Devina Stefani Germanotta, wanita yang tengah hamil tua berusia 25 tahun berjalan masuk ke dalam rumah setelah memeriksa kandungannya ke rumah sakit Sejahtera Harapan Bunda.
Wanita itu menyeret dirinya ke rumah sakit, karena suaminya tidak punya waktu untuk mengantar dirinya dengan alasan sibuk mengurus perusahan yang sedang berkembang pesat.
Devina berjalan menuju kamar, karena tubuhnya terasa pegal sekali. Dan ia ingin segera mandi, agar tubuh pegalnya bisa kembali segar.
Baru separuh pintu di buka, Devina malah mendengar suara des*h*n seorang wanita tepat di dalam kamarnya. Ketika ia menghidupkan lampu kamarnya, sontak saja matanya menangkap dua orang berlawanan jenis, sedang bergumul di atas tempat tidur yang biasa ia gunakan untuk berhubungan dengan suaminya.
Namun, kini suaminya menggunakan tempat tidur itu untuk bergumul dengan wanita yang tidak lain adalah sahabatnya sendiri, yaitu Vindy Bernadette Claudia.
Tapi... untuk mengetahui lebih lanjut, ikutin terus dong alur cer
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syahriana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 1.
Sinopsis – Bab 1.
Devina Stefani Germanotta, wanita yang tengah hamil tua berusia 25 tahun berjalan masuk ke dalam rumah setelah memeriksa kandungannya ke rumah sakit Sejahtera Harapan Bunda.
Wanita itu menyeret dirinya ke rumah sakit, karena suaminya tidak punya waktu untuk mengantar dirinya dengan alasan sibuk mengurus perusahan yang sedang berkembang pesat.
Devina berjalan menuju kamar, karena tubuhnya terasa pegal sekali. Dan ia ingin segera mandi, agar tubuh pegalnya bisa kembali segar.
Baru separuh pintu di buka, Devina malah mendengar suara des*h*n seorang wanita tepat di dalam kamarnya. Ketika ia menghidupkan lampu kamarnya, sontak saja matanya menangkap dua orang berlawanan jenis, sedang bergumul di atas tempat tidur yang biasa ia gunakan untuk berhubungan dengan suaminya.
Namun, kini suaminya menggunakan tempat tidur itu untuk bergumul dengan wanita yang tidak lain adalah sahabatnya sendiri, yaitu Vindy Bernadette Claudia.
"Ya... Tuhan, Mas! Vindy! Apa yang kalian lakukan!!" teriak Devina dengan mata melotot sambil kedua tangan menutup mulutnya, dan bahkan suaranya yang menggema seketika mengejutkan mereka.
"De—Devina, ka—kamu sudah kembali?" Dengan wajah terkejut Jonathan bertanya setelah menghentikan kegiatannya.
"Hebat! Jadi ini yang selama ini kalian lakukan di belakang ku? Alasan sibuk kerja, tapi ternyata selingkuh dengan sahabat ku sendiri?!" ucap Devina melangkah mendekat sambil bertepuk tangan dengan air mata sudah lolos membasahi kedua pipinya.
"Tu—tunggu Dev, aku bisa jelaskan?" ucap Jonathan perlahan turun dari ranjang mencoba mendekat istrinya untuk menjelaskan.
"Stop! Gak ada yang perlu di jelaskan?" ucap Devina menghentikan.
PLAK!
"Aku tidak menyangka, kamu tega selingkuh dengan suami ku! Apa kamu tidak malu Vin, bercinta dengan suami sahabatmu sendiri?!" tanya Devina setelah menampar wajah sahabatnya dengan ekspresi penuh amarah dan kecewa.
"Kenapa harus malu? Justru aku sangat senang dan bangga, karna aku dapat memuaskan suamimu?!" ucap Vindy sambil me3nd3sha.
"Pria tampan seperti suamimu, siapa yang bisa membiarkannya kesepian?" tambah Vindy tanpa rasa malu, sambil membelai lembut dada atletis suami sabahatnya.
"Dasar wanita murahan!" tegas Devina penuh amarah dan berniat melayangkan satu tamparan lagi ke wajah sahabatnya.
"Hentikan!!" namun suaminya langsung menangkap pergelangan tangannya.
PLAK!
Dan tega menampar istrinya sendiri, untuk membela wanita simpanannya.
"Oh, ternyata kalian sama saja? Sama-sama gak punya malu?!" sentak Devina dengan perasaan sangat hancur.
" Untuk memuaskan hasratku salah kalau aku mencari kesenangan dengan wanita lain, sedangkan kamu sendiri? Sejak hamil tidak enak lagi di pandang, Devinaaa!!" sarkas Jonathan tanpa dosa dan malah menghina istrinya sendiri.
"Tapi mas—"
Ssstuutt!!
"Aku belum selesai bicara?" sela Jonathan meletakan jari telunjuknya di depan bibir untuk menghentikan ucapan istrinya.
"Dan asalkan kamu tahu, aku sebenarnya tidak pernah mencintaimu?!" lontar Jonathan semakin menghancurkan hati istrinya dengan semua kata-kata yang keluar dari mulutnya.
"Lalu? Anak dalam kandungan ku ini, kamu anggap apa mas?!" tanya Devina semakin menangis sambil meremas dadanya yang terasa sakit mendengar ucapan suaminya.
"Hanya kesalahan?"
Deg.
Jantung Devina seakan berhenti berdekat, karna suaminya lagi-lagi sukses membuat hatinya semakin hancur. Meski tak berdarah, namun luka yang ditimbulkannya begitu sangat-sangat sakit.
"Iya mas, kamu memang tidak pernah salah? Aku yang terlalu bodoh? Kamu punya hubungan dengan sahabatku sendiri saja, aku tidak pernah sadar?!" ucap Devina berusaha tegar sambil menyeka air matanya.
"Lakukan apa yang ingin kalian lakukan, dan aku pun akan melakukan apa yang aku inginkan?" sambung Devina berniat melangkah pergi.
"Memangnya, apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Jonathan penasaran.
"Gak perlu tahu, ini bukan urusanmu juga kan?!" dengan suara ingin Devina berlalu pergi meninggalkan kamar yang bak neraka itu.
"Oke? Kita akan bercerai, setelah kamu melahirkan?" teriak Jonathan yang masih bisa terdengar jelas ditelinga istrinya, sehingga Devina hanya bisa mempercepat langkahnya pergi meninggalkan rumah yang di tempatinya bersama sang suami dengan hati yang semakin hancur.
Dengan hati hancur, wanita itu mengendarai mobil dalam kecepatan tinggi. Saat ada seorang nenek hendak menyeberang, tanpa sadar Devina membanting stir untuk menghindari. Namun rem mobilnya malah tidak berfungsi, dan Alhasil mobil Devina kehilangan keseimbangan hingga masuk jurang.
Nenek tua yang menyaksikan langsung berteriak meminta tolong pada orang sekitar agar bisa menolong orang yang hampir menabraknya.
Seketika orang-orang disekitar sana langsung datang bergerombol, mendengar teriakan seseorang. Sebagian datang untuk menolong, dan ada pula yang datang hanya sekedar mengisi video kontennya untuk meng-viralkan demi keuntungan pribadi.
Dalam kecelakaan, keadaan Devina sangat mengkhawatirkan? Sebab posisi mobilnya dalam keadaan terbalik, dan satu hal lagi mobil yang di gunakan wanita itu meledak. Sehingga orang-orang, hanya bisa menyaksikan kecelakaan dari atas sambil menunggu tim medis datang menolong. Sedang tim pemadam kebakaran setelah sampai langsung memadamkan api untuk mengamankan suatasi.
Tak membutuhkan waktu lama, mobil polisi datang bersamaan dengan para tim medis untuk segera mengevakuasi korban. Dengan begitu lihainya, masing-masing dari mereka langsung mengerjakan tugas. Namun ketika mobil selesai di padamkan, jasad wanita itu ternyata tidak ada di tempat. Dugaan polisi waktu mobil jatuh kejuran, mungkin dalam keadaan terpelanting-pelanting sehingga jasad Devina terlempar keluar.
"Astaga... dan, jasad korban jatuhnya di mana sih? Sudah larut malam begini, masih aja gak temukan?!" gerutu salah satu polisi yang mulai frustasi dalam pencariannya.
"Saya juga heran, Gus? Baru kali ini kita kesulitan mencari sesuatu, padahal yang lalu-lalu mudah saja gitu kita temukan? Tapi yang ini, sudah larut masih saja gak ketemu?" lontar komandan Juna Firmansyah, menimpali ucapan bawahannya bernama Agus.
"Dan... jangan-jangan, orang yang kecelakaan itu bukan manu—"
Ssstuutt!!
"Bicara jangan sebarangan? Kalau korban itu bukan manusia terus apa, makhluk halus gitu maksud kamu?!"
Tegur komandan Juna kepada bawahannya yang sudah berbicara tanpa berpikir terlebih dahulu.
"Terus... dan, kalau dia benar-benar manusia gak mung—"
"Agus? Kamu ini polisi apa peramal sih, bicara kok ngelantur gitu? Sudah-sudah, dari pada bicara gak jelas mending kita cepat-cepat cari korban sampai ketemu?!"
Lontar laki-laki itu lagi menegur bawahannya kembali.
"Pe–permisi komandan?" panggil salah satu dari mereka lagi sambil melangkah mendekat.
"Hmmm, ada apa?" komandan polisi itu bertanya sambil menatap bawahannya.
"Saya berhasil menemukan sesuatu, dan?" jawabnya sambil memperlihatkan sesuatu.
"Apa ini, di mana kamu menemukannya?" tanya komandan polisi itu lagi memperhatikan barang yang di ambil dari tangan bawahannya.
"Saya menemukan barang itu didekat mobil korban komandan?" jawab pria bernama Tejo memberitahu.
"Oke... berhubung malam sudah semakin larut jadi sementara pencarian ini, kita hentikan? Besok... pagi, baru kita lanjutkan lagi?!" ucap komandan itu mengakhiri pencarian dan setelah di balas anggukkan kepala, mereka semua lalu pergi meninggalkan tempat.
"Dan... satu hal lagi, ingat? Setelah kita sampai, segera cari apa saja di dalam tas itu agar keluarganya bisa tahu tentang berita ini?" tambah komandan Juna sebelum masuk ke dalam mobil.
"Baik komandan?" jawab mereka secara serempak, lalu mengemudi mobil pergi meninggal lokasi kecelakaan.
Bersambung.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
Oke guys, awal baca nih?
Di halaman ini, Bijak-bijaklah dalam membaca ya guys? Yang masih di bawa umur, tidak di perkenankan untuk membaca cerita di bagian ini.
Maaf ya guys, jika dalam cerita ku banyak mengandung hal-hal yang berbau ya gimana gitu.
Hehehehe, biasa lah guys? Cerita tidak akan seru, jika dalam cerita tak ada yang menyinggung cerita yang menarik. Yaaa ini contohnya?
Hehehehe, maafkan author ya guys. Dan silahkan di lanjut membacanya🤗🤗🤗
Vote👈
Like♥️
Komentar 💌
And Favoritkan😍
See you again thanks for watching 🙏🙏🙏