Syara gadis jutek yang cantik dan pintar. Yang banyak masalah dalam hidupnya. Lantaran Ia menolak menikah dan kabur di hari pernikahannya. Yang membuat orang tua malu dan marah. Sehingga Syara terpaksa belajar hidup mandiri. Lalu bagaimana dengan calon suaminya . Penasaran, ikuti kisahnya.......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hidayati Yuyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1
Syara baru saja pulang dari kampus. Ketika papinya meminta nya untuk menemuinya di ruang kerja. Karna ada hal yang ingin ia bicara kan pada putri bungsunya.
" Tok... tok ...tok..."
" Masuk saja !!," suara dari dalam terdengar jelas.
Clek ....
Gadis berparas cantik itu pun mendorong pintu. Dan di dalam terlihat pria tua sedang duduk di kursinya. Syara pun melangkah mendekati pria tua itu, yang tak lain adalah tuan David papinya.
" Ada apa pi, apa ada hal penting?" tanya Syara menarik kursi, duduk di depan meja papinya.
" Papi hanya ingin kau menuruti papi, pernikahan itu akan di laksanakan secara sederhana dan tertutup," kata tuan David
" Astaga....kenapa membahas itu lagi sih pi, Syara sudah bilang, ngak mau menikah muda Apalagi di jodohkan dengan pria yang tak Syara kenal," Kata Syara kekeh menolak keinginan papinya itu.
" Ini adalah permintaan opa mu Sya , papi pun tak bisa menolaknya. Karna harus ada salah satu dari kalian yang menjadi menantu tuan Arvan ," Tuan David menghela nafasnya kasar
" Kenapa tidak kak Farah saja," kata Syara terlihat tak suka.
" Tuan Arvan menjatuhkan pilihannya padamu. Karna putranya memilih mu untuk di jadikan istrinya ketimbang kakakmu," jawab tuan David
" Astaga pemilih sekali pria tua itu, kenapa tidak mencari yang seumur dengannya. Kak Farah cocok dengan putra tuan Arvan," Syara pun berharap papinya bisa membujuk calon besan nya itu.Agar memilih kakaknya untuk menikah lebih dulu.
" Sya ....dia masih muda umurnya baru 26, lebih muda dua tahun dari kakakmu "jelas tuan David
" Syara tetap tidak mau menikah, Carikan saja yang lain. Masih ada Ana dan Syifa kan pi, putri om Rendra," kata Syara memberi saran
" Tapi sya....ini adalah urusan keluarga kita bukan urusan om Rendra," kata tuan David
" Pi...pokoknya Syara tetap tidak mau..., kenapa tetap maksa sih. Bukannya itu hanya perjodohan dan perjanjian lisan," ketus Syara mulai emosi
" Please bantu papi, ini bukan masalah politik bisnis. Tapi jika kau menolak, saham opa mu yang ada di keluarga Arvan tidak bisa kita ambil kembali," jelas tuan David memohon. Berharap Syara menerima putra tunggal dari keluarga Arvan itu
" Tidak bisa pi, ini masalah hidup Syara," tegas Syara lalu beranjak dari kursi. Dan pergi begitu saja meninggalkan tuan David.
" Syara...!! " panggil tuan David
" Syara tidak mau pi, papi saja yang menikah dengannya !! " kata Syara yang melewati pintu Lalu menutupnya.
Brak ...
" Anak ini !!" geram tuan David kesal karna putri bungsunya itu memang keras kepala dan pembangkang. Namun kelebihan Syara sangat pintar dan cerdas.
Itulah sebabnya putra Arvan memilih Syara Padahal dirinya sudah menawarkan foto Farah. Namun Kenza menolak. Kenza lebih memilih foto Syara yang lebih muda 6 tahun dari pria dingin itu.
*********
Brak......
" Aish....kenapa harus aku, jika papi tetap memaksa aku akan kabur dari rumah," gerutu Syara sembari menghempaskan tubuhnya keatas pring bed king miliknya. Sambil memikirkan apa yang akan ia lakukan besok.
" Aku harus bertindak mulai besok," batin Syara.Ketika ia sudah mendapatkan ide.
" Lagi pula aku tidak mengenal pria itu," kata Syara sembari memejamkan matanya karna merasa lelah. Padahal ia belum mandi sepulang dari kampus.
*************
Sedangkan seorang pria muda duduk manis di kursi kebesarannya untuk menyelesaikan semua berkas yang harus ia tanda tangani.
" Tuan muda...tuan besar bilang, akan datang saat meeting di mulai nanti," kata asisten pria itu memberitahu.
" Ya ," kata pria itu singkat
" Oh ya apa tuan muda sudah tahu, tuan besar sudah mengatur pernikahan tuan muda dengan putri tuan David," kata sang asisten lagi
" Hmm..aku sudah tahu, kami akan menikah bulan depan secara tertutup," kata pria itu dengan wajah datar
" Lalu apa tuan sudah bertemu dengan nona muda?" tanya sang asisten
" Belum..., tapi aku sudah melihat fotonya. Dia lumayan cantik dan masih muda," kata pria itu yang tak lain tuan muda Ken putra tuan Arvan
" Apa tuan yakin, akan menikah dengannya. Gadis itu... saya dengar sangat tomboy dan jutek tuan. Bahkan sedikit norak. Apalagi dia sering bersikap kekanak kanakan," jelas sang asisten yang sempat mencari tahu tentang sifat putri tuan David
" Tak masalah, aku ingin tahu seperti apa kepribadian nona bungsu dari keluarga Narenda," kata Ken menatap sekilas asistennya.
" Baiklah, saya tidak tahu harus berkata apalagi. Jika itu memang pilihan tuan muda. Saya harap semuanya baik baik saja," kata asisten itu menghela nafas. Karna khawatir tuan mudanya akan menyesal dengan pilihannya
Ken hanya diam. Lalu termenung sebentar dan mengambil foto di laci mejanya. Lalu menatapnya dengan seksama.
" Ok ...kita lihat seperti apa dirimu nanti. Aku yakin akan ada drama menarik jika seorang gadis seperti mu berulah," batin Ken lalu kembali menyimpan fotonya di laci Dan melanjutkan pekerjaannya.
*************
Malamnya di rumah keluarga Kusuma. Nyonya Kusuma menatap putra tunggalnya itu. Sambil membawakan susu hangat kesukaannya, Karna Kenza masih terlihat sibuk membalas pesan para kliennya.
" Ken apa kau sudah memikirkan matang matang tentang pilihan mu itu nak, Syara dan fatah itu berbeda banyak nak," kata nyonya Kusuma mengingatkan lagi putranya
" Huh......" Ken pun menghela nafas, sembari mendongak menatap bundanya. " Ken lebih suka yang muda dan menantang bun, karna itu punya daya tarik tersendiri. Ketimbang yang kalem seperti Farah," kata Ken memberi alasan.
" Jika kau sudah yakin, bunda tak bisa memaksamu. Karna itu pilihan mu sendiri, tapi jangan menyesal jika ada masalah rumah dalam tangga kalian di kemudian hari," kata nyonya Kusuma mengingatkan.
" Ya bun, Ken akan mengurusnya sendiri nanti," kata Ken tersenyum. Karna sangat yakin pilihannya tak pernah salah.
" Biarkan Ken mengurus nya bun, kita tak perlu ikut campur. Lagi pula ini masalah perjodohan dari papi. Jika nanti mereka tidak bisa bersama. Tidak akan masalah, karna pernikahan di lakukan secara tertutup. Hanya keluarga David dan kita yang tahu. Yang penting wasiat papi sudah kita jalankan. Biar beliau senang," kata tuan Arvan yang ikut bergabung dan duduk di sebelah istrinya.
" Ya yah, bunda rasa juga begitu. Entah hubungan ini berhasil atau tidak kita lihat nanti. Bunda akan melihat bagaimana putramu itu nanti, memimpin rumah tangganya," sindir bunda
" Ya kita lihat saja," jawab tuan Arvan tersenyum.
Sedangkan Kenza hanya diam. Karna ia sendiri belum mengenal Syara. Gadis pilihan yang di jodohkan dengannya.
" Apa bunda dan ayah sudah pernah bertemu dengan Syara !" tanya Ken menatap kedua orang tuanya penuh selidik
" Tidak....tapi Farah pernah. Saat ia ikut hadir di ulang tahun kakek mu," jawab bunda.
" Syara itu dikenal tomboy dan periang Ken, kami memang belum pernah bertemu langsung dengannya. Tapi tuan Narendra pernah bilang. Cucunya itu cukup cerdas dan pintar. Hanya kadang .......kau tahu sendirilah anak anak jaman sekarang. Yang cukup susah di atur" kata tuan Arvan
" Tak masalah....biar Ken yang akan merubahnya nanti,"'kata Ken terlihat santai tanpa beban. Karna ia tahu setiap orang punya sifat karakter sendiri sendiri.
Ingat Syara ,jika kumpul keluarga dijaga sikap dan tata bicara ya nona muda
Biar jadi istri kesayangan dan kebanggaan
Kau cari penyakit saja
Plis Syara ,dengarkan apa kata suamimu ya
Dan jangan kasih celah pihak ke 3 tuk merusak rumah tangga kalian
Pelakor sekarang lebih ngeri dari dedemit
Adikmu jadi tahu kalau kamu ngarep banget sama Ken
Tetap kalem ya Syara cantik baik pintar
Jangan kepancing ocehan orang mabok
Jangan ya dok ,plis urungkan niatmu
Sainganmu berat Tuan Muda Ken
Dasar kadal buntung modus doang
Jangan cemburu pas lihat sepupu suami yang cewek ya
Tunjukkan pesonamu
Siapakah Kak Gee ini ?
Syara Syara ,selamat kesandung cinta suami dosenmu
Dah lah terima nasib jadi istri kesayangan dosenmu ya Syara
Seperti apa reaksimu Syara saat tahu dosenmu adalah suami sahmu ?
Sedang calonmu sudah tahu sudah paham siapa kamu
Dijamin kamu syock saat tahu calonmu dosenmu juga /Grin//Facepalm/
Kenalan dulu ya Syara meski ujungnya macam tom jerry pula
Bagaimana reaksi keduanya saat dipertemukan lagi ya ?