NovelToon NovelToon
Istri Bayangan Tuan Buta

Istri Bayangan Tuan Buta

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:17k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Keseharian Lana menjadi pendamping Tuan Buta untuk menjadi pengganti istrinya yang sering keluar dengan pria lain itu berbuah kebingungan. Itu terjadi ketika Tuan buta itu sembuh dari kebutaannya. Dia mengira selama ini istrinyalah yang mendampinginya. Keberadaan Lana lenyap seketika tanpa berbekas.

Apa yang akan terjadi ketika semua kebiasaan yang ia pikir adalah milik istrinya itu tidak nampak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 1 Suara meresahkan

Suara dessahan dan deccakan bibir yang beradu terdengar samar-samar dari lorong di dekat ruang baca. Lana meringis mendengar itu. Meski ia ingin fokus membaca, tapi suara itu begitu mengusiknya. Ia tidak bisa mengindahkannya begitu saja.

Sesekali Lana menggelengkan kepala serasa ingin mengusir suara meresahkan itu dari indra pendengarannya. Bahkan ingin menegur. Namun apa daya, dia tidak punya wewenang melakukannya. Hingga suara meresahkan itu masih terdengar sampai sekarang.

Dirinya tahu pasti siapa yang tengah berada di sana. Siapa orang yang menciptakan suara meresahkan itu. Lana mencoba mengeraskan suara musik orkestra yang ia putar karena permintaan tuannya.

“Suara apa itu?” tanya Kinos mengejutkan. Lana yang tengah berdiri membelakangi pria itu menoleh. Sebenarnya ia bermaksud mencari buku dan membacanya sambil duduk di kursi.

“Suara orkestra.” Lana tidak menyinggung soal suara meresahkan itu. Ia berusaha mencari alasan lain.

“Bukan, bukan. Aku mendengar suara yang lain.” Kinos pasti juga mendengar suara desahan barusan. Meskipun buta, indera pendengaran pria ini masih berfungsi normal.

“Yang mana?” tanya Lana berpura-pura tidak tahu. Ia menipiskan bibir seraya mendekat pada pria buta ini. Sedikit kesal karena nyonya majikannya tidak berhati-hati. Jadi ia harus repot mencari alasan untuk mengalihkan perhatian Tuan di depannya.

“Seperti suara decakan atau ...” Kinos mengatakannya dengan tepat. Lana melongok ke lorong kamar. Ia mendesah lelah tanpa suara. Kepalanya menggeleng pelan sekaligus berdecak tanpa suara, menyesalkan kenapa mereka harus memperdengarkan suara sensual itu dengan kentara.

“Ya. Aku juga menyalakan tv. Jadi suaranya bercampur aduk barusan. Maaf.” Lana mencari alasan yang pas agar Kinos tidak curiga.

“Benarkah?" Bola mata pria ini mengerjap. Mungkin pria ini tidak serta merta percaya pada apa yang di katakan Lana. Namun rupanya dia memilih mengentikan kecurigaannya. "Kenapa meminta maaf? Tidak apa-apa. Justru aku yang seharusnya mengerti.” Kinos merasa bersalah. Wajah itu tampak sendu. Lana menatap pria ini iba. Ia menyentuh punggung tangan Kinos.

“Mau berkebun saja?” tawar Lana. Ia merasa harus mengembalikan suasana hati pria ini seperti sebelum suara menyebalkan itu terdengar.

“Berkebun?” tanya Kinos merasa takjub. Wajahnya terlihat senang. Ini adalah sebuah tawaran yang baru. Kinos belum pernah melakukannya ketika matanya mengalami kebutaan seperti sekarang. Tidak ada yang menawarinya berkebun sama sekali. Baik itu saat dia masih bisa melihat ataupun sekarang. Mungkin terlampau gila jika menawarinya yang buta untuk berkebun. Namun ada ajakan dari istrinya. Tentu Kinos merasa terhibur.

“Ya. Ini masih pagi. Jadi matahari belum cukup terik dan menyengat.” Lana melihat ke luar jendela. Ya. Dia baru saja selesai mengajak pria ini berjalan di sekitar taman di dalam rumah untuk merasakan embun pagi. Dia bermaksud istirahat dengan duduk bersantai ketika Tuan Kinos mendengarkan musik orkestra kesukaannya. Namun nyatanya ia harus melakukan kegiatan yang butuh usaha dan tenaga lagi untuk menyenangkan pria ini. Juga alibi untuk mengalihkan perhatian agar suara meresahkan itu tidak terdengar.

“Baiklah.” Pria ini gembira. Dia tampak bersemangat. Lana membantu Kinos berdiri untuk berpindah ke kursi roda. “Aku ingin jalan tanpa kursi roda, sayang,” pinta Kinos. Ya. Panggilan sayang sebenarnya terasa aneh jika di tujukan untuk dirinya. Namun itu memang panggilan pria ini jauh sebelum ada Lana.

“Oh, baiklah. Kamu bisa berpegangan pada lenganku.” Lana urung membimbing pria ini menuju ke kursi roda. “Oh, tunggu. Aku akan matikan dulu orkestra itu.”

“Biarkan saja.” Kinos mencegah.

“Baiklah kalau begitu. Ayo kita langsung berkebun saja.” Lana setuju untuk membiarkan ruang baca yang terbuka ini di isi dengan suara musik menenangkan itu. Mereka pun berjalan perlahan.

Karena suara musik orkestra masih mengalun, Sonia yang masih berciuman di lorong tersentak melihat kemunculan dua orang ini. Dia tidak menduga bahwa kedua orang ini sudah ada di lorong. Lana tertunduk melihat dua orang itu masih berpelukan dan dalam posisi yang begitu intim. Kinos masih menegakkan kepala dengan bola matanya yang menatap kosong ke depan.

“Ada apa?” bisik Antoni karena Sonia tiba-tiba menjauhkan bibirnya. Telunjuk Sonia langsung menutup bibir pria ini untuk menyuruhnya diam. Melihat bola mata Sonia melebar ke arah lain, Antoni juga ikut melihat ke arah yang di tuju. Dia menemukan Kinos dan Lana yang bingung.

Sonia memberi kode pada Lana untuk segera melewatinya. Lana mengangguk mengerti. Dia membimbing Tuan Kinos untuk berjalan melewati kedua manusia itu. Sementara itu, mereka juga berhenti bergerak sampai Lana dan Kinos menghilang dari pandangan.

Siapa Sonia dan Antoni? Lalu kenapa Lana dengan pria tampan yang sekarang tengah berpegangan pada dirinya itu? Kenapa juga pria bernama Kinos itu memanggil Lana, sayang?

Kinos adalah majikannya. Pria yang tampan tetapi tidak bernasib baik karena glukoma menyerang penglihatannya, sehingga membuatnya buta. Sonia adalah istrinya. Sementara Lana sendiri adalah pembantu rumah mereka, yang sengaja direkrut oleh nyonya rumah ini untuk menggantikan dirinya.

Menggantikan dirinya? Menggantikan Nyonya Sonia? Kenapa?

Ya, Lana bukan hanya pembantu biasa. Gadis yang berusia dua puluh satu tahun ini punya peran yang cukup besar. Dia tengah menjadi pengganti Nyonya Sonia yang kerap keluar dan berduaan dengan Antoni. Lana adalah istri bayangan Tuan buta itu.

****

Ketika berjalan menuju ke arah taman, pikiran Lana kembali ke waktu sebelum ia memasuki rumah Tuan Kinos dan Nyonya Sonia. Dimana dia punya kehidupan lain yang berbeda dengan saat ini.

Hari itu. Siang hari di rumah sakit Bina Sehat.

Seorang perempuan cantik terlihat berbincang di telepon dengan seseorang. Lorong ini adalah lorong kamar VIP. Sepertinya dia punya posisi penting karena ada seorang wanita lain berpakaian rapi berdiri tidak jauh darinya yang mengawasi sekitar. Seperti sedang menjaga perempuan cantik ini.

"Hhh ... " Perempuan cantik itu mendesah lelah seraya memijit pangkal hidungnya dan memejamkan mata sejenak. “Aku masih di rumah sakit.”

“Menemani Kinos periksa?” tanya suara pria di seberang.

“Tentu saja.” Perempuan dengan wajah cantik sesuai namanya ini adalah Sonia.

“Apa aku perlu menemanimu malam ini?” tanya pria di seberang.

"Tidak."

"Jadi ... kamu tidak suka aku temani?" tanya suara pria di seberang yang terdengar menuduh.

“Aku mau, tapi aku tidak bisa Antoni.” Sonia mendesah lelah. Ini sudah ke sekian kalinya dia melakukannya. Hening di seberang. Sonia juga diam sejenak. “Sudah aku bilang, aku hanya bisa menemui kamu siang hari. Di saat aku bekerja. Dia akan mencari ku kalau malam hari aku tidak ada di rumah.” Sonia melihat ke dalam ruang periksa Kinos dengan wajah frustasi.

...----------------...

1
Andriani
kk.... dikejar guru killer bisa lebih 100 episode... cerita lana ma kinos di lanjut donk
Aryati Ningsih
extra part dong ..biar ada gregetnya
Andriani
kak... kasih bonus chapture ya....
Andriani
akhirnya di lamar kinos si Lana...
Andriani
makin panas nih...
Kusyanti Handayani
kakkkkk otorrrr kurangggg
bikin penasaran dan dag Dig dug
Andriani
lagi kk... lanjut ceritanya... 😍😍😍
Andriani
alhamdulillah ketahuan juga... kasihan kinos apa sonia jadinya nih..
Kusyanti Handayani
lanjoot otor lady 💪
Herlin
up lagi kaka😍
LisA: Terima kasih terus baca
total 1 replies
Andriani
akhirnya ketahuan donk kamu soniaaa... biar kinos ma Lana deh🤭
Herlin
selalu menunggu kelanjutan cerita ini
LisA: Terima kasih.
total 1 replies
pawon ngebul
🤗🤗🤗🤗🤗tengkiiuuu kakak othot lana harus ama kinos ya ndak mau tau pokoknya🤭😆😆😆🤗😄😄😄
pawon ngebul
kakak othor tlg bagt tamatin getir ua zia m gara pokoknya please akoh mohon🙏🙏🙏🙏
LisA: Aku juga padamu.😘
total 3 replies
pawon ngebul
maaf kak tolong tamatin getit ya kak ga bs move on ini
pawon ngebul
kak maaf bgt tlooong bgt tamatin getir kak
q ga bs move on ama gara kak please gara zia ya kak mohon bgt dgn sangat🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Tan Lili: iya Thor....ku juga. jgn biarkan kami "getir" menanti kelanjutannya. Thx Thor
total 1 replies
Fauziah Rahma
hah?
pawon ngebul
kak tolong getir di lanjutin sampai tamat donk biar gia sama gara bahagia bersama udah nunggu lama banget hiatusnya
Asa Asa
masih di lanjut gk nih kk novel nya
Andriani
lanjut ya kk...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!