NovelToon NovelToon
Kodasih, Nyi Ratu Kelam

Kodasih, Nyi Ratu Kelam

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Hantu / Iblis / Era Kolonial / Tamat
Popularitas:110.4k
Nilai: 5
Nama Author: Arias Binerkah

Kodasih perempuan pribumi menjadi gundik Tuan Hendrik Van Der Vliet. Dia hidup bahagia karena dengan menjadi gundik status ekonomi dan sosialnya meningkat. Apalagi dia menjadi gundik kesayangan.

Akan tetapi keadaan berubah setelah Tuan Hendrik Van Der Vliet, ditangkap dan dihukum mati.. Jiwa Tuan Hendrik tidak bisa lepas dari Kodasih yang menjeratnya.

Kodasih ketakutan masih ditambah munculnya Nyonya Wilhelmina isteri sah Tuan Hendrik yang ingin menjual seluruh harta kekayaan Tuan Hendrik


Tak ingin lagi hidup sengsara Kodasih pergi ke dukun yang menawarkan cinta, kekayaan dan hidup abadi namun dengan syarat yang berat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arias Binerkah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 1.

Hujan turun deras di senja hari. Mengguyur lebat dedaunan tua pohon pohon perkebunan kopi di lereng gunung Merapi. Membasahi jalanan tanah berlumpur yang mengarah ke sebuah rumah nan megah milik Tuan Hendrik Van Der Vlite.

Rumah itu berdinding tembok batu bata. Bagian bawah pondasi tinggi, batu batu hitam besar. Masyarakat menyebut Loji Tuan Menir, pada rumah megah itu.

Loji itu berdiri angkuh di sekitar kebun kebun kopi, yang juga milik Tuan Hendrik Van Der Vliet alias Tuan Menir.

“Kenapa hujan tidak berhenti sejak pagi.” Gumam seorang perempuan muda yang berdiri di depan jendela kayu jati yang sangat tinggi lebar. Pandangan matanya menatap gelisah ke luar jendela.

Hari pun semakin gelap.

Angin dari arah barat membawa bau tanah basah, bercampur aroma bunga kenanga yang diletakkan di sudut meja ruang depan. Lampu minyak menggantung lesu di langit-langit rumah besar itu, remang cahayanya bergoyang-goyang, menari bersama bayangan dinding.

“Tuan harusnya sudah di sini.” Gumam perempuan muda itu lagi.

Kodasih nama perempuan itu. Dia adalah gundik kesayangan Tuan Hendrik Van Der Vliet.

Wajahnya manis, kulit sawo matang eksotis. Rambut disanggul rapi, meski sebagian helai telah lepas tertiup angin. Tubuh nya semampai, sintal padat berisi.

Hari ini adalah hari Sabtu, hari di mana seharusnya Tuan Hendrik mengunjungi Kodasih hingga Hari Senin pagi tiba.

Di kejauhan seorang laki laki gagah tinggi besar memakai mantel abu abu. Kodasih menyipitkan matanya mencoba melihat wajahnya, namun hujan terlalu deras. Kodasih hanya yakin laki laki itu menatapnya.

Dan tiba tiba...

DDUUUUEEEERRRR

Suara petir sangat keras, mengagetkan Kodasih. Hujan pun turun semakin lebat. Angin bertiup kencang. Cepat cepat Kodasih menutup daun jendela kayu jati yang tingginya dua meter itu.

“Siapa laki laki itu, tidak mungkin Tuan Menir jalan kaki.” Gumam Kodasih sambil bersedekap.

Tubuh Kodasih yang terbalut baju kebaya warna hijau nan tipis halus terasa semakin dingin.

“Nyi hari sudah gelap, mungkin Tuan hari ini tidak datang, karena kereta besinya mogok.” Suara parau seorang perempuan setengah baya. Tubuhnya yang agak gemuk dililit kain batik dari perut hingga bawah betis , dan kain kemben motif jumputan menutup dadanya. Bahu nya dibiarkan terbuka. Tidak merasa dingin karena sudah terbiasa.

Di tangan perempuan itu membawa lampu minyak gantung yang akan dipasang di teras.

“Iya Mbok, coba kamu lihat aku baru saja melihat laki laki di luar. Apa itu Tuan Menir.” Ucap Kodasih lalu dia duduk di kursi kayu jati berukir yang ada di ruang depan itu.

“Ooo mungkin benar kereta besi nya mogok Nyi, dan dia berjalan kaki ke sini. Nanti saya buatkan wedang jahe, Nyi..” ucap Mbok Piyah dan segera melangkah keluar untuk memasang lampu gantung di teras.

Mbok Piyah dan orang orang menyebut kereta besi pada mobil yang sering dipakai oleh Tuan Menir.

Saat sudah sampai di teras. Mbok Piyah menatap ke arah jalan masuk. Dia tidak melihat sosok siapa siapa, selain pohon pohon dan air hujan yang mengguyur begitu deras.

“Tidak ada siapa siapa.” Gumam Mbok Piyah dan segera memasang lampu gantung.

Namun tiba tiba hidung Mbok Piyah mencium aroma cerutu milik Tuan Menir. Aroma cerutu khas yang hanya dimiliki oleh Tuan Menir.

“Kok bau cerutu Tuan Menir ya..” gumam Mbok Piyah sambil menoleh noleh, namun tetap saja tidak melihat sosok Tuan Menir.

“Apa Tuan Menir di teritisan samping membersihkan sepatu yang terkena lumpur.” Gumam Mbok Piyah di dalam hati, menduga duga.

“Tuan... Tuan.. langsung masuk saja, tak apa nanti lantai saya bersihkan kalau kotor karena lumpur.” Teriak Mbok Piyah..

Akan tetapi Mbok Piyah tidak mendengar jawaban dari suara Tuan Menir. Justru angin yang bertiup semakin kencang. Lampu minyak gantung di teras semakin bergoyang goyang.

Kedua mata Mbok Piyah melotot dan jantung berdebar debar kala kedua matanya tiba tiba melihat ada jejak lumpur sepatu laki-laki di lantai teras, lantai ubin berwarna kelabu yang berkilau.

Mbok Piyah cepat cepat membalikkan tubuhnya, dan berlari masuk ke dalam rumah.

BRAAKKK

JJEEDDDEERR

Mbok Piyah menutup pintu dengan tergesa gesa. Nafas masih memburu, tangan yang gemetar cepat cepat mengunci pintu.

“Ada apa Mbok, kok macam dikejar setan saja?” ucap Kodasih masih duduk di kursi menunggu Tuan Menir.

“Nyi, mungkin laki laki di luar yang Nyi lihat tadi hantu. Saya tidak melihat orang di luar. Tapi tiba tiba tercium asap cerutu Tuan Menir.. Dan... hiii..”

“Dan apa?” saut Kodasih sambil melebar kedua matanya menatap Mbok Piyah yang wajahnya tampak pucat.

“Di lantai tegel teras yang tadi bersih, tiba tiba ada bekas jejak sepatu berlumpur.. hiii... takut saya Nyi...” Ucap Mbok Piyah begidik ngeri.

“Halah pasti itu ulah Pak Karto bojomu Mbok..” ucap Kodasih sambil tersenyum miring dan mengibaskan tangannya di depan wajah nya sendiri.

“Mana mungkin Nyi, suami saya di belakang.”

“Bisa saja keluar lewat pintu belakang melipir di teritisan. Dan jejak kaki berlumpur sudah ada sejak tadi, kamu saja tidak lihat.” Ucap Kodasih lalu bangkit berdiri dan berjalan menuju ke kamarnya.

“Mana mungkin bapake memakai sepatu dan berani menghisap cerutu Tuan Menir..” gumam Mbok Piyah dan segera berlari ke belakang.

🌸🌸🌸

Kodasih membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur besar. Tempat tidur kayu jati berukir, dan kasur berisi kapok randu tertutup kain sprai putih halus, berbordir benang warna biru.

Air mata Kodasih meleleh, merasakan rindu yang begitu hebat pada Tuan Menir..

“Begini nasib menjadi gundik. Aku menunggu sudah berhari hari. Tapi karena hujan saja Tuan tidak datang..”

Hidung Kodasih pun kini mencium aroma asap cerutu Tuan Menir.

“Aku begitu merindu Tuan Menir, sampai hidungku mencium aroma cerutu Tuan. Apa Pak Karto mengambil cerutu Tuan..” gumam Kodasih. Kepala menoleh noleh dan hidung nya mengendus endus aroma asap cerutu.

Waktu pun terus bergulir, malam pun semakin larut. Kodasih pun akhirnya terlelap dengan hati yang berselimut rindu..

Namun beberapa saat kemudian di dalam kamar Kodasih yang temaram cahayanya, hadir sosok laki laki gagah..

Laki laki itu melangkah pelan pelan tanpa bersuara, mendekati Kodasih yang terbaring.

Dan...

CUP

Diciumnya kening Kodasih dengan sangat lembut namun tersirat hasrat..

Kodasih yang merasa ada benda dingin menempel di keningnya terbangun..

“Tuan...” gumam Kodasih yang masih memejamkan kedua matanya.

1
Mas Nunah
cerita nya seru tapi harus nya jangan terlalu banyak pake bahasa Jawa kalau ada harus nya ada artinya.. karna yang baca blm tentu semua ngerti termasuk aku..ga Paham
Arias Binerkah: iya,Kak, maaf. yang Kodasih 2 ada translet nya 🙏🙏🙏🙏♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Kustri
dasih... dasih plin plan kowe👊👊👊
kowe sg ambisi sekampung keno getah👻
Kustri
serakah,
Kustri
oalah...kowe duwe wedi to, sih
kui menir nesu, kowe ora oleh duwe bojo meneh👻
Kustri
tamu" wajah pucat, itu hantu 👻👻👻
Kustri
lanjuuut
Kustri
bener kata arjo, lepaskan yg hrs dilepas, jalani takdirmu
Kustri
kodasih pengen dunia & seisi'a
dibutakan nafsu
apik karyamu thor👍
Arias Binerkah: Terima kasih Kak 🙏🙏🙏🙏♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Kustri
ulah 1org yg namggung 1kampung
keterlaluan kau dasih
perlu dikutuk oleh 1kampung ini
Kustri
kodasih kegatelan, kemaruk👊
yupiiii
lagian baru mati kenapa gatal bgt sih pengen cari laki lain, kecuali udh ada yg baru bolehla berusaha keras lah ini baru meninggoy udh mo digantikan apa ga ngamok
yupiiii
dibuat translatenya dong, ga semuanya bisa baca bahasa daerah gini
Arias Binerkah: Iya Kak, yang Kodasih 2 sudah pakai translet . nanti aku kasih yang ini 🙏🙈
total 1 replies
Amelia Puji Rahayu
itu ngerti g mbh tuan menir diomongin bahasa Jawa ky gt?
Arias Binerkah: 😁😁😁🙈🙈🙈🙈
total 1 replies
Hana Nisa Nisa
semoga di jilid 2 ada terjemahan bahasa jawanya yaa..
aku gak ngerti
Arias Binerkah: Mohon maaf Kak 🙏 di jilid 2 ada terjemahan nya kok
total 1 replies
Kristianti 02
kenapa masih ditolong wanita kejam aja masih ditolong biarin aja dia mati atau jiwanya dibawa biar kapok orang ko kejam melebihi setan
Kristianti 02
kenapa tidak kluar saja dri desa akarwangi tiyem dan pono kalau masih tetap tinggal kan kodasih semena"
Kristianti 02
samaunya sendiri khodasi dia yg bersalah tpi orang lain yg jadi korban..hidup cma memikirkan hidupnya sendiri tidak perduli pda hidup orang lain bhkan yg tidak berslah sekalipun
Kantong Kresek
pengen baca terus....tp ga ngerti percakapannya
Arias Binerkah: yang Kodasih 2 ada translet terus kak. 🙏🙏 maaf kalau muncul tokoh dukun kok bahasa jawa nya jadi keluar 🙏🙏🙏🙏🙈🙈🙈🙈🙈
total 1 replies
Maria Helena Meaz
Kak aku cri kodasih nti ratu kelam 2 kok g ada
Arias Binerkah: Kakak tekan akun ku.. bioku.. lihat di karya. atau kakak follow akun ku nanti aku folbek aku undang di karya Kodasih 2 🙏🙏🙏🙏♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Maria Helena Meaz
kak seharusnya ksi arti dri bahasa jawanya KK..soalnya yg baca TDK semua org Jawa..jujur aku g ngeri bahasa daerahnya..jdi suka langgar2 kalau bacanya...🙏
Arias Binerkah: Iya Kak, terimakasih.. yang Kodasih 2 ada translet bahasa indonesia nya 🙏🙏🙏🥰🥰🥰🥰♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!