NovelToon NovelToon
Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Nikahmuda / Duda / Ibu Pengganti
Popularitas:586.6k
Nilai: 5
Nama Author: saputri90

Nayla Putri Atmaja (21) seorang gadis riang yang tengah menempuh pendidikan di sebuah universitas swasta di kota Jakarta, tak pernah menyangka hidupnya akan serumit ini setelah ia bertemu dengan Bayu Pratama (30). Seorang dosen muda yang mengisi mata kuliah di semester lima. Selain menjadi seorang dosen Bayu merupakan seorang pengusaha muda. Pria yang cukup sukses dan berpendidikan tinggi, namun menyandang status duda beranak satu.

Entah disengaja ataupun tidak pertemuan mereka di kampus menjadi awal kisah cerita mereka dimulai. Hidup Bayu yang semula terlihat begitu datar, kini berubah menjadi sangat menyebalkan ketika takdir mempertemukan dirinya dengan sosok Nayla yang memiliki sikap menjengkelkan, merepotkan, banyak maunya, bicara sembarangan dan blak-blakan. Sangat berbanding terbalik dengan kehidupan Bayu yang terlihat begitu tenang, datar dan tertutup.

Mau tau kelajutan kisah mereka selanjutnya? Yuk simak terus cerita Jodoh Tak Diundang...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saputri90, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JTD Bab 1

Nayla memutar bola matanya malas. Pemandangan di depannya pagi ini benar-benar merusak nafsu makan.

​Bagaimana tidak? Ia harus sarapan bersama sepasang suami istri "gesrek" yang kebetulan sedang menginap di rumahnya. Siapa lagi kalau bukan Hendra—kakak kandungnya yang menyandang gelar raja julid—dan istrinya, Silviana. Kakak iparnya itu punya mulut ember bocor yang tingkat kebocorannya jauh melampaui Nayla.

​Sering kali Nayla kena semprot Bunda gara-gara aduan Silviana. Kakak iparnya itu hobi sekali melaporkan kelakuan Nayla yang sering terlihat gonta-ganti teman kencan di luar sana.

​Memang, hobi nge-date berganti pasangan sulit dibenarkan bagi sebagian orang. Namun bagi Nayla, ia hanya ingin menikmati masa muda sekaligus menyeleksi ketat calon imamnya nanti. Kriterianya jelas: harus sanggup menuruti segala keinginannya, sanggup meladeni hasrat belanjanya, tidak mengekang pergaulannya, dan yang terpenting—punya tingkat kebucinan stadium akhir. Tapi tenang saja, meski gonta-ganti pasangan, Nayla tetaplah wanita yang memegang teguh kehormatannya. Mahkotanya tetap terjaga dengan baik.

​“Bunda, kok mereka belum pulang sih?” pekik Nayla tiba-tiba, menatap sang Bunda yang sibuk menyiapkan sarapan.

​Suara melengking Nayla seketika membuat seisi meja makan terhenti. Tatapan Hendra langsung menajam, persis seperti singa kelaparan yang siap menerkam mangsanya. Sementara itu, Gunawan—sang Ayah—hanya bisa menggelengkan kepala. Sudah hafal luar kepala jika Hendra dan Nayla bertemu, suasana rumah pasti akan berubah jadi arena Tom and Jerry.

​Riska, sang Bunda, memilih bungkam. Ia tahu menanggapi pertanyaan Nayla saat ini hanya akan memicu kembang api di pagi hari.

​“Kamu kenapa nanya gitu, Dek? Nggak suka Mas dan Mbakmu tinggal di sini lebih lama?” tanya Hendra dengan nada mengintimidasi.

​“Siapa bilang nggak suka? Suka-suka aja, kok. Nayla kan cuma nanya sama Bunda, kenapa kalian belum pulang-pulang?” jawab Nayla santai, bahkan tanpa menatap lawan bicaranya.

​“Pertanyaanmu itu seolah lagi ngusir, Dek,” balas Hendra, matanya masih terkunci pada adiknya.

​“Baper banget sih, Mas! Aku tuh cuma nanya, bukan ngusir. Iya, kan, Yah?” Nayla mencoba menyeret sang Ayah ke dalam perdebatan.

​“Ayah 'iya' sajalah, biar Nayla senang,” sahut Gunawan pasrah. Nayla tersenyum manis ke arah Ayahnya, lalu sedetik kemudian merengut saat melirik Hendra yang masih menatapnya sengit.

​Perdebatan itu terjeda saat Bunda meminta mereka segera menghabiskan sarapan. Usai makan, Nayla mendadak menunjukkan jurus mautnya: menyandarkan kepala dengan manja ke bahu Bunda. Riska yang sudah hafal tabiat anaknya pun langsung paham.

​“Ayo katakan, kamu mau apa lagi, hmm?” tanya Riska lembut. Nayla langsung tersenyum kegirangan.

​“Bunda, Ayah... nanti siang boleh ya Nayla jalan sama Amel? Kami mau ke toko buku, cari referensi tugas.”

​Mendengar itu, Hendra langsung menyambar, “Dasar modus! Akal bulus! Amel atau Amar? Toko buku atau bioskop? Ayah, Bunda, jangan mau dibohongi terus sama tukang modus ini!”

​“Apa sih, Mas! Kalau nggak tahu mending diam deh. Aku beneran mau tugas sama Amel!” sahut Nayla dengan wajah memerah menahan kesal. Ia kembali menggoncang lengan Bundanya. “Bun, ayolah... Kalau Bunda izinin, Ayah pasti bilang iya.”

​“Nay, kamu itu setiap hari jalan terus. Selalu saja ada alasan. Coba sekali-kali kamu pulang lebih awal,” ucap Bunda yang mulai menunjukkan tanda-tanda penolakan.

​“Yah, Bunda... tapi hari ini beneran penting, Bun. Please...”

​“Mulai hari ini Bunda nggak kasih izin kamu keluar rumah, kecuali untuk kuliah. Dan pulang kuliah, kamu harus langsung sampai di rumah!” tegas Bunda.

​Nayla beralih menatap Ayahnya dengan tatapan memelas, berharap ada keajaiban. Namun, Gunawan justru memperkuat vonis sang Bunda.

​“Nayla sayang, benar kata Bundamu. Mulai hari ini kamu hanya boleh keluar untuk urusan kampus. Selebihnya, kamu akan diantar jemput oleh Pak Udin, sopir pribadi Ayah.”

​Wajah Nayla seketika layu. Berbanding terbalik dengan sepasang suami istri di hadapannya yang kini pamer senyum kemenangan.

​“Ish! Kalian semua jahat! Ini semua gara-gara Mas Hendra. Aku jadi dikurung kayak burung dalam sangkar. Mending sangkar emas, ini mah sangkar butut!” oceh Nayla kesal.

​“Lah, kok jadi nyalahin Mas?”

​“Ya iyalah! Mas kan yang komporin Ayah sama Bunda. Mulut Mas itu sudah kayak kompor meleduk, tahu nggak!”

​“Apa kamu bilang? Mulut Mas kayak kompor meleduk?”

​“Iya! Kenapa? Mas nggak terima?” sungut Nayla yang sudah berapi-api.

​“Ayah, Bunda. Calon suami Nayla kapan datang, sih? Sepertinya lebih cepat lebih baik mereka dinikahkan. Nayla sudah ingin hidup bebas dari pengawasan kita, anak ini benar-benar nggak bisa disayang-sayang,” celetuk Hendra yang membuat mata Nayla nyaris melompat keluar.

​“Apa?! Calon suami?!” pekik Nayla dengan suara melengking.

​“Nggak usah sok kaget. Kamu itu sudah biasa bikin dosa, jalan sama cowok gonta-ganti. Daripada jadi fitnah, mending cepat nikah!” sahut Silvi ikut menimpali.

​Dasar kakak ipar nggak ada akhlak! Fitnah apa maksudnya? Yang tukang tebar fitnah itu Anda! umpat Nayla dalam hati.

​“Ayah, Bunda... jangan bilang kalau aku mau dijodohin? Katakan kalau ini cuma lelucon Mas Hendra sama Mbak Silvi!” Nayla menatap orang tuanya dengan penuh tuntutan.

​Riska dan Gunawan hanya saling pandang dalam diam, yang justru membuat jantung Nayla berdegup kencang.

​Duh, Ayah sama Bunda kenapa malah diam sih? Nasib gue gimana ini? Nggak lucu banget, gue baru jadian semalam sama Tyo, masa harus putus gara-gara perjodohan? Mana siang ini dia janji mau beliin barang incaran gue lagi. Anjir banget nih dua makhluk astral! gumam Nayla dalam hati, berharap semua ini hanyalah mimpi buruk di pagi hari.

1
Ulna Yana
kak , update dong 😔😭
laelatul qomar
Luar biasa
💗vanilla💗🎶
dihh pake diucapin lagi
Ella Ella
ceritanya mkin amburadul Thor
Pipit F 🤩
Naylul emang kang kompor suka kalo sodara-sodaranya susah
❥␠⃝ ͭ🍁CA-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
siap2 ajalah para opa2🤭🤭🤭pembalasan nay lbh kejam🤣🤣
bayangan
🤭🤣🤣🤣 bapknya sendiri aja tkut sama kelakuan anaknya si naylul 🤣🤣
Ramadhani Kania
siap2 y oppa2 d marahi nenek uyut....🤭😂😂
Wu Shi Des
bagus Thor, semangat up nya...
Pipit F 🤩
waduh mode adu domba ini mah sesama kakek kakek 🤣🤣
emang bener-bner si Nayla
Pipit F 🤩
kena skak matt
Pipit F 🤩
emang istri durhakim 😅
❥␠⃝ ͭ🍁CA-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
nay hbs makn dimsum mendptkan wangsit🤭
❥␠⃝ ͭ🍁CA-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
🤣🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁CA-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
🤣🤣🤣nay tau aja yg mahalan🤦‍♀️
❥␠⃝ ͭ🍁CA-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
🤣🤣🤣msh mode marah2
bayangan
wah si nayla mau adu domba ni ke kakek abraham 🤣 bakalan seru tuh kakek kakek adu mulut gegara sinayla 😅
🍒⃞⃟🦅🥑⃟gaibfarm🦉𝐕⃝⃟🏴‍☠️
otaknya bnr² encerr si Naylul
Pipit F 🤩
kasian ini para pelayan di grebek para tetua mafia emak rmak 😅🤣
Pipit F 🤩
istri istri mode singa semua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!