NovelToon NovelToon
Mendapatkan Hati Sang Antagonis

Mendapatkan Hati Sang Antagonis

Status: tamat
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Time Travel / Tamat
Popularitas:448.8k
Nilai: 5
Nama Author: sang senja

Karya pertama ku. jangan ada plagiat di antara kita❌❌❌


Apa jadinya, jika sang putri mafia, bertransmigrasi ke dalam sebuah novel cinta remaja. Menjadi tokoh figuran sebagai sahabat sang Antagonis wanita.
Yang akan mati di bunuh oleh sang Antagonis pria.
Sang antagonis pria, yang di gambar kan sangat terobsesi dengan sang protagonis wanita.
Dia yang akan membunuh sang antagonis wanita beserta kedua sahabat nya.
Namun sang Antagonis pria pun mendapat kan akhir yang buruk.
Mampu kah sang penjelajah waktu ini, merubah alur novel asli?
Atau, dia akan mati sama seperti di novel yang pernah ia baca?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

masuk kedalam novel

Amelia Marta Geraldi adalah putri dari seorang mafia ternama di negaranya. Sebagaimana mestinya seorang putri mafia, Amelia sangat terampil dalam berbagai bela diri, penggunaan senjata, serta memiliki kemampuan bertahan hidup yang tinggi untuk menghadapi serangan para musuh keluarganya.

Pada ulang tahunnya yang ke-22, Amelia menerima begitu banyak hadiah dari para tamu yang hadir. Namun, di antara tumpukan hadiah mewah tersebut, ada sebuah novel yang menarik perhatiannya.

Entah siapa yang mengirimkannya.

Tidak ada kartu ucapan, tidak ada nama pengirim.

Karena penasaran, Amelia pun mulai membaca novel itu.

Awalnya ia hanya berniat membaca beberapa halaman. Namun, tanpa sadar, rasa penasaran membuatnya terus membalik lembar demi lembar hingga larut malam. Bahkan ketika fajar hampir menyingsing, Amelia masih terpaku pada halaman terakhir novel tersebut.

Brak!

Amelia membanting novel itu ke lantai dengan kesal.

"Anjir! Cerita apaan, sih, ini?!"

Ia mengacak rambutnya frustrasi.

"Novel sampah kayak gini bisa-bisanya terbit!"

Amelia menunjuk novel yang tergeletak di lantai seolah sedang memarahi seseorang.

"Mana tokoh figuran yang mati duluan namanya sama lagi sama gue! Cuma beda marganya doang!"

Semakin dipikirkan, semakin kesal rasanya.

"Udah gitu bodoh banget! Nggak guna! Pantas aja mati di awal cerita!"

Amelia mendengus kesal.

"Terus protagonis wanitanya apaan? Menye-menye banget! Modal nangis doang, tapi semua orang langsung kasihan."

Ia lalu teringat sosok antagonis pria dalam novel tersebut.

"Nah, yang paling bikin gue emosi itu si antagonis pria. Udah ganteng, pintar, kaya, kuat, tapi malah cinta mati sama si protagonis!"

Amelia memukul bantal di sampingnya.

"Padahal jelas-jelas dimanfaatin! Astaga, goblok banget! Gue aja yang baca sampai pengen masuk ke novel itu terus nyadarin dia!"

Semakin dipikirkan, semakin gemas rasanya.

"Sayang banget karakter sebagus itu malah dibikin jadi badut cinta."

Amelia menghela napas panjang.

"Dahlah. Tidur aja."

Ia merebahkan tubuhnya di atas kasur.

"Udah mau pagi juga. Sialan memang nih novel. Ngebuang waktu gue aja."

Tak lama kemudian, matanya mulai terasa berat.

Dan tanpa disadari, Amelia pun tertidur.

Namun, ia tidak mengetahui bahwa saat itu jiwanya perlahan terlepas dari raganya.

Dalam keheningan malam, kesadarannya tersedot masuk ke dalam novel yang baru saja selesai ia baca.

Masuk ke dunia baru yang sama sekali berbeda dari kehidupannya.

*

*

*

Di sebuah rumah sakit ternama, seorang gadis terbaring lemah di atas ranjang pasien.

Matanya masih tertutup rapat.

Di sekelilingnya berdiri beberapa dokter dan perawat yang tengah memantau kondisinya. Pasalnya, pasien yang sudah koma selama beberapa minggu itu mulai menunjukkan tanda-tanda kesadaran.

Di luar ruang perawatan, sepasang suami istri berdiri dengan wajah penuh kecemasan.

Sang ibu menangis di dalam pelukan suaminya.

Bahu wanita itu bergetar hebat menahan sesak di dada.

Sudah berminggu-minggu putrinya terbaring tanpa daya di rumah sakit ini.

Putri yang selama ini jarang ia perhatikan.

Putri yang sering ia abaikan karena berbagai kesibukan.

Kini penyesalan itu datang terlambat.

Air mata terus mengalir tanpa henti.

Di dalam ruangan, jari-jari gadis itu mulai bergerak.

Perlahan.

Sangat perlahan.

Kemudian bulu matanya bergetar sebelum akhirnya membuka kedua mata.

Hal pertama yang ia lihat adalah wajah seorang dokter yang berdiri tepat di hadapannya.

Dokter itu tampak berkeringat.

Begitu pula para perawat di sekelilingnya.

Refleks.

Gadis itu langsung duduk dengan waspada.

Tatapannya tajam seperti seekor harimau yang baru terbangun.

"Siapa kalian?"

Suasana ruangan langsung menegang.

"Kalian mau apa?"

Tatapannya menyapu seluruh ruangan.

"Dan gue ada di mana sekarang?"

Suara gadis itu penuh kewaspadaan.

Dokter dan para perawat langsung saling berpandangan.

Tatapan gadis itu terlalu tajam.

Terlalu berbahaya.

Seolah mereka adalah musuh yang siap ia serang kapan saja.

Gadis itu adalah Amelia.

Atau lebih tepatnya, jiwa Amelia yang kini berada di dalam tubuh gadis lain.

Sayangnya, Amelia sendiri belum menyadari hal tersebut.

Yang ia tahu, beberapa saat lalu ia masih tidur nyaman di kamarnya.

Lalu kenapa sekarang ia berada di tempat asing ini?

Mungkinkah ia diculik?

Memikirkan kemungkinan itu, tatapannya semakin dingin.

"Tenang, Nona."

Dokter berusaha tersenyum meski keringat dingin membasahi pelipisnya.

"Kami adalah tenaga medis yang sedang merawat Nona Amelia."

Amelia menyipitkan mata.

Curiga.

"Merawat apanya?"

"Perasaan tadi gue cuma tidur."

Ia melirik ke sekeliling.

"Kenapa tiba-tiba gue ada di rumah sakit?"

Dokter menarik napas panjang.

"Nona baru saja sadar setelah mengalami koma selama satu bulan."

"Apa?!"

Amelia langsung berdiri dari tempat tidur.

"Koma sebulan?!"

Matanya membelalak.

"Nggak mungkin!"

Dokter berusaha tetap tenang.

"Nona mengalami kecelakaan mobil."

"Sopir yang bersama Nona meninggal di tempat."

Namun Amelia menggeleng keras.

"Nggak mungkin!"

"Itu nggak masuk akal!"

"Jelas-jelas kemarin gue baru ulang tahun yang ke-22!"

Dokter langsung membeku.

Raut wajahnya berubah serius.

"Saya rasa kami perlu melakukan pemeriksaan ulang."

Amelia mengernyit.

"Maksud lo?"

Dokter menatapnya hati-hati.

"Nona Amelia saat ini masih berusia tujuh belas tahun."

"Dan bulan depan Nona baru akan berulang tahun yang ke delapan belas."

Hening.

Ruangan mendadak sunyi.

Amelia hanya menatap dokter itu seolah baru saja mendengar lelucon paling tidak lucu di dunia.

"Tujuh belas tahun?"

Dokter mengangguk.

"Ya."

Amelia tertawa kering.

"Oke."

"Ternyata rumah sakit ini isinya orang-orang lucu."

Namun tidak ada satu pun yang tertawa.

Senyum Amelia perlahan memudar.

Jantungnya mulai berdegup lebih cepat.

Ada sesuatu yang tidak beres.

Sangat tidak beres.

Ia menatap kedua tangannya.

Kulitnya lebih putih.

Lebih kecil.

Lebih halus.

Bahkan tubuhnya terasa jauh lebih ringan.

Keringat dingin mulai mengalir di punggungnya.

Sementara itu, satu pertanyaan besar terus berputar di dalam kepalanya.

Kalau dia bukan Amelia Marta Geraldi yang berusia dua puluh dua tahun...

Lalu siapa dirinya sekarang?

Dan yang lebih penting...

Di mana Daddy serta kedua abang gilanya?

Jantung Amelia berdetak semakin cepat.

Ia menatap kedua tangannya lagi.

Tangannya memang terlihat lebih kecil dari yang ia ingat. Kulitnya jauh lebih putih dan halus. Bahkan jemari yang biasanya dipenuhi bekas latihan menembak dan bela diri kini tampak bersih tanpa cacat sedikit pun.

Perasaan tidak nyaman mulai merayapi dadanya.

1
Rosmianti
Amel jodoh yg lebih dewasa Thor CEO mgkn😁
Erna Ladi Yanti
mampir thor🙏
Indah Rahayuni
Ok
shesil
obsesi bukan opsesi
shesil
vila bukan fila
Sashimi Bee
kakak, klo ada bahasa asing baiknya dicek di kamus biar penulisannya benarrr 💪
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ: terimakasih saran nya Kaka 💕
total 1 replies
Restu
good
Restu
terimakasih thor ceritanya.👍👍
Restu
mampir'. thor
Hadi Mulyono
ceritanya bagus cuma agak lama berbelit .endingnya jg kurang pas agak ngambang .tp suka nikmati ceritanya
Hadi Mulyono
yg cewek foto Lusi yg cowok dilan wang
Hadi Mulyono
Amelia tunjukkan siapa dirimu sebenarnya
Hadi Mulyono
ayo sesama mafia bertemu ..blm tau Amelia anaknya mafia jg
Hadi Mulyono
benci banget SM Sofia ..ga tau diri
Dyta Kusnani
jujur crta awal nyampe akhir bagus bgt ,, TPI kok ending jelek ya ,, hrusnya ending nya pernikahan Amelia n Ardiansyah
cowettttttt
yg aku aneh itu sama otak cowok nya kan tau emang si Sofie bukan anak Mereke dan masih ortu ..klu d usir wajar ..atau kasih lah kemewahan sama si Ardi ini bukan malah mau harta org
cowettttttt
gila nya ini iklan d NT banyak banget sekarang
Siti Aisyah
/Puke/
Kikin
ok
Diana Wati
jujur aja alurnya bagus, tapi banyak banget typo dan tanda baca yg nggk sesuai, pengolahan katanya juga kurang. semoga untuk selanjutnya lebih bagus dan rapi lagi thor 👍
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ: terimakasih kaka atas masukannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!