NovelToon NovelToon
Aku Bukan Pelacur

Aku Bukan Pelacur

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Keluarga / CEO / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Tamat
Popularitas:127.6k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

Malam itu, di sebuah desa terpencil, Alea kehilangan segalanya—kedua orang tuanya meninggal dan dia kini harus hidup sendirian dalam ketakutan. Dalam pelarian dari orang-orang misterius yang mengincarnya, Alea membuat keputusan nekat: menjebak seorang pria asing bernama Faizan dengan tuduhan keji di hadapan warga desa.

Namun tuduhan itu hanyalah awal dari cerita kelam yang akan mengubah hidup mereka berdua.
Faizan, yang awalnya hanya korban fitnah, kini terperangkap dalam misteri rahasia masa lalu Alea, bahkan dari orang-orang yang tak segan menyiksa gadis itu.

Di antara fitnah, pengkhianatan, dan kebenaran yang perlahan terungkap, Faizan harus memutuskan—meninggalkan Alea, atau menyelamatkannya.

Kita simak kisahnya yuk di cerita Novel => Aku Bukan Pelacur.
By: Miss Ra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 1

“Faiz, sedang apa kau berdiri di situ? Ayo, semua tamu undangan sudah menunggu.”

Maisaroh, ibu Faizan, menghampiri putranya yang masih saja berdiri di balkon kamar.

Jas hitam dengan kemeja putih melekat rapi di tubuh tegap Faizan.

“Aku tidak melakukan apa pun padanya, Mah,” kata Faizan lirih, masih menatap pepohonan di kejauhan.

“Mamah tahu, Nak. Tapi kau harus membuktikan pada mereka kalau kau tidak melakukannya malam itu.”

---

Pada malam itu telah terjadi kesalahpahaman besar, yang membuat Faizan harus menikahi seorang gadis yang bahkan tidak ia kenal sama sekali.

Faizan mendengar suara teriakan dari ujung jalan dan menghentikan motor yang ia kendarai. Ia baru saja pulang setelah pengajian di masjid terdekat.

Faizan menoleh karena suara minta tolong itu terdengar jelas dari arah kirinya. Rasa penasaran membuatnya mengarahkan motor ke sumber suara.

“Hey, kau kenapa? Apa yang sudah membuatmu seperti ini?” tanyanya pada seorang gadis yang terbaring di tanah.

Saat hendak membantu gadis itu bangun, tangan Faizan justru ditolak kasar olehnya. Gadis itu menatap Faizan dengan sorot mata penuh ketakutan. Penampilannya acak-acakan: rambut kusut, lengan baju sobek, pipi basah karena air mata.

“Pergi! Jangan sakiti aku!” suara gadis itu bergetar ketakutan.

“Aku tidak akan menyakitimu. Aku hanya me—”

“Tolooong...!” gadis itu berteriak sekeras mungkin, membuat Faizan mundur selangkah. Niat baiknya disalahpahami.

Beberapa ibu-ibu dan bapak-bapak yang baru selesai pengajian beramai-ramai menghampiri mereka.

Dengan wajah penuh ketakutan, gadis itu menangis tersedu, menatap Faizan dengan ngeri.

“Di... dia mau melecehkan aku. Tolong aku...” rintihnya sambil menunjuk Faizan di hadapan orang-orang yang mulai berkerumun.

Ekspresi Faizan berubah drastis, terkejut mendengar tuduhan itu. Seorang wanita paruh baya berlutut di samping gadis tersebut, berusaha menenangkannya.

Faizan menggeleng, tangannya mengepal kuat menahan amarah.

“Maaf, sebenarnya bukan itu yang terjadi. Aku hanya—”

“Sudahlah, jangan mengelak. Jujur saja, kau sebenarnya mau memperkosa gadis ini, kan?” teriak seorang wanita dari kerumunan.

“Iya! Lihat saja, baju gadis itu sudah sobek. Pasti dia memaksanya!” sahut ibu-ibu yang lain.

“Bapak-bapak, dia harus segera dibawa ke kantor polisi. Dia sudah melakukan pelecehan terhadap gadis ini!” seru seorang wanita dengan tegas.

Di pertigaan, seorang ibu paruh baya yang berjalan bersama teman-temannya terhenti melihat kerumunan itu.

“Ada apa itu ramai-ramai?” tanya seorang temannya.

“Nggak tahu, ayo kita lihat.”

Ibu paruh baya itu—Maisaroh—akhirnya mendekat. Betapa terkejutnya dia ketika melihat putranya menjadi sasaran tuduhan.

“Ada apa ini? Kenapa putra saya diseret-seret begini?” protesnya.

Faizan memegang tangan ibunya. “Ada apa ini, Faiz? Apa yang terjadi?” tanya Maisaroh.

“Mereka salah paham, Mah. Mereka kira aku melecehkannya.”

“Astaghfirullah...” ucap Maisaroh lirih.

“Halaaah... tidak usah sok alim, Bu! Masa iya, ibunya ustadzah, anaknya melecehkan seorang gadis?” sindir seorang wanita.

“Tutup mulutmu! Sudah kubilang, aku tidak pernah melecehkannya! Menyentuhnya pun tidak!” tegas Faizan, wajahnya memerah menahan emosi.

Ucapan-ucapan penuh fitnah terus menghujani mereka. Maisaroh hanya bisa menahan sedih; dia tahu putranya tidak akan melakukan hal serendah itu.

“Ayo, Mah. Kita pulang.” Faizan menggandeng tangan ibunya.

“Hey! Jangan lari dari tanggung jawab, Faizan!” teriak seorang pria paruh baya, membuat langkah mereka terhenti.

Maisaroh menatap kerumunan dengan wajah tegang. Setelah menarik napas panjang, ia memberi keputusan mengejutkan:

“Baiklah. Putra saya, Faizan, akan bertanggung jawab pada gadis ini.”

Faizan menatap ibunya, ekspresinya tak percaya.

“Mah, aku nggak melakukan apa-apa. Aku hanya ingin menolongnya saat dia berteriak minta tolong,” suaranya tercekat.

“Apa kau punya bukti bahwa kau tidak melakukan itu, Nak?” tanya Maisaroh dengan nada tegas.

“Mamah nggak percaya pada anak sendiri?” Faizan terlihat kecewa.

“Mamah percaya, Faiz. Sangat percaya,” balas Maisaroh lembut. “Tapi tanpa bukti, kita akan menanggung malu seumur hidup. Pikirkan reputasi Mama, juga perusahaanmu. Pikirkan itu.”

“Tidak perlu mendengarkan ucapan mereka, Mah,” Faizan mulai frustrasi.

“Itu menurutmu. Tapi Mama memikirkan nama baik kita ke depannya.”

Maisaroh menatap gadis yang masih ketakutan, lalu bersuara tegas di hadapan semua orang:

“Baiklah! Putra saya akan menikahi gadis ini. Dia akan bertanggung jawab sepenuhnya.”

Faizan berdiri kaku. Tangannya mengepal, rahangnya mengeras, napasnya tersengal menahan emosi. Tatapannya menusuk ke arah gadis itu, yang menunduk ketakutan setelah menuduhnya.

Dengan suara bergetar menahan marah, Faizan berbisik lirih:

“Gadis murahan... pelacur tidak berguna...”

***

Bersambung...

****************

Assalamualaikum, haaay semuanya para pembaca setiaku... Miss Ra hadir lagi dengan cerita baru. Mohon dukungannya yaaa... Cerita ini Miss Ra buat dengan memutar otak keras yaa...

Jangan lupa kasih jempol dan komentar baiknya, pantengin terus kisah cerita *Aku Bukan Pelacur*

Oke selamat membaca semuanya, semoga suka dengan ceritanya. Iloveu sekebon buat kalian semua, sampai jumpa di Up selanjutnya yaa...

See You.

1
Ai Meysi
kasian alea mentalnya ancur../Sob/
Ai Meysi
serba salah ya
Ai Meysi
sedihnya salam kenal kakak otor
Miss Ra: salam kenal juga kaka...

/Heart/
total 1 replies
May Daman Sara
tapi cerita nya kyak gak nyambung betul gak sieh 😄
gralsyah
mampir kak authorrr
Miss Ra: trimakasih kaka...

/Heart/
total 1 replies
Rika Anggraini
ini saja baca novel nya sdh sedih hati rasa teremas.
apalagi mau baca novel rela dimadu.
kayaknya aku tdk sanggup thor
Miss Ra: /Grin//Grin/

baca ajah gak pp kak..
kalo bisa baca Cinta Aisyah sama Kekejaman Suamiku..

dijamin makin nyesek..
total 1 replies
Rika Anggraini
nyesak banget
Rika Anggraini
baru tau kau faiz rasanya sakit itu bagianana🤣
Rika Anggraini
malu mengakui.
gengsi lu ketinggian pak
Rika Anggraini
bubar sj kalian dr pernikahan
Rika Anggraini
sdh faizan tinggalkan alea.
dan alea pergi tinggalkan faiz.
walaupun ending aku sdh baca tetap jg jengkel sm.kalian berdua.
buat apa nahan hati.
vari kebebasan sendiri
Miss Ra: /Facepalm//Joyful//Joyful//Facepalm/

sabar beb sabaaarr
total 1 replies
Rika Anggraini
dimana2 pelakor memang tdk tau diri
Rika Anggraini
saking penasarannya sy lompat bacanya🤣
nnt ulang lg baca dr atas 🤣🤣
Miss Ra: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Rika Anggraini
emosi berlioat2 sama faizan.
walaupun sy paham.posisi mu.
harus nya kamu bersikap adil.
cuek sama semua org.
jgn sm nayla kamu begitu.
hampir banting hp.tp ingat harganya ngak jadi banting hp🤭🤣
Miss Ra: /Joyful//Joyful//Joyful/

seneng aku kalo ada pembaca ikut emosi..
total 1 replies
Rika Anggraini
kenapa jg masih di hotel.
terkilir kamu bs plg kan.
kenap harus 1 kamar sama suami org.
gila
Rika Anggraini
calon pelakor.
emosi baca novel ini bertambah meningkat.😄
Miss Ra: /Joyful//Facepalm/

sabar kak
total 1 replies
Rika Anggraini
bawa ke RS g*bl*k.
bukan bawa ke hotel.
bisa jadi korban salah paham dia kira kamu baik.
padahal kamu tu lg tdk baik
Rika Anggraini
alea pergi saja.
hidup jauh dr suami d keluarga toxic mu itu.
tujuan awal mu tuk aman bbrp hari dr keluargamu kan??
jangan menyakiti diri sendiri dgn bertahan.
beri juga faizan ketenangan.
mgkn dgn jamu pergi kalian akan baik2 satu sama lain.
di tempat yg berbeda
Rika Anggraini
jangan kasih haraoan pada mantan.
kamu bukan pilihan makanya dia dulu pergi.
maafkan istri mu..bagaimana pun emosimu ada anak diantara kalian
Rika Anggraini
kalau sy paham posisi faizan.
di jebak.
tdk cinta.
sulit menerima wajar.
harus nya alea kuat dong.
dia yg menjebak faizan.
harus nya tangguh dong.
bukan bentar2 nanggis
sedih
alea yg jebak harusnya sdh tau konsekwensi nya.
sy suka wanita tegar.
apa tujuanmu menjebak faizan??
jalani itu ambil hati suamimu.
jgn menanggis setiap sebentar.
kamu bukan di jodohkan.
ngk kebayang kl anak sy diposisi faizan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!