NovelToon NovelToon
Kecubung Biru

Kecubung Biru

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Petualangan / Balas Dendam / Chicklit / Tamat
Popularitas:24.5k
Nilai: 5
Nama Author: C4703R

Kecubung Biru hanya bisa menatap getir. Akan Bumi Menoreh yang membara.
Diantara pertikaian ayah dan pamannya, Pulung Jiwo dan Ronggo Pekik.
Juga mesti membantu perjuangan Diponegoro dalam melawan Kumpeni.
Perang ini mesti mengabaikan segala kepentingannya, asmara yang membara dan kesehariannya yang sunyi, untuk dilewatkan bersama kepingan dendam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon C4703R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perang di Bumi Menoreh

“Kecubung Biru, awas!”

“Bapak....”

Hampir saja ada panah yang meluncur mengenai gadis perawan itu. Untung ayahnya sigap. Dia berhasil menangkap panah yang hendak mengenainya. Loloskan maut yang mengancam jiwa sang anak.

Kecubung Biru, si anak gadis itu terdiam. Dia bergetar hebat. Tapi kemudian merayap. Mencari tempat terlindung.

Sementara panah-panah terus menghujani.

Pertarungan besar terjadi.

Pasukan Diponegoro terkepung. Disana musuh menghadang. Sudah banyak yang tewas.

Mereka masuk ke pemukiman penduduk.

Pasukan Keraton dan Kumpeni membabi buta dalam melakukan pembersihan pada para pemberontak. Semua yang ada di situ dibabat. Semua dianggap musuh. Hal ini disebabkan karena pasukan Diponegoro membaur bersama rakyat jelata.

Keadaan ini membuat tak jelas, mana orang desa, mana musuh. Sehingga banyak warga yang tak tahu menahu, ikut di bantai. Mereka ikut dicurigai sebagai pendukung laskar.

Termasuk Kecubung Biru dan ayahnya yang memang tengah berjuang. Dia terjebak diantara para pasukan yang bertikai. Harus ikut mengangkat senjata diantara hati yang ketakutan. Keterpaksaan ini imbas dari bingungnya pemikiran juga. Kalau diam diri, dia tak tega dengan sang ayah, tapi kalau ikut melawan, merasa tak bakalan sanggup, jika mesti menghadapi pasukan yang demikian kuat dan sangat berpengalaman. Juga kalau tinggal di rumah, tak bakalan ada yang membela, andai dia berada dalam tawanan musuh.

Rumah Pulung Jiwo digedor-gedor dengan kasar oleh orang-orang yang mengejarnya. Mereka yakin orang yang tengah diburu berada didalamnya.

Dikepung dari segala penjuru, akan diserbu jika kelihatan.

Tak ada jalan keluar. Melawan tak berani karena jumlah mereka banyak. Tak sebanding dengan orang-orang disini. Lagipula mereka terlatih. Tak mudah untuk menjatuhkannya, bahkan hanya untuk satu orang saja, diantara yang kuat itu.

Hingga kondisinya terjepit, dalam kepungan musuh yang banyak dan sangat rapat. Hampir tak ada celah sedikitpun. Berkelebat sedikit saja sudah langsung terlihat.

Kini apa yang bisa diperbuat. Tak ada.

Bersembunyi juga sia-sia, lama kelamaan pasti ketahuan.

Namun kali ini, hanya itu yang bisa dilakukan. Khususnya untuk sementara waktu.

Aku melihat mereka. Ingin membantu, setidaknya supaya mereka bisa bebas dari pembantaian, tapi tak kuasa. Aku sendiri terjepit. Kalau melihatku, mereka pasti bakalan menangkap, atau bahkan langsung melepaskan tembakannya. Dalam suasana yang serba membingungkan ini, tiap orang yang ada disekitar musuh, tentu akan langsung dicurigai, sebagai pendukung mereka atau anggota lawan. Untuk saling menyapa, tentu tak memungkinkan. Makanya keadaan yang kemungkinan dilakukan, hanya melumpuhkan orang yang dianggap musuh tersebut. Dan akibatnya, tentu fatal. Untung andai cuma menderita luka. Kalau sampai tewas, tentu kemungkinan buruk yang kerap terjadi.

Panah-panah terus menghujani rumah-rumah itu, diantara teriakan-teriakan musuh yang terus terdengar, menyuruh orang-orang untuk menyerah.

Mayat-mayat nampak bergelimpangan. Banyak anak buah Diponegoro yang tewas didalamnya.

Ada yang kena peluru kumpeni, ada yang digorok prajurit keraton, kena panah, kena tusuk tombak juga tertembus keris ampuh.

Kampung di lembah Menoreh, kini membara. Pertempuran sengit hingga menyebabkan pertumpahan darah, terus terjadi. Mereka-mereka terus melakukan pengejaran. Dan laskar enggan menyerah.

Memang, daerah tersebut sangat misterius. Diantara jepitan pegunungan kapur yang kuat. Sebagai benteng alam yang baik sekali untuk bisa berlindung dari penyerangan musuh. Hingga tempat tersebut sangat pas buat pertahanan.

Aku mendekati mereka. Tapi panah yang meluncur benar-benar terlampau rapat. Asal kelihatan sedikit saja, langsung ada panah. Kalau tidak peluru.

Ayah Kecubung Biru hanya bisa menatap. Dia tak berbuat apa-apa. Kecubung Biru berlindung dalam ketakutan.

Panah terus meluncur bagai hujan di tengah musimnya. Aku tak kuasa menghindar. Hingga salah satunya menancap tepat di tubuhku. Aku terluka. Darah mengucur deras. Seketika itu juga. Aku tak kuasa bergerak.

Untung ada paman Ronggo Pekik. Dia yang menyeret ku menghindarkan dari keadaan buruk yang akan menimpa. Lalu melemparkan tombak ke arah musuh. Satu prajurit lawan langsung terguling akibat lontaran keras itu.

Pertempuran terus berlanjut. Paman Pulung Jiwo mengamuk. Setelah mengetahui anaknya aman, dia membabat dua Kumpeni dan dua prajurit keraton dengan pusaka ampuhnya itu.

Sepak terjangnya mengerikan.

Paman Ronggo Pekik juga demikian. Dia tak mau kalah. Tombak yang dipegangnya terus menderu, mengobrak- abrik barisan musuh.

1
Andrias CPC
trims 🙏
Dhina ♑
Pangeran Diponegoro,,
sejauh mana mengerti detilnya Thor 🤗🤗🙏🙏 ada yang ingin saya ketahui
Andrias CPC: wah nggak begitu paham aku. 😁
itu hanya gambaran seting kisah untuk membawa tokoh utama pada situasi zaman itu.
total 1 replies
Dhina ♑
ulang, Kecubung Biru
Mase Solo
disini ada kata/sebutan "AKU" mksdnya gimna ya,,apa ini crta dlm cerita/kisah pribadi/cerita sejarah,,,maaf
Author SUPERSTAR: Hi, baca Aku (Bukan) Wanita Murahan yuk
total 3 replies
Sis Fauzi
semangat pulung jiwo
Sis Fauzi
mantap Thor ❤️ lanjuut
Sis Fauzi
love love love author ❤️
Sis Fauzi
suka banget kisahnya p dipenegoro ❤️
Sis Fauzi
Selasa pagi hadir Thor ❤️ salam persahabatan dariku 🙏 saling dukung y 💪 feedback DIBALIK EMOTICON CINTA dan RICH PRANAJA PEWARIS TIRTANALA 👍
Andrias CPC: thanks 👍
total 1 replies
Rian Cappuchino
Kak mampir yuk ke novelku.Judulnya "Ray stardust."

Kutunggu kedatangan kalian

Terima kasih
Andrias CPC: iya😁😁
total 1 replies
anggita
lembayung.sutra.,~ habis?
Andrias CPC: habis kalau ini.
total 1 replies
anggita
kecubung biru💪👍
Andrias CPC: 😁😁
yuk yang lain 😁
total 1 replies
anggita
tmbah like 👍dari novel silat 13 Pembunuh.,🗡💀
anggita
sya mpir, baca, trus like ae lah👍
anggita
tmbah like lgi 👍
anggita
Respct buat Author~crita berlatar sjarah melawan pnjajhan di bumi nusantara sdh jrang ada yg nulis.,💪 smangat trus.
Andrias CPC: trims 🙏
aku mampir balik 😁😁
total 1 replies
💫lie azika
perjuangan yg melelahkan namun harus di lawan
Andrias CPC: iya
yuk lanjut sampai akhir 😁😁
total 1 replies
💫lie azika
para pejuang hebat , bagus kak cerita nya.
Andrias CPC: trims ya 🙏
total 1 replies
Dhina ♑
Aceh ya thor??
Dhina ♑: oh,, lupa ku...rasa tak asing, tapi bingung 😂😂
total 2 replies
My Calangheyo
boomlike n rate bg drias 😍
Andrias CPC: thanks 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!