun berapa?”
“Tahun Kaiyuan ke-5, bulan keempat, tanggal lima belas.”
Kaiyuan?
Dinasti Tang?!
Xiao Su menelan ludah.
Jadi… ia tidak mati.
Ia transmigrasi.
Di sisi lain kediaman keluarga Xiao—
“APA?! Dia masih hidup?!” teriak Xiao Wei marah.
“Benar, Nona Pertama… bahkan tabib mengatakan Nona Ketiga hanya mengalami amnesia…”
Xiao Wei mengepalkan tangan di balik lengan hanfu-nya.
“Sial. Nyawanya keras juga.”
Namun senyum perlahan terukir di bibirnya.
“Amnesia? Bagus. Berarti dia tidak ingat siapa yang mendorongnya.”
Matanya menyipit dingin.
Kembali ke Paviliun Mawar.
“Meimei, aku dengar kau sudah sadar. Aku sangat mengkhawatirkanmu.”
Seorang gadis cantik masuk dengan senyum lembut.
Xiao Mei menatapnya tajam.
“Siapa kau? Mengapa masuk tanpa izin?”
Fu Xian berbisik, “Itu Nona Xiao Wei… putri selir pertama.”
Oh.
Jadi ini kakak tiri yang mencoba
membunuhnya.
Xiao Mei tersenyum tipis.
“Aku tidak ingat apa-apa. Tapi lain kali, ketuk pintu sebelum masuk.”
Wajah Xiao Wei menegang sesaat, namun ia tetap tersenyum manis.
“Baiklah. Istirahatlah yang cukup, Meimei.”
Setelah Xiao Wei pergi—
“Huh. Bermuka dua.”
Xiao Mei menatap pantulan dirinya di cermin sekali lagi.
Dari agen elit… menjadi nona buruk rupa di zaman kuno.
Baiklah.
Jika takdir memberinya hidup kedua, maka ia akan menggunakannya sebaik mungkin.
Dan kali ini—
Ia tidak akan menjadi korban.
Mereka mungkin mengira ia hanyalah nona buruk rupa yang kehilangan ingatan.
Mereka salah.
Seorang pemburu tidak pernah lupa bagaimana cara berburu.
Karena mulai hari ini, permainan baru saja dimulai.
✨ Bersambung…
______________________________________________
Hai, selamat datang di cerita pertamaku 🤍
Semoga kalian suka ya!
Don't forget to like, vote, dan tambahkan ke favorit.
See you in the next chapter 👋
Love you all ❤️